DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
NASIHAT MAMA INGRID


__ADS_3

Hari ini adalah hari terburuk menurut Ezio yang pernah dia alami.


Karena mendapatkan kejutan terus menerus di dalam hidupnya di hari yang sama.


Iyaps, sekarang kita akan membahas Ezio kembali.


Ezio yang pikiran dan hatinya sedang kalut, di tambah semakin kalut saja, ketika dia mendengar kata ejekan dari Klara tadi untuknya.


Jujur sebenarnya, Ezio ada rasa cemburu di dalam hatinya, ketika melihat Klara sudah bisa hamil atau mengandung, namun bukan bersamanya melainkan dengan laki-laki lain selain dirinya.


Sebab dulu memang Eziolah, yang sudah sangat menginginkan seorang anak dari Klara, tapi tetap tidak kunjung diberikan momongan oleh Tuhan setelah empat tahun menikah.


Sekuat tenaga Ezio menahan amarahnya untuk Klara, karena dia tidak mau sampai kelepasan untuk marah, terlebih lagi saat ini Klara sedang hamil dan mereka berdua juga sedang berada di rumah sakit.


Ezio yang sudah masuk ke dalam ruang perawatan sang Papa, dia langsung saja memilih untuk duduk di sofa yang tersedia di situ.


Sedangkan Mama Ingrid, dia memilih duduk di kursi samping ranjang pasiennya Papa Fransisco, sambil memandang sang putra dengan wajah bersedihnya.


Papa Fransisco sampai saat ini belum sadarkan diri pasca serangan jantung yang di alaminya, dan sekarang Papa Fransisco juga di nyatakan lumpuh karena stroke, membuat dia tentu saja hanya bisa berbaring di atas ranjang maupun duduk di kursi roda.


Ezio yang terlihat banyak beban yang sedang dipikirkannya, membuat Mama Ingrid sampai tidak berani mengajak berbicara Ezio terlebih dahulu.


Setelah Mama Ingrid cukup lama terdiam, akhirnya dia pun mencoba memberanikan diri berbicara kepada Ezio yang daritadi hanya diam saja.


" Ezio, Nak ",, panggil Mama Ingrid sambil berjalan mendekati Ezio.


Ezio yang daritadi melamun, sambil menatap lantai di depannya, atensi dia langsung teralihkan, ketika di panggil oleh sang Mama.


" Iya Ma ",, jawab Ezio kepada Mama Ingrid.


Ketika Mama Ingrid sudah sampai di depan Ezio, dia langsung saja duduk di kursi seberang Ezio.


" Bagaimana kalau kita berdamai dengan Isabella saja Nak ",, kata Mama Ingrid kepada Ezio.


" Ezio tidak bisa Ma, suaminya sudah berani menginjak-injak harga diri Ezio!! ",, jawab marah dari Ezio kepada sang Mama.


" Bukan begitu Nak, dengarkan Mama dulu ",, kata Mama Ingrid kepada Ezio.


" Meminta maaflah dengan tulus kepada mereka, kita berdamai saja dengan keadaan ini, yang terpenting kita masih bisa melihat atau bersama Zarina, tanpa perlu memisahkannya dengan Isabella ",, nasihat dari sang Mama kepada Ezio.


" Mama ini seorang ibu Ezio, Mama pasti akan marah dan mungkin akan melakukan hal lebih untuk mendapatkanmu kembali, jika kamu di ambil paksa dari pelukan Mama ",, kata Mama Ingrid lagi kepada Ezio.


" Ingatlah Ezio, laki-laki yang berani meminta maaf dengan tulus, dia bukan berarti laki-laki bodoh, dan laki-laki yang berani mengakui kesalahannya, dia bukanlah laki-laki pecundang, justru laki-laki yang berani dengan gagah mengakui kesalahannya, dia adalah laki-laki sejati ",, lanjut lagi perkataan Mama Ingrid kepada Ezio.


Ezio masih diam saja, dengan menatap lurus ke depan sambil terus mendengarkan nasihat dari sang Mama.


" Tolong dengarkanlah Mama Ezio, untuk kali ini saja sebelum semuanya terlanjur dan kamu akan menyesal di kemudian harinya ",, kata Mama Ingrid kepada Ezio.


" Jangan kamu pisahkan Zarina dari Isabella, karena bagaimanapun juga Isabella tidak akan tinggal diam saja, jika tiba-tiba di pisahkan dari Zarina ",, kata Mama Ingrid lagi.


