DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Hati Mina


__ADS_3

Di dalam sebuah toilet seorang gadis tengah menatap pantulan wajahnya di sebuah cermin, ia tersenyum getir lalu menyalakan keran yang ada di depannya lalu membasuh wajahnya berusaha untuk menetralkan perasaannya yang dia sendiri pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada hatinya


Pemandangan yang baru saja dilihatnya entah kenapa membuat seonggok daging yang bernama hati terasa begitu nyeri.


" Tidak sepantasnya gue pergi begini, gue kenapa sih sebenarnya, ayolah jangan menangis gak jelas gini ?" ucap gadis itu berbicara di depan cermin


Beruntung keadaan toilet sangat sepi membuat gadis itu bebas meluapkan perasaannya


" Seharusnya loe tuh turut bahagia melihatnya yang kini sudah berbahagia dengan keluarga kecilnya itu, jangan sok an sedih !" ucapnya pada bayangannya di cermin


" Kenapa loe seperti orang yang sedang cemburu dan marah, siapa loe emangnya? loe enggak ada hak untuk marah apalagi sakit hati, dasar gadis bodoh !" makinya pada dirinya sendiri seraya menghapus air matanya yang meluncur tanpa di minta


Gadis itu membersihkan wajahnya lalu kembali memoleskan makeup di wajahnya yang sempat berantakan


Setelah merasa sudah lebih baik gadis yang tidak lain adalah Mina itupun menarik napas dalam-dalam lalu tersenyum dan memutuskan untuk kembali ke acara pesta


" Mina Loe enggak apa-apa?" tanya Sasa setelah Mina kembali


" Gue enggak apa-apa, sorry tadi gue tuh kebelet udah enggak tahan banget" ucap Mina sambil terkekeh


" Gue kebanyakan makan kayaknya" ucap Mina tertawa ringan


Sasa memperhatikan wajah dan juga mata Mina membuat gadis yang ditatapnya menjadi salah tingkah


" Loe kenapa sih malah ngeliatin gue kayak gitu?" tanya Mina yang melihat Sasa memicingkan matanya


" Loe habis nangis ya?" tanya Sasa penuh selidik


" Nangis mana ada, ngaco aja loe. gue tuh tadi kebelet ingin ke toilet makanya buru-buru!"


" Tapi kenapa mata Loe merah seperti orang yang habis nangis?" tanya Sasa lagi membuat Mina tercekat


" Emmm... itu, emmm... tadi gue kelilipan, iya tadi gue kelilipan" jawab Mina sedikit gugup


Sasa mendelik dan memperhatikan Mina dengan intens


" Udah ah jangan ngeliatin gue kayak gitu, risih gue" dengus Mina


" Hai...!" sapa seseorang yang tentunya terdengar tidak asing lagi suaranya di telinga Mina


Deg


Degup jantung Mina berpacu sangat cepat, rasanya ia ingin sekali menghilang detik itu juga saat mendengar suara orang yang sangat ingin ia hindari tiba-tiba ada di dekatnya


" Hai.. pak Andi, apa kabar?" ucap Sasa membalas sapaannya saat Mina hanya diam saja


" Alhamdulillah baik, bagaimana kabar kalian berdua? sudah lama tidak bertemu kalian terlihat tambah cantik"


" Ah pak Andi bisa aja, Alhamdulillah kabar kami berdua juga baik pak" jawab Sasa


" Emmm... bagaimana pak kerja di tempat yang baru, betah? enak ya pak apalagi jabatan juga sudah naik kan?" tanya Sasa lalu terkekeh


Andi tersenyum seraya melirik sekilas Mina yang masih diam saja


" Alhamdulillah betah enggak betah ya di betah-berahin" jawab Andi lalu tertawa


Sasa dan Andi tertawa tapi tidak dengan gadis yang satunya dia hanya diam dengan pandangan yang di buang ke sembarang arah


" Emm.... Mina, kamu apa kabar?"tanya Andi yang beralih pada gadis yang sedari tadi diam saja


Mina yang tidak sadar jika Andi memanggil pun terkesiap saat Sasa menyenggol bahunya


