DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Bertemu Mira dan Laura


__ADS_3

Al dan Ayla kini tengah berada di dalam mobil menuju rumah bibinya Mira.


Usai mereka makan siang bersama, Ayla memang tidak kembali lagi ke ruang kerjanya dan pergi bersama Al menemui kliennya diluar kantor dan setelah itu sesuai janjinya Al hanya akan mengantar Ayla ke rumah bibinya tidak ikut masuk ke dalam rumah tersebut.


Al tidak mau mengambil resiko sedikitpun, sebelumnya ia sudah menghubungi bi Atun art yang bekerja di rumah itu untuk mengawasi Ayla dan juga membuka pintu balkon kamar Ayla agar memudahkan dirinya menyusup ke dalam.


Entah kenapa Al merasa begitu khawatir dengan Ayla yang ingin bertemu dengan bibinya apalagi saat ini Ayla tengah mengandung calon buah hati mereka membuat Al bertambah tingkat keposesifannya.


Mobil yang dikendarai Al kini sudah terparkir di depan rumah peninggalan orang tua Ayla


" Kamu yakin ingin menemui bibi mu sekarang?" tanya Al khawatir


Ayla menoleh lalu tersenyum " Iya mas, aku yakin bibi tidak mungkin berbuat macam-macam apalagi setelah tahu aku ini isteri kamu mas" sahut Ayla


Al hanya tersenyum menutupi rasa kekhawatiran yang begitu dalam di hatinya


" Aku turun ya mas!" pamit Ayla


" Iya, mas akan tunggu disini!" sahut Al


Ayla turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah tersebut


Ceklek


Ayla membuka pintu yang kebetulan tidak di kunci.


" Assalamualaikum!" ucap Ayla saat memasuki rumah tersebut


" Wa'alaikum salam!" jawab bi Atun yang baru keluar dari arah dapur


" Ya Allah neng Ayla" bi Atun langsung menghampiri Ayla lalu memeluknya


" Neng bagaimana kabarnya? bibi dengar neng sekarang_?" bi Atun tidak melanjutkan kata-katanya


" Iya bi, jodoh enggak ada yang tahu ya bi" sahut Ayla lalu tertawa


" Iya neng, apa lagi suami neng kayaknya sayang banget ya sama neng Ayla"


" Iya bi Alhamdulillah, keluarga mas Al juga baik dan perhatian banget sama Ayla"


" Syukur Alhamdulillah ya neng, bibi senang mendengarnya"


" Oiya bi, bi Mira dimana ya?" tanya Ayla karena tidak melihat wanita paruh baya itu


" Ada neng, paling juga di kamarnya" jawab bi Atun


" Kalau Laura?"


" Dia juga ada di kamarnya neng, malahan ya neng bibi perhatiin non Laura lebih banyak diam di kamar sekarang, kuliah juga jarang" tutur bi Atun


" Loh kenapa memangnya bi, apa Laura sedang sakit?" Tanya Ayla


" Bibi juga kurang tau neng"


" Oh sudah datang rupanya" ucap wanita yang baru saja mereka bicarakan


Laura berjalan menuruni anak tangga dengan tatapan yang aneh pada Ayla


" Bu... Ayla sudah datang nih!" teriak Laura memanggil ibunya


" Neng bibi ke dapur dulu ya" pamit bi Atun pada Ayla


" Iya bi" sahut Ayla dengan senyum ramahnya


Ceklek


Mira keluar dari dalam kamarnya setelah mendengar suara teriakan Laura


" Duduklah!" ucap Mira seraya mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu

__ADS_1


Ayla duduk dengan perasaan yang campur aduk, hatinya bertanya-tanya apa sebenarnya yang diinginkan bibinya.


" Aku dengar kalau kamu sudah menikah, apa benar begitu?" tanya Mira


" Iya bi" jawab Ayla berusaha untuk bersikap tenang


" Apa benar kamu menikah dengan Alveer?"


Ayla tercekat, lidahnya seakan kaku untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya sangat mudah itu


" Kenapa diam?" tanya Mina lagi menatap tajam ke arah Ayla


" Jawab loe, kenapa diam!" sarkas Laura dengan kasar


Ayla menghembuskan nafas dengan perlahan dan berusaha memberanikan diri menatap wajah bibinya


" Iya benar bi" jawab Ayla


Mira menatap tidak suka pada Ayla begitu juga dengan Laura, bi Atun yang diperintahkan mengawasi Ayla pun kini tengah berdiri di balik tembok untuk berjaga-jaga


" Bahkan dia sudah hamil bu!" ucap Laura yang langsung membuat Ayla menegang takut bibinya melakukan sesuatu


" Hamil? jadi kamu sedang hamil anak Alveer?"


