DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Akhir Pekan


__ADS_3

Akhir pekan adalah waktu yang pas untuk berkumpul bersama keluarga tercinta, menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat pasti akan sangat menyenangkan, makam bersama, saling bertukar cerita dan bersenda gurau menghilangkan kejenuhan akibat kesibukan sehari-hari karena pekerjaan.


Seperti halnya keluarga Kusuma tepatnya Alveer, yang akhir pekan ini meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama keluarga dan juga para sahabatnya


" Sayang, apa hari mereka jadi datang ke rumah kita?" tanya Ayla yang sedang duduk di depan meja riasnya


" Iya, mereka nanti akan datang tapi Arlan dan Dira kemungkinan datangnya agak telat " jawab Al yang sedang duduk di atas kasur bersama sang buah hati


" Loh kenapa memangnya dengan mereka mas?" tanya Ayla menoleh ke arah suaminya yang sedang bercanda dengan Aliza bahkan keduanya terlihat sedang tertawa


" Arlan tadi bilang mau memeriksakan kandungannya Dira terlebih dahulu setelah itu baru mereka datang ke sini" sahut Al, dan Ayla pun mengangguk mengerti


" Aku turun dulu ya mas, mau menyiapkan bahan-bahan yang akan di olah nanti" ucap Ayla beranjak dari tempat duduknya


" Iya!" sahut Al tanpa menoleh karena sedang bercanda dengan Aliza


Ayla turun ke lantai bawah dan ketika ia memasuki dapur ternyata sudah ada mama Ambar bersama bi Nani


" Mah!" ucap Ayla menyapa sang mama mertua


" Eh Ay, sini nak, ini bahan-bahannya udah mama dan bibi siapin kira-kira masih ada yang kurang enggak ya?" tanya Mama Ambar pada menantu kesayangannya itu


Ayla menelisik semua bahan-bahan yang sudah tertata di atas meja


" Emmm.... kayaknya udah cukup deh mah!" ucap Ayla


" Kamu yakin udah cukup? kalau belum biar mama keluar sebentar untuk membelinya" ucap mama Ambar


" Ayla rasa sih udah cukup mah" jawab Ayla


" Buah sama cemilannya udah ada belum sayang?" tanya Al yang tiba-tiba sudah menyusul Ayla ke dapur


" Buah?" Ayla berpikir sejenak lalu melirik ke bi Nani


" Kalau buah yang ada hanya tinggal jeruk sama pisang den !" ucap bi Nani


" Cemilannya?" tanya Al lagi


" Kayaknya enggak ada deh mas, aku kemarin enggak beli" jawab Ayla


" Yaudah, kalau begitu biar nanti mama aja yang beli" ucap mama Ambar


" Enggak usah mah, biar Al sama Ayla saja yang beli, sekalian Al mau mengajak Aliza keluar jalan-jalan sebentar" ucap Al


" Oh, yaudah kalau begitu" ucap mama Ambar


" Oiya mah, papah mana?" tanya Al karena tidak melihat keberadaan sang papa


" Papa kamu paling juga sedang olahraga di taman belakang!" sahut mama Ambar


" Tuh mas, papa aja rajin banget loh olahraganya" sindir Ayla


" Mas juga sering kok alahraga kalau malam


" ucap Al sambil tersenyum aneh


" Kapan? aku enggak pernah ya liat mas olahraga"


Al bukannya menjawab malah tertawa melihat kepolosan sang isteri yang terlihat lucu dan menggemaskan menurut Al


" Kok malah ketawa sih mas?" Ayla mengerutkan keningnya seraya memberengut


Plak

__ADS_1


Tepukan di bahu Al seketika membuat Al menahan tawanya apalagi setelah mendapat tatapan tajam dari mama Ambar


" Sudah Al kamu ini senang banget sih godain isteri sendiri" ucap mama Ambar geleng-geleng kepala


" Godain ? maksud mama?" tanya Ayla entah kenapa jadi terlihat begitu polos apa karena beberapa bulan ini dia lebih banyak berada di rumah mengurus putri kecilnya sehingga ia jadi sepolos itu


" Ayok sayang, enggak usah di bahas lagi olahraga malamnya nanti kita praktekin aja langsung biar kamu tahu kalau suami kamu ini juga suka olahraga terlebih olahraga malam, kalau sekarang lebih baik kita segera pergi ke supermarket takut mereka keburu datang " ucap Al cengengesan


" Iya mas tapi aku mau ambil tas aku dulu ya mas di kamar" ucap Ayla


" Sekalian sayang, kunci mobil sama dompet mas "


" Iya mas"


Ayla pun bergegas pergi ke kamarnya mengambil tas, kunci mobil dan juga dompet suaminya


" Kamu ini Al ada-ada saja kalau ngomong" tegur mama Ambar


" Habis lucu aja mah, kenapa isteriku bisa sepolos itu ya sekarang?" ucap Al lalu tergelak


" Mungkin kurang liburan den" celetuk bi Nani


" Nah tuh dengar apa kata bibi, mungkin Ayla butuh liburan Al, kasihan loh setiap hari dia di rumah terus ngurusin anak kamu yang sedang aktif-aktifnya, ya sekali-kali ajaklah Al isterimu jalan-jalan" ucap mama Ambar


" Iya deh mah, nanti Al coba liat jadwal pekerjaan Al dulu kapan ada waktu kosongnya setelah itu Al akan bawa Ayla liburan sekalian honeymoon " ucap Al


" Iya, biar nanti Aliza sama mama kalian bisa pergi honeymoon dan jangan lupa pulangnya harus bisa memberi kabar baik untuk mama"


" Kabar baik apa mah?"


