DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
KEDATANGAN RAIN


__ADS_3

Setelah berbicara panjang dan lebar dari hati ke hati, akhirnya Uzair ijin pulang kepada Faiha.


Hati Faiha sedikit merasa lega, ketika Uzair sudah tahu isi hatinya yang sebenarnya.


Dan Uzair yang sudah sampai di rumah Abi Aasim, dia langsung melihat Abi Aasim dan Abi Ghifar, sedang berbincang santai di teras depan.


" Bagaimana Aasim, dengan rencana kita, apakah kamu masih mau meneruskannya?? ",,


Begitulah perkataan dari Abi Ghifar, yang di dengar langsung oleh Uzair.


Belum sempat Abi Aasim menjawab, perkataannya sudah di sela terlebih dahulu oleh Uzair yang sedang mengucapkan salam.


" Assalamu'alaikum ",, salam dari Uzair kepada ke dua Abi.


" Wa'alaikumussalam ",, jawab Abi Aasim dan Abi Ghifar secara bersama-sama.


" Dari mana saja kamu Nak?? ",, tanya Abi Ghifar kepada Uzair.


" Dari menemui Faiha ",, jawab jujur Uzair kepada sang Abi.


Jawaban jujur dari Uzair kepada Abi Ghifar, membuat Abi Aasim langsung terdiam.


" Kamu menemui Faiha?? ",, tanya Abi Aasim kepada Uzair.


" Iya Abi ",, jawab Uzair kepada Abi Aasim.


" Abi Aasim, Abi Ghifar ",, panggil Uzair, kepada ke dua Abi yang sedang duduk di depannya.


" Lebih baik batalkan saja perjodohan ini Abi, karena Uzair tidak mau menyakiti banyak hati di sini ",, kata Uzair kepada Abi Aasim dan Abi Ghifar.


" Kenapa bisa begitu Nak, kita sudah sepakat ingin menjodohkan kamu dengan Faiha, dan Faiha adalah gadis yang pantas untuk menjadi pendamping hidup kamu ",, kata Abi Ghifar kepada Uzair.


" Jika Faiha menikah dengan Uzair, dia tidak akan bahagia Abi ",, jawab Uzair kepada Abi Ghifar.


" Tidak bahagia bagaimana Uzair?? ",, tanya Abi Ghifar kepada Uzair.


" Kamu baik, tampan, ilmu agama juga bagus, anak Kyai terkenal, kaya dan juga mapan, apa lagi yang kurang dari kamu?? ",, kata Abi Ghifar kepada Uzair.


Abi Aasim hanya bisa diam saja, karena dia sebenarnya sedang sangat galau sekali.


Di sisi lain, Abi Aasim setuju dengan perkataan dari Abi Ghifar, tentang Uzair yang sangat ideal sekali menjadi menantu idamannya.


Akan tetapi di sisi lain, Abi Aasim merasa tidak tega menjodohkan Faiha dengan Uzair, yang jelas-jelas Faiha lebih memilih Rain daripada Uzair.


Alhasil, yang bisa di lakukan oleh Abi Aasim, hanya diam dan juga diam, sambil terus berpikir dan berpikir, tanpa adanya sebuah tindakan sama sekali.


" Cinta Abi ",, jawab Uzair kepada Abi Ghifar.

__ADS_1


" Uzair tidak punya cinta di hati Faiha, itu yang membuat Uzair memilih mundur dari perjodohan ini ",, kata Uzair lagi kepada sang Abi.


" Mungkin memang Faiha tidak di takdirkan menjadi jodoh Uzair Abi, dan Uzair yakin jika Allah sudah memilihkan jodoh yang terbaik selain Faiha untuk Uzair nanti ",, kata Uzair kepada Abi Ghifar.


Mendengar perkataan dari Uzair, Abi Ghifar langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Abi Aasim yang daritadi hanya diam saja.


" Aasim, cepat katakan sesuatu, jika kamu juga setuju ingin menikahkan ke dua anak kita ",, kata Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


" Entahlah Ghifar, aku masih berpikir ",, jawab Abi Aasim kepada Abi Ghifar.


" Berpikir kenapa,?? apa yang kamu pikirkan?? ",, tanya Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


" Bukankah, menantu idaman kamu adalah laki-laki seperti Uzair anak ku?? ",, kata Abi Ghifar lagi kepada Abi Aasim.


" Benar Ghifar, hanya saja aku tidak mau menyakiti hati Faiha lagi semakin dalam ",, jawab Abi Aasim kepada Abi Ghifar.


" Apa maksud kamu Aasim?? ",, tanya Abi Ghifar lagi.


Abi Aasim seperti tidak diberi kesempatan berbicara, karena belum sempat Abi Aasim berbicara, dia sudah di sela terlebih dahulu oleh Abi Ghifar.


" Intinya, aku mau perjodohan ini harus tetap di laksanakan!! ",, kata Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


Setelah itu, Abi Ghifar beranjak berdiri untuk masuk ke dalam rumah, meninggalkan Uzair dan Abi Aasim yang sedang saling pandang.


" Abi, Uzair tahu, jika Abi akan mengambil keputusan yang lebih bijak dari Abi Ghifar ",, kata Uzair sepeninggal sang Abi.


