DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Ayla jenuh


__ADS_3

Semenjak diumumkannya Ayla sebagai isteri dari CEO di perusahaan EK grup karyawan di perusahaan itu tidak lagi ada yang berani menatapnya apalagi membicarakannya di belakang karena semua ruangan sudah dipasang cctv jika ketahuan ada yang berani menjelek-jelekkan isteri dari CEO perusahaan tersebut apalagi sampai berani menyakitinya maka siap-siap saja orang itu akan mendapatkan hukuman yang sama seperti Nola bahkan bisa saja lebih dari itu.


Nola dipecat dari perusahaan dan sampai saat ini tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima dia bekerja bahkan dari kampus pun dia sudah dikeluarkan karena sudah mempermalukan nama baik kampus tersebut.


Bukan hanya itu saja bahkan perusahaan orang tua Nola pun kini diambang kebangkrutan karena Al sudah membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan itu.


Kebencian Nola terhadap Ayla semakin menjadi, ia tidak terima dengan keadaannya yang sekarang, bahkan orangtuanya pun kini telah menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi dengan perusahaan papanya.


" Papa sudah mengingatkan kamu berkali-kali Nola, jika kamu kerja magang di perusahaan EK grup jangan pernah membuat kesalahan sekecil apapun itu dan juga jangan mencari masalah disana, tapi coba sekarang lihat apa yang kamu sudah lakukan Nola?kamu malah bertindak bodoh karena perasaan irimu itu dan juga perbuatan buruk sangkamu terhadap isteri dari atasanmu itu membuat mu sekarang di pecat secara tidak hormat, yang lebih parahnya lagi kamu secara tidak langsung sudah menghina Presdir perusahaan itu sehingga membuat pak Al membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan papa dan sekarang hanya tinggal menunggu kehancuran saja, kamu memang bodoh Nola, bodoh!" maki papanya Nola


" Papa enggak nyangka kalau selama ini perilaku kamu sangat buruk di luar sana, wanita itu tidak salah apa-apa tapi kenapa kamu selalu menghinanya bahkan dia tidak sekalipun membalas menghina mu dan kamu bukannya minta maaf malah membuat pak Alveer bertambah murka." lanjutnya lagi dengan emosi yang sudah meluap-luap


Nola hanya diam saja seraya meremas jemarinya kuat, marah dan tidak terima dipersalahkan oleh papanya, dia benci dengan Ayla dan semakin membencinya.


Nola pergi keluar dari rumahnya dengan membawa kemarahannya, ia meninggalkan papanya yang masih berbicara begitu saja


Sedangkan mamanya Nola hanya bisa menangis melihat sifat keras kepala sang putri yang semakin hari semakin menjadi-jadi


____


Sementara Ayla saat ini sedang berada di ruangan Al, semenjak kejadian beberapa hari yang lalu Ayla tidak diizinkan lagi bekerja di tempatnya yang dulu bersama Mina dan Sasa, Ayla hanya boleh bekerja menjadi asisten pribadi suaminya saja dan itupun berada di ruangannya tidak boleh keluar sedikit pun, Aneh memang dan juga tidak masuk diakal tapi itulah Al yang selalu bersikap semaunya dan sangat posesif terhadap istrinya itu.


" Mas!" panggil Ayla yang sedari tadi merasa jenuh karena tidak melakukan apa-apa di ruangan itu


" Ada apa sayang!" Al yang tadinya tengah sibuk dengan tumpukkan berkas di atas meja kerjanya langsung menoleh ke arah Ayla yang sedang duduk di sofa


" Mas, apa tidak ada pekerjaan untuk aku, masa dari pagi aku hanya duduk begini terus tanpa ada kegiatan sama sekali sih mas, enggak jelas begini?" Tanya Ayla mendengus kesal


" Kamu itu cukup duduk manis disitu aja juga sudah termasuk bekerja sayang" ucap Al yang kembali fokus dengan lembaran demi lembaran berkas yang ada di tangannya


" Tapi aku bosan mas, itu sama saja aku makan gaji buta" keluh Ayla lagi

__ADS_1


" Ayo dong mas beri aku pekerjaan, jangan jadikan aku patung disini!" rengek Ayla dengan bibir yang mengerucut


" Sayang tapi kamu itu kan tidak boleh capek-capek, jadi sebaiknya biarkan saja seperti ini ya!" bujuk Al dengan senyum yang menghias wajahnya