" Eh? iya ada apa Sa?" tanya Mina pada Sasa


" Itu pak Andi nanya loe!" sahut Sasa


Mina terpaksa menoleh walaupun sedari tadi sudah berusaha untuk menghindar


" Eh? iya ada apa pak Andi?" tanya Mina berusaha untuk menguasai hatinya


" Kamu kenapa kok dari tadi diam aja,?" tanya Andi


" Ah tidak apa-apa kok pak" jawab Mina tersenyum kaku


" Emm.... bagaimana kabarmu?" tanya Andi yang nampak ada kecanggungan


" Alhamdulillah baik" jawab Mina Singkat


" Bagaimana kuliahnya, lancar?"


" Hemm" Mina mengangguk


" Apa kamu masih bekerja di EK grup?" tanya Andi membuat Mina memutar bola matanya malas


" Alhamdulillah, masih"


" Bagus dong, enggak usah repot-repot lagi mencari pekerjaan"


" Hem"


" Papa!" panggil seorang anak perempuan yang tadi sempat bermain dengan Aliza dan sekarang sudah menghampirinya bersama seorang wanita cantik yang menggandeng tangannya


" Eh Mutia, sini sayang kenalkan ini teman-temannya bunda Ayla" ucap Andi memperkenalkan Sasa dan Mina


" Ini namanya kak Sasa dan yang ini kak Mina, mereka ini sahabat baik bunda Ayla" ucap Andi

__ADS_1


" Hai kak!" ucap Mutia mengulurkan tangannya


" Nama aku Mutia" ucap Mutia lalu menyalami tangan Sasa dan Mina bergantian


" Hai juga Mutia, salam kenal nama kakak Sasa"


" Salam kenal juga kak!"


Kini giliran Mina yang memperkenalkan diri


" Hai cantik, kenalkan nama kakak Mina, senang bisa berkenalan dengan gadis secantik kamu" ucap Mina dengan tersenyum ramah


Walaupun sebenarnya ada rasa yang sedikit mengusik hatinya tapi Mina berusaha untuk tetap bersikap biasa


" Dan ini perkenalkan mamanya Mutia namanya Wulan"


" Senang berkenalan dengan kalian" ucap Wulan mengulurkan tangannya


Sasa menyambut uluran tangan Wulan seraya berkata " Aku juga senang bisa berkenalan dengan mba Wulan" ucap Sasa


Sasa lalu menyenggol bahu Mina yang tiba-tiba saja melamun dan tidak menyadari uluran tangan Wulan dihadapannya


Mina yang terkesiap dari lamunannya menoleh ke arah Sasa yang tengah menunjuk ke arah Wulan dengan ekor matanya


" Eh? maaf... aku Mina sahabat Ayla senang bisa berkenalan dengan mamanya Mutia" ucap Mina seraya tersenyum tipis


" Aku juga senang bisa berkenalan dengan kalian" balas Wulan


Mereka mengobrol sedikit seputar pekerjaan dan juga sesekali bercanda dengan Mutia terutama Mina yang lebih banyak berinteraksi dengan gadis kecil itu


Andi yang sedari tadi memperhatikan Mina merasa sedikit heran karena Mina seperti sedang menghindari dirinya


" Mina bagaimana pekerjaan kamu di kantor?" tanya Andi basa basi saat mencoba untuk mengakrabkan diri pada Mina yang sudah lama tidak bertemu


" Baik" jawab Mina singkat lalu kembali berbicara dengan Mutia


" Apa pak Al dan pak Arlan sering menyusahkan mu?" tanyanya lagi


" Tidak" jawab Mina datar tanpa menoleh sedikitpun


" Mutia kakak mau makan es krim, apa kamu mau?" tanya Mina pada Mutia


" Mau kak" jawab Mutia dengan semangat


" Kalau gitu yuk ikut kakak!" ajak Mina lalu menuntun tangan Mutia


Andi menghela nafasnya panjang menatap punggung Mina yang ia yakini sedang menghindarinya


" Wahh, coba lihat siapa ini?" tanya Hendrik yang dulunya satu bagian dengan Andi


