DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
EXTRA PART 3


__ADS_3

Ada suara orang yang sedang muntah-muntah dengan sangat hebat sekali, dan itu sangat mengganggu orang yang mendengarnya.


Alzam yang mendengar sang istri sedang muntah-muntah di dalam kamar mandi kamar, dia yang sedang menunggu baby Aara bermain, langsung saja bergegas masuk ke dalam kamar.


Sambil menggendong baby Aara, Alzam lalu mencoba mendekati Syahlaa.


" Mama tidak apa-apa,?? apa ingin Mama dibuatkan sesuatu sama Ayah?? ",, tanya Alzam.


" Perut Mama sangat mual sekali Ayah, sungguh Mama tidak kuat, baru kali ini Mama hamil seperti ini rasanya ",, jawab Syahlaa.


Wajah Syahlaa terlihat lemas dan juga pucat, setelah baru saja muntah-muntah cukup hebat.


" Apakah Mama sudah meminum obat pereda mual dari Dokter?? ",, tanya Alzam lagi.


" Belum, rasanya mulut Mama tidak tahan menelan sesuatu ",, jawab Syahlaa.


" Mama minum ya, harus dipaksakan, akan Ayah buatkan susu dulu untuk Mama ",, kata Alzam.


Syahlaa hanya mengangguk lemas, dan dia memilih merebahkan badannya di atas ranjang, sedangkan Alzam langsung berlalu ke dalam dapur sambil menggendong baby Aara.


Baru saja ingin berjalan ke arah dapur, ada seseorang yang mengucapkan salam ke dalam rumahnya.


Tentu saja Alzam langsung berbelok arah dulu untuk melihat siapakah orang yang sudah bertamu ke rumahnya, dan yang datang ternyata Umi Anum.


" Eh Umi, wa'alaikumussalam ",, jawab Alzam.


" Sini ikut Nenek sayang ",, kata Umi Anum sambil meminta baby Aara dari gendongannya Alzam.


" Kalau begitu titip baby Aara sebentar ya Umi, Afnan mau membuatkan susu untuk Syahlaa ",, kata Afnan.


" Bagaimana keadaan Syahlaa Nak?? ",, tanya Umi Anum.


" Dia baru saja muntah-muntah hebat, dan sekarang sedang lemas keadaannya ",, jawab Alzam.


" Ya sudah sana cepat buatkan susu hangat untuknya ",, kata Umi Anum.


Alzam hanya mengangguk saja kepada Umi Anum, dan dia langsung berlalu lagi ke arah dapur.


Sedangkan baby Aara saat ini sedang ditemani sang Nenek untuk sementara waktu.


Ketika susu sudah selesai dibuat, Alzam langsung masuk ke dalam kamar untuk memberikannya kepada Syahlaa.


" Mama, ini susunya, ayo di minum dulu ",, kata Alzam.


Dengan mata yang berkunang-kunang, dan kepala yang terasa sangat pusing sekali, Syahlaa pun berusaha bangun dari rebahannya.


" Apakah masih pusing?? ",, tanya Alzam.


" Masih Ayah ",, jawab Syahlaa.


Setelahnya, Syahlaa mencoba meminum susu hamil buatan sang suami tadi.


" Jangan stres dan banyak pikiran ya Mama, Ayah ikhlas ko membantu mengurus baby Aara, kesehatan Mama itu yang terpenting, jangan seperti kemarin lagi, tiba-tiba perut Mama kram hingga sampai mengeluarkan flek merah, kan bahaya ",, kata Alzam sambil memijat kaki Syahlaa.


" Iya Ayah, terimakasih ya ",, jawab Syahlaa sambil tersenyum.


" Ayo di minum dulu obatnya, setelah itu Mama boleh beristirahat ",, kata Alzam lagi.


Syahlaa dibantu Alzam, langsung meminum obatnya, dan setelah meminum obatnya, Syahlaa mengatakan sesuatu kepada Alzam.


