
Ayla masih mode diam kata-kata yang dilontarkan oleh Arlan entah mengapa begitu mengusik hatinya walaupun dia tahu suaminya tidak mungkin memiliki isteri selain dirinya tetap saja rasanya begitu sakit jika membayangkan ia harus berbagi suami dengan wanita lain.
" Kamu ini kenapa sih sayang masih marah sama mas, hem?" tanya Al kepada sang isteri yang tengah duduk di balkon kamarnya
Ayla menghela napas panjang dengan pandangan yang lurus ke depan " Aku enggak marah mas, aku juga enggak tahu kenapa rasanya tuh sakit aja mas ngebayangin kalau mas ada isteri yang lain selain aku" ucap Ayla lalu menundukkan wajahnya yang terlihat sedih
" Kamu ini bicara apa sih sayang, mana ada isteri yang lain selain kamu, jangan mikir yang aneh-aneh deh, kamu itu cuma salah paham aja dengan kata-kata yang Arlan ucapkan tadi " ucap Al yang entah sudah berapa kali ia ucapkan untuk menjelaskan kepada Ayla
" Aku percaya sama kamu mas, aku hanya takut aja kalau sampai mas pergi meninggalkan aku bersama wanita lain" ucap Ayla lirih
" Astaghfirullah, sayang kamu kenapa punya pikiran sejauh itu sih? mana mungkin aku meninggalkan kamu wanita yang sangat aku cintai dan calon ibu dari anak-anakku. kamu itu terlalu berlebihan dalam berpikir, ingat kamu itu sedang hamil jadi buang jauh-jauh pikiran bodoh mu itu mas enggak suka" kesal Al
" Maaf mas aku hanya_!" ucap Ayla terpotong
" Sudah jangan banyak berpikir yang macam-macam lagi, tidak baik untuk kesehatan kamu dan juga calon anak kita nantinya. pikirkan hal yang baik-baik jangan memikirkan hal-hal yang hanya akan membuat kamu sakit hati sendiri!" ucap Al mengingatkan sang isteri
" Istri mas itu cuma satu dan orang yang paling mas cinta ya cuma kamu isteri mas Ayla Khairani Putri, ingat itu baik-baik, tidak ada yang lain!" tegas Al
Ayla terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca, entah kenapa sejak hamil Ayla merasa banyak perubahan dalam dirinya, ia lebih manja, gampang tersinggung terkadang suka berpikir yang bukan-bukan terhadap suaminya, sangat sensitif dan gampang menangis
Dulu Ayla adalah gadis yang mandiri, penyabar dan tidak gampang marah tapi hormon kehamilannya benar-benar sudah merubah kebiasaannya itu
Ayla tak kuasa lagi menahan buliran bening yang hendak menerobos keluar dari matanya, bahagia itulah yang tengah ia rasakan kata-kata suaminya membuat hatinya menghangat dan berbunga-bunga
" Sudah jangan menangis lagi ya, maaf kalau mas tadi bicaranya sedikit meninggi mas cuma ingin kamu tahu kalau mas enggak akan mungkin melakukan hal jelek yang ada di pikiran mu itu, mas tidak bisa menjanjikan apa-apa untuk kamu tapi mas akan berusaha sebisa mas, semampunya mas untuk selalu membahagiakan kamu" Tutur Al panjang lebar untuk meyakinkan hati isterinya yang belakangan ini mudah sekali tersulut amarah.
Ayla mengangguk pelan dan Al menariknya ke dalam dekapannya "Sekarang kita masuk ya, udaranya sedang tidak bersahabat langitnya juga sudah gelap sepertinya sebentar lagi akan turun hujan " ucap Al
Ayla beranjak dari duduknya dirangkul oleh Al dan mereka pun masuk kedalam kamar, Al tidak lupa menutup pintu balkonnya karena angin yang berhembus sore itu cukup kencang
______
" Oiya mas, aku dari tadi enggak melihat mama sama papa, mereka kemana mas?" tanya Ayla yang saat ini mereka tengah berada di meja makan bersiap untuk makan malam yang sudah di siapkan sebelumnya oleh bi Nani art yang bekerja di rumah itu
" Mama sama papa sedang pergi ke rumah om Wisnu yang ada di Malaysia, mungkin lusa mereka akan pulang" jawab Al
" Apa terjadi sesuatu mas, kok dadakan gitu perginya?" tanya Ayla sambil mengisi piring Al dengan nasi dan lauk pauknya
" Enggak ada apa-apa sayang, om Wisnu cuma ingin meminta mama sama papa untuk menemaninya melamar calon isterinya" jawab Al menerima piring yang sudah terisi penuh
" Terima kasih sayang!" ucap Al dan Ayla tersenyum
" Memangnya om Wisnu itu belum menikah ya mas?" tanya Ayla penasaran duduk kembali sambil mengisi piring miliknya
__ADS_1
" Belum, om Wisnu dulu pernah hampir menikah tapi pada saat malam sebelum acara pernikahannya om Wisnu mendapati calon isterinya itu selingkuh dengan temannya sendiri jadi setelah itu om Wisnu menutup dirinya dan tidak mau lagi menjalin hubungan dengan wanita manapun." jawab Al menceritakan tentang nasib malang yang pernah dialami oleh adik dari mamanya itu
" Ya ampun kasihan ya om kamu itu mas!" ucap Ayla lalu menyantap makanannya
" Ya namanya juga bukan jodoh semoga saja kali ini mereka berjodoh" Ucap Al berdoa untuk kebaikan om nya
" Amin" Ayla mengaminkan doa Al
" Kalau boleh tahu berapa usia om kamu itu mas?" tanya Ayla
" 3 tahun diatas aku, kenapa memangnya?" tanya Al sedikit terlihat cemburu padahal Ayla cuma bertanya tentang usia saja
" Aishhh... aku cuma sekedar bertanya usia loh mas, enggak usah cemburu sama om sendiri lagi pula aku tahu om kamu juga enggak!" ucap Ayla
" Jelas aku cemburu takut kamu tergoda oleh pesona ketampanan om ku, karena om Wisnu itu tampan ya walaupun masih tampanan suami mu ini" Ayla mencibikkan bibirnya
" Narsis sekali suamiku sukanya muji diri sendiri" ucap Ayla dan mampu membuat Al tertawa
" Suami kamu ini memang tampan kan, jangan menolak kenyataan yang ada akui saja kalau suami kamu ini memang tampan" ucap Al menaik turunkan alisnya
" Terserah kamu ajalah mas!" sahut Ayla pasrah dan Al kembali tertawa
Setelah selesai menghabiskan makanannya Ayla dan Al kembali ke kamar, Ayla duduk sambil menonton televisi yang ada di dalam kamarnya sedangkan Al sibuk dengan laptop yang berada di atas pangkuannya mengerjakan pekerjaan kantor yang tadi sempat tertunda
" Iya mas!" sahut Ayla
" Susunya sudah diminum belum?" tanya Al
" Sudah" Ayla merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya yang sudah mulai mengantuk
" Mas aku tidur duluan ya!"
" Iya sayang, selamat malam isteriku!" ucap Al
" Selamat malam suamiku" Ayla pun memejamkan matanya dan tidak berapa lama sudah terdengar dengkuran halus Ayla yang sudah memasuki alam mimpi
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Al baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
Al lalu merenggangkan ototnya yang terasa pegal setelah itu beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menyambangi isterinya yang sudah tidur lebih dulu
Pagi menjelang, Ayla sudah terbangun lebih dulu.
Ayla membangunkan Al untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, selesai mengerjakan sholat dua rakaat berjamaah, Ayla turun ke dapur untuk membuat sarapan sedangkan Al memilih untuk berolahraga lari pagi disekitar kompleks.
__ADS_1
" Non Ayla sedang apa?" tanya bi Nani yang baru saja masuk ke dapur
" Ih bibi, ini mau buat sarapan bi" sahut Ayla
" Biar bibi aja non yang buatin sarapan untuk non sama den Al" ucap bi Nani
" Enggak usah bi biar saya saja yang masak, udah lama juga saya enggak masak bi, kangen!" ucapnya seraya terkekeh
" Tapi non nanti den Al marah sama saya " ucap bi Nani tak enak hati
" Enggak akan bi, tadi mas Al sudah tau kok, bibi bisa mengerjakan pekerjaan yang lain aja ya bi!"ucap Ayla yang tengah sibuk mencuci sayuran
" Yaudah kalau begitu, tapi kalau non Ayla butuh bantuan bibi bilang aja ya non!" ucapnya
" Iya bi " sahut Ayla dengan senyum ramahnya
Ayla kini sudah selesai dengan kegiatan di dapurnya dan sedang menata masakannya di atas meja makan.
Ayla tersentak kaget saat tiba-tiba Al melingkarkan tangannya di pinggang Ayla
" Sudah pulang mas?" tanya Ayla menoleh kesamping
" Iya sayang, masak apa harum banget bikin mas tambah lapar?" Al semakin merapatkan tubuhnya pada Ayla menghirup aroma tubuh sang istri dalam-dalam
" Kalau lapar itu langsung duduk aja disitu nanti aku sendokin bukan malah mepet-mepet begini aku tuh bukan wangi tapi bau acem habis masak" protes Ayla
" Enggak bau acem kok, mas suka malah pingin makan kamu aja boleh enggak?" goda Al
Bugh
Ayla memukul tangan Al yang sudah lepas kontrol " Mas jangan macam-macam ya ini di meja makan kalau ada yang liat bagaimana, malu tau!" kesal Ayla
" Kenapa harus malu, lagi pula enggak ada yang liat ini!"
Cup
Al mendaratkan kecupan di pipi Ayla sontak membuat Ayla melotot
" Mas ih bandel ya, nanti kalau ada bi Nani gimana, oh ngeselin!" Ayla cemberut
"BI Nani juga paham kali sayang!" Al menoel dagu Ayla gemas
" Mas udah deh jangan genit ih, cepat mau makan dulu apa mau bersih-bersih?" tanya Ayla
__ADS_1
" Mas bersih-bersih dulu aja deh setelah itu baru sarapan!" ucap Al yang langsung pergi ke kamarnya