DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Kembali magang


__ADS_3

Keyra pagi ini akan bersiap-siap untuk ikut pergi ke kantor bersama Al, awalnya Al melarang tapi Ayla terus saja merengek karena masa magangnya yang belum selesai.


" Sayang itu kan perusahaan ku tanpa kamu hadirpun mas akan memberimu nilai dalam tugas magangmu nanti" ucap Al membujuk sang isteri


" Mas, itu namanya aku tidak bersikap profesional dan perusahaan mu akan dinilai buruk nantinya dengan peserta magang lainnya" tutur Ayla menolak mentah-mentah


" Lagi pula mas, kehamilan aku ini kan masih kecil belum terlihat dan aku juga merasa tidak terganggu dengan kehamilan aku ini dari pada aku diam terus di rumah yang ada aku malah stres sendiri mikirin tugas kuliah ku" Keluhnya lagi


" Baiklah kalau itu mau kamu, tapi ingat jika merasa capek kamu harus istirahat dan setiap hari wajib kita makan siang bersama, tidak ada penolakan" Tegas Al


" Baiklah suamiku" Ayla bergelayut manja di lengan Al


" Aku menyukai sikap manja mu ini sayang" Al mencium Ayla sekilas


" Ih mas kamu nakal!" Ayla memukul lengan Al manja


" Tapi kamu suka kan dinakalin sama mas ?" goda Al seraya mengedipkan matanya genit dan Ayla malah tertawa melihatnya


_____


Al dan Ayla kini sudah berada di meja makan menikmati sarapannya bersama mama Ambar dan papa Kusuma


" Ay kamu sudah rapih begini mau ikut Al ke kantor? memangnya kamu masih bekerja di kantor Al?" tanya mama Ambar


" Iya mah, kerja magang Ayla tinggal sebulan lagi, Ayla pingin cepat menyelesaikan kuliah semoga saja tahun ini bisa lulus" ucapnya penuh harap


" Amin, Kamu itu gadis yang pintar sayang kamu pasti bisa lulus tahun ini" Ucap Al


" Amin , semoga saja ya mas"


" Tapi kamu harus tetap utamakan kesehatan dan keselamatan bayi yang ada di dalam kandungan kamu ya sayang, jika merasa lelah harus istirahat. di ruangan Al ada kamarnya jadi kamu bisa istirahat disana" pesan mama Ambar yang begitu mengkhawatirkan keadaan mantu dan calon cucunya


" Iya mah" Jawab Ayla tersenyum


" Dan kamu Al, jangan biarkan isteri kamu kecapean, tetap perhatikan isterimu jaga dia dengan baik, awas aja kalau sampai terjadi sesuatu sekecil apapun pada menantu dan juga calon cucu mama, kamu yang akan berurusan dengan mama" Ancamnya


" Mah, kamu ini terlalu berlebihan, Al juga pasti tahu tugasnya sebagai suami" tegur papa Kusuma


Setelah selesai sarapan Al dan Ayla pun berangkat bersama ke kantor.


" Mas kalau diingat-ingat ada lucunya juga ya mas awal pertemuan kita tuh" ucap Ayla mengenang masa lalu akan kecerobohannya


" Kok aku bisa menganggap kamu itu pak sopir ya mas, padahal kalau dipikir-pikir mana ada ya sopir yang setampan sekeren kamu " Ayla terkekeh sendiri merasa geli mengingat kebodohannya


" Itu namanya takdir sayang, kalau tidak begitu mana mungkin kita bisa bertemu" ucap Al melirik Ayla sekilas


" Iya juga sih mas" ucap Ayla tersenyum pada suaminya


Tidak berapa lama mobil mereka pun sudah sampai di parkiran, mereka lalu turun bersama dan membuat sedikit pusat perhatian bagi yang melihatnya


" Itu bukannya pak Alveer ya?" ucap seorang pegawai wanita kepada temannya


" Iya, tapi wanita yang bersamanya itu seperti tidak asing" ucap temannya itu


"Iya, aku kayak kenal tapi siapa ya?" pegawai itu mengingat-ingat


" Bukannya itu Ayla ya?" tanya temannya


Pegawai wanita yang bernama Nola itu pun membulatkan matanya saat melihat dengan jelas bahwa wanita yang sedang bersama Al adalah Ayla


" Tidak mungkin?" Nola menggeleng tak percaya


Ayla dan Al masuk ke dalam gedung tersebut sampai di lobi Ayla memilih menaiki lift yang terpisah khusus karyawan, Ayla pun sedikit membungkukkan badannya sebagai hormat bawahan dan atasan


Al masuk kedalam lift khusus para petinggi dan kotak besi itu pun langsung mengantarkannya ke tempat dimana ruangannya berada.