" Ayah, maukah Ayah mengabulkan keinginan Mama?? ",, tanya Syahlaa.


" Apapun keinginan Mama selagi bisa Ayah turuti akan Ayah penuhi ",, jawab Alzam.


" Sekarang katakan kepada Ayah, apa yang Mama inginkan dari Ayah?? ",, tanya Alzam.


" Emm, Mama ingin melihat Ayah, Aaqil dan anak santri laki-laki di sini bertanding sepak bola, tapi menggunakan kebaya dan juga konde, maukah Ayah mengabulkannya untuk Mama?? ",, jawab Syahlaa.


Super sekali, baru kali ini Syahlaa mengidam yang sungguh aneh kepada Alzam, bahkan saat ini mata Alzam melotot seperti akan terlepas, dengan mulut yang terbuka sangat lebar.


" A-apakah A-ayah tidak salah mendengar?? ",, tanya Alzam sampai tergagu.


Syahlaa langsung menggelengkan kepalanya, sambil menunjukkan wajah sedihnya.

__ADS_1


" Mau ya Ayah, Mama ingin sekali melihatnya ",, kata Syahlaa.


" Gila, ini sungguh gila Mama, astaghfirullah ",, kata Alzam.


Belum selesai Alzam berbicara, namun baru saja mendengar perkataan seperti itu dari Alzam, hati Syahlaa sudah merasa bersedih, dan dia langsung menangis.


" Maafkan Mama Ayah ",, kata Syahlaa sambil menangis dengan terisak.


" Mama kenapa menangis?? ",, tanya Alzam merasa kebingungan.


" Mama sudah merepotkan Ayah ",, jawab Syahlaa.


Ingin Alzam menjawab perkataan Syahlaa, namun tiba-tiba ada Umi Anum yang menyela masuk ke dalam kamar.


" Alzam ini baby Aara mau susu, lho Nak kamu kenapa menangis?? ",, kata Umi Anum.


" Oh, sebentar Umi akan Afnan buatkan untuk Aara ",, jawab Alzam.


" Emm, Syahlaa menangis, karena dia sedang mengidam Umi ",, kata Alzam lagi.


" Iya sudah turuti saja mengidamnya istri kamu Nak, supaya hati dan perasaannya membaik ",, jawab Umi Anum.


" Tapi ...... ",, kata Alzam.


" Tapi kenapa,?? memangnya Syahlaa mengidam apa Nak?? ",, tanya Umi Anum.


" Emm, Syahlaa cuma ingin melihat Ayah Afnan bersama Aaqil dan beberapa anak santri laki-laki bertanding sepak bola tapi menggunakan kebaya dan konde Umi ",, jawab Syahlaa.


" Pfftt ",, Umi Anum menahan suara tawanya.


Alzam yang melihat sang Umi ingin tertawa tapi tertahan, dia langsung saja menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena merasa malu dan juga bingung.


" Iya sudahlah Nak, turuti saja, itung-itung membahagiakan istri dan para penghuni Yayasan, kan sudah lama juga tidak ada acara seperti itu ",, kata Umi Anum masih sambil menahan suara tawanya.


" Emm, tapi Afnan malu Umi ",, jawab Afnan.


" Minta yang lain saja ya sayang, mobil baru, atau sepeda motor keluaran terbaru, hari ini juga akan Ayah belikan ",, kata Alzam kepada Syahlaa.


" Lagi pula semua itu untuk apa Afnan, lihatlah garasi mobilmu, di sana sudah banyak mobil dan motor ",, kata Umi Anum juga.


" Emm, jika Ayah dan Aaqil ikut bertanding, kita jadi apa Mama?? ",, tanya Alzam kepada Syahlaa.


" Ayah dan Aaqil jadi kipernya, kalian musuh ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.


Alzam hanya bisa menarik nafasnya dengan sangat panjang sekali, lalu mengeluarkannya secara perlahan, sebab dia tidak tahu mau menjawab apa lagi kepada sang istri.


