DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Nyonya Alveer Erlangga Kusuma


__ADS_3

Hari ini Ayla sudah di perbolehkan pulang, kondisi kesehatannya pun sudah sangat baik, Al kaki ini benar-benar bersikap sangat posesif bahkan dia tidak mengizinkan Ayla untuk melakukan kegiatan apapun di rumah, ia begitu menjaga dan memperlakukan Ayla bak seorang ratu.


" Mas aku kan udah enggak apa-apa, aku bosan bila harus di dalam kamar terus" ucap Ayla bergelayut manja pada lengan sang suami.


" Tapi kamu itukan harus banyak istirahat sayang!" Al membelai surai panjang sang isteri dengan penuh kasih sayang


Saat ini keduanya tengah duduk di atas tempat tidur bersandar pada sandaran kepala ranjang dan hari sudah menunjukkan waktu sore


" Aku kan sudah banyak istirahat mas, kalau berada didalam ruangan terus aku jenuh mas, kita jalan-jalan ya mas sebentar saja mas !" pinta Ayla manja


" Memangnya kamu mau jalan-jalan kemana hem? nanti kamu kecapean sayang kamu itukan baru pulang dari rumah sakit!"


" Kemana aja mas, kata dokter juga kondisi aku sudah pulih kok, untuk sekedar jalan-jalan sebentar mah tidak apa-apa mas asal tidak melakukan kegiatan yang berat!" ucap Ayla terus memaksa


Al tersenyum kali ini dia tidak bisa menolak keinginan isterinya


Al dan Ayla pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman kota berjalan-jalan sebentar hanya untuk sekedar mencari udara segar.


" Kalian dari mana saja, mama cariin tidak ada di rumah?" tanya mama Ambar yang melihat Ayla dan Al baru memasuki rumah


" Maaf mah, tadi jalan-jalan sebentar ke taman kota, Ay bosan di kamar terus!" ucap Ayla yang kini tengah duduk di sofa ruang keluarga bersama sang mertua


" Papa mana mah?" tanya Al yang tidak melihat keberadaan papa Kusuma


" Papamu pergi main golf bersama rekan bisnisnya!" sahut mama Ambar


" Al apa kamu sudah tidak mual lagi?" tanya mama Ambar


Al tersenyum tipis " Alhamdulillah sudah mulai berkurang mah, kalau bangun tidur sama mau tidur aja mualnya!" tutur Al


" Syukurlah kalau begitu" mama Ambar sedikit merasa lega.


" Apa besok kamu sudah mulai masuk kerja Al?"


" Iya mah!"


" Apa kamu sudah menentukan hukuman apa yang tepat untuk orang-orang yang sudah mencelakai menantu mama?" mama Ambar sebenarnya penasaran dengan orang yang sudah berani berbuat jahat terhadap Ayla, ingin rasanya dia memberi hukuman langsung kepada orang itu.


" Mama tenang aja Al dan Arlan sudah merencanakan semuanya mah dan besok juga Al akan mengumpulkan semua karyawan untuk mengumumkan tentang status Ayla yang sebenarnya." Jawab Al lalu memalingkan wajahnya ke arah Ayla sekilas


" Bagus nak memang seharusnya seperti itu!" ucap mama Ambar


Ayla hanya diam saja untuk protes pun itu tidaklah mungkin, karena semua itu Al lakukan memang untuk kebaikan dirinya sendiri.


_____


Pagi ini semua karyawan PT EK Grup dibuat terkejut karena tidak biasanya seluruh karyawan di kumpulkan di aula gedung tersebut.


Bisik-bisik para karyawan pun mencuat sebagian ada yang mengatakan akan ada pengurangan pegawai, ada juga yang beranggapan bahwa atasan mereka akan diganti ada juga desas-desus yang lainnya.


Semua karyawan dibuat bertanya-tanya untuk apa mereka semua di kumpulkan terkecuali Dira yang sudah menduga-duga apa yang akan terjadi selanjutnya, sekuat hati Dira mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi hukuman yang nanti akan diberikan kepada dirinya dan juga Nola.


