
Masih di hari yang sama namun di tempat yang berbeda, lebih tepatnya kembali lagi di Perusahaan besar milik Ezio, yang sekarang sudah di ambil alih oleh Rain bersama Alzam.
Bisik-bisik rumor tentang Perusahaan sudah di jual oleh Ezio atau Papa Fransisco, sudah cepat menyebar di dalam satu gedung Perusahaan tersebut.
Terlebih lagi, ketika Ezio tadi keluar dari dalam gedung Perusahaan sambil membawa Papa Fransisco yang sedang pingsan, membuat semua karyawan kantor semakin penasaran saja.
Dan di saat bersamaan pula, mereka semua melihat Rain berjalan dengan laki-laki yang lebih tampan yang juga memiliki wibawa yang tidak kalah tegasnya seperti Ezio, siapa lagi jika bukan Alzam.
Semakin menambah gencar saja isu demi isu, atau gosip di lingkungan Perusahaan itu.
Dari mereka semua, ada sebagian yang merasa takut, jika mereka akan di berhentikan dari pekerjaan mereka secara mendadak.
Sebab mencari pekerjaan tidaklah mudah, apalagi harus melepas pekerjaan mereka yang mempunyai gaji yang cukup tinggi.
Memang di Perusahaan pusat milik Ezio, Ezio atau Papa Fransisco tidak segan-segan memberikan gaji yang tinggi kepada para staf karyawannya, namun dengan syarat, orang yang bekerja bukanlah orang sembarangan.
Begitupun dengan OB, walau mereka pekerja yang paling rendah pekerjaannya di Perusahaan milik Ezio, namun jangan salah, gaji mereka juga cukup tinggi, karena mereka semua juga di tuntut untuk membuat bersih setiap ruangan dan sudut yang ada di dalam gedung tersebut.
Karena baik Ezio maupun Papa Fransisco, tidak mau gedung Perusahaannya terlihat kotor walau cuma secuil debu.
Sebab mereka berdua, bisa merasa malu dengan para tamu atau kolega bisnis yang datang, yang dari dalam Negeri maupun luar Negeri.
Kembali ke Alzam lagi, setelah kepergian dari Rain tadi dari dalam ruang kerjanya.
Alzam masih memilih termenung lagi di depan jendela kaca besar sambil memasukkan ke dua tangannya di saku celananya.
Alzam belum berminat untuk mengerjakan semua pekerjaannya, walau sekarang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Ketika dia sedang termenung, tiba-tiba saja pintu ruang kerjanya terbuka cukup kasar dari luar, dan pelakunya adalah Lionel, sahabat dekatnya Ezio.
" Maaf Tuan Alzam, Tuan Lionel sudah saya larang dan tahan, namun dia tetap memilih menerobos masuk ke dalam sini ",, kata Rain kepada Alzam.
Lionel yang sangat susah sekali di hubungi oleh Ezio, dia sebenarnya, semalam baru saja sampai di Prancis, setelah liburan di Negara Maladewa, surga bagi orang yang suka pergi berlibur.
Lionel yang paginya ingin berkunjung ke Perusahaan Ezio untuk memberikan oleh-oleh kepadanya, dia buat sangat terkejut sekali, ketika bertanya kepada Rain, jika saat ini Perusahaan yang sedang di datanginya, bukanlah lagi milik Ezio.
Marah, terkejut bercampur menjadi satu, itulah yang sedang di rasakan oleh Lionel, ketika mendengar penjelasan dari Rain tadi.
Lionel yang tidak percaya, dia tetap memaksa untuk masuk ke dalam ruang kerja Alzam untuk melihat sendiri, siapakah yang saat ini sedang memimpin Perusahaan milik sahabatnya.
Dan di sinilah Lionel sekarang, sudah melihat secara langsung wajah Alzam, dengan Rain masih berdiri di belakang Lionel.
" Tidak apa-apa Rain ",, jawab Alzam kepada Rain.
" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Afnan ",, kata Rain kepada Alzam.
__ADS_1
" Kamu di sinilah saja dulu Rain, untuk menemani saya menjamu tamu saya ini, dan tolong buatkan minum untuknya ",, kata Alzam kepada Rain sambil berjalan ke arah kursi kerjanya.
" Saya tidak butuh jamuan dari anda!! ",, kata Lionel kepada Alzam.
" Dan di mana Ezio,!! kenapa anda bisa mengambil alih Perusahaan ini hah!! ",, kata Lionel kepada Alzam.
" Anda pasti sudah mengenal Isabella bukan,?? terlihat dari gestur tubuh anda yang mengatakan, jika anda adalah sabahat baik dari Tuan Ezio ",, kata Alzam dengan tenang kepada Lionel.
" Perkenalkan, saya adalah suami sahnya Isabella, dan saya di sini ingin membalas dendam kepada Tuan Ezio, yang sudah menyakiti istri saya, mengambil anak saya secara paksa, dan dia juga hampir membuat anak saya mati karena kecerobohannya!! ",, kata Alzam lagi sambil menggebrak meja.
Semakin terkejutlah Lionel, ketika sudah mengetahui laki-laki yang sedang berbicara dengannya adalah suami dari wanita yang sedang di cari oleh Ezio.
" Apakah saya harus tinggal diam saja, jika semua orang dan Keluarga yang saya cintai di sakiti oleh orang lain Tuan Lionel yang terhormat?? ",, kata Alzam kepada Lionel.
" Saya yakin, anda sendiri pasti akan berbuat lebih nekat lagi dari apa yang sedang saya lakukan sekarang, benar begitu kan Tuan Lionel?? ",, kata Alzam lagi kepada Lionel.