Deg


Ayla semakin gugup hatinya begitu rapuh takut bibinya dan Laura berniat jahat pada bayi dalam kandungannya


Karena merasa tidak nyaman dan khawatir dengan keselamatan bayi yang ada di dalam kandungannya Ayla diam-diam menekan tombol yang ada di gelangnya


" Apa kau yakin bayi yang ada di dalam kandungan mu itu anak Alveer?"


Pertanyaan yang terlontar dari Mira merupakan sebuah tamparan bagi Ayla, tuduhan itu sama saja seperti sebuah penghinaan untuk harga dirinya.


Ayla beranjak dari duduknya merasa ucapan bibinya sudah sangat keterlaluan " Apa maksud ucapan bibi? kenapa bibi bisa bicara seperti itu, atas dasar apa bibi mencurigai bayi yang ada di dalam kandungan ku?" geram Ayla


" Benarkah? apa loe yakin dengan ucapan loe itu?" kali ini Laura yang menyudutkan Ayla dengan tuduhan kotornya itu


" kalau gue sih enggak yakin kalau bayi yang loe kandung itu anak Alveer, udah ngaku aja deh Loe Ay!"


Ayla berusaha untuk tenang, sepertinya menanggapi dua manusia yang ada di hadapannya saat ini tidak cocok dengan emosi.


Sejenak Ayla terdiam dan detik kemudian ia pun tersenyum lalu kembali duduk dengan tenang.


Mira dan Laura saling melempar pandangannya melihat Ayla yang kini malah berubah bersikap sangat tenang


" Apa kalian ingin bertemu dengan ku hanya ingin mengetahui bayi yang ada di dalam kandungan ku ini benar darah daging Alveer atau bukan? benar begitukah?" ucap Ayla bersikap sangat tenang


" Bukan itu" jawab Mira dengan cepat


" Lalu apa?" tanya Ayla menaikkan satu alisnya


" Gugurkan kandunganmu!"


...Jegerrrrr...


Bagai petir di siang bolong ucapan Mira sungguh membuatnya terkejut bukan main


Al mengeraskan rahangnya mendengar ucapan bibinya Ayla melalui gelang yang digunakan oleh Ayla, entah apa maksud dan tujuan Mira mengatakan hal itu kepada Ayla tapi yang jelas itu sudah sangat keterlaluan dan merupakan salah satu tindak kejahatan.


" Apa maksud bibi bicara seperti itu?" tanya Alya dengan sorot mata yang tajam


" Kau pilih hidup bersama Alveer dengan menggugurkan kandungamu atau kau berpisah dengan Alveer dan tetap mempertahankan kandungan mu?" ucap Mira memberi Ayla pilihan


Ayla tertawa mendengar ucapan Mira, menurutnya itu adalah hal yang sangat tidak masuk diakal


" Kenapa loe malah ketawa?" Laura mengernyitkan keningnya


" Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran bibi, kenapa bibi bisa dengan mudahnya memberi aku pilihan semacam itu?" Ayla tersenyum miring menatap bibinya yang tanpa perasaan itu

__ADS_1


" Masih baik aku memberimu pilihan Ayla, seharusnya kau itu lenyap dan menghilang dari muka bumi ini" Sahut Mira dengan tersenyum jahat


" Apa hak bibi mengatur hidupku, sudah cukup bi bersikap seenaknya aku bukan boneka yang bisa bibi kendalikan begitu saja"


Ayla menatap nyalang kedua wanita yang ada di hadapannya saat ini, rasanya begitu sesak menghadapi mereka yang tidak punya hati dan perasaan


" Kau sudah banyak bicara ya sekarang, berani membantah ucapan bibi, dasar anak durhaka tidak tahu diri" maki Mira


" Maaf bi selama bibi memintaku hal yang baik aku tidak mungkin membantah tapi ini sudah menyangkut hal pribadi aku yang tidak ada hak untuk bibi ikut campur di dalamnya" sungut Ayla