" Kalau begitu, sebentar, biar Umi menyuruh Aaqil untuk datang ke sini ",, kata Umi Anum terlihat senang.


Alzam langsung memejamkan matanya, melihat sikap sang Umi yang terlihat sangat bahagia.


Tidak lama Aaqil pun datang, karena kebetulan dia sedang mengajar hari itu di Yayasan, dan sesampainya di rumah sang Kakak, dia pun langsung bertanya kepada Alzam maupun Umi Anum.


" Ada apa ya Umi memanggil Aaqil ke sini?? ",, tanya Aaqil kepada Umi Anum.


" Ada apa Kak?? ",, tanya Aaqil juga kepada Alzam.


" Tuh Kakak kamu Syahlaa, dia sedang mengidam ",, jawab Umi Anum.


" Lalu, apa hubungannya dengan Aaqila Umi?? ",, tanya Aaqil merasa kebingungan.


" Karena Kakak kamu Syahlaa dia ingin melihat kamu dan aku memakai kebaya dan juga konde terus bertanding bola ",, jawab Alzam dengan nada yang terdengar jutek.


" Apaaaaaa!!! ",, teriak dari Aaqil dengan super keras sekali.


Tentu saja Aaqil merasa sangat terkejut sekali, dan teriakan dari Aaqil tadi, sampai membuat baby Aara menangis, karena terkejut.


" Kamu ish Aaqil ",, marah Umi Anum kepada Aaqil, sambil menenangkan baby Aara.


" Maaf Umi, Aaqil cuma terkejut ",, jawab Aaqil.


" Kak Syahlaa, Aaqil tidak mau melakukannya, malu ",, kata Aaqil.


" Mau ya Aaqil, please bantu Kakak, Kakak teringin sekali melihat kalian seperti itu, untuk kebayanya kalau bingung mau cari di mana, akan Kakak belikan untuk kalian semua, iya-iya mau ya ",, jawab Syahlaa.

__ADS_1


Aaqil lalu mengalihkan pandangannya ke arah Alzam, dan Alzam hanya mengangkat ke dua bahunya dengan cuek.


" Iya baiklah, terserah Kakak, dan kali ini saja, tidak lagi untuk lain kali ",, jawab Aaqil terpaksa.


Syahlaa benar-benar sangat senang sekali mendengar Aaqil mau memenuhi permintaannya, dan Aaqil langsung saja mengumpulkan beberapa anak santri laki-laki untuk dia ajak bertanding sepak bola nanti.


Singkat cerita, semua orang dan para penghuni Yayasan, bahkan para tetangga yang mengetahui ada pertandingan sepak bola, mereka semua langsung berkumpul di lapangan sepak bola yang ada di depan Yayasan.


Mereka berbondong-bondong untuk melihat pertandingan tersebut, karena ada Aaqil dan Alzam yang menjadi kipernya.


Terlebih lagi hadiah yang akan diperebutkan adalah uang sebesar lima juta rupiah untuk tim yang akan menang, plus peralatan ATK untuk setiap orang, kecuali Alzam dan Aaqil.


Sebab ide hadiah itu adalah gagasan mereka berdua, yang tidak mau pertandingan itu cuma pertandingan biasa.


Semua warga dan para santri laki-laki tidak ada yang mengetahui, jika mereka akan memakai kebaya dan juga konde, karena Aaqil sengaja tidak memberitahukannya.


Aaqil takut jika dia memberitahukannya terlebih dahulu, pasti akan ada banyak anak-anak santri yang tidak mau ikut.


Dan ketika hari H telah tiba, semua anak santri tadi langsung saja merasa terkejut sekali, ketika mereka di suruh untuk berganti baju menggunakan kebaya dan konde yang sudah di sediakan.


