
Setelah diperiksa oleh dokter Reno keadaan Al dinyatakan baik-baik saja membuat kening Al berkerut mendengar penuturan dokter jomblo itu
" Kalau gue enggak kenapa-napa terus mual-mual sama pusing gue dari pagi itu apa? ah dasar dokter gadungan" keluh Al mencibir
" Ya mana gue tahu tapi dari hasil pemeriksaan tadi loe benar-benar dalam keadaan sehat Al, ya walaupun sebenarnya ada sebagian orang yang mengalami hal yang sama seperti yang loe alami saat ini Al, tapi kalau gue rasa enggak mungkin loe mengalaminya Al kecuali_ " dokter Reno melirik ke Ayla
" Jangan berani-berani meliriknya dokter si*Lan, mau gue congkel mata loe?" Geram Al
" Jaga mata loe Ren, jangan coba-coba berani menatap wanita disampingnya kalau loe masih mau hidup" bisik Arlan memperingatkan
Reno mendengus kesal baru meliriknya sekilas saja sang pawang sudah semarah itu apalagi menyapanya bisa ditelan hidup-hidup mungkin
" Cepat lanjutkan apa maksud ucapan loe tadi ?" Al menatap tajam pada dokter Reno
Dokter Reno menghela napas berat sebelah menjelaskan
" Seorang pria mengalami mual dan muntah seperti yang loe alami sekarang ini padahal tubuhnya dinyatakan sehat itu dikarenakan pria itu sedang mengalami ngidam kehamilan simpatik di mana istrinya yang sedang hamil tapi suaminya yang mengalami ngidamnya atau mualnya" terang dokter Reno menjelaskan membuat sepasang suami isteri itu saling tatap tatapan
Detik kemudian keduanya tersenyum dan Arlan hanya menatap kasihan pada bos sekaligus sahabatnya itu
" Lalu sampai berapa lama biasanya kehamilan simpatik itu berlangsung?" tanya Al
" Tergantung, ada yang hanya sampai tri semester pertama ada juga yang sampai isterinya melahirkan" Sahut dokter Reno
" Aishhh... lama sekali sayang" ucap Al pada Ayla yang berada di sampingnya
" Sabar ya mas!" Ayla mengulum senyum tapi ada rasa kasihan terhadap suaminya itu, Alya bersyukur tidak mengalami mual-mual tapi tidak pernah menyangka justru suaminya yang mengalaminya
" Apa jangan-jangan kalian_?" Reno tidak melanjutkan ucapannya
" Kalian apa? isteriku sedang hamil jadi kemungkinan besar aku sedang mengalami kehamilan simpatik seperti yang kau katakan tadi bisa saja terjadi bukan?" ucap Al membuat dokter Reno dibuat kaget
" Isteri?"
" Iya, kenapa memangnya?"
" Cik, kau sudah menikah tapi tidak memberitahu ku?" Reno berdecak
" Hanya pernikahan sederhana tidak banyak yang tahu tentang ini hanya orang terdekat saja" sahut Al
" Kenapa?"
" Ini atas permintaan isteriku " sahut Al menoleh ke Ayla sekilas
" Baiklah kalau begitu selamat atas pernikahan kalian dan juga atas kehamilan putrimu!" Dokter Reno mengulurkan tangannya pada Al lalu beralih pada Ayla
Al dengan cepat menjabat tangan dokter Reno yang hendak menyalami tangan Ayla
" Posesif sekali!" Dokter Reno berdecak kesal karena hanya untuk berjabat tangan saja Al melarangnya
" Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan!" ucap Al
" Kau yang terlalu posesif Mr. arrogant !" cibir dokter Reno
Setelah selesai dengan tugasnya dokter Reno pamit pergi karena ada telpon dari rumah sakit tapi sebelum itu ia sudah meresepkan vitamin untuk Al.
" Sayang sebaiknya kamu istirahat aja di rumah, wajah kamu pucat" Ayla nampak begitu khawatir dengan keadaan Al
Arlan setelah mengantarkan dokter Reno dia pun pergi untuk menebus resep vitamin yang diberikan dokter Reno
Sudah hampir waktunya jam makan siang Ayla belum juga kembali ke ruangannya membuat Sasa dan Mina bertanya-tanya sedang apa isteri dan bosnya itu diruangan
" Sa apa mungkin mereka sekarang sedang, ehem-ehem?" bisik Mina
" Wah omes nih anak, bisa-bisanya loe mikir kearah situ?" Sasa geleng-geleng kepala mendengar bisikan Mina ditelinganya
" Ya siapa tau aja, secara mereka itukan sudah sah!"
Sasa menepuk jidat Mina " Iya tapi ini dikantor mana mungkin mereka melakukan hal kayak begituan di ruang kerja"
Mina cengar cengir " Ya siapa tahu aja mereka sudah enggak tahan"
Kali ini Sasa menjitak kepala Mina " Otak jangan dibuat mikir yang mesum-mesum, ingat masih jomblo!"
Mina terkekeh " Nasib jomblo"
" Eh loe berdua, kemana tuh si Ayla sampai jam segini belum balik lagi ngeja**Ng dulu dia?" cibir Nola
" Wah nih orang perlu gue lakban kayaknya tuh mulut!" geram Mina
" Hebat banget ya teman loe itu, magang di perusahaan besar kayak gini kerjanya cuma menemani bos doang, kalau enggak ngeja**Ng apa itu namanya ?" ucap Dira mengejek
Beberapa karyawan yang berada di satu ruangan dengan mereka saling berbisik mereka sudah termakan dengan gosip murahan yang disebarkan oleh Nola dan Dira
" Kalau kalian enggak tahu apa-apa mending loe berdua tutup mulut aja deh dari pada jadi fitnah kalian juga yang rugi!" ucap Sasa dengan santai
" Cih, kalian aja yang munafik dan bodoh. Ayla kelihatannya doang sok polos tapi faktanya dia itu suka dipolosin" Nola tertawa meremehkan
Yang lain hanya diam mendengarkan tak berani ikut campur
Setelah jam istirahat Ayla yang sejak tadi berada di ruangan Al pamit untuk kembali ke ruangannya, awalnya Al melarang tapi bukan Ayla kalau tidak bisa membuat Al mengizinkannya
__ADS_1
Saat keluar dari lift kebetulan Ayla berpapasan dengan Nola dan Dira yang baru saja kembali dari kantin
" Asik bener ya yang jadi simpanan bos!" sindir Nola yang sengaja mengeraskan suaranya supaya Ayla mendengar ucapannya
" Iya betul kerjanya cuma nemenin bos di ruangannya dan enggak ada kerjaan lain" Dira menimpali ucapan Nola
" Waahhh.... ngapain aja tuh di dalam ruangan?"
" Biasanya ngapain ya kalau cowok dan cewek berada di dalam satu ruangan berdua doang?"
" Main kuda-kudaan" sahut Nola lalu keduanya tertawa
Ayla tidak menggubris ucapan keduanya, dia lebih memilih terus berjalan menuju ruangannya
Nola yang diacuhkan oleh Ayla merasa geram dan seketika tangannya menarik pergelangan tangan Ayla
Grep
Ayla tersentak lalu berbalik badan karena Nola menarik tubuhnya dengan paksa
" Aaa..." Ayla kaget ditarik dari belakang
" Loe?"
Kesal Ayla menatap nanar kedua orang yang ada di hadapannya
" Eh jala*Ng enak bener ya kerjaan loe cuma menemani bos, dibayar berapa loe sekali main?" ucap Nola merendahkan, Ayla tersenyum miring menatap Nola dengan tajam
" Kenapa, loe iri sama gue?" Nola tertawa mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Ayla
" Gue iri sama loe, ha..ha.. ngapain gue iri sama jala*Ng seperti loe, enggak level" Ucap Nola dengan wajah sombongnya
" Terus kenapa loe suka banget cari gara-gara sama gue?" Ayla melipat tangannya di dada
" Karena gue enggak suka sama orang yang curang kayak loe, mendekati pak Andi, lalu beralih ke pak Arlan dan sekarang loe malah jadi jala*Ngnnya pak Al, demi apa Loe lakuin itu kalau bukan demi mendapatkan nilai yang bagus, iyakan?" tuduh Nola
" Tidak perlu melakukan hal itupun gue pasti akan mendapatkan nilai yang tentu saja akan memuaskan karena gue gunakan ini" Ayla menunjuk kepalanya sendiri " Untuk berpikir dan bekerja bukan untuk mencari-cari keburukan orang lain sampai lupa dengan keburukannya sendiri" sindir Ayla
" Cih, sok bijak loe padahal cewek macam loe cuma memanfaatkan kecantikan dan tubuh loe doang demi mendapatkan apa yang loe inginkan!" Ayla menghela napasnya berat sepertinya berurusan dengan Nola dan Dira tidak akan ada gunanya
" Terserah loe mau menilai gue apa, tapi yang jelas gue tidak seperti yang loe tuduhkan " Tekan Ayla
" Ya mana ada maling ngaku"
" Ya karena gue juga bukan maling" sahut Ayla
" Loe sekarang sudah banyak bicara ya!" geram Nola
" Alahhhh munafik loe!" cibir Dira
" Kalian kalau enggak tahu apa-apa jangan jadi orang yang sok tahu deh, lagian apa sih untungnya kalian ikut campur dalam urusan orang?" Ayla benar-benar sudah tidak bisa menahan kekesalannya lagi
" Karena kita enggak suka sama loe dan berharap loe keluar dari perusahaan ini!" ucap Nola terang-terangan
" Kalau kalian enggak suka kenapa bukan kalian aja yang Keluar?" tantang Ayla
" Wah udah berani loe ya sekarang mentang-mentang sudah menjadi simpanan bos, dasar cewek murahan!"
Brukkk
" Aaww.... ah perut gue!" Ayla yang di dorong oleh Nola terjatuh di lantai
"Rasain situ!" Nola tertawa puas saat melihat Ayla mengerang kesakitan
" Ayok !" ajak Nola pada Dira
Dira yang hendak melangkah menyusul Nola yang sudah jalan lebih dulu membulatkan matanya saat melihat sesuatu yang mengalir di kaki Ayla
" Ayla loe_?" tanya Dira yang pandangannya mengarah pada kaki Ayla
Ayla yang merasakan kesakitan mengikuti arah pandang Dira dan seketika membuatnya terkejut bukan main
"Da... darah!" Ayla sudah tidak bisa mengontrol perasaannya lagi, ketakutan akan terjadi sesuatu pada janinnya membuat tubuhnya lemas
"To... tolong!"
Brukk
Dira bergetar matanya membulat sempurna saat melihat tubuh Ayla yang sudah tergeletak di lantai tidak sadarkan diri
Nola terus berjalan dengan perasaan senang karena sudah membuat Ayla mengaduh kesakitan
" Dasar lemah didorong segitu aja sudah merengek kesakitan" Gumam Nola sepanjang jalan menuju ruangannya
Nola tidak sadar kalau Dira masih tertinggal dibelakang, dia memasuki ruangan sendirian dan saat menoleh ia bingung karena tidak melihat keberadaan Dira
" Eh tuh anak kemana?" bingung Nola lalu kembali cuek karena hatinya begitu senang
Sementara Dira tidak tahu harus berbuat apa melihat kondisi Ayla ia pun sedikit panik, akhirnya mau tidak mau Dira memutuskan untuk berlari mencari bantuan.
Brukk
__ADS_1
Karena panik Dira tidak memperhatikan jalan dan diapun terjatuh karena menubruk seseorang
Deg
Mata Dira melotot sampai hendak loncat dari tempatnya
" Ma....maaf pak!" tubuh Dira bergetar rasa takut dan gugup begitu mendominasi
" Apa kamu akan terus duduk seperti itu?" tanya seorang pria yang hampir membuat jantung Dira melompat
"I.. iya pak ma... maaf" Dira berusaha bangkit tapi karena ketakutannya Dira sampai terjatuh lagi
" Kau ini kenapa, seperti melihat hantu saja?" pertanyaan yang langsung menyadarkan ingatan Dira akan keadaan Ayla
Dira dengan cepat langsung beranjak berdiri
" I... iya pak, to... tolong pak, to.. tolong A... Ay... Ayla pak!" ucap Dira dengan terbata-bata
" Ayla?" sentaknya
" Ada apa dengan Ayla? cepat katakan!" bentaknya membuat Dira semakin tegang
" A.. Ayla pingsan pak dan ti.. tidak sadarkan diri di lorong sana dekat lift!" jawab Dira yang langsung berlari memberitahu keberadaan Ayla
Jantung Arlan berdegup kencang melihat isteri dari sahabatnya itu dalam keadaan yang sungguh memperihatinkan.
" Da... darah, oh ya tuhan!" Arlan panik dan tanpa pikir panjang lagi langsung menggendong Ayla soal Al akan marah karena sudah lancang menyentuh isterinya itu soal belakangan yang penting adalah nyawa Ayla dan bayinya
" Cepat beritahu pak Alveer, aku akan membawanya ke rumah sakit dan satu lagi jangan sampai kejadian ini sampai tersebar ingat itu, cepat pergi!" bentak Arlan yang merasa panik takut isteri bosnya itu kenapa-napa
Dira tersentak karena mendapat bentakan dari Arlan apalagi tatapan matanya yang begitu tajam.
Dengan napas yang memburu Dira langsung berlari ke ruangan Al sedangkan Arlan sudah membawa pergi Ayla melalui jalur khusus karena tidak ingin Ayla menjadi bahan pembicaraan karyawan lainnya.
" Hoss... Hoss.... !" Dira sampai di depan meja mba Monik dengan napas ngos-ngosan
" Maaf bu apa pak Alveer nya ada?" tanya Dira dengan tubuh yang masih terlihat gemetar
" Ada, kamu siapa dan ada perlu apa kamu mencari pak Al?" tanya mba Monik
" Saya Dira dari bagian pemasaran bu, saya diperintahkan pak Arlan untuk menemui pak Alveer" jawab Dira masih terlihat sedikit gugup dan gelisah takut terkena amukan bosnya yang terkenal galak itu
" Bisa bicara saja sama saya nanti biar saya yang menyampaikan pada pak Al!" ucap mba Monik dan Dira menggeleng
" Maaf Bu saya tidak berani,tolong bu beritahu pak Al ini sangat darurat saya takut kena !" ucap Dira
Mba Monik mendengus kesal lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke ruangan atasannya itu
Tok
Tok
Tok
" Masuk!" teriak Al dari dalam ruangan
Ceklek
" Maaf pak ada yang ingin bertemu dengan bapak" ucap Mba Monik memberitahu Al
" Siapa?"
" Namanya Dira dari bagian pemasaran pak"
" Untuk apa dia mencari ku?"
" Katanya atas perintah pak Arlan!" Al mengerutkan keningnya untuk apa Arlan menyuruh orang menemuinya
" Yaudah, suruh dia masuk!" titah Al
" Baik pak!" mba Monik keluar dari ruangan Al dan menyuruh Dira untuk masuk
" Permisi pak!" ucap Dira dengan suara sedikit bergetar setelah masuk ke dalam ruangan Al
Jantungnya berdegup begitu kencang berhadapan langsung dengan Al semakin membuatnya semakin gugup dan gemetaran
" Ada apa cepat katakan?" suara bariton yang terdengar sangat tegas membuat Dira tersentak dan menegang
" pa... pak.. Arlan me .. meminta sa..saya u..un.. untuk memberitahu bapak, Ka.. kalau pak Arlan se..sekarang sedang membawa Ayla ke rumah sakit, Ayla tadi pingsan dan dikakinya ada darah" Jawab Dira dengan suara terbata-bata
" Apaaa?" mata Al membulat sempurna rahangnya mengeras terkejut bukan main
Deg
Deg
Deg
Jantung Al berdegup sangat kencang napasnya memburu hebat mendengar kata darah membuat pikirannya tidak karuan, rasa takut kini begitu menghantuinya, takut terjadi sesuatu dengan isteri dan calon bayinya
Al langsung melesat pergi meninggalkan Dira diruangannya yang masih terlihat tegang dan juga tercengang melihat bosnya yang begitu panik dan mengkhawatirkan Ayla
__ADS_1