" Sekarang loe bisa merasa senang Ayla karena Al masih membela loe tapi sebentar lagi gue yakin Al akan membenci Loe dan mengusir loe setelah tahu kalau bayi yang dikandung loe bukanlah anaknya" ucap Laura dengan percaya dirinya


Ayla tergawa mendengar ucapan Laura yang menurutnya sangat tidak tahu diri itu


" Kenapa loe bisa seyakin itu Laura, Al bukanlah orang bodoh yang bisa loe remehkan.dia pasti tahu mana yang benar dan mana yang salah"


Laura terdiam memang benar apa yang dikatakan Ayla, kalau Al bukanlah orang bodoh yang bisa dengan mudahnya ia hasut dan ia bohongi


" Ya kalau begitu kita lihat saja nanti" ketul Laura


" Gue enggak takut karena gue yakin ikatan darah itu lebih kental dari apapun" sahut Ayla


" Jika tidak ada lagi yang ingin bibi bicarakan aku pamit pergi!" ucap Ayla mobil hendak melangkah pergi


" Kamu tidak akan bisa pergi dari sini Ayla Khairani, sebelum kau memberi pilihanmu" ucap Mira yang tengah berdiri dari duduknya


" Tidak ada pilihan apapun, aku tidak akan meninggalkan suamiku apalagi sampai menggugurkan janin ku, kau adalah seorang ibu sungguh tidak pantas kau bicara seperti itu padaku bibi apalagi aku adalah putri dari kakak suamimu" ucap Ayla sinis


" Rupanya kau tidak bisa di ajak bicara secara baik-baik ya terpaksa kita harus berbuat kasar padamu!" ucap Mira dengan nada sedikit mengancam


" Jika kalian berani macam-macam dengan ku siap-siap aja kalian mendapat hukuman dari Al apalagi jika kalian sampai mengusik bayi yang ada dalam kandungan ku maka persiapkanlah peti mati untuk kalian berdua" ucap Ayla dengan sedikit mengancam.


" Sombong sekali kau sekarang!" ucap Mira dengan raut wajah merah karena marah


" Laura!" teriak Mira


Laura yang mengerti maksud ucapan bibinya pun langsung beraksi mendekati Ayla dengan nembawa sesuatu ditangannya


Deg


" Ini tidak boleh dibiarkan aku harus cari cara untuk menghindar dari mereka" batin Ayla


" Laura apa yang akan Loe lakukan, menyingkirlah!" Ayla memberontak saat Laura memegangi tubuhnya


" Tidak!" Batin Ayla menjerit saat Mira mengambil botol kecil yang ada di tangan Laura, lalu mendekatkan botol kecil tersebut ke mulut Ayla


" Jangan lakukan ini padaku!" ucap Ayla seraya menitikkan air matanya


" Enggak usah takut rasanya hanya sakit sebentar setelah ini kau bisa hidup dengan bebas" ucap Mira membuat Ayla menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ketakutan yang begitu besar


Ayla takut mereka akan menyakiti bayi yang ada di dalam kandungannya. Ayla menutup mulutnya dengan rapat dan tidak akan membiarkan Mira berhasil menyakiti janinnya sebisa mungkin Ayla akan mempertahankannya.


Mira mencengkeram pipi Ayla dengan kuat berusaha agar mulut Ayla terbuka, bi Atun yang melihat hal itu langsung melaporkan apa yang dilihatnya kepada pak Emir pamannya Ayla.


Melihat foto yang dikirim oleh bi Atun dengan cepat Emir pun memutuskan untuk pulang, ia sudah menghubungi isteri dan anaknya berkali-kali tapi tidak ada jawaban dari keduanya.


Ayla menangis sesenggukan sungguh ia begitu takut kehilangan janinnya, apa lagi Laura dan Mira sudah berhasil meminumkan Ayla air yang berada di botol kecil tersebut.


Ayla memberingsut ke lantai sedangkan Mira dan Laura tertawa puas.


" Setelah ini janin yang ada di dalam perut mu akan hancur lebur dan Al pasti akan membencimu karena tidak bisa menjaga kandungan mu, setelah itu dia pasti akan mengusirmu dan menceraikan mu" ucap Mira dengan tertawa jahat bersama Laura


" Kalian jahat dasar ibL*s!" maki Ayla


" Sudah puas kalian!" suara bariton yang cukup mengejutkan Laura dan Mira


Deg


Mereka terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya

__ADS_1


__ADS_2