"Tunggu" langkah Ayla terhenti saat mendengar suara seseorang di balik punggungnya


Ayla menoleh dan melihat Nola bersama temannya berjalan menghampirinya dengan langkah tegasnya


" Ada apa?" tanya Ayla dengan sikap santainya


" Pakai tanya ada apa? dasar wanita jal*Ng enggak dapat pak Arlan sekarang dia mencoba buat menggaet pak Al, cihh... dasar enggak tahu malu seharusnya loe tuh ngaca pak Arlan aja udah nolak eh malah mencoba deketin pak Al sadar woy... kalau ngimpi jangan ketinggian!" cerocos Nola membuat Ayla mengerutkan keningnya menatap Nola dengan wajah tanpa ekspresi.


" Udah bicaranya? sorry kalau gitu gue duluan" ucap Ayla yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Nola dengan wajah kesalnya


" Dasar jal*Ng!" umpatnya namun tidak di hiraukan oleh Ayla


" Aylaaaaa..... !" Teriak Mina dan Sasa


" Kemana aja si loe, ngilang mulu perasaan sampai kangen gue sama loe!" ucap Mina yang langsung memeluk Ayla lalu bergantian dengan Sasa


" Ay, Loe ikut pak Al lagi ya keluar kota?" tanya Sasa

__ADS_1


"Iya, di kantor cabang sedang ada masalah jadi pak Al meminta gue untuk menyusul" jawab Ayla sedikit berbohong


" Apa loe udah tau kalau kak Andi sekarang di pindah tugaskan di sana sebagai wakil direktur ?" tanya Ayla pada Mina


" Iya, kemarin mas Andi yang ngabarin" jawab Mina


" Loe enggak sedih gitu?" goda Ayla


" Sedih? buat apa pacar bukan suami bukan kenapa harus sedih Ayla?" tanya Mina balik


" Bukannya kalian udah jadian ya?" Mina tersenyum lalu menggeleng


" Kata siapa, sok tau loe!" Mina mencubit gemas pipi Ayla yang nampak berisi


" Aishhh... "Ayla menepuk tangan Mina yang sembarangan mencubit pipinya


" Sakit tau!" Ayla mengerucutkan bibirnya lalu mengusap-usap pipinya


" Gemes gue sama loe, enggak bertemu beberapa hari pipi loe semakin cuby aja" ucap Mina membuat Ayla melotot


" Serius loe, jelek dong gue!" Entah kenapa Ayla terlihat sensi seperti orang yang takut dibilang gemuk


" Enggak jelek justru kalau menurut gue loe itu tambah cantik" puji Sasa membuat Ayla tersenyum


" Thanks Sasa!" Ayla memeluk gemas Sasa


" Iya betul kata Sasa, belum tentu yang gemuk itu jelek buktinya wanita kalau sedang hamil itu terlihat tambah seksi dan cantik alami" ucap Mina menambahi


Deg


" Duh Mina, omongan loe tepat sasaran banget si" batin Ayla


" Ay kok bengong kenapa?" tanya Sasa


" Eh? enggak kenapa-napa kok" Ayla lalu tersenyum


Ayla sedang sibuk bekerja sementara di ruangan yang lain Al tidak bisa berkonsentrasi karena panggilan teleponnya tidak juga diangkat oleh isterinya.


" Kamu sedang apa sih sayang sampai panggilan telepon ku tidak dijawab? apa mereka memberimu banyak pekerjaan sampai tidak ada waktu hanya untuk sekedar menjawab telpon ku?" gumam Al kesal karena panggilan telponnya belum juga ada jawaban dari Ayla


" Apa sebaiknya aku lihat saja ya ketempat nya?"


"Ya lebih baik begitu dari pada aku enggak konsentrasi memikirkan dia terus"


Ceklek


"Al, loe mau kemana?" tanya Arlan saat bersamaan mau masuk ke dalam ruangan Al


" Mau keruangan Ayla" sahut Al


" Mau ngapain?"


