DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
KEBAHAGIAAN EZIO


__ADS_3

Setelah dari mansion Papa Fransisco, Ezio mengajak Zarina untuk pergi ke kantor sebentar, karena memang ada pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan.


Terpaksa Zarina harus bermain sendirian lagi di dalam ruang kerjanya, sambil Ezio awasi seperti kemarin.


" Main sebentar dulu ya sayang, Papi hanya sebentar saja mengerjakan itu semua, Zarina main sendiri dulu ya di sini, nanti setelah ini kita pergi jalan-jalan ok Princess ",, kata Ezio kepada Zarina.


Zarina kecil langsung mengangguk kepada sang Papi, untung saja Zarina menurut, coba kalau tidak, dia pasti sudah memberontak kepada Ezio.


Ezio sebelum berlalu menuju ke meja kerjanya, dia mengusap lembut kepala sang putri dengan penuh rasa sayang.


Ketika Ezio sedang asik menandatangani berkas kerjanya, dia merasa ada yang kurang di dalam perasaannya, dan ketika dia mengalihkan pandangannya ke arah tempat Zarina yang sedang bermain, dia tidak melihat sang anak di tempatnya tadi.


" Zarina ",, kata Ezio dengan sangat khawatir sekali.


Ezio langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk mencari keberadaannya Zarina, dan ketika sudah sampai di sofa, ternyata Zarina kecapekan dan dia saat ini sedang tertidur di sofa tersebut.


Hati Ezio merasa terenyuh dan merasa bersalah, sudah membiarkan sang putri bermain sendirian, hingga tertidur seperti itu.


Ezio lalu berjongkok di depan sofa tempat Zarina tidur, sambil mengusap lembut wajah sang putri, Ezio pun mengatakan sesuatu.


" Ayah macam apa aku ini, membiarkan anak bermain sendirian, sedangkan aku malah sibuk sendiri dengan bekerja ",, kata Ezio di dalam hatinya.


" Padahal kamu hanya sebentar saja di sininya, tapi aku malah sibuk dengan pekerjaanku ",, kata Ezio lagi merasa bersalah.


" Maafkan Papi sayang, Papi memang tidak becus dan pantas menjadi Ayah kamu ",, kata Ezio sambil meneteskan air matanya.


Ezio lalu menggendong Zarina untuk dia bawa masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di dalam ruang kerjanya.


Setelah menaruh Zarina di atas ranjang dengan perlahan, Ezio mencoba menghubungi Barry dan berpesan kepadanya untuk jangan ada yang mengganggunya, karena dia memang sedang tidak ingin di ganggu.


Ketika sudah berpesan kepada Barry, Ezio memilih meninggalkan pekerjaannya, dan tidur dengan Zarina di dalam kamar pribadinya.


Ezio tidur sambil memeluk sang putri dengan penuh rasa sayang, tidak lupa dia juga terus mencium pipi Zarina yang chubby itu.


Sekitar pukul dua siang, Zarina akhirnya terbangun juga dari tidurnya yang lelap, karena perutnya merasa lapar.


Zarina yang sudah bangun, dia langsung melihat sang Papi yang sedang tertidur di sampingnya.


" Papi ",, panggil Zarina sambil menggoyangkan tubuh Ezio.


" Engh, Zarina, kamu sudah bangun sayang?? ",, tanya Ezio kepada Zarina.


" Zalina lapal ",, kata Zarina kepada Ezio.


" Tunggu sebentar, Papi mau cuci muka dulu ya sayang, ayo Zarina cuci muka juga sama Papi ",, kata Ezio kepada Zarina.


Zarina langsung mengangguk kepada Ezio, dan dia langsung saja berlalu menuju ke dalam kamar mandi yang ada di situ bersama Ezio.


Zarina tertawa sendiri, ketika wajahnya terciprat air dari kran yang mengalir, dan momen itu Ezio ingat di dalam ingatannya, bagaimana cerianya sang putri yang sedang tertawa.


Selesai cuci muka, Ezio langsung mengajak Zarina untuk pergi mencari makan di Cafe milik Emmy.

__ADS_1


Ezio yang tampan, tubuh yang gagah, dan idaman bagi kaum perempuan, membuatnya terlihat sangat hot daddy sekali ketika jalan dengan Zarina.


Zarina yang cantik, manis, lucu dan pipinya yang chubby, wajahnya bisa dikatakan duplikat dari Ezio.


Jadi tidak heran, jika ketika Zarina jalan bersama sang Papi, akan selalu mencuri perhatian semua orang.


Selesai makan, Ezio mengajak Zarina pergi ke mall untuk bersenang-senang dan membeli apapun yang Zarina mau, dari boneka, pakaian, makanan, apapun itu.


Bahkan ketika Zarina menunjuk ke salah satu mobil yang sedang di pamerkan di situ, Ezio langsung bertanya kepada Zarina.


" Apa Zarina ingin mobil itu sayang?? ",, tanya Ezio kepada Zarina.


" Mobilnya bagus Papi ",, jawab Zarina sambil mengangguk.


" Ok, akan Papi belikan, dan akan Papi tanyakan apakah bisa di antarkan ke rumah Zarina apa tidak ",, kata Ezio kepada Zarina.


Zarina yang tidak tahu apa-apa, ya ekspresinya seperti anak kecil pada umumnya, padahal dia sedang di tawari oleh sang Papi mobil keluaran terbaru.


Ezio lalu mencoba menghubungi Barry untuk menanyakan mobil keluaran terbaru, apakah bisa di kirimkan ke Indonesia, dan jika bisa, Ezio mau membeli satu untuk dia berikan kepada Zarina.


Selesai menelpon Barry, Ezio langsung mengajak Zarina pulang, karena mereka sudah puas belanja, bermain dan bersenang-senang.


Sesampainya di rumah super mewah miliknya, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, dan ternyata di dalam rumah super mewah miliknya, sudah ada Alzam yang menunggunya sejak tadi.


Alzam datang sendirian, yang lain sedang berada di rumah Emmy dan Casper.


" Ayah ",, kata Zarina ketika sudah melihat Alzam.


" Zarina dari mana saja sayang, sepertinya Zarina dan Papi baru saja belanja banyak ya ",, kata Alzam kepada Zarina.


Ezio yang melihat kedekatan Alzam bersama Zarina, dia hanya tersenyum saja, sambil langsung duduk di sofa yang ada di situ.


" Zarina balu saja di ajak pelgi sama Papi main di mall ",, jawab Zarina kepada Alzam.


" Oh ya Tuan Alzam Chafik, kapan anda akan kembali ke Indonesia lagi?? ",, tanya Ezio kepada Alzam.


" Mungkin lusa depan, karena besok kami ingin berkunjung ke rumah ke dua orang tuanya Rain terlebih dahulu Tuan Ezio ",, jawab Alzam kepada Ezio.


" Memangnya ada apa ya Tuan Ezio, jika saya boleh tahu?? ",, tanya Alzam kepada Ezio.


" Emm, rasanya saya ingin Zarina tidur di sini bersama saya malam ini selama anda masih berada di sini, karena saya masih ingin menghabiskan waktu bersama dia Tuan Alzam Chafik ",, jawab Ezio kepada Alzam.


" Jika anda ijinkan, bolehkah Zarina menginap di rumah saya, sampai anda kembali ke Indonesia nanti?? ",, kata Ezio kepada Alzam.


Mendengar perkataan dari Ezio, Alzam tersenyum, lalu mencoba bertanya kepada Zarina yang sedang duduk di sebelahnya.


" Zarina, Zarina mau tidak tidur di sini sama Papi sementara waktu?? ",, tanya Alzam kepada Zarina.


" Tidak mau ",, jawab Zarina dengan polos.


Sedih, tentu saja perasaan Ezio merasa sedih mendengar jawaban dari Zarina.

__ADS_1


" Papi masih rindu dengan Zarina, apa Zarina tidak merasa kasihan sama Papi sayang?? ",, kata Alzam mencoba memberi pengertian kepada Zarina.


Zarina yang masih polos, dengan mata berkaca-kaca ingin menangis, dia menatap sang Ayah dan sang Papi secara bergantian.


Ingin rasanya berkata kasihan, tapi hati menolak untuk tidur di rumah Ezio, ingin berkata ingin ikut pulang bersama Ayah Alzam, tapi hati merasa tidak tega dengan sang Papi.


Zarina kecil merasa bimbang, dan entahlah apa yang akan dia katakan kepada Alzam.


" Kasihan, tapi Zalina tidak mau tidul di sini Ayah ",, nah akhirnya sekarang kita tahu, apa jawaban Zarina kepada Alzam.


" Iya baiklah tidak apa-apa Tuan Alzam Chafik, jangan di paksakan ",, kata Ezio kepada Alzam.


" Maafkan saya Tuan Ezio ",, kata Alzam kepada Ezio.


" Iya tidak apa-apa, saya mengerti, Zarina juga masih kecil, pasti dia masih ingin tidur dengan Mamanya ",, jawab Ezio kepada Alzam.


" Kalian di sini menginap di mana Tuan?? ",, tanya Ezio kepada Alzam.


" Di apartemennya Rain, Tuan ",, jawab Alzam kepada Ezio.


" Bolehkah saya besok menjemput Zarina untuk saya ajak bermain lagi Tuan?? ",, tanya Ezio kepada Alzam.


" Silahkan saja Tuan, jika Zarinanya mau, karena saya tidak bisa menebak moodnya Zarina ",, jawab Alzam kepada Ezio.


Mendengar jawaban dari Alzam, Ezio pun mencoba mengajak berbicara Zarina.


" Zarina?? ",, panggil Ezio.


" Zarina mau tidak, besok pergi lagi sama Papi, kita ke kebun binatang yuk, mau tidak?? ",, tanya Ezio kepada Zarina.


" Boleh Ayah?? ",, tanya Zarina kepada Alzam.


" Iya boleh ko sayang ",, jawab Alzam kepada Zarina.


" Kalau Zarina malam ini tidur di sini sama Papi mau tidak sayang, nanti malam Papi bacakan dongeng untuk Zarina?? ",, tanya Ezio lagi kepada Zarina.


" Mau, Zarina mau ",, jawab reflek dari Zarina.


Alzam dan Ezio langsung saling pandang mendengar jawaban dari Zarina.


Dan pada akhirnya Ezio akhirnya bisa mendapatkan keinginannya untuk tidur bersama Zarina malam ini.


Alzam mencoba mengerti, karena dia juga seorang Ayah, dan dia sangat tahu sekali bagaimana perasaan dan posisi Ezio sekarang.


Zarina kecil yang berada di dalam gendongannya Ezio, mereka berdua lalu melambaikan tangan kepada Alzam yang ingin kembali pulang ke rumah Emmy.


Semoga saja Syahlaa juga mengerti dan tidak marah, jika Alzam tidak jadi membawa pulang Zarina bersamanya.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2