Ada yang ingin mundur, akan tetapi mereka merasa takut dengan Alzam dan Aaqil, jadi untuk membuat para anak-anak santri mau memakai kebaya dan konde, Aaqil dan Alzam lah yang terlebih dahulu memakainya.


Semua orang langsung saja tertawa dengan sangat super keras sekali, melihat penampilan Aaqil dan Alzam, karena mereka benar-benar sangat lucu sekali.


Abi Aasim awalnya merasa sedikit keberatan dan juga terkejut dengan permintaan dari Syahlaa, akan tetapi ketika mendapatkan penjelasan dari Umi Anum jika itu untuk senang-senang saja bukan untuk menyalahi aturan, Abi Aasim mengijinkannya, asal tidak keblabasan.


Iffah yang melihat penampilan sang suami seperti itu, dia sampai tertawa terpingkal pingkal, begitu juga dengan Syahlaa, dia sampai menahan suara tawanya, karena jika keblabasan takut perutnya akan sakit lagi.


Tapi sayang sekali, tidak ada Zarina di situ, sebab dia masih berada di Prancis bersama sang Papi.


" Jika tidak karena cinta, ogah aku memakai pakaian seperti ini ",, gerutu Alzam sambil cemberut.


Memang dasarnya tampan, mau bagaimanapun juga wajah Alzam tidak ngefek sama sekali dengan berpakaian seperti itu.


Dan ketika para anak-anak santri yang sudah melihat Alzam serta Aaqil berpakaian seperti itu, mereka antara mau dan tidak mau, akhirnya terpaksa mau.


Anak-anak santri langsung tertawa sendiri melihat penampilan mereka, dan ketika mereka semua sudah pada siap, mereka semua langsung ke luar dari dalam Yayasan menuju ke arena lapangan sepak bola yang sudah penuh dengan para penonton.


Para warga yang melihat, mereka semua sama seperti yang lain, langsung mengabadikan momen tersebut sambil tertawa dengan sangat keras sekali.


Tentu saja yang paling mencuri perhatian semua orang ya si Gus tampan yaitu Alzam.


Priiiiiiittt, suara peluit berbunyi, penanda jika pertandingan akan segera di mulai.


Para pemain langsung mengangkat rok kebaya mereka, supaya mereka bisa menendang bola dengan baik.


Oper sana oper sini, bola menggelinding tidak tentu arah dan menjadi rebutan untuk para pemain.


Hingga pada akhirnya, timnya Aaqillah yang berhasil mencetak gol pertamanya.


Walau mereka harus repot memakai kebaya dan konde, ketika bisa mencetak gol kemenangan, mereka lupa akan rasa malunya, yang ada sekarang rasa bangga di dalam diri.


Pertandingan sepak bola itu menjadi viral di satu kampung situ, karena banyak yang membagikan video pertandingan tersebut di instastory mereka masing-masing.


Selain lucu dan menghibur, pertandingan sepak bola itu juga unik.


Pada akhirnya pertandingan sepak bola tersebut di menangkan oleh tim Alzam dengan skor tipis, yaitu 4-3.


Walau timnya Aaqil tidak menang, mereka juga mendapatkan hadiah ATK, tapi tidak mendapatkan uangnya.


Syahlaa, Umi Anum, Abi Aasim dan semua orang merasa terhibur sekali dengan pertandingan sepak bola itu, dan itu juga pengalaman pertama bagi semua para pemain, bertanding sepak bola tapi harus memakai kebaya dan juga konde.


Bahkan tadi kondenya ada yang terlepas, ada yang sampai pindah ke depan wajah, karena dibuat untuk menyundul bola, dan karena sangat mengganggu, ada yang tadi memasukkan kondenya ke dalam baju, dan itu terlihat malah seperti wanita hamil.


Sungguh sangat-sangat mengocok perut sekali, jika bisa hadir melihat pertandingan sepak bolanya secara langsung.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Hayo, di sini readers ada yang ikut nonton tidak nih??🤭😆.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


***TBC EXTPART***

__ADS_1


__ADS_2