" Beri Aliza adik!"ucap mama Ambar lalu terkekeh sendiri


" Oh soal itu tergantung dikasihnya mah, yang terpenting usah dulu, ya enggak bi?"


" Betul itu den"


" Iya, hati-hati bawa mobilnya"


" Iya mah"


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Setelah beberapa menit Ayla sudah kembali turun dan menghampiri Al yang sudah menunggunya di luar rumah


" Ini mas kunci mobil sama dompetnya" Ayla menyodorkan kunci mobil dan dompet yang ia bawa pada suaminya


Al mengambil kunci mobil dan juga dompet miliknya dari tangan Ayla setelah itu ia memberikan Aliza pada Ayla karena ia akan mengemudikan mobilnya


Al, Ayla dan juga buah hatinya Aliza kini sudah berada di dalam mobil, mereka akan pergi menuju supermarket terdekat


________


Sementara di tempat lain


" Sayang, udah siap belum?" teriak Andi memanggil isterinya yang berada di dalam kamar sementara dirinya duduk di sofa sambil memainkan ponselnya


" Iya sebentar mas!" sahut Mina balas berteriak


Mina keluar dari dalam kamar dengan wajah sedikit lesu


" Loh kamu kenapa sayang, kok mukanya lesu gitu?" tanya Andi seraya beranjak dari tempat duduknya menghampiri sang isteri

__ADS_1


" Enggak tau nih mas aku kok ngerasa lemes gitu ya " sahut Mina seraya melingkarkan tangannya pada pinggang Andi


" Apa mau di rumah aja enggak jadi ke rumah Ayla dan bos Al ?" tanya Andi sedikit cemas dengan keadaan sang isteri


" Ishhh.... jadilah mas, enggak enak sama mereka kalau kita tidak jadi datang, apalagi bulan depan aku kan ikut kamu mas ke kota B" ucap Mina seraya mendongak menatap wajah Andi


" Iya, tapi bagaimana dengan kondisi kamu sekarang sayang? lemes gitu?" Cemas Andi dengan keadaan Mina yang sedikit pucat


" Aku enggak apa-apa mas, mungkin kecapean aja kali"


" Bagaimana kalau sebelum kita ke rumah mereka, kamu periksa kesehatan kamu dulu ya ke dokter!" ujar Andi


"Enggak usah deh mas, lain kali aja ke dokternya" tolak Mina


"Kenapa harus besok?" Tanya Andi mengerutkan keningnya


" Ya karena aku enggak mau datang terlambat ke rumah Ayla mas"


" Tidak usah pikirkan hal itu sayang nanti mas akan mengabari bos Al terlebih dulu" ucap Andi


" Tapi mas_!"


" Tidak ada tapi-tapian sayang, kalau kamu masih mau datang ke rumah Pak Al ya kamu harus periksakan diri kamu dulu ke dokter" potong Andi yang tidak menerima penolakan


" Yasudah lah terserah mas aja!"


Akhirnya sebelum pergi ke rumah Ayla dan Al mereka memilih untuk memeriksakan keadaan Mina terlebih dahulu ke dokter


Sesampainya di rumah sakit, Andi dan Mina merasa cukup beruntung karena ia tidak perlu mengantri terlebih dahulu


" Ayok sayang kita masuk!" ucap Andi


" Iya mas!" sahut Mina


Setelah masuk ke dalam ruangan dokter umum, Mina pun menjalani rangkaian demi rangkaian pemeriksaan


" Bagaimana dokter, isteri saya sakit apa?" tanya Andi yang kini tengah duduk di depan meja dokter yang baru saja memeriksa keadaan Mina


Dokter tersebut tersenyum tipis " Isteri anda baik-baik saja, tidak ada penyakit yang serius"


" Tidak sakit bagaimana dokter? isteri saya wajahnya saja sudah sangat pucat" jawab Andi dan Mina hanya diam mendengarkan pembicaraan suami dan dokter yang baru saja memeriksanya


" Kalau menurut hasil pemeriksaan saya, isteri anda ini tidak sakit tapi_" dokter tersebut menjeda kata-katanya


" Tapi apa dokter?" kali ini Mina yang bertanya karena dia pun menjadi penasaran dengan keadaan kesehatannya sendiri


" Tapi karena ibu sedang mengandung"


" Mak... maksud dokter sa... saya hamil begitu?" tanya Mina yang nampak begitu terkejut dengan pernyataan dokter


" Iya bu, tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya ibu bisa periksakan lebih lanjut ke dokter kandungan, untuk lebih memastikannya" ujar sang dokter


" Alhamdulillah, sayang kamu hamil?" Andi pun nampak begitu bahagia


" Semoga saja mas ini benar" ucap Mina


" Iya sayang, yaudah ayok kita periksakan ke dokter kandungan " ucap Andi bersemangat


" Iya mas"


" Baiklah kalau begitu terima kasih banyak dokter dan kami permisi dulu, !" ucap Andi


" Sama-sama pak, bu!" ucap dokter dengan ramah

__ADS_1


Andi pun dengan raut wajah bahagia menggandeng tangan Mina menuju ruang dokter kandungan


" Mina!" panggil seseorang saat Mina dan Andi baru saja tiba di depan ruang dokter spesialis kandungan


__ADS_2