Setidaknya Dira sudah sedikit merasa lega karena sudah mengakui kesalahannya pada Ayla, untuk hukuman yang akan diberikan atasannya nanti Dira pun pasrah dan akan menerimanya.


" Eh Dira loe gue perhatiin belakangan ini kayak sengaja banget menghindar dari gue, ada apa sih, kenapa loe jadi enggak asik gitu?" Sarkas Nola saat Dira hendak bergabung dengan karyawan lainnya

__ADS_1


" Enggak ada apa-apa, gue hanya enggak mau mencari masalah lagi aja. gue disini buat magang bukan buat mencari masalah yang nantinya malah membuat gue rugi sendiri." jawab Dira


Nola terpancing emosi dengan kata-kata Dira yang entah apa maksudnya Dira berbicara seperti itu kepadanya


" Apa maksud loe ngomong kayak gitu hah?" sarkas Nola menarik kasar tangan Dira yang hendak pergi meninggalkan Nola


" Lepas La, gue enggak mau cari ribut disini loe tau kan semua karyawan harus berkumpul di aula sekarang!" Sentak Dira dengan kasar hingga tangannya terlepas dari cekalan tangan Nola


" Tapi Loe belum jawab pertanyaan gue, apa maksud Loe bicara begitu sama gue dan kenapa akhir-akhir ini loe selalu menghindar dari gue!" tanya Nola dengan marah


" Karena gara-gara loe gue sekarang berada dalam masalah dan gue enggak mau mengulangi kesalahan yang sama" tegas Dira


" Loe itu ngomong apa sih gue enggak ngerti"


" Nanti juga loe akan ngerti sendiri" Dira langsung bergegas masuk ke dalam aula setengah berlari dan bergabung dengan yang lainnya.


Mina dan Sasa yang melihat pertengkaran mereka berdua hanya menatapnya bingung terlebih memang akhir-akhir ini Dira tidak lagi dekat dengan Nola bahkan dia lebih banyak diam dan hanya fokus pada pekerjaannya saja, Dira juga tidak pernah lagi mencari gara-gara dengan mereka dan tidak menimpali Nola yang sering mengejek bahkan menjelek-jelekkan Ayla, justru dia terlihat murung setiap kali Nola menyebut nama Ayla dan lebih memilih menghindar dari Nola.


" Si Dira kenapa ya, tumben mereka enggak akrab dan malah kelihatan bertengkar gitu?" tanya Mina


" Enggak tau, dia juga lebih banyak diam sekarang!" sahut Sasa


" Iya juga sih, tapi baguslah setidaknya dia sekarang udah enggak lagi ngata-ngatain Ayla!" ucap Mina


Ayla yang kini tengah berada di ruangan Al sedang dilanda kegugupan dan nerves.


" Mas kok aku gugup kayak gini ya?" Al menoleh ke arah Ayla lalu tersenyum


" Dibawa santai aja sayang, jangan terlalu dipikirkan semua akan baik-baik aja!" ucap Al mengusap punggung tangan Ayla menenangkan kegelisahan isterinya


Semua karyawan kini sudah berkumpul di aula, suara riuh percakapan antara sesama karyawan seketika redup, suasana menjadi hening ketika Al dan Arlan berjalan memasuki area tersebut tiba-tiba semua mata memincing menajamkan penglihatannya saat melihat seorang wanita yang tengah berjalan di samping atasannya.


Deg


Semua karyawan yang pernah bahkan sering menggosipkan dan mencemooh Ayla seketika dibuat tercengang melihat keberadaan Ayla yang kini tengah duduk tepat di samping Al bisik-bisik pun kembali terdengar membuat suasana menjadi sedikit bising


Nola pun terlihat sangat terkejut matanya membulat sempurna setelah melihat sosok wanita yang dibencinya malah terlihat duduk tenang di samping atasannya.