" Pikirkanlah Nak, karena di sini kita yang salah kepada Isabella, jangan menuruti ego dan n4f5u belaka, karena ego dan n4f5u akan menghancurkan kehidupan kamu dengan perlahan ",, kata Mama Ingrid kepada Ezio.


" Berdamailah Nak dengan hatimu ",, kata Mama Ingrid lagi kepada Ezio.

__ADS_1


Ezio yang daritadi hanya diam saja sambil terus mendengarkan nasihat dari sang Mama, tanpa banyak berbicara atau membantah sedikitpun nasihat dari sang Mama.


Tiba-tiba saja, dia langsung berdiri dari duduknya dan memilih pergi dari hadapan sang Mama, dengan keluar dari dalam ruang perawatan Papa Fransisco.


Ezio terus berjalan dan berjalan, menuruni tangga dan lift, hingga akhirnya dia sampai juga di dalam Cafe yang tidak jauh dari rumah sakit tempat sang Papa dirawat, ketika dia sudah mengendarai mobilnya sekitar kurang lebih sepuluh menit lamanya.


Ezio yang sudah memesan minuman yang ingin di minumnya, dia terus kepikiran dengan semua yang baru saja di katakan oleh sang Mama kepadanya.


Sedangkan Mama Ingrid yang di tinggal pergi oleh Ezio tanpa sepatah katapun, dia hanya bisa diam saja tanpa mau mencegah kepergian Ezio.


Sebab Mama Ingrid sangat tahu sekali, bagaimana sifat dari sang anak tunggalnya, yang memiliki watak sangat keras dan susah di atur.


Mama Ingrid sepeninggalan dari Ezio, dia berdoa di dalam hatinya, semoga Ezio tergerak hatinya dan mendengarkan apa yang tadi baru saja dia katakan kepadanya.


Ezio di dalam Cafe itu, terus termenung dan termenung memikirkan semua kejadian yang seharian ini di alaminya, hingga tiba-tiba rasa melamunnya langsung buyar, ketika dia mendengar suara dering ponselnya.


Ezio langsung mengambil ponsel miliknya, dan ketika melihat nama Lionel, Ezio dengan segera langsung mengangkatnya.


" Halo Ezio, kamu ada di mana?? ",, tanya Lionel kepada Ezio.


" Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, di mana kamu sekarang!! ",, jawab dengan malas dari Ezio kepada Lionel.


" Maafkan aku, aku tidak tahu jika kamu sedang menelponku, sekarang katakan kepadaku kamu ada di mana,?? aku akan segera ke sana ",, kata Lionel kepada Ezio.


Ezio dengan tanpa ekspresi, dia lalu menyebutkan di manakah dirinya sekarang kepada Lionel


Dan Lionel yang sudah mendengar jawaban dari Ezio, dia langsung saja mematikan sambungan teleponnya dan segera menyusul Ezio ke Cafe yang tadi sudah di sebutkan.


Akhirnya saat ini Lionel sudah duduk di kursi berseberangan dengannya.


" Ezio, kenapa kamu tidak bercerita kepadaku!! ",, kata tiba-tiba dari Lionel kepada Ezio.


" Cerita apa?? ",, tanya Ezio kepada Lionel.


" Jika Perusahaan kamu sudah di ambil alih oleh suaminya Isabella ",, jawab Lionel kepada Ezio.


" Jadi kamu sudah tahu?? ",, kata Ezio kepada Lionel.


" Kenapa kamu terlihat biasa saja Ezio,?? apa kamu tidak marah Perusahaan yang sudah susah payah di besarkan oleh Papa kamu di ambil begitu saja oleh dia!! ",, kata Lionel kepada Ezio.


" Marah, tentu saja aku marah Lionel, tapi itu tadi sebelum mendapatkan nasihat dari Mama ",, jawab santai Ezio kepada Lionel.


" Apa maksud dari perkataan kamu?? ",, tanya Lionel kepada Ezio.


" Sudahlah jangan di bahas dulu, aku sedang tidak mood untuk membahasnya ",, kata Ezio kepada Lionel.


" Kata dia kamu sedang berada di rumah sakit,?? siapa yang sakit dan kenapa kamu malah berada di sini?? ",, tanya Lionel lagi kepada Ezio.


