DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Semua baik-baik saja?


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah sakit Al langsung berlari menuju ruang Instalasi Gawat Darurat dan pemandangan yang dilihat setibanya di sana adalah Arlan yang sedang duduk di depan ruangan bertuliskan ruang IGD.


Dengan langkah panjang Alveer menghampiri Arlan membuat pria dewasa itu terkejut dan langsung bangkit dari tempat duduknya


" Al!" Degup jantung Arlan tidak kalah cepat dengan Al yang mencemaskan keadaan istri dan calon bayinya saat melihat sorot mata Al yang menatapnya tajam


" Apa yang terjadi dengan Ayla?" suara Al menggelegar kepanikan dan kecemasan sungguh menguasai pikirannya


" Tenangkan diri loe dulu Al" ucap Arlan


Al mendelik tajam " Tenang kata loe, bagaimana gue bisa tenang hah, isteri dan calon anak gue didalam sana dan gue sendiri enggak tahu bagaimana keadaannya sekarang dan loe menyuruh gue tenang!" bentak Al


" Iya gue ngerti perasaan loe tapi dari pada loe emosi kayak gini enggak akan ada gunanya lebih baik sekarang kita sama-sama berdoa semoga Ayla dan calon anak kalian dalam keadaan baik-baik aja!" Ucap Arlan menenangkan sahabatnya sekaligus atasannya


Setelah Al sudah jauh lebih tenang Arlan merangkul Al untuk duduk di kursi tunggu


" Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan isteri gue Lan, kenapa bisa jadi seperti ini? tadi kata pegawai yang loe suruh ke ruangan gue dia bilang di kaki Ayla ada darah" tanya Al dengan suara serak karena habis menangis


Arlan menghela napasnya kasar sebelum menjelaskan" Gue juga enggak tahu Al apa penyebab Ayla sampai jatuh pingsan seperti itu, tadi pegawai yang gue suruh ke ruangan loe menabrak gue dan dia terlihat begitu gugup dan panik terus meminta gue untuk menolong Ayla yang ternyata sudah dalam keadaan pingsan, karena gue melihat ada darah yang mengalir di kakinya gue jadi khawatir dengan keadaan calon anak kalian jadi tanpa pikir panjang gue cepat-cepat membawanya ke rumah sakit " terang Arlan menjelaskan kejadian yang sebenarnya


" Terima kasih Lan" ucap Al lirih


Arlan mengangguk " Gue akan kembali ke kantor sekarang dan akan mencari tahu kejadian yang sebenarnya melalui cctv, entah gadis tadi ada kaitannya atau tidak dengan kejadian yang menimpa Ayla dan loe harus kuat Al " ucap Arlan beranjak berdiri


" Gue mengandalkan loe Lan" ucap Al lirih


" Loe tenang aja gue akan berusaha untuk mencari tahu kebenarannya, kalau ada apa-apa loe kabarin aja ya. gue pergi sekarang" Arlan menepuk bahu Al memberi dukungan dan kekuatan dan Al mengangguk


Tidak lama dari kepergian Arlan pintu ruang IGD terbuka


" Dokter bagaimana keadaan isteri saya dokter?" tanya Al yang sudah bergegas menghampiri seorang dokter yang baru keluar dari ruangan itu


" Apa anda keluarga pasien?" tanya dokter tersebut


" Iya dokter, saya suaminya. bagaimana keadaan isteri saya dan juga kandungannya dokter?" Al nampak begitu khawatir dan cemas


" Alhamdulillah isteri anda dalam keadaan sehat!" jawab dokter tersebut


" Alhamdulillah ya Allah" Al mengusap kedua tangannya ke wajah


Sedetik kemudian perasaan leganya terkikis dengan perasaan yang masih mengganjal di hatinya, rasanya belum kuat hatinya untuk mendengar fakta kalau dirinya harus kehilangan calon bayi mereka


Dokter yang melihat perubahan pada raut wajah Al tersenyum dan menepuk bahu Al "Isteri anda harus banyak istirahat, perhatian anda sangat ia butuhkan saat ini. Jangan biarkan isteri anda bersedih apalagi stress karena itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan juga bayinya" ucap dokter tersebut