"Mas kalau seperti ini terus, aku justru merasa sangat tidak nyaman, aku disini kan sebagai mahasiswi magang kalau aku hanya diam saja dan hanya melihat mas yang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk itu, terus untuk apa aku ada di sini mas? tidak ada yang bisa aku pelajari juga, iyakan?" protes Ayla yang tidak ingin hanya duduk-duduk saja di ruangan suaminya itu


" Terus kamu maunya apa hem?" tanya Al yang kini sudah meletakkan berkas-berkas yang tadi di pegangnya di atas meja kerjanya lalu berjalan menghampiri Ayla yang sedang duduk di sofa


" Beri aku pekerjaan mas, aku bosan diam terus kayak gini mas!" pinta Ayla sedikit memohon


" Iya, nanti mas beri kamu pekerjaan tapi kalau merasa capek kamu istirahat aja ya!" pintanya dan Ayla pun mengangguk pelan dengan wajah yang dihiasi senyuman tipis


Al akhirnya memberikan Ayla beberapa pekerjaannya yang sedikit menumpuk, dan benar saja ternyata Ayla sangat cekatan dan terampil, Ayla sedikitnya cukup membantu pekerjaan Al yang sudah dua hari ini menumpuk dimeja kerjanya, berkat Ayla semua pekerjaan Al pun bisa cepat ia selesaikan.


" Apa kamu merasa capek sayang?" tanya Al


Ayla yang sedang mengerjakan satu pekerjaannya lagi menoleh ke arah Al yang kini sudah berdiri di sampingnya


" Tidak mas, sepertinya bayi kita malah senang mas melakukan pekerjaan ini dari pada diam saja malah membuat aku lemas dan tak bertenaga" sahut Ayla


Ayla mengangguk lalu menutup laptopnya tapi sebelum itu dia sudah menyimpan semua hasil pekerjaannya di laptop tersebut


Tok


Tok


Tok


" Masuk;" teriak Al


Ceklek

__ADS_1


Pintu terbuka dari luar dan menyembullah Arlan dari balik pintu tersebut


" Ada apa?" tanya Al saat Arlan sudah masuk ke dalam ruangannya


" Apa loe mau pulang sekarang Al?" bukan menjawab Arlan malah balik bertanya pada Al yang sudah bersiap pulang bersama Ayla


" Ya, Ayla harus banyak istirahat jika disini terus yang ada dia malah sibuk dengan pekerjaannya" sahut Al membuat Ayla mendengus kesal


" Memang isteri loe yang satu ini mah pekerja keras" ucap Arlan yang tanpa sadar malah membuat mood wanita hamil muda itu berubah buruk


" Maksud pak Arlan apa bicara isteri yang satu ini? memangnya selain aku mas Al punya isteri yang lain lagi, iya?"


Glek


Arlan kesulitan menelan salivanya karena kata-kata yang meluncur begitu saja dari bibirnya malah disalah artikan oleh calon ibu muda itu


Sementara Al sudah melotot tajam kepada Arlan karena ucapannya itu bisa dia yang kena amukan dari isteri labilnya itu


" Mas, ayo jujur selain aku mas punya isteri yang lain lagi iya kan? mas jahat!" Ayla memukul dada Al bertubi-tubi


" Lan, cepat jelaskan pada isteri ku!" tegas Al menyorot tajam


" Duh Al kenapa isteri loe jadi nyeremin gini sih?" ucap Arlan


" Apa Loe bilang nyeremin, wah cari mati loe ya !" marah Al


" Aishh.... bukan itu maksud gue, ahhh... kenapa jadi oon gini sih!"


" Apa, loe sekarang malah berani ngatain gue oon?" Al semakin geram dengan Arlan


" Ahhh.. kenapa jadi salah lagi.. salah lagi sih, tau ah. mending gue pergi aja lah!" Arlan memilih angkat kaki dari ruangan itu

__ADS_1


Ayla masih memasang wajah cemberut padahal sejak didalam ruangannya Al sudah berkali-kali menjelaskannya tapi mungkin karena pengaruh hormon kehamilannya membuat otaknya menjadi lamban bekerja.


Al hanya bisa mendengus kesal tapi tetap berusaha untuk bersabar menghadapi amukan sang isteri yang terkadang tidak tahu apa penyebabnya.


__ADS_2