DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Pulangnya Ayla dan baby Aliza


__ADS_3

Hari ini kondisi Ayla dan juga baby Aliza sudah dinyatakan baik dan sehat, keduanya pun sudah di izinkan pulang.


Ayla merasa sangat senang akhirnya bisa pulang ke rumah yang sudah sangat ia rindukan karena beberapa hari ia tinggal menginap di rumah sakit.


" Hari ini kita akan pulang sayang, Oma dan Opa pasti sudah menunggu kita di rumah" ucap Ayla kepada bayinya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajah cantiknya


" Iya, sayang, mama sama papa sudah tidak sabar menunggu kita pulang, sedari tadi mama terus saja menghubungi mas" ucap Al menimpali ucapan sang isteri


" Sudah beres semuanya Al, ayo pulang! " ucap Arlan yang tiba-tiba saja sudah masuk ke ruangan Ayla bersama Dira. Mereka berdua baru saja selesai mengurus kepulangan Ayla


" Ayo sayang" Al membantu Ayla berdiri lalu baby Aliza di ambil alih kedalam gendongan Dira


Setelah sampai di mobil yang sudah terparkir di depan lobi rumah sakit baby Aliza pun kembali ke dalam gendongan Ayla.


Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah keluarga Kusuma


Dira yang duduk di depan bersama Arlan yang menyupiri mobil Al dengan sigap langsung turun dari dalam mobil lalu membukakan pintu untuk Ayla


" Terima kasih ya Dira!" ucap Ayla sambil melempar senyumnya


" Sama-sama" ucap Dira balas tersenyum


Ayla berjalan beriringan dengan Al yang tidak lepas menyunggingkan senyum bahagianya


" Assalamualaikum" ucap Ayla dan Al bersamaan saat memasuki rumah besar tersebut


" Wa'alaikum salam" jawab mama Ambar saat mendengar suara anak dan menantunya


Mama Ambar dan papa Kusuma yang sedang duduk di ruang keluarga pun langsung beranjak dari duduknya


" Akhirnya kalian sampai juga, mama mu itu sedari tadi sudah tidak sabar banget menunggu kalian pulang" ucap papa Kusuma


" Iya mama memang sudah tidak sabar pah ingin menggendong cucu mama yang cantik ini, ya sayang ya" ucap mama Ambar sambil mengambil alih baby Aliza dari gendongan Ayla


Al merangkul bahu Ayla lalu menyuruhnya untuk duduk di sofa


" Iya, papa juga sudah tidak sabar ingin bertemu cucu opa yang cantik" ucap papa Kusuma lalu mendekat ke mama Ambar untuk melihat baby Aliza


Al dan Ayla saling melempar pandang lalu keduanya pun tersenyum


" Assalamualaikum " ucap Dira yang muncul bersama Arlan membuat Al dan Ayla menoleh begitu juga dengan mama Ambar dan papa Kusuma


" Wa'alaikum salam" jawab mereka serempak


Dira menyalami punggung tangan mama Ambar dan papa Kusuma yang kini tengah duduk di sofa sambil memangku cucu kesayangannya itu


" Kalian baru datang apa bareng dengan Ayla dan Al?" tanya mama Ambar


" Bareng tante" jawab Dira


" Loh kok tante lagi? panggil mama sayang kamu itu kan sekarang sudah mama anggap seperti putri mama sendiri, jadi jangan sungkan" ucap mama Ambar


" Iya, Dira yang mama katakan itu benar sebaiknya kamu itu belajar memanggil mama apalagi sebentar lagi kamu itu kan akan segera menikah dengan kak Arlan" ucap Ayla menggoda membuat wajah Dira langsung bersemu merah mendengar ucapan Ayla


" Ay_" ucap Dira tertahan

__ADS_1


" Udah enggak usah merasa malu , kelamaan mikir nanti keburu kak Arlan digaet cewek lain loh" ucap Ayla lanjut memanas-manasinya


" Iya, kalian cepatlah segera menyusul buat apa nunggu lama-lama, kalau sudah menikah kalian kan bisa menambahkan mama cucu" ucap mama Ambar menimpali ucapan Ayla lalu terkekeh membuat Dira dan Arlan dibuat menjadi salah tingkah


Dira hanya tersenyum dengan wajah yang menunduk karena malu sedangkan Arlan menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal


" Tuh Dira kamu sudah mendapat lampu hijau loh dari mama" ucap Ayla menaik turunkan alisnya


" Sudah sayang jangan menggoda mereka terus, kamu itu harus banyak istirahat, jangan sibuk mengurusi hubungan mereka terus" ucap Al memperingatkan sang isteri


" He...he... iya mas"


" Yaudah sekarang kamu istirahat, aku antar ke kamar biar baby Aliza sama mama aja dulu" ucap Al membantu Ayla berdiri dari duduknya


Ayla sebenarnya kondisinya sudah sangat sehat tapi dasar si Al, dia begitu posesif terhadap isterinya jadi tidak ingin melihat isterinya kecapean dan kelelahan.


Melihat sendiri bagaimana perjuangan Ayla yang bertaruh nyawa untuk melahirkan buah hati mereka membuat Al merasa sangat bersalah dan juga bangga, kecintaannya kepada sang isteri semakin besar, dia pun berjanji di dalam hatinya akan memperlakukan Ayla dengan sebaik-baiknya tidak akan membiarkan isterinya itu kelelahan dan akan berusaha membahagiakan sang isteri tercinta


" Tapi mas_"


" Enggak ada tapi-tapian, nanti kalau baby Aliza nangis mas antar ke kamu" ucap Al yang tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh Ayla ke udara


" Massss..." pekik Ayla yang terkejut dengan tingkat suaminya dan dengan reflek karena takut jatuh Ayla pun mengalungkan tangannya di leher Al


" Sudah jangan kebanyakan protes" tegas Al


" Sebaiknya kamu memang harus banyak istirahat Ay, nurut apa kata suami kamu biar baby Aliza sama mama aja dulu nanti kalau rewel baru mama kasihin" ucap mama Ambar


" Iya mah, maaf jadi ngerepotin mama" ucap Ayla merasa tidak enak hati


" Terima kasih ya mah" ucap Ayla dengan senyum penuh kebahagiaan


" Iya sayang sama-sama, mama juga berterima kasih sama kamu karena sudah memberikan kami cucu yang cantik dan menggemaskan" balas mama Ambar


" Yaudah, mah kami pamit ke kamar dulu ya" ucap Al


" Iya"


" Al ingat jangan macam-macam kamu ya, isteri kamu baru melahirkan jangan diajak yang enggak-enggak" ucap papa Kusuma menginginkan sang putra


Ayla yang mendengar ucapan sang mertua tidak kuasa menahan rasa malunya, wajahnya sudah merah seperti tomat.


" Ishh... papa apaan sih, ya enggak mungkinlah Al melakukan hal yang enggak-enggak setelah melihat secara langsung bagaimana perjuangan isteri Al melahirkan baby Aliza, Al juga tahu diri pah nunggu waktunya yang tepatlah pah ." sahut Al sebelum melesat pergi ke kamarnya yang ada di lantai 2 sambil geleng-geleng kepala


" Papa ini ada-ada aja, putra kita juga tahu diri lah pah, dia itu bukan papa yang enggak pernah sabaran nunggu waktu nifas mama setelah melahirkan Al dulu" sindir mama Ambar membuat papa Kusuma cengengesan seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Arlan dan Dira hanya senyam-senyum melihat tingkah pasutri yang sudah tidak muda lagi itu, di dalam hati keduanya berharap bisa seperti mereka. menikah dan menjalani biduk rumah tangga sampai menua bersama


"Arlan" seru papa Kusuma membuyarkan lamunan Arlan


" Iya Om" sahut Arlan


" Kamu jangan om lagi, mulai sekarang kalian berdua biasakan panggil kami mama sama papa" ucap mama Ambar kepada sepasang kekasih itu


" I..iya mah" jawab Arlan sedikit canggung

__ADS_1


" Kapan kalian menikah?" tanya papa Kusuma tanpa basa basi lagi


" Eh?" Dira dan Arlan tersentak kaget mendengar pertanyaan dari papa Kusuma


" Emm... Aku sih siap kapan saja tapi sepertinya Dira yang masih belum siap untuk hal itu pah" jawab Arlan lalu melirik sekilas ke arah Dira


Dira yang di lirik Arlan nampak begitu gugup dan salah tingkah apalagi ditatap intens oleh papa Kusuma dan mama Ambar


" Apa kamu masih belum siap Dira?" tanya mama Ambar dengan suara pelan


" Emm... anu..emm... itu, saya_!" Dira begitu gugup, bingung harus menjawab apa rasanya ia ingin menghilang saja dari hadapan mereka semua.


" Kenapa gugup begitu, hem? kalau kamu memang belum siap aku enggak apa-apa kok sayang, papa sama Mama juga pasti ngerti kok sayang" ucap Arlan


Jlep


Kata-kata Arlan sungguh membuat Dira merasa tidak enak hati, sebenarnya Dira bukannya belum siap terapi di dalam hati dan pikirannya dia masih memikirkan keadaan kakek dan juga neneknya. Dira masih belum siap meninggalkan mereka berdua saja di rumah dan tanpa ada yang mengurus. walaupun ada seorang art yang dipekerjakan Arlan untuk mengurus mereka tetap saja Dira merasa tidak akan tenang meninggalkan dua orang yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya itu.


" Sebenarnya_" ucapan Dira terjeda


" Katakan saja sayang, mama sama papa akan mendengarkan jawaban kamu" ucap mama Kusuma


" Mah, sebaiknya bawa baby Aliza ke kamar dulu sana, kasihan tuh sudah tidur!" ucap papa Kusuma yang melihat bayi mungil di gendongan sang isteri tertidur dengan nyenyaknya


" Iya pah, mama tinggal dulu ya mau mengantarkan baby Aliza, nanti kita ngobrol lagi" ucap mama Ambar beralih pada Arlan dan Dira


" Iya mah" jawab Arlan dan Dira bersamaan


Arlan dan Dira kini tengah mengobrol seputar pekerjaan sambil menunggu mama Ambar


Sementara di dalam kamar Ayla belum lama tertidur dan Al sendiri baru saja keluar dari dalam kamar mandi


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar, Al yang baru selesai mandi pun langsung berjalan ke arah pintu


Ceklek


" Mamah" beo Al ketika melihat sang mama yang datang


" Aliza tidur" ucap sang mama seraya masuk ke dalam kamar Al dan Ayla


" Letakkan di box bayi aja mah" ucap Al


" Ayla sudah tidur?" tanya mama Ambar dengan suara pelan takut membangunkan sang menantu


" Iya mah baru aja tidur" jawab Al


Setelah meletakkan baby Aliza ke box bayi mama Ambar pun langsung pergi keluar.


Al yang merasa lelah pun memutuskan untuk ikut merebahkan tubuhnya di samping sang isteri dan tidak berapa lama ia pun ikut terlelap.

__ADS_1


__ADS_2