" Apaan sih kalian ini, datang-datang sudah bikin rusuh bukan tanya kabar" ucap Andi lalu bersalaman ala cowok


" Gue tahu loe pasti dalam keadaan baik, penampilan keren gini masa enggak baik apalagi disampingnya udah ada cewek cantik, iya enggak bro?" ucap Hendrik


" Yoi pasti, Btw siapa nih cewek cantik kenalin dong Ndi diam-diam aja Loe punya yang bening?" tanya Rino melirik ke arah Wulan yang berada di samping Andi


" Ini_!" Belum sempat menjawab suara anak kecil sudah menyerukan namanya


" Papa.... mama.... !" teriak Mutia yang langsung menghampiri keduanya dan kini sudah berada diantara Andi dan Wulan


" Pah tadi kak Mina ajak aku ambil es krim ini, enak loh pah rasanya"


Jlep


Hendrik dan Rino terkesiap saat mendengar seorang anak perempuan memanggil Andi papa dan wanita yang berada di sampingnya dengan panggilan mama


" Mina?" Rino pun dibuat terkejut dengan keberadaan Mina yang baru saja datang bersama gadis cilik yang memanggil Andi papa


" Eh mas Rino mba Nia nya kemana?" tanya Mina


Rino adalah kekasih Nia, semenjak menjalin hubungan dengan Rino sudah banyak perubahan pada Nia, dia tidak lagi bersikap arogan dan bersikap semaunya


" Nia sedang menjamu tamu undangan pak Al yang dari Singapura" jawab Rino


" Pantesan enggak mau ngenalin ke kita No, ternyata oh ternyata wanitanya toh, hebat kamu Ndi dimutasi ke kantor cabang sudah dapat jabatan enak plus dapat wanita cantik pula" ucap Hendrik yang sontak membuat Mina menoleh ke arahnya lalu beralih kepada Andi dan Wulan


Walaupun sudah menduganya tapi tetap saja seonggok daging yang bernama hati itu kembali merasakan sedikit nyeri


Mina tersenyum getir dan hal itu tidak lepas dari pandangan Rino dan juga Andi


" Kalian sa_"


" Maaf ya semuanya, aku permisi duluan ya mau pamit ke Ayla dan pak Al" ucap Mina tiba-tiba membuat semua yang ada di antaranya langsung menoleh ke arahnya


Mina tersenyum getir lalu berusaha menahan kegugupan dan ketegangan yang tengah dirasakannya


" Sasa loe mau bareng gue apa masih ingin di sini?" tanya Mina yang beralih pada Sasa


" Loe emangnya udah mau pulang Na?" tanya Sasa dan Mina pun mengangguk


" Iya, gue masih ada urusan" jawab Mina asal


" Emmm... gue nanti aja deh, gue pulang sendiri aja" jawab Sasa


" Loe enggak usah khawatir Na, biar Sasa gue yang antar pulang" Ucap Hendrik

__ADS_1


" Oke deh kalau gitu, jaga baik-baik ya bang sahabat aku jangan di macam-macamin!" pesan Mina


" Apaan sih loe Na?" Sasa sedikit malu mendengar ucapan Mina


" Yeee.... gue mah bener, awas aja kalau bang Hendrik macam-macam sama loe gue yang bakal turun tangan" ancam Mina


" Waww... ngeri-ngeri sedap loe Na, jadi ngeri Abang" ucap Hendrik lalu tertawa


" Makanya jangan berani macam-macam bang" timpal Mina


" Enggak berani macam-macam Abang Mina ya paling satu macam doang" seloroh Hendrik


" Dihh... awas aja kalau berani aku laporin ke bu Ayla biar bang Hendrik langsung di kirim ke kutub Utara"


" Sadis amat Na, masa Abang disuruh main sama beruang kutub"


" Lah cocok itu bang" ucap Mina lalu terkekeh


Hendrik geleng-geleng kepala, memang kalau berbicara dengan Mina selalu aja panjang urusannya tapi dia sangat suka pribadi Mina yang periang itu


" Udah ah bicara sama abang mah bisa panjang urusannya" ucap Mina


" Aku pamit ya semuanya, sampai jumpa lagi ya Mutia!" ucap Mina pada gadis yang berada di tengah-tengah Wulan dan Andi


" Kenapa kak Mina pergi?" tanya Mutia


" Kakak masih ada urusan" jawab Mina seraya tersenyum


" Mina!" panggil Andi


" Saya pamit duluan ya pak Andi, senang bisa bertemu anda lagi disini. semoga selalu diberi kesehatan dan di tunggu loh kabar baiknya!" ucap Mina dengan senyum yang tidak terbaca


" Mina aku_!"


" Yuk semuanya duluan ya!" Mina tidak menggubris kata-kata Andi gadis itu berbalik badan lalu pergi begitu saja menuju pelaminan pamit pada Ayla


" Ay sekali lagi selamat ya!" ucap Mina


" Iya, terimakasih ya Mina"


" Sama-sama, semoga rumah tangga kalian selalu rukun dan harmonis selalu ya" ucap Mina


" Amin terima kasih atas doanya" ucap Al


" Sama-sama pak Al, titip Ayla ya pak!' ucap Mina


" Loe ngomong apa sih Na, kaya orang mau pergi jauh aja loe" ucap Ayla mendengus kesal


Mina tertawa lalu memeluk sahabatnya itu


" Gue pamit pulang ya!" ucap Mina


" Kok pulang sih, terus Sasa mana?"


" Sasa tuh sama yang lain!" tunjuk Mina dengan ekor matanya ke arah Sasa yang sedang bersama Andi dan juga yang lainnya


" Mina loe pulang apa karena_?" Ayla menggantung kata-katanya


" Karena apa? jangan sok tahu, gue pulang karena masih ada urusan tadi nyokap gue nelpon!" ucap Mina berbohong


" Gue tahu elo!" ucap Ayla


Mina terkekeh lalu kembali memeluk Ayla " Jangan sok tahu" ucapnya


" Udah ya gue pamit"


" Iya hati-hati" ucap Ayla


Sebelum benar-benar pergi Mina pamit terlebih dulu kepada pasangan Arlan dan juga Dira


Dira sangat menyayangkan karena Mina malah pulang lebih awal tapi dua juga tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal yang dia tahu saat ini Mina pasti dalam keadaan hati yang tidak baik-baik saja


" Kamu kenapa sih kok jadi murung kayak gitu?" tanya Al dan juga Arlan pada pasangan masing-masing yang pada waktu bersamaan dua wanita itu nampak muram setelah kepergian Mina


" Enggak apa-apa mas, cuma kepikiran aja sama Mina" jawab Ayla


" Memangnya Mina kenapa?" tanya Al


" Mina pasti saat ini sedang sedih mas" Ayla nampak sendu


" Sedih kenapa?"


" Mas masih ingatkan kalau Mina dan kak Andi dulu pernah dekat dan semenjak kak Andi dipindahkan ke kantor cabang Mina tidak pernah dekat dengan laki-laki mana pun karena sebelum pergi kak Andi sempat menyatakan perasaannya pada Mina ya memang salah Mina sendiri yang tidak memberi jawaban pada kak Andi padahal kalau peka saja sedikit kak Andi akan tahu jawaban Mina yang juga sebenarnya menaruh hati kepadanya" tutur Ayla


Bukan hanya Ayla, Dira pun mengatakan hal yang sama pada Arlan karena setelah menjadi sahabat Ayla, Dira juga tahu bagaimana tentang kisah sahabat lainnya termasuk tentang Mina


" Sudah kamu jangan terlalu memikirkan tentang hal itu, mas yakin Mina pasti bisa menerima kenyataan ini dengan baik" ucap Arlan pada Dira


" Iya mas semoga saja Mina tidak patah hati dan bisa menerima kenyataan yang sebenarnya" ucap Dira


Begitu juga dengan Ayla berharap Mina dalam keadaan baik-baik saja dan kelak akan menemukan pengganti Andi


Sementara Mina yang kini sudah berada di luar gedung tiba-tiba saja dikejutkan dengan seorang pria yang tanpa bicara langsung menarik tangannya begitu saja


Deg

__ADS_1


_


__ADS_2