Al mendongak setelah mendengar ucapan terakhir dokter yang mengatakan berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan juga bayinya, apa itu pertanda kalau Ayla dan bayinya dalam keadaan baik-baik saja


" Dok... dokter, ap... apa isteri saya dan bayinya baik-baik saja?" tanya Al sedikit bergetar


" Alhamdulillah kandungan pasien baik-baik saja walaupun tadi sempat mengalami guncangan yang membuat sedikit pendarahan tapi semua sudah kembali sehat karena pasien langsung dibawa kesini telat sedikit saja mungkin hasilnya akan berbeda" ucap dokter tersebut membuat Al terhenyak


" Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan dan anda sudah bisa menemuinya tapi pasien tidak boleh capek-capek harus benar-benar bedrest total sampai keadaannya pulih" ucap dokter tersebut sebelum pergi

__ADS_1


" Iya dokter, terima kasih banyak!" ucap Al


Ayla sudah dipindahkan di ruang rawat inap dan Al kini tengah duduk di kursi yang ada di samping brankar Ayla, tatapan matanya hanya tertuju pada wajah pucat yang masih setia memejamkan matanya


Ceklek


Pintu ruangan terbuka Al lalu menoleh ke arah sumber suara lalu detik kemudian menyembulah sepasang suami isteri paruh baya dengan wajah panik dan khawatir


" Al apa yang terjadi dengan menantu mama, kenapa sampai bisa dirawat begini Al?" cecar mama Ambar yang terlihat begitu mencemaskan keadaan menantunya itu


" Kamu ini bagaimana sih Al menjaga isteri kamu aja enggak becus!" omel papa Kusuma


" Mah, pah Al juga enggak tahu kejadian yang sebenarnya, sekarang Arlan sedang menyelidikinya!" ucap Al memberi penjelasan kepada kedua orangtuanya


" Terus sekarang bagaimana keadaan Ayla dan calon cucu mama?" tanya mama Ambar yang kini sudah duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Al


" Kata dokter Ayla dan kandungannya dalam keadaan baik-baik saja" ucap Al membuat kedua paruh baya itu bisa bernafas lega


" Syukurlah kalau begitu" ucap mama Ambar seraya mengusap punggung tangan Ayla dengan penuh kasih sayang


" Tapi Ayla harus benar-benar bedrest total mah tidak boleh kecapean" lanjut Al menerangkan keadaan isterinya


" Ya kan mama juga sudah bilang istrimu itu sebaiknya di rumah saja tidak perlu masuk kantor lagi, pokoknya setelah ini mama enggak izinkan Ayla bekerja lagi" ucap mama Ambar tegas


" Benar yang dikatakan oleh mama kamu Al, sebaiknya memang Ayla di rumah saja demi kebaikan dan keselamatan bayi kalian!" ucap papa Kusuma membenarkan ucapan isterinya


" Iya mah, pah nanti akan Al bicarakan lagi dengan Ayla" ucap Al


" Euhhhh..." Ayla mengerjakan kedua matanya lalu membukanya perlahan


" Mama!" ucap Ayla saat membuka mata orang pertama yang dilihat adalah mama Ambar


" Alhamdulillah, kamu sudah sadar sayang?" mama Ambar tersentak kaget saat menoleh Ayla sudah membuka kedua matanya


" Ayla dimana ini mah?" tanyanya seraya menatap ke sekeliling


" Kamu sekarang berada di rumah sakit" bukan mama Ambar yang menjawab tapi Al


" Mas?" netra Ayla kini beralih menatap suaminya yang tengah berdiri di samping mama Ambar


" Apa masih ada yang terasa sakit?" tanya Al


" Tidak ada mas, aku kenapa bisa ada di sini mas?" tanya Ayla yang masih terlihat bingung dan kini sudah mendudukan dirinya diatas kasur


" Apa kamu lupa dengan kejadian yang baru menimpa mu sayang?" tanya mama Ambar dengan lembut