"Apa jangan-jangan si Ayla mengadu sama pak Al ya dan mengatakan yang tidak-tidak padanya, awas saja kalau sampai itu terjadi gue pasti bakal bikin perhitungan dengannya!" geram Nola menatap tajam ke arah Ayla


Sementara Mina dan juga Sasa merasa senang karena melihat Ayla dalam kondisi yang baik-baik saja, beberapa hari yang lalu mereka sempat dibuat terkejut saat Ayla mengatakan dirinya tengah di rawat di rumah sakit tapi ketika ingin menjenguk Al melarang, siapa pun dilarang menjenguknya karena Ayla harus benar-benar istirahat total


" Ekhemm...!" suara deheman Al membuat semua karyawan yang saling berbisik seketika langsung terdiam dan pandangan meet menatap fokus ke arah atasannya itu yang hendak mengatakan sesuatu


" Sebelum aku mengumumkan berita penting ini, aku ingin bertanya pada kalian semua, apa ada yang sudah tahu kenapa aku mengumpulkan kalian semua disini?" aura dingin dan tegas Al membuat semua karyawan bungkam tidak ada yang berani menjawab.


Baiklah kalau begitu ada beberapa hal yang akan aku umumkan, tapi sebelumnya aku ingin bertanya pada kalian, siapa di antara kalian yang pernah atau bahkan sering bergosip di ruang lingkup kantor EK group terlebih yang menjadi bahan gosip adalah atasan kalian sendiri? Aku mempekerjakan kalian dan menggaji kalian diperusahaan ku ini untuk bekerja bukan untuk bergosip, jika memang sudah tidak betah bekerja di perusahaan ku ini silahkan kalian ajukan surat pengunduran diri kalian dan letakkan di meja kerja ku, jangan bisanya hanya membuat gosip-gosip murahan yang enggak ada manfaatnya!" ucap Al membuat sebagian karyawan yang memang suka bergosip menundukkan kepalanya


" Dan beberapa hari yang lalu telah terjadi kesalahan yang terbilang cukup fatal yang dilakukan oleh salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan ini,jika kalian mengakui kesalahan yang sudah kalian perbuat silahkan maju dan hukuman pun mungkin ku peringan tapi jika tidak siapkan diri kalian untuk segera angkat kaki dari perusahaan ku ini!" ucap Al sangat tegas


"Silahkan maju kedepan dan akui kesalahan kalian, meminta maaf lah kepada Ayla, wanita yang kini tengah duduk di samping ku, karena ulah kalian membuat Ayla harus dirawat selama satu Minggu di rumah sakit untung saja bayi yang berada di dalam kandungannya masih bisa tertolong jika tidak maka nyawa kalianlah gantinya!"


Deg


" Bayi? kandungan? jadi Ayla sedang hamil oh ya ampun jadi waktu itu Ayla mengalami pendarahan? tapi syukurlah kalau Ayla dan bayi dalam kandungannya dalam keadaan baik-baik saja" gumam Dira

__ADS_1


Nola tertawa sinis menatap Ayla penuh kebencian ditambah Al yang bersikap begitu perhatian terhadapnya.


" Ayla maafin gue ya, selama ini gue udah banyak salah sama loe karena sering ganggu loe, dan bikin loe kesel. dan gue juga mau ucapin selamat atas kehamilan loe gue turut senang karena loe dan calon bayi loe dalam keadaan baik-baik aja" ucap Dira seraya menundukkan wajahnya


Mata Nola membola saat melihat Dira yang sudah berdiri di hadapan Ayla, meminta maaf bahkan mengucapkan selamat kepadanya.


Ayla berdiri dari tempat duduknya lalu menghampiri Dira " Iya loe gue udah maafin jauh sebelum loe minta maaf, gue juga mau ngucapin terima kasih sama Loe karena udah nolongin gue waktu itu kalau loe enggak segera mencari bantuan gue enggak tahu bagaimana jadinya" ucap Ayla sendu mengingat kejadian beberapa hari yang lalu


" Sama-sama Ay, gue ngelakuin itu karena gue juga enggak tega melihat darah yang ada di kaki loe, gue panik nyari bantuan untung aja ada pak Arlan"


Semua yang ada di ruangan itu menjadi bertanya-tanya sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Ayla.


" Karena kamu sudah mengakui kesalahan mu dan Ayla pun sudah memaafkan maka hukuman mu adalah mulai sekarang kamu di tugaskan untuk membantu semua pekerjaan Ayla dan menjadi asistennya!" ucap Al membuat karyawan lainnya berbisik-bisik kembali


" Sekarang silahkan kembali ketempat mu!" lanjut Al


" Jika ada yang keberatan dengan keputusan ku silahkan kalian bicara langsung padaku jangan ada yang bicara dibelakang jika sampai aku mendapati kalian bergosip lagi maka jangan harap kalian bisa bekerja lagi di perusahaan ini bahkan di perusahaan mana pun tidak akan ada yang mau menerima kalian!"


Semua langsung terdiam tidak ada lagi yang berani bicara


" Maaf pak Al kenapa anda begitu memperlakukan Ayla sangat istimewa? apa jangan-jangan anak yang dikandung Ayla adalah anak anda? dan gosip yang beredar ternyata benar kalau Ayla adalah wanita simpanan anda?" celetuk seseorang yang sejak tadi menatap sinis ke arah Ayla


Dira yang sudah kembali ke barisan para karyawan lainnya menggelengkan kepalanya melihat Nola yang begitu beraninya berbicara seperti itu pada Al


Al menatap Nola begitu geram, bukannya menyadari kesalahannya tapi ternyata wanita itu bermulut tajam.


" Tau apa kamu tentang Ayla?" tanya Al memicingkan matanya mendelik tajam


" Ayla itu sering menggoda pria-pria kaya dan tampan, mungkin itu salah satu cara yang dia lakukan untuk menggaet bapak, entah anak siapa yang dikandungnya dan mengaku-ngaku kalau itu anak bapak !" ucap Nola begitu percaya diri


Al menggebrak meja dengan kuat hingga semua karyawan terlonjat kaget begitu juga dengan Ayla yang melihat kemarahan Al yang terlihat begitu berkobar-kobar setelah mendengar ucapan yang Nola lontarkan


Melihat Ayla mengelus dada Al pun langsung meminta maaf kepadanya " Maafkan aku sayang!" ucap Al yang sontak membuat semua karyawan semakin dibuat bingung kecuali Mina dan Sasa tentunya


" Semuanya dengarkan baik-baik!" ucap Al dengan lantang


" Ada hal penting yang harus kalian tahu, kalau sebenarnya wanita yang selama ini kalian jadikan bahan gosip, yang kalian hina yang kalian cemooh Ayla Khairani Putri adalah nyonya Alveer Erlangga Kusuma dia adalah isteri dan calon ibu dari anak-anakku, kami sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan jelas bayi yang ada di dalam kandungannya adalah anakku jika ada lagi yang berani mengatakan yang tidak-tidak tentang isteriku siapkan diri kalian untuk menjadi gelandangan!"


Deg


Pernyataan yang Al berikan langsung membungkam semua mulut nyinyir para karyawan yang suka bergosip, mereka tidak menyangka kalau ternyata Ayla adalah isteri dari atasannya itu.


Nola syok mendengar ucapan Al jantungnya berdegup kencang takut tentu saja dia merasa takut, bukan hanya tidak bisa lagi bekerja di perusahaan itu tapi kemungkinan besar pun dia bisa di keluarkan dari kampus.


" Jika kau tidak tahu kebenarannya jangan menjadi orang yang sok benar dan sok mengetahui segala hal, aku tahu siapa isteriku dan bagaimana kehidupannya" Ucap Al penuh penekanan


" Kau bukan siapa-siapanya kenapa dengan percaya diri sekali seolah begitu mengenalnya dan tau segala hal tentang isteriku?"


" Aku sudah memberimu kesempatan untuk mengakui kesalahan mu dan meminta maaf kepada isteriku tapi kau terlalu naif dan bodoh malah menjatuhkan diri mu sendiri kejurang yang lebih dalam !" ucap Al begitu menohok


Nola terdiam kebencian dan rasa irinya terhadap Ayla membuat gadis itu semakin menaruh dendam kepadanya.


" Silahkan kau keluar dari perusahaan ku, dan terimalah konsekuensi atas perbuatan mu!" ucap Al lalu meraih tangan Ayla dan mengajaknya pergi.


Al dan Ayla pergi meninggalkan aula tersebut dan setelah kepergian sepasang suami isteri tersebut Arlan pun membubarkan para karyawan untuk kembali bekerja di bagian masing-masing

__ADS_1


__ADS_2