
Setelah ada kejadian Rain dan Alzam jatuh dari motor, tibalah saatnya menunggu kedatangan semua Keluarga besarnya Rain.
Sejak kemarin sampai hari ini, kediaman Abi Aasim terlihat sangat sibuk sekali.
Karena mereka semua sedang mempersiapkan acara pertunangan Rain dan Faiha, yang akan dilaksanakan malam nanti setelah sholat isya'.
Penghuni Yayasan tidak ada yang tahu jika Rain dan Faiha, mereka berdua sedang menjalin hubungan yang serius, sebab yang tahu hanya Keluarga besar mereka saja.
Karena setahu para penghuni, pengurus dan pekerja di Yayasan Pondok Pesantren Abi Aasim, Rain cuma sahabat dekatnya Syahlaa saja, yang sering datang berkunjung tidak lebih.
Namun ternyata dugaan mereka semua salah besar, dan ketika kemarin sampai sekarang banyak pengurus pondok Pesantren yang dilibatkan untuk membantu persiapan pertunangan Rain dan Faiha.
Mereka semua langsung merasa terkejut, walau begitu mereka semua juga merasa senang, karena Faiha, anak bungsu Pak Kyai sebentar lagi akan segera menikah.
Seperti patah hati masal hari ini, itulah yang sedang terjadi saat ini di dalam Yayasan.
Sebab kebanyakan para pengurus atau santri laki-laki yang masih jomblo, dan yang menyukai Faiha, harus memakan pil pahit, melihat wanita yang mereka sukai, harus bersanding dengan laki-laki bule yang mapan dan juga tampan.
" Faiz, ada apa kau murung saja begitu?? ",, kata salah satu santri laki-laki kepada temannya.
" Lemas aku Ali ",, jawab Faiz kepada Ali.
" Lemas kenapa kau, belum makan kah?? ",, tanya Ali lagi kepada Faiz.
" Tidak,!! ini gara-gara Ning Faiha pujaan hatiku akan bertunangan dengan laki-laki bule itu ",, jawab Faiz kepada Ali.
" Halah lebay ",, jawab Ali sambil tertawa terbahak-bahak.
" Ning Faiha walau tidak ada Tuan bule itu, dia juga tidak akan melirik kamu, karena di sini masih banyak Ustadz yang jomblo dan tampan, contohnya saja Ustadz Ismail ",, kata Ali lagi kepada Faiz.
" Ustadz Ismail yang tampan, sholeh dan lebih dari kamu saja, dia di tolak mentah-mentah sama Ning Faiha, apalagi kamu yang wajah kamu mirip bawahan sandal ",, kata Ali lagi mengejek Faiz.
" Kurang garam kamu Ali ",, kata Faiz sambil melemparkan sandalnya ke arah Ali.
Ali untung saja tahu pergerakan dari Faiz, jadi dia bisa menghindar dari lemparan sandal yang di lakukan oleh Faiz tadi.
Sambil berlalu pergi dari hadapan Faiz, Ali pun terus mentertawakan sang teman yang murung tidak jelas seperti itu.
Yaps, berita perjodohan antara Ismail kemarin dengan Faiha, yang ingin di lakukan oleh Abi Aasim, sudah menyebar sejak kemarin di dalam Yayasan.
Entah bagaimana berita rahasia itu bisa menyebar, namun yang pasti ketika berita itu menyebar, banyak sekali para akhi yang merasa cemburu dengan Ismail.
__ADS_1
Nanti malam Abi Aasim juga mengundang beberapa warga sekitar, termasuk Pak Rt untuk menyaksikan pertunangan antara Rain dan Faiha.
Sedangkan Rain sekarang, sedang berada di perjalanan menuju ke Bandara untuk menjemput semua Keluarga besarnya.
Keluarga besar Rain nanti yang akan datang terdiri, dari Papa, Mama, adik perempuannya, suami dari adiknya, ke dua ponakannya, dan juga Kakek serta Neneknya yang masih hidup.
Sebenarnya Keluarga besar Rain sudah sangat lama sekali menyuruh Rain untuk menikah, akan tetapi Rain terus menolak dan menolak.
Dan tiba-tiba tidak ada angin dan tidak ada hujan, ketika mereka semua tidak mendengar Rain mempunyai kekasih, tahu-tahu memberi kabar jika dia ingin segera menikahi seorang gadis asal Indonesia.
Terkejut, senang, dan penasaran, bercampur menjadi satu di dalam benak Keluarga besar Rain.
Dan mereka semua sudah tidak sabar ingin segera melihat calon istrinya Rain, yaitu Faiha.
Apakah Rain ketika akan berpindah keyakinan kemarin, dia di tentang oleh semua Keluarganya,??
Jawabannya tidak, karena ke dua orang tua Rain, ketika sudah besar membebaskan anak-anak mereka, untuk memegang keyakinan yang mereka yakinin sepenuh hati di dalam hati.
Jika Rain sedang berada di dalam perjalanan menuju ke Bandara, saat ini Faiha justru sedang di goda oleh para sepupunya.
" Cie, Kak Fai, yang sebentar lagi akan menjadi Nyonya bule ",, goda salah satu sepupunya.
" Apaan sih kamu, diam deh ",, jawab Faiha sambil tersenyum malu-malu.
Faiha hanya diam saja, sambil terus menampilkan senyuman malunya.
" Jika nanti Kak Faiha ikut pindah ke Prancis sana, apakah Kak Faiha akan seperti orang bule, padahal saja berbicara Bahasa Inggris tidak bisa ",, goda lagi dan lagi.
Faiha tidak mau menanggapi semua godaan dari para sepupunya, yang bisa dia lakukan hanya diam saja sambil terus tersenyum, dengan tangan yang sedang di ukir menggunakan henna oleh salah satu sepupunya.
Di rumah Abi Aasim benar-benar sangat sibuk sekali, Alzam sebagai sang Kakak tertua, ingin memastikan acara pertunangan dari sang adik berjalan dengan lancar.
Dan tidak terasa setelah berjam-jam lamanya berada di dalam mobil, akhirnya Rain sampai juga di Bandara, dan dia langsung saja masuk ke dalam Bandara untuk menjemput semua Keluarganya yang sudah sampai di Bandara sejak setengah jam yang lalu.
Rain tidak sendirian ketika menjemput semua Keluarganya, karena tidak mungkin satu mobil akan muat untuk semua keluarganya, yang mempunyai tinggi badan di atas rata-rata tinggi badan orang Indonesia.
Rain mengajak salah satu pengurus pondok untuk ikut dengannya juga dan dia mengendarai salah satu mobil mewah milik Alzam.
Ketika sudah sampai di parkiran mobil, semua Keluarga besar Rain pun langsung saja masuk ke dalam mobil yang sudah Rain dan pengurus pondok itu bawa.
Mereka akan menempuh perjalanan beberapa jam lamanya lagi untuk sampai di Yayasan Pondok Pesantren milik Abi Aasim.
__ADS_1
Sedangkan Faiha di rumah, dia terus berdoa di dalam hati, semoga perjalanan Rain bisa berjalan dengan lancar sampai ke Yayasan.
Syahlaa yang melihat Faiha gelisah, dia pun mencoba menghiburnya.
" Sudah, kamu tenang saja, pasti Kak Rain sampai sini dengan selamat ko, dan kamu nanti pasti akan di perkenalkan dengan semua Keluarganya ",, kata Syahlaa menenangkan Faiha yang sedang gelisah.
" Iya Kak ",, jawab Faiha kepada Syahlaa.
" Emm, apakah Kakak sendiri sudah pernah bertemu dengan Keluarganya Kak Rain,?? secara kan Kakak sudah lama sekali kenal dengan Kak Rain?? ",, tanya Faiha kepada Syahlaa.
" Sudah, dulu sering berkunjung ke rumah Kak Rain, mereka baik ko, apalagi Mamanya Kak Rain, dia begitu sayang sekali dengan Kakak, karena Kakak seorang anak yatim piatu ",, jawab Syahlaa kepada Faiha.
" Faiha tidak bisa berbicara Bahasa Inggris, Fai takut jika tidak bisa beradaptasi dengan mereka Kak ",, kata Faiha kepada Syahlaa.
" Belajar, nanti kamu lama kelamaan juga akan bisa sendiri, jika terbiasa berbicara menggunakan Bahasa Inggris ",, jawab Syahlaa kepada Faiha.
" Kak Rain saja, sejak kemarin dia mati-matian belajar Bahasa Indonesia, supaya dia bisa berkomunikasi dengan kamu, masa kamu tidak mau belajar demi dia Faiha, Kakak yakin kamu pasti bisa ",, kata Syahlaa menyemangati Faiha.
" Iya Kak, akan Fai coba, mohon bimbingan dan bantuannya ya Kak ",, kata Faiha kepada Syahlaa.
" Siap adik iparku ",, jawab menggoda dari Syahlaa kepada Faiha.
Faiha hanya tersenyum saja, dengan wajah yang masih terlihat gelisah.
Dan ketika semua Keluarga besar Abi Aasim cukup lama menunggu, akhirnya semua para tamu yang mereka tunggu pun sudah sampai di Yayasan Pondok Pesantren milik Abi Aasim.
Semua Keluarga besar Rain, merasa sangat senang sekali dengan pemandangan yang mereka lalui tadi, ketika menuju ke Yayasan milik Abi Aasim.
Karena bagi orang bule, pemandangan alam yang seperti itu, sangat jarang sekali dilihat di perkotaan tempat mereka tinggal.
" Sepertinya Mama menyukai tempat ini Papa, tempatnya sejuk dan menyegarkan mata ",, kata sang Mama kepada suaminya.
" Benar Mama, Papa setuju ",, jawab sang Papa kepada istrinya.
Dan perkataan dari Mama, Papanya Rain, langsung dianggukin oleh semua anggota Keluarga yang lain.
Semua Keluarga besar Rain, langsung di sambut ramah oleh Abi Aasim, Umi Anum, Alzam, Syahlaa dan para Keluarga lainnya yang ada di situ.
Dan mereka semua di persilahkan masuk dengan sopan dari semua orang menggunakan Bahasa isyarat, sebab mereka semua terkendala komunikasi satu sama lainnya.
Dan yang bisa berbicara menggunakan Bahasa Inggris di situ cuma Syahlaa, Alzam, Aaqil, Zarina serta juga Rain.
__ADS_1
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...