Ayla terdiam dan detik kemudian baru ia teringat dengan kejadian yang tidak jauh dari lift bersama Nola dan Dira


Deg


Seketika Ayla menegang bayangan kejadian itu terputar kembali di memorinya

__ADS_1


" Bayiku? bagaimana dengan bayiku? darah? aku sempat berdarah lalu bagaimana keadaan bayiku?" Ayla terisak mengingat ada darah yang mengalir di kakinya membuatnya berpikir bahwa bayi yang berada di dalam kandungannya kini sudah kembali ke pemilikNya


Ayla terdiam wajahnya berubah murung hanya ada lelehan air mata yang mengalir di pipinya


Mama Ambar berdiri lalu mengajak suaminya untuk keluar dan memberikan waktu untuk anak dan menantunya bicara berdua


Al mendekati brankar Ayla lalu memeluk tubuh Ayla yang sudah bergetar karena terisak


" Jangan menangis sayang, kamu harus kuat dan sabar ya, mungkin ini sedikit berat untuk kamu terima tapi demi kebaikan kita bersama kamu harus merelakannya yang sayang" ucap Al membuat Ayla semakin terisak dia berpikir kalau bayi yang ada di dalam kandungannya kini sudah tidak ada


" Mas!" Ayla merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga dengan baik kandungannya


" Isshh.... jangan menangis lagi sayang kamu itu harus bedrest total tidak boleh capek-capek karena hal itu tidak baik untuk kesehatan mu dan juga calon anak kita sayang!" ucap Al membuat Ayla membeku


" Ma... maksud mas, kandungan aku baik-baik saja kan mas?" tanya Ayla setelah mengurai pelukan Al


" Iya sayang tapi harus banyak istirahat dan enggak boleh banyak gerak dulu sampai keadaan kamu pulih" ucap Al


Mata Ayla membulat sempurna rasanya sungguh tidak percaya, kejadian itu masih begitu jelas teringat kalau ia sempat mengeluarkan darah


" Kali ini kamu harus menurut tidak ada bantahan lagi semua mas lakukan demi keselamatan dan juga kesehatan kalian berdua" ucap Al tegas dan Ayla hanya bisa mengangguk pasrah


Dia tahu suaminya melaju itu karena sangat mengkhawatirkannya.


" Iya mas, maafkan aku ya karena tidak bisa menjaga diri dengan baik" ucap Ayla terdengar sangat lirih


" Jangan bicara seperti itu karena ini juga salah mas yang tidak bisa menjaga kalian berdua!" ucap Al sendu


" Mas!' Ayla berhambur kedalam pelukan Al menangis di dalam dekapan sang suami


" Sudah jangan menangis lagi, kamu itu harus bahagia dan tidak boleh sedih hem!" Al mengurai pelukannya dan menghapus airmata Ayla


" Mulai sekarang kamu hanya boleh fokus dengan kehamilan kamu aja sayang soal magang kamu nanti kita bisa bicarakan lagi di rumah setelah kamu pulih" ucap Al dan Ayla mengangguk


Mama Ambar kini sudah kembali ke ruang perawatan Ayla dengan membawa kantong berisi makanan


" Loh mah papa mana?" tanya Al yang tidak melihat keberadaan sosok papanya


" Papa kamu sudah kembali ke kantor" ucap mama Ambar meletakkan kantong yang dibawanya diatas nakas


" Al ini sudah siang, sebaiknya kamu makan aja dulu sana, tadi mama sudah beli makan siang untuk kamu" ucap mama Ambar


" Iya mah " ucap Al dan tidak berapa lama makanan Ayla pun datang


" Kamu harus banyak makan agar kesehatan kamu cepat kembali pulih!" ucap mama Ambar meraih kotak makan Ayla lalu menyuapinya


Mama Ambar begitu perhatian terhadap Ayla membuat gadis itu menghangat dan menitikkan kembali air matanya saat sosok kedua orang tuanya kembali melintas dalam ingatannya


" Mah!"


Ambar terlihat panik saat melihat wajah Ayla yang terlihat sembab

__ADS_1


__ADS_2