" Papa ku yang sakit, dia tidak siap dengan masalah yang ada saat ini, hingga akhirnya dia terkena serangan jantung dan sekarang terkena stroke ",, jawab Ezio kepada Lionel.


" Kurang 474r sekali laki-laki itu!! ",, kata Lionel sambil mengepalkan ke dua tangannya di atas meja.


" Bantuan apa yang kamu inginkan dariku Ezio,?? aku siap membantu kamu untuk mengambil alih lagi Perusahaan kamu itu dan menghancurkan laki-laki 63r3n953k itu!! ",, kata Lionel kepada Ezio.

__ADS_1


" Entahlah Lion, aku belum ada rencana untuk menyerang mereka ",, jawab Ezio kepada Lionel.


" Tidak aku sangka, mereka juga mempunyai rencana yang sangat cerdas sekali dalam menghancurkanku, berkat bantuan dari Rain ",, kata Ezio lagi kepada Lionel.


" Rain?? ",, kata Lionel kepada Ezio.


" Iya, karena dialah, Perusahaanku bisa di ambil alih oleh suaminya Syahlaa ",, jawab Ezio kepada Lionel.


" Syahlaa,?? siapa lagi dia?? ",, tanya Lionel kepada Ezio.


" Dia Isabella yang sudah berganti identitas menjadi Syahlaa, hingga aku sangat sulit mengenalinya dan mengenali anakku ",, jawab Ezio kepada Lionel.


" Jadi kamu sudah bertemu dengan anak kamu Ezio?? ",, tanya Lionel lagi dan lagi.


Ezio langsung saja mengangguk kepada Lionel.


" Dia sangat cantik sekali, lucu menggemaskan dan juga sangat pintar, tapi aku melakukan kesalahan ketika dia bersamaku kemarin ",, kata Ezio kepada Lionel.


" Memangnya kamu melakukan kesalahan apa Ezio?? ",, tanya Lionel kepada Ezio


Sungguh Lionel benar-benar merasa sangat penasaran sekali, dan dia sangat ingin tahu cerita semuanya dari Ezio.


" Aku merebut paksa dari Syahlaa dan ketika bersamaku aku lalai dalam menjaganya, hingga membuatnya keracunan strawberry dan menyebabkan dia mati suri untuk dua kali ",, jawab Ezio kepada Lionel.


Setelah menjawab seperti itu, Ezio lalu mengambil ponselnya untuk membuka galeri ponselnya dan memperlihatkan foto Zarina kepada Lionel.


" Lihatlah, dia lucu sekali bukan?? ",, kata Ezio sambil menyerahkan ponselnya kepada Lionel.


Lionel langsung saja mengambil ponsel milik Ezio, untuk melihat foto apakah itu.


" Iya sangat cantik sekali, wajahnya juga sangat mirip sekali denganmu Ezio, tapi ko dia memakai hijab, apakah dia seorang muslim?? ",, tanya Lionel kepada Ezio.


" Iya, karena Isabella sudah berpindah agama menjadi seorang muslim, makanya nama dia menjadi Syahlaa ",, jawab Ezio lagi kepada Lionel.


" Siapa nama anak kamu Ezio?? ",, tanya Lionel kepada Ezio.


" Zarina, hanya itu yang aku tahu, karena aku tidak tahu siapa nama lengkapnya ",, jawab Ezio kepada Lionel.


" Lalu di manakah dia sekarang?? ",, tanya Lionel lagi.


" Dia sedang bersama Syahlaa, dan masih di rawat di rumah sakit yang sama dengan Papa ",, jawab Ezio kepada Lionel.


" Terlihat dari wajah kamu, aku merasa kamu tidak seperti Ezio yang aku kenal ",, kata Lionel kepada Ezio.


" Karena kamu terlihat seperti tidak ada 941r4h untuk merebut kembali apa yang sudah mereka ambil dari kamu ",, kata Lionel lagi kepada Ezio.


Ezio hanya diam saja mendengar perkataan dari Lionel, karena memang yang di katakan oleh Lionel ada benarnya juga, sebab nasihat dari sang Mama tadi.


Terlebih lagi, setelah Ezio berpikir keras ketika termenung tadi, semua yang terjadi terhadap hidupnya sekarang, bukanlah karena keadaan, melainkan karena kesalahannya sendiri di masa lalu, yang dia tuai sekarang.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2