" Uzair tidak kenapa-kenapa Abi, bila perjodohan ini akan di batalkan, dan memang lebih baik di batalkan, daripada Uzair dan Faiha hidup dalam tekanan batin selama pernikahan ",, kata Uzair lagi kepada Abi Aasim.


" Abi doakan semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Faiha ",, kata Abi Aasim kepada Uzair.


Dan perkataan dari Abi Aasim langsung di aamiinkan oleh Uzair.


" Kalau begitu Abi mau masuk dulu ke dalam dulu ",, pamit Abi Aasim kepada Uzair.


" Baik Abi ",, jawab Uzair kepada Abi Aasim.


Abi Aasim pun langsung beranjak masuk ke dalam rumah, dan hubungan antara Abi Aasim serta Umi Anum sampai saat ini masih sedang tidak baik-baik saja.


Sampai sekarang Umi Anum masih enggan berbicara kepada Abi Aasim, akan tetapi Umi Anum bila berada di depan sang tamu, dia akan menunjukkan wajah biasa saja kepada Abi Aasim.


Kondisi di kediaman rumah Abi Aasim seperti terjadi perang dingin, karena Abi Ghifar masih kekeh dengan egonya.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul sore hari, di saat semua orang sedang pada berbincang di ruang tamu, membicarakan ini dan itu, termasuk pembicaraan perihal perjodohan Faiha dan Uzair.


Tiba-tiba saja telinga mereka semua mendengar ada yang mengucapkan kata salam dari luar, dan hal itu sontak saja membuat semua orang langsung menjawab salam tersebut.


" Aaaaa Zarina, cucu Nenek ",, teriak Umi Anum ketika sudah melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Yaps, ternyata yang datang adalah Rain, Alzam, Syahlaa dan juga Zarina.


Abi Aasim sangat senang sekali melihat kedatangan dari menantu dan anak cucunya, senyum dia langsung merekah dengan sangat lebar sekali.


" Abi Ghifar, Umi Salwa ",, sapa Alzam kepada tamu sang Abi.


" Kak Afnan ",, sapa Uzair kepada Alzam.


Alzam hanya mengangguk dan tersenyum saja kepada Uzair.


Setelahnya, Alzam, Syahlaa maupun Rain langsung duduk di sofa yang masih kosong yang ada di situ.


Saling sapa menyapa pun sedang mereka lakukan, namun diantara mereka semua hanya satu orang saja yang menunjukkan sikap ramah tapi terkesan formal, dan orang itu adalah Rain.


Dan Rain tadi ketika pertama kali melihat Uzair, dia langsung mengatakan sesuatu di dalam hatinya.


" Apakah dia laki-laki yang ingin di jodohkan dengan Faiha ",, begitulah yang di katakan Rain di dalam hatinya.


Ada rasa minder di dalam dada, ketika melihat rivalnya begitu tampan, terlihat sholeh dan mengerti soal agama, tidak seperti dirinya yang baru saja memeluk Agama Islam.


Namun, Rain masih yakin dan mantap ingin segera mendapatkan Faiha, apapun yang terjadi nanti.


Sedang Abi Aasim yang melihat kedatangan dari Rain, dia masih menyambut ramah, dengan sedikit tidak menyangka, jika Rain akan ikut lagi datang ke Indonesia, yang artinya jika Rain memang benar-benar sangat serius sekali dengan Faiha.


Flashback sejenak, ketika Rain masih berada di dalam taksi tadi.


Ketika Rain sudah membaca pesan yang di kirimkan oleh Faiha kepadanya, dia pun langsung mentranslatekannya di google, dan alangkah terkejutnya hati Rain, ketika sudah mengetahui arti pesan dari Faiha.


" Afnan, apapun yang terjadi nanti, ijinkan aku untuk menikahi Faiha ",, kata Rain pada waktu itu kepada Alzam.


" Iya Rain, aku mengijinkanmu untuk menikahi adikku, dan semoga saja Abi juga merestuinya ",, jawab Alzam kepada Rain.


" Aku ingin segera sampai di rumah kamu, karena Faiha saat ini sedang ingin di jodohkan dengan laki-laki lain, dan aku tidak terima itu ",, kata Rain lagi kepada Alzam dan masih di dengar oleh Syahlaa.


" Apa maksud Kak Rain?? ",, tanya Syahlaa kepada Rain.


" Bacalah sendiri ",, kata Rain sambil menyerahkan ponselnya.


Syahlaa yang sudah mengambil ponsel milik Rain, dia langsung saja membacanya bersama Alzam.


Syahlaa dan Alzam, begitu sangat terkejut membaca pesan yang di kirimkan oleh Faiha ke ponsel Rain.


Dan Syahlaa bersama Alzam juga semakin penasaran saja, siapakah laki-laki yang akan di jodohkan dengan Faiha.


Alzam dan Syahlaa masih menebak-nebak, apakah salah satu pengurus Pondok Pesantren, namun mereka kira masalah itu sudah teratasi.


Alhasil, hanya bisa diam saja yang di lakukan oleh Alzam bersama Syahlaa, supaya Rain tidak semakin khawatir saja memikirkan Faiha dan jalan percintaannya.

__ADS_1


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...


__ADS_2