
Keesokan harinya, setelah semua persiapan yang di butuhkan untuk pernikahan siri atau menikah secara Agama saja antara Rain dan Faiha sudah terpenuhi, sekarang tiba saatnya Rain sudah berhadapan dengan Abi Aasim dan semua orang yang akan menjadi saksi atas pernikahannya.
Rain saat ini sudah menjabat tangan Abi Aasim yang akan menikahkannya dengan Faiha, didampingi Pak Penghulu yang dulu pernah menikahkan Alzam dengan Syahlaa.
Rain sendiri belum sempat memberitahukan tentang pernikahannya ini kepada semua Keluarganya, sebab semua Keluarganya baru saja sampai di Negara Prancis beberapa jam yang lalu.
Rencananya, Rain akan memberitahukan atau bercerita dengan semua Keluarganya, nanti jika acara sakral ini sudah selesai.
Terkejut, Rain yakin pasti semua Keluarganya akan merasa terkejut, tapi Rain juga yakin, jika semua Keluarganya tidak akan marah dengan keputusan mendadak ini.
Semalam, Rain ingin mencoba bercerita dengan semua Keluarganya, terutama dengan ke dua orang tuanya, tapi keadaan yang tidak mendukungnya, sebab tubuh Rain masih merasa belum terlalu fit, dan dia juga kecapekan, karena siangnya, Rain baru saja melakukan meeting virtual dengan Ezio.
Walau acara ijab kabulnya akan segera dilangsungkan, Faiha sendiri masih berada di dalam kamarnya, di temani oleh Syahlaa dan Umi Anum.
Dan ketika telinga semua orang mendengar kata sah yang di ucapkan oleh para saksi, barulah Umi Anum dan Syahlaa, mengajak ke luar Faiha untuk menemui Rain yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.
" Ayo Nak, kita ke luar dan temui suami kamu ",, kata Umi Anum kepada Faiha.
Faiha hanya tersenyum saja menanggapi perkataan dari Umi Anum, dengan make up sederhana dari Syahlaa, wajah Faiha yang sudah cantik dan manis, terlihat semakin cantik saja.
Semua orang memandang ke arah pintu, ketika Faiha baru saja ke luar dari dalam rumah bersama Syahlaa dan Umi Anum, sebab acara ijab kabulnya di laksanakan di teras pendopo yang luas itu, supaya bisa di saksikan juga oleh para santri laki-laki dan perempuan, begitu juga dengan para pengurus pondok.
Mereka semua merasa senang, karena pada akhirnya Rain dan Faiha sudah resmi menikah dan sah menjadi sepasang suami istri, tanpa mereka tahu, jika Rain dan Faiha masih menikah secara agama saja.
Walau banyak diantara mereka yang menebak-nebak, kenapa tidak ada Keluarga dari Rain yang hadir sama sekali, akan tetapi mereka semua hanya bisa mengungkapkannya di dalam hati atau cuma di belakang saja bersama yang lain.
Acara demi acara dilaksanakan dengan khidmat sesuai dengan tradisi yang berlaku di situ, dan saat ini Rain serta Faiha sedang sungkem dengan Abi Aasim dan Umi Anum.
" Jadilah imam yang baik untuk Faiha Nak, Abi titip dia sekarang, jangan kecewakan Abi ya ",, kata Abi Aasim ketika Rain sedang bersalaman dengannya.
" Baik Abi, Rain janji, Rain akan menjaga Faiha sepenuh jiwa dan raga ",, jawab Rain kepada Abi Aasim.
__ADS_1
Abi Aasim langsung memeluk Rain sebagai tanda sayang dan diterimanya menjadi menantu di Keluarganya.
Sedangkan Faiha sendiri dia sedang bersalaman dengan Umi Anum.
" Jadilah istri yang baik ya Nak, menurut apa kata suami, jika itu yang terbaik dan masih di jalan-NYA ",, kata Umi Anum kepada Faiha.
" Iya Umi, dan maafkan Fai jika selama ini Fai selalu membuat Umi repot dan bersedih ",, jawab Faiha sambil memeluk Umi Anum dan menangis.
Syahlaa yang melihat Faiha dan Umi Anum berpelukan, dia ikut terharu dan meneteskan air matanya juga.
Alzam sendiri sebagai sang Kakak, juga merasa lega, karena akhirnya dia bisa membantu sang Abi untuk mengantarkan adik-adiknya menikah dan membantu adik-adiknya untuk mengurus pesta pernikahannya, walau itu secara sederhana.
Ketika diberitahu oleh Alzam, Iffah dan juga Aaqil, awalnya mereka merasa sangat terkejut sekali dengan rencana dari Abi Aasim, yang akan menikahkan Rain dengan Faiha secara siri.
Akan tetapi, ketika sudah di jelaskan oleh Alzam, jika itu untuk menghindari fitnah dan omongan yang tidak baik dari para tetangga, sebab Rain sering menginap di Yayasan, akhirnya Iffah dan Aaqil mengerti, dan mereka setuju.
Momen bahagia itu tentu saja diabadikan dengan kamera milik Alzam, beserta kamera ponsel milik mereka masing-masing dan mereka berfoto-foto bahagia satu sama lainnya.
Sekarang para tetangga, ke tua Rt maupun Rw sudah pada tahu, jika Rain sudah resmi menjadi suami dari Faiha, walau itu baru secara siri.
Rain memandang Faiha dari pantulan cermin, sambil tersenyum manis sekali, begitupun dengan Faiha yang sedang mencoba melepaskan hijab yang dipakainya, dia juga memandang ke arah Rain dari cermin di depannya.
" Kakak jangan memandang Fai seperti itu, karena itu membuat Fai merasa malu ",, kata Faiha kepada Rain.
Sebelum menjawab perkataan darii Faiha, Rain pun mencoba berjalan mendekati Faiha dan memeluk Faiha dari belakang.
" Untuk apa malu sayang, sekarang kita sudah resmi menjadi sepasang suami istri ",, jawab Rain kepada Faiha.
Jantung Faiha berdetak dengan sangat kencang sekali, sebab dia baru pertama kali bisa sedekat itu dengan seorang laki-laki.
" Kakak berjanji, jika semua surat-suratnya sudah ke luar, Kakak akan mengadakan pesta yang meriah untuk pernikahan kita sayang ",, kata Rain lagi kepada Faiha.
__ADS_1
Bahkan Rain saat ini sudah berani memanggil Faiha dengan panggilan sayang.
" Tidak perlu mewah tidak apa-apa ko Kak, yang terpenting sakral dan kita semua merasa senang ",, jawab Faiha kepada Rain.
Mendengar jawaban Faiha, Rain mencoba membalikkan tubuh Faiha untuk menghadap ke arahnya.
" Kakak senang, Kakak tidak menyangka, jika Abi menyuruh Kakak untuk segera menikahimu Fai ",, kata Rain kepada Faiha.
Faiha menanggapinya dengan tersenyum manis sekali kepada Rain.
Setelah mengatakan hal itu kepada Faiha, Rain langsung saja membawa Faiha ke dalam pelukannya, dan Rain memeluk Faiha dengan sangat erat sekali.
Tinggi badan Faiha yang hanya seleher saja, membuat Faiha terlihat mungil jika berdiri di samping Rain, padahal jika dibandingkan dengan tinggi badan rata-rata wanita Indonesia, Faiha sudah termasuk tinggi.
Tubuhnya yang sedang di peluk oleh Rain, membuat Faiha tiba-tiba merasa kaku, akan tetapi perlahan namun pasti, dia mencoba mengangkat ke dua tangannya juga untuk membalas pelukannya Rain.
Mereka berpelukan dengan mesra, seperti menyalurkan rasa bahagia yang tidak bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.
Hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia, siapa yang tahu, di awal tahu jika Faiha mencintai Rain, Abi Aasim begitu menentangnya, bahkan sampai mau mencarikan laki-laki lain untuk pengganti Rain.
Namun, semakin ke sini sikap dan hati Abi Aasim semakin luluh, bahkan tanpa mereka tahu apa rencana dari Abi Aasim, tiba-tiba saja Abi Aasim menyuruh Rain untuk menikahi Faiha secara Agama.
Tentu saja Rain merasa sangat senang sekali, perasaan senang akan memiliki Faiha seutuhnya yang dia tahan untuk dua minggu yang akan datang, tiba-tiba bisa terwujud dalam hitungan jam saja.
...☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️...
Selamat menempuh hidup baru Bang Rain - Ning Fai, semoga pernikahan kalian langgeng, sakinah, mawadah dan warohmah.🥰
Dan sesuai janjimu dengan Abi Aasim, segeralah nikahi Faiha secara Negara juga ya Bang Rain.😉
Maaf acaranya mendadak, jadi para readers belum di undang semua, termasuk othornya.😪
__ADS_1
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...