Al mendengus kesal " Dari tadi gue menelponnya tapi enggak juga diangkat"


" Ya mungkin dia sibuk Al" Arlan memberinya pengertian


" Sibuk? awas aja kalau dia sampai kelelahan, siapa yang sudah berani membuatnya sibuk?" kesal Al


" Ya loe tahu sendiri kan, isteri loe pekerja profesional jadi disaat jam kerja dia mana berani pegang hp apalagi kalau ada si Nia" terang Arlan


" Gue enggak peduli yang terpenting sekarang Ayla itu tidak boleh kerja capek-capek awas aja kalau dia tidak menghiraukan peringatan gue" ucap Al dengan raut wajah dingin


" Loe jangan terlalu posesif juga kali Al, gue rasa Ayla juga tahu batasannya kok, jangan terlalu berlebihan deh loe yang ada nanti semua karyawan curiga dengan kedekatan kalian" ucap Arlan mengingatkan


Al menggeleng " Gue enggak peduli dengan omongan orang, siapa yang berani mengusik ketenangan gue dan Ayla gue enggak akan segan-segan mendepaknya dari perusahaan ini" sahut Al


" Udah sana minggir gue mau lihat isteri gue dulu" ucap Al


" Ah dasar bucin loe, baru berpisah beberapa jam aja udah segitunya" ejek Arlan


" Terserah, yang jelas gue enggak mau sampai terjadi apa-apa sama isteri dan calon anak gue" sahut Al seraya mendorong tubuh Arlan yang masih berdiri di ambang pintu


" Minggir!" ucap Al namun tak digubris oleh Arlan


" Tunggu dulu tadi loe bilang apa? calon anak loe?" tanya Arlan yang nampak terkejut dengan ucapan Al


" Iya " jawab Al datar


" Ayla ha.. hamil?" Al mengangguk


" Wahhh Al enggak nyangka gue ternyata tokcer juga loe" goda Arlan


" Si*LAN Loe"'

__ADS_1


" Selamat ya bro, pantes aja loe segitu posesif nya ternyata oh ternyata" Ucap Arlan bangga pada sang sahabat


" Yaudah makanya loe minggir sekarang, gue mau mencari Ayla dulu" ucap Al


" Enggak usah nanti kalau loe yang datang ke ruangannya malah bikin tanda tanya para karyawan lainnya, mendingan gue aja yang manggil dia buat kesini bagaimana!" usul Arlan


Al nampak berpikir lalu sedetik kemudian dia pun mengangguk menyetujui usul dari asisten sekaligus sahabatnya


Al kembali duduk di bangku kebesarannya membuka file yang baru saja diberikan oleh Arlan sambil dia menunggu kedatangan Ayla, sementara Arlan pergi mencari Ayla ke ruangannya.


Ceklek


Semua pegawai yang berada di ruang bagian pemasaran dan penjualan nampak gugup saat Arlan masuk ke ruangan tersebut


Arlan berjalan begitu gagah dan nampak tegas saat memasuki ruangan tersebut


" Ayla!" Suara Arlan mengejutkan Ayla dan kedua sahabatnya yang tengah fokus melihat layar laptopnya


pandangan mereka beralih pada sosok laki-laki yang penuh karisma tersebut


" Pak Arlan!" Ayla mengerutkan keningnya


" Apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Ayla yang sudah beranjak dari tempat duduknya diikuti dengan Mina dan Sasa


" Ganteng banget si pak Arlan, andai gue bisa seberuntung loe Ay bisa dekat sama pak Arlan"


gumam Sasa dalam hati seraya pandangannya tertuju pada sosok laki-laki tampan yang nampak tegas berdiri di hadapannya.


" Dimana kau letakkan ponsel mu?" tanya Arlan yang membuat Ayla nampak bingung dan mengerutkan keningnya


" Ada di dalam tas pak, memangnya ada apa ya pak?" tanya Ayla dengan polosnya


" Ada apa katamu?" Ayla melirik ke arah Mina dan Sasa dengan wajah bingungnya


" Maaf pak jujur saja saya tidak mengerti maksud bapak, kenapa tiba-tiba menanyakan tentang ponsel saya" ucap Ayla lalu mengambil ponselnya dari dalam tas selempang miliknya


" Kamu sedang berada dalam masalah besar Ayla, cepat temui pak Al sekarang sepertinya dia sangat marah"


Deg


Jantung Ayla berdegup kencang takut Al benar-benar marah dengannya apalagi saat membuka ponsel miliknya ada begitu banyak panggilan tak terjawab. Ayla lupa mengaktifkan dering ponselnya sehingga dia tidak tahu kalau Al menelponnya.


" Kesalahan apa sebenarnya yang sudah kamu lakukan Ayla sampai membuat pak Al semarah itu?apa kamu melupakan tugas penting yang pak Al berikan ke kamu?" tanya Arlan membuat Ayla sontak mengerti arah ucapan Arlan


" Oh ya ampun gue lupa untuk ke ruangannya sebelum jam makan siang dan karena gue lupa ngaktifin dering ponsel gue sampai enggak dengar kalau mas Al nelpon sampai sebanyak ini" gumam Ayla dalam hati


" Maaf pak sepertinya saya lupa dengan tugas yang pak Al berikan" ucap Ayla seraya menundukkan wajahnya


" Yaudah sekarang sebaiknya kamu pergi ke ruangannya!" tegas Arlan


" Baik pak" ucap Ayla


Arlan menunggu Ayla dan memastikan isteri dari bosnya itu selamat sampai tujuan


" Ay, buruan ditungguin loe tuh sama pak Arlan!" ucap Mina menyenggol bahu Ayla


" Yaudah gue pergi dulu ya!" ucap Ayla


" Iya, hati-hati loe Ay dimakan pak Al!" ledek Sasa


Ayla hanya menanggapi ucapan Sasa dengan senyuman.


" Tadi aja sombong banget mentang-mentang bisa naik mobil pak Al eh sekarang siap-siap aja loe kena amuk pak Al, makanya jangan belagu deh loe jadi cewe, dikasih hati malah minta jantung, ngelunjak itu namanya rasain kan loe akibatnya sekarang!" oceh Nola yang merasa sok tahu merancau tidak jelas dan Ayla pun menanggapinya dengan malas.


Ayla melewati Nola begitu saja, membuat Nola meradang dan kesal sendiri


" Dasar wanita jal*Ng bisanya goda sana goda sini, enggak ngaca diri dasar gadis miskin bermimpi jadi orang kaya" umpatnya namun Ayla sudah tidak mendengar karena sudah pergi bersama Arlan.


" Eh Nola jaga tuh mulut, kalau sampai omongan loe itu terdengar oleh pak Al bisa habis riwayat loe detik ini juga!" ucap Sasa memperingatkan


" Alahhhh.... mentang-mentang loe temannya cewek jal*Ng itu berani-beraninya loe ngomong kayak gitu, lagi pula apa pedulinya pak Al dengan cewek murahan itu, jangan halu deh loe bermimpi pak Al membela Ayla gitu, ha ... ha ... sadar diri woy, ngaca dulu sana ngaca!" Ucap Nola sambil tertawa mengejek di ikuti oleh temannya


" Wahhhh... itu mulut semakin enggak di didik aja ya bicaranya, buat apa loe kuliah tinggi-tinggi tapi mulut loe yang keluar sampah semua" Ucap Mina yang tidak suka cara bicara Nola yang sudah menghina sahabatnya.


" Gue cuma memperingatkan loe aja ya Nola, terserah loe mau percaya atau enggak, sebaiknya loe itu belajar lagi cara bicara yang baik dan sopan, karena suatu hari nanti kata-kata umpatan loe itu bisa jadi bumerang buat diri loe sendiri!" ucap Sasa kembali memperingatkan Nola


" Mungkin loe merasa berada di atas angin sekarang jadi bisa seenaknya loe menghina Ayla dengan mulut sampah loe itu, dan loe melupakan akan roda kehidupan yang selalu berputar!" lanjut Sasa


" Alahhh.... jangan banyak omong deh loe, siap-siap aja loe melihat mata sembab teman loe itu menangis karena di depak dari perusahaan ini dan dikembalikan ke kampus!" ucap Nola dengan percaya dirinya


" Loe_" baru saja Mina ingin bicara sudah dicegah oleh Sasa


" Sudahlah Mina, enggak usah diterusin ngeladeni orang macam dia enggak akan ada kelarnya, yang ada tuh justru ucapan-ucapan sampah yang semakin membuat kuping kita terkontaminasi" ucap Sasa

__ADS_1


Nola dan temannya merasa kesal dengan ucapan Sasa, benar saja umpatan demi umpatan keluar dari mulutnya yang membuat Sasa dan Mina menahan tawanya karena enggan menimpali ucapannya.


__ADS_2