DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
RUMAH EZIO


__ADS_3

Saat ini Alzam, Syahlaa, Rain, Faiha, Ezio dan juga Zarina yang sedang di pangku oleh Ezio, mereka semua sedang duduk berkumpul di ruang tamu yang ada di rumah super mewah milik Ezio.


Ezio yang merasa asing dengan Faiha, dia mencoba bertanya kepada Rain, karena Faiha duduk dengan sangat mesra dan menempel ke tubuh Rain.


" Rain, siapa dia?? ",, tanya Ezio kepada Rain.


" Dia istriku Tuan Ezio, kami baru saja menikah ",, jawab Rain kepada Ezio sambil tersenyum.


" Waaaah, selamat Rain, kenapa kamu tidak mengundangku?? ",, tanya Ezio sambil bercanda.


" Maaf Tuan, bukannya saya tidak mau mengundang anda, hanya saja itu acaranya mendadak, dan hanya Keluarga inti saja ",, jawab Rain dengan sopan.


" Tidak apa-apa, lagipula saya cuma bercanda ko Rain ",, kata Ezio kepada Rain sambil tertawa pelan.


" Apakah kamu juga akan mengadakan pesta resepsi di sini Rain?? ",, tanya Ezio lagi kepada Rain.


" Iya, Tuan, pasti, setelah urusan saya di Indonesia selesai, saya akan mengadakan pesta resepsi di sini ",, jawab Rain kepada Ezio.


" Dan saya meminta cuti kerja lagi Tuan, sampai urusan pernikahan saya benar-benar selesai, karena pastinya saya akan sering melakukan perjalanan Indonesia - Prancis untuk saat ini ",, kata Rain lagi kepada Ezio.


" Iya baiklah, tapi jika urusan kamu sudah selesai, segera berangkat ke kantor lagi Rain, karena saya di kantor tidak ada kamu cukup kerepotan ",, jawab Ezio kepada Rain.


" Terimakasih Tuan Ezio, pasti saya akan berangkat bekerja lagi ",, jawab Rain kepada Ezio.


Ezio hanya mengangguk saja kepada Rain sambil tersenyum ramah.


" Oh ya, sambil menunggu makanannya yang sedang di masak, kalian tunggulah sebentar, anggap saja rumah sendiri, karena saya mau mandi dulu, dan nanti kita sarapan bersama, tidak boleh menolak, ini perintah, ok ",, kata Ezio kepada semua orang.


" Iya baