
Kabar kelahiran dari baby Adam langsung terdengar di telinga Keluarga besar Abi Aasim.
Tiga hari setelah Faiha melahirkan baby Adam, Alzam, Syahlaa, baby Aara, Zarina, Umi Anum, Iffah, Aaqil, dan juga Abi Aasim beserta Shaher dan adiknya, mereka semua langsung terbang ke Prancis untuk menjenguk dan melihat sang keponakan tercinta.
Kedatangan mereka semua sudah ditunggu oleh Rain dan Faiha, sebab mereka juga sudah cukup rindu dengan mereka semua.
Sesampainya mereka semua di salah satu Bandara yang ada di Prancis, tentu saja mereka semua langsung segera menuju ke rumah super mewah milik Rain dan Faiha.
Sekitar kurang lebih satu jam lamanya berada di dalam taksi, akhirnya mereka semua sampai juga di rumah Rain, dan kedatangan mereka semua langsung disambut ramah oleh Keluarga besar Rain yang memang sudah berada di rumah Rain sejak kemarin.
Dari Mama Maria, Papa Charles, adik perempuan Rain, ipar, kakek dan juga Nenek Rain, semuanya berkumpul di situ.
Serta kebetulan juga Faiha baru saja pulang dari rumah sakit tempatnya melahirkan baby Adam pagi hari tadi.
" Masyaallah, cucu Nenek, bule lagi ",, kata Umi Anum pada waktu itu sambil menggendong baby Adam.
Perkataan dari Umi Anum langsung disambut tawa oleh semua Keluarganya, karena memang wajah dari baby Adam sangat mirip sekali dengan Rain.
" Iya Umi, Fai yang bersusah payah hamil, tapi lahir wajahnya tidak mirip Fai ",, jawab Faiha sambil tertawa.
" Kan lagi pula mirip bapaknya Fai, kalau mirip yang lain, itu baru yang berbahaya ",, kata Aaqil mencandai Faiha.
" Nah benar tuh ",, jawab Iffah.
" Kak Aaqil bisa saja ",, kata Faiha sambil tertawa.
Candaan dari Aaqil tadi langsung membuat semua Keluarga Abi Aasim tertawa lagi.
Keramaian rumah Rain menjadi tambah berwarna, dengan adanya baby Aara yang sudah mulai berlatih berjalan.
Kelucuan dari baby Aara juga langsung memikat hati Keluarga besarnya Rain.
Baby Aara yang semakin besar, wajahnya yang perpaduan dari Alzam dan Syahlaa, membuat ada kesan estetika tersendiri yang sangat apik sekali.
Kulit putih khas orang bule, tapi wajah khas orang Indonesia, kan lucu jadinya, coba deh kalian bayangkan, bisa tidak, pasti tidak bisa kan,?? sama kaya authornya, wkwkwk.
Untuk Ezio sendiri, ketika mendengar sang sekretaris kepercayaannya baru saja mendapatkan anak pertamanya, dia langsung menjenguk dan memberikan berbagai hadiah yang harganya tidak main-main, jika dirupiahkan bisa mencapai lima puluh juta rupiah.
Ada mainan, kereta bayi, jaket bayi, sepatu bayi, pakaian, topi, pokoknya untuk baby dan semua itu bermerek serta branded.
Tidak terasa tahun berganti dengan tahun, baby Aara yang dulu kecil, sekarang sudah berumur tiga tahun saja.
Itu artinya Zarina saat ini juga sudah berumur delapan tahun, baby Adam sekitar kurang lebih satu tahun, dan baby Nicko pun juga sama satu tahun, ( maaf jika salah nulis umurnya ya ).
Semakin bertambahnya umur, Zarina semakin mengerti bagaimana keadaan sebenarnya antara sang Mama dan sang Papi.
Yang Zarina tahu, jika sang Mama dan Papinya dulu pernah menikah dan bercerai, setidaknya lebih baik Zarina tahu seperti itu, daripada dia tahu cerita yang sesungguhnya.
__ADS_1
Jika kalian ingin tahu, apakah Ezio sudah menikah, jawabannya belum sampai sekarang.
Seperti perkataannya yang lalu, Ezio masih belum ada niat untuk menikah lagi dan masih ingin menikmati waktu kebersamaannya dengan Zarina.
Walau sudah banyak wanita yang datang silih berganti untuk mendapatkan hatinya, tapi diantara mereka semua tidak ada yang bisa memikat hati Ezio.
Ketika para wartawan yang dulu gencar mencari tahu siapa anak kecil yang selalu bersama Ezio, akhirnya Keluarga besar Dwayn, yaitu Papa Fransisco, Mama Ingrid, serta Ezio dan juga Zarina, langsung melakukan jumpa pers kepada awak media untuk memperkenalkan Zarina ke publik, jika dia adalah anak kandung Ezio Dwayn dan penerus bisnis Dwayn selanjutnya.
Pastilah para wartawan banyak bertanya, kenapa Zarina berhijab, sedangkan mereka semua tahu, jika Ezio sekeluarga Nonis.
Dengan santainya Ezio menjawab, jika sang putri menganut ajaran yang dianut oleh Mamanya.
Banyak lagi yang bertanya, siapakah Mamanya Zarina, karena setahu mereka lagi, setelah bercerai dengan Klara dulu, mereka semua tidak pernah mendengar kabar Ezio menikah.
Lagi dan lagi dengan santai Ezio menjawab, Mamanya Zarina bukan tipe wanita yang haus dengan kemewahan dan ketenaran, jadi untuk apa mengumbar sesuatu yang tidak disukai oleh orang yang dia cintai.
Gaya bicaranya Ezio pada waktu itu kepada awak media, terkesan jika dia sangat mencintai Syahlaa, namun, tanpa mereka ketahui pada kenyataannya memang seperti itulah.
" Lalu di mana Mamanya Nona Zarina sekarang Tuan Ezio, kenapa dia tidak ada di sini bersama kalian?? ",, ada yang bertanya seperti itu juga.
Tidak selamanya hubungan bisa berjalan sejalan, dan kami memutuskan untuk memulai hidup kami masing-masing.
Singkat, padat dan jelas jawaban yang diberikan oleh Ezio, setelah itu dia mengajak ke dua orang tua dan juga Zarina untuk berlalu pergi dari situ.
Klara yang melihat berita itu, dia hanya tersenyum tipis dan tidak mau banyak berkomentar, sebab dia sudah bahagia dengan Keluarganya sendiri.
Sejak saat itu, kedatangan Zarina ke Prancis akan selalu menjadi sorotan di mana pun dia berada, makanya Ezio akan selalu memberikan kawalan yang ketat untuk Zarina jika dia sedang berada di Prancis.
Alzam dan Syahlaa mengerti posisi Ezio, sebab tidak mungkin dia bercerita sesungguhnya, karena itu bisa menjadi berita skandal yang menghebohkan.
" Papi, bolehkah Zarina bertanya sesuatu?? ",, tanya Zarina kepada Ezio.
Saat ini mereka berdua sedang menikmati waktu kebersamaan mereka di salah satu taman kota yang ada di Negara Prancis, dan tidak jauh dari rumah mewah milik Ezio.
Sambil menikmati es krimnya, Ezio pun menjawab pertanyaan dari Zarina.
" Tanyakanlah saja sayang, apa yang ingin Zarina tanyakan ",, jawab Ezio kepada Zarina.
" Papi, kenapa dulu Papi tidak kembali saja sama Mama, jadinya Mama kan tidak menikah dengan Ayah dan tinggal di Indonesia?? ",, tanya Zarina kepada Ezio.
" Jika Mama tidak menikah dengan Ayah, pasti Zarina tidak akan pulang pergi Prancis - Indonesia, atau sebaliknya, dan kita bertiga, atau bisa jadi dengan adik-adiknya Zarina, kita semua bisa berkumpul menjadi satu ",, kata Zarina lagi.
Mendengar pertanyaan dari sang putri, Ezio langsung terdiam, memandang lurus ke depan, dan membiarkan es krim yang di makannya mencair dengan sendirinya.
" Ada satu hal yang belum kamu ketahui dari Papi dan Mama sayang ",, jawab Ezio kepada Zarina.
" Belum saatnya kamu mengetahuinya, karena kamu masih kecil dan belum cukup umur ",, kata Ezio lagi.
__ADS_1
Ezio lalu mengalihkan pandangannya ke arah Zarina, sambil mengatakan sesuatu.
" Zarina ",, kata Ezio.
" Iya Papi ",, jawab Zarina sambil memandang sang Papi.
" Apakah kamu mau berjanji kepada Papi?? ",, tanya Ezio.
" Janji soal apa Papi?? ",, tanya balik dari Zarina.
" Berjanjilah kepada Papi, jika kamu sudah besar dan mengetahui semua hal yang terjadi antara Mama dan Papi, tolong kamu jangan membenci Papi, karena Papi pada waktu itu menjadi laki-laki yang bodoh, Zarina ",, jawab Ezio.
" Apakah kamu mau berjanji soal itu Zarina?? ",, tanya Ezio.
Zarina sambil memegang erat ke dua tangan sang Papi, dia lalu menjawab.
" Apapun yang terjadi dengan Papi dan Mama dulu, Papi tetap Papinya Zarina, dan Zarina sangat sayang sekali dengan Papi, begitupun dengan Ayah Alzam dan Mama, kalian bertiga adalah orang-orang yang Zarina sayang, termasuk baby Aara dan calon adik Zarina yang ke dua ",, jawab Zarina sambil tersenyum.
Ezio yang mendengar perkataan dari Zarina, dia membuang es krimnya dan langsung memeluk Zarina dengan sangat erat sekali.
" Eh tunggu, tadi Zarina bilang, calon adik ke duanya Zarina,?? apa itu artinya Mama sedang hamil lagi sayang?? ",, tanya Ezio kepada Zarina.
" Iya Papi, Mama sedang hamil lagi bahkan kemarin sebelum Papi menjemput Zarina, Zarina dan Aara baru saja menemani Mami periksa adik bayi ",, jawab Zarina.
Syahlaa baru kemarin dinyatakan positif hamil lagi, dan itu adalah kehamilan ke tiga untuk Syahlaa.
Alzam yang mendapatkan kejutan dari sang istri dengan sebuah testpack bergaris dua, dia sungguh sangat senang sekali.
Karena dia tidak menyangka, jika akan diberikan kepercayaan lagi oleh Allah Yang Maha Esa.
Keesokan harinya Alzam yang sudah membuat janji dengan Dokter kandungan, Alzam langsung mengajak Syahlaa untuk periksa kehamilannya, bersama Zarina dan juga baby Aara.
Kehamilan Syahlaa yang sekarang sedikit berbeda dengan kehamilan pertama dan ke duanya, karena selain faktor umur, kehamilan Syahlaa yang ke tiga cukup lemah, itulah mengapa Alzam sangat ekstra sabar mengurus baby Aara yang sedang sangat aktif sekali, sebab Syahlaa harus bed rest total selama masa hamil.
Dan Ezio yang mendengar jika Syahlaa akan mempunyai anak lagi, ada rasa senang serta bahagia di dalam hatinya, walau itu bukan anak kandungnya sendiri.
Ezio juga dengan tulus mendoakan semoga kehamilan Syahlaa lancar sampai dia melahirkan nantinya.
Ezio dan Zarina yang sudah puas menikmati waktu santai mereka di taman, akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah mewah mereka.
Jika Zarina bosan, dia akan menyuruh sang Papi untuk mengantarkannya ke rumah sang Paman atau sang tante yaitu Rain - Faiha untuk bermain dengan baby Adam.
Rain dan Faiha, belum teringin menambah momongan lagi, karena mereka sedang menikmati waktu mereka dengan baby Adam yang sudah mulai latihan berjalan, makan sendiri, berbicara dan hal yang dilakukan sesuai umurnya.
Sebab Rain dan Faiha tahu, jika baby Adam mempunyai seorang adik, pasti kasih sayang mereka akan terbagi dengan adiknya.
Semua orang mempunyai tujuan dan rencananya sendiri-sendiri, dan apapun semua itu intinya mereka berdoa, semoga itu yang terbaik untuk mereka semua.
__ADS_1
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
***TBC EXTPART***