
Mina mengerjapkan matanya menetralkan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya saat ia baru tersadar dari pingsannya
Setelah kedua mata Mina terbuka sempurna, ia lalu melihat ke sekeliling ruangan yang nampak begitu asing , sebuah kamar yang didominasi oleh warna putih itu bukanlah kamarnya lalu kamar siapa ini Mina terus bertanya-tanya di dalam hatinya
" Ahh, kepala ku kenapa pusing sekali?" Mina memegang kepalanya yang sedikit berdenyut
Ceklek
Mina tercengang saat melihat pintu kamar yang tiba-tiba terbuka dari luar
" Kak Mina!" teriak seorang gadis yang langsung menyelonong masuk dan menghampiri Mina yang kini sudah terduduk di atas kasur
Mina membulatkan matanya sempurna saat melihat gadis yang dia duga adalah anak sambung dari laki-laki yang selama ini mengisi hatinya kini ada di hadapannya
" Ka.... kamu?" Mina sangat terkejut dan degup jantungnya pun berdetak sangat kencang saat tiba-tiba bayangan laki-laki itu muncul kembali dalam ingatannya
" Apakah ini rumah mereka? kenapa mas Andi membawa ku ke rumahnya" batin Mina yang bergejolak hebat
" Kakak akhirnya sadar juga" ucap Mutia terlihat begitu senang dan Mina tersenyum lalu mengangguk pelan
" Sayang!" panggil Wulan yang kini sedang berdiri di ambang pintu membuat Mina yang mendengar suaranya langsung menoleh ke sumber suara dan entah kenapa seketika hatinya terasa nyeri
Wulan berjalan perlahan menghampiri Mina dan juga putrinya yang kini sudah duduk di tepi tempat tidur
" Alhamdulillah, akhirnya kamu sudah sadar" ucap Wulan pada Mina seraya melemparkan senyum
" Iya mba, Alhamdulillah. maaf jika saya merepotkan" ucap Mina yang merasa tidak enak hati seraya membalas senyuman Wulan yang terlihat begitu cantik dan keibuan membuat Mina merasa sedikit minder
"Tidak apa-apa, sama sekali tidak merepotkan" ucap Wulan dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya
" Apa ada yang terasa sakit ?" tanya Wulan dengan lembut
" Emm... tidak ada" jawab Mina berbohong padahal kepalanya saat ini terasa begitu pusing dan berat
Mina menatap Wulan memperhatikan wanita yang kini ada di hadapannya, sangat cantik, keibuan dan juga lembut tidak seperti dirinya yang sedikit bar-bar dan tidak ada lembut-lembutnya begitulah Mina membandingkan wanita yang ada di hadapannya dengan dirinya sendiri yang jelas itulah mungkin yang membuat Andi lebih memilih wanita itu batin Mina
" Kak Mina kenapa? apa kak Mina masih sakit? kenapa tadi bisa pingsan?" tanya Mutia yang terlihat mencemaskan Mina
" Kakak tidak kenapa-napa, kakak cuma kecapean aja kok" sahut Mina dengan tersenyum yang sedikit di paksakan
__ADS_1
" Emm.... mbak Wulan terima kasih ya atas bantuannya, sekarang saya mohon pamit mau pulang!" ucap Mina lagi, dengan kaki yang hendak turun dari tempat tidur
" Loh kenapa buru-buru mau pulang, memangnya kondisi kamu sudah benar-benar pulih?" tanya Wulan cemas
" Iya benar kata mama kak, sebaiknya kak Mina disini aja dulu ya, Mutia senang bisa bertemu lagi dengan kak Mina loh, kak Mina jangan pergi ya tinggallah disini beberapa hari" pinta Mutia dengan sedikit membujuk
" Tapi kak Mina harus pulang sekarang, kakak masih ada urusan cantik, nanti kita pasti bisa bertemu lagi kapan-kapan ya" ucap Mina seraya memeluk gadis cantik yang sangat menggemaskan itu
" Sebaiknya kamu istirahat saja dulu disini, setidaknya sampai kondisi kesehatan mu benar-benar pulih" ucap seseorang yang sedang melangkah masuk seraya membawa nampan berisi sarapan untuk Mina
Lagi-lagi jantung Mina diserang keterkejutan berkali-kali, jika dia punya penyakit jantung mungkin saat ini dia sudah berada di sebuah rumah sakit