" Jadi, tidak salah kan dengan apa yang saya lakukan kepada Tuan Ezio, Tuan Lionel?? ",, lanjut terus perkataan Alzam kepada Lionel.
Hanya diam yang bisa di lakukan oleh Lionel sekarang, sambil menatap lekat ke arah Alzam.
Karena Lionel seperti kehabisan kata-kata, ketika di serang dengan perkataan yang tepat sasaran dari Alzam tadi.
Sedangkan Rain, dia memilih diam saja sambil terus berdiri di situ, tanpa mau menyela atau membantu Alzam dalam menjawab setiap perkataan dari Lionel, yang Rain tahu, dia adalah sahabat dekat dari Ezio.
" Tuan Ezio sedang berada di rumah sakit, carilah sendiri kenapa dia berada di rumah sakit ",, jawab Alzam kepada Lionel.
" Dan jika anda sudah tidak ada keperluan lagi di sini, silahkan pergi dari ruangan saya, karena saya sedang cukup sibuk hari ini ",, kata usiran dari Alzam untuk Lionel.
Mendengar kata usiran dari Alzam, Lionel semakin menunjukkan wajah marahnya untuk Alzam.
Tanpa banyak berbicara, Lionel langsung berbalik badan dan meninggalkan ruang kerjanya Alzam dengan perasaan campur aduk.
" Kamu tetap di sini Rain, karena masih ada yang ingin saya bicarakan kepada kamu ",, kata Alzam mencegah Rain yang juga ingin pergi.
" Baik Tuan Alzam ",, jawab sopan dari Rain kepada Alzam.
Sedangkan Lionel, saat ini sudah berjalan menuju ke dalam lift, sambil menyalakan ponselnya yang sejak kemarin masih mode pesawat yang lupa dia non aktifkan kembali.
Sepeninggalan dari Lionel, Alzam pun langsung mencoba bertanya kepada Rain, tentang siapakah itu Lionel yang baru saja datang.
" Dia itu sahabat dekatnya Tuan Ezio, Afnan ",, jawab Rain kepada Alzam.
" Jadi benar tebakanku ",, kata Alzam berbicara sendiri, namun Rain masih mendengarnya.
" Kamu juga harus berhati-hati dengan Tuan Lionel Afnan, karena dia juga sama berbahayanya dengan Tuan Ezio ",, peringatan dari Rain kepada Alzam.
__ADS_1
" Tuan Lionel akan membantu Tuan Ezio dengan berbagai cara, untuk menggapai yang di inginkan oleh Tuan Ezio ",, kata Rain lagi kepada Alzam.
" Jadi bisa di pastikan, pasti Tuan Lionel akan dengan senang hati membantu Tuan Ezio untuk mengambil kembali semua aset yang sudah kita ambil dari mereka ",, lanjut lagi perkataan Rain kepada Alzam.
" Tanpa mereka capek-capek mengatur strategi pun, semua yang sudah kamu ambil alih atas nama Syahlaa, akan aku berikan kepadanya ",, jawab Alzam kepada Rain.
" Apa kamu yakin akan hal itu Afnan?? ",, tanya Rain kepada Alzam.
" Iya aku sangat yakin sekali ",, jawab mantap Alzam kepada Rain.
" Karena aku juga yakin, pasti Syahlaa akan marah dengan apa yang sudah kita lakukan kepada Keluarga Tuan Ezio ",, kata Alzam lagi kepada Rain.
" Apakah Faiha juga akan marah kepadaku, jika dia mengetahui hal ini, karena setahu aku, Faiha juga sama tekun beribadahnya sama seperti Afnan ",, kata batin Rain sambil melamun.
" Rain ",, panggil Alzam dengan sedikit mengagetkan Rain yang tiba-tiba malah melamun.
" Eh, iya ",, jawab Rain dengan ekspresi terkejut.
" Bagaimana dengan semua perkataanku tadi, apa kamu setuju?? ",, tanya Alzam kepada Rain.
" Karena walau kamu tidak setuju dengan semua rencanaku, aku tetap akan memilih mundur dan menyerahkan sendiri semua apa yang sudah aku ambil dari mereka ",, kata Alzam lagi kepada Rain.
" Baiklah, aku setuju dengan semua perkataanmu, tapi ...... ",, kata Rain sengaja menjeda perkataannya.
" Tapi apa lagi Rain,?? apa masih kurang jelas dengan apa yang sudah aku beritahukan kepada kamu?? ",, tanya Alzam kepada Rain.
" Bukan begitu, hanya saja aku masih ingin melihat bagaimana rencana selanjutnya dari Tuan Ezio Afnan, karena aku sangat tahu sekali bagaimana sifat dia ",, jawab Rain kepada Alzam.
" Lalu, kapan kita akan mengembalikan semua ini kepada mereka?? ",, tanya Alzam lagi kepada Rain.
" Akan aku pikirkan dulu kapan waktu yang tepat ",, jawab Rain kepada Alzam.
" Aku mau kembali bekerja lagi, karena Perusahaan ini harus tetap berjalan, walau kamu tidak mau menjalankannya ",, kata Rain kepada Alzam.
" Aku masih mempunyai tanggung jawab penuh dengan perusahaan ini, karena aku masih berstatus sekretaris di sini, terlebih siapa yang sedang menjadi bosku sekarang ",, kata Rain lagi kepada Alzam.
" Kalau begitu, kamu saja yang menghandle Perusahaan ini, karena aku tidak mau memegang kendali lagi mulai besok ",, kata Alzam kepada Rain.
" Iya, terserah kamu saja ",, jawab Rain kepada Alzam.
Setelahnya, Rain pun langsung berlalu keluar dari dalam ruang kerja Alzam untuk menuju ke meja kerjanya sendiri.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...
__ADS_1