" Sarapan dulu , aku membawakan mu bubur ayam kampung dan ini baik untuk memulihkan kesehatan mu" ucap Andi lalu meletakkan nampan yang berisi semangkuk bubur di atas nakas
" Pah, kak Mina bolehkan menginap di sini?" tanya mutia pada Andi
Andi tersenyum lalu tangannya terangkat untuk mengacak-acak gemas pucuk kepala Mutia
" Iya sayang, tentu saja boleh" jawab Andi dengan lembut membuat seonggok daging yang bernama hati semakin berdenyut nyeri melihat interaksi keduanya
" Emmm... bolehkan lebih dari satu hari?" tanya gadis itu lagi
" Kak Mina mau ya menginap di sini, tinggal di sini setidaknya temani Mutia sebelum pulang ke kota B?" tanya Mutia yang sudah beralih kepada Mina
" Emm... maaf ya cantik, kak Mina harus pulang, kak Mina masih banyak pekerjaan, tapi kakak janji sebelum kamu pulang nanti kita bisa bertemu lagi" sahut Mina membujuk Mutia yang terlihat sedih
" Benar ya kak, kakak udah janji loh!" ucap Mutia
" Iya, kakak janji"
Wulan tersenyum getir saat melihat Andi yang tersenyum tipis saat tengah menatap Mina yang sedang berbicara dengan Mutia
" Emmm .... pak Andi, mba Wulan terima kasih ya sudah menolong saya, dan maaf sudah merepotkan kalian, sekarang saya mau pamit pulang dulu" ucap Mina yang kini sudah beranjak dari tempat tidur
" Mutia kakak pamit pulang dulu ya, sampai berjumpa lain waktu ya" ucap Mina yang sudah beralih pada Mutia
" Iya kak, sampai berjumpa lagi ya kak, janji loh harus menemui Mutia sebelum pulang" ucap Mutia mengingatkan kembali
" Iya cantik, kakak janji" Ucap Mina lalu beranjak pergi
__ADS_1
" Setidaknya sarapan dulu sebelum pergi, aku sengaja memasaknya sendiri untuk mu!" ucap Andi yang mampu menghentikan gerakan Mina
Deg
"Kenapa disaat seperti ini kamu masih aja mas membuat aku baper?"batin Mina
" Mutia, ikut mama dulu yuk sayang!" ajak Wulan pada Mutia
" Tapi mah_?"
" Biarkan papa bicara sebentar ya sama kak Mina, Mutia temani mama dulu ke dapur mama mau masak buat kita makan siang" ucap Wulan
" Iya mah"
" Kak Mina, Mutia tinggal dulu ya!" pamit Mutia
"Iya cantik " ucap Mina
Kini di dalam kamar yang di dominasi oleh warna putih itu tinggal Mina dan Andi, keduanya nampak canggung dan lebih tepatnya gugup terutama Mina yang jelas-jelas masih belum bisa menata hatinya dengan baik dan kini justru ia harus terjebak dengan situasi yang membuat jantungnya harus bekerja lebih ekstra
Mina menarik napas dalam-dalam berusaha untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sedang tidak baik-baik saja
Berada di dalam satu kamar berdua dengan seorang laki-laki yang dulu pernah mengisi hatinya eh ralat masih mengisi hatinya lebih tepatnya membuat Mina salah tingkah dan juga sakit hati secara bersamaan, walaupun mereka tidak memiliki status apa-apa tapi Mina yang merasa egois merasakan luka yang tak berdarah.
" Aku mau pulang, sekali lagi terima kasih!" ucap Mina menyapu keheningan
" Makanlah dulu!" ucap Andi
" Tidak terima kasih" setelah mengatakan itu Mina pun melangkah menuju pintu keluar
" Oiya, selamat ya pak, mbak Wulan wanita yang sangat cantik, keibuan dan juga wanita yang sangat lembut, sangat cocok dengan pak Andi, kalian pasangan yang sangat serasi!" ucap Mina tanpa berbalik badan
" Semoga kalian selalu bahagia ya!" lanjutnya lagi
Andi mengerutkan keningnya mendengar ucapan Mina apalagi sudah berapa kali gadis itu memanggil namanya dengan sebutan pak, Hampir satu tahun tidak bertemu ternyata panggilan pun kini sudah berubah tapi yang ia tahu dengan pasti kalau ternyata hati gadis itu masih tetap sama dan tidak berubah.
" Kenapa begitu terburu-buru ingin pergi, apa kamu sudah tidak merindukan ku lagi?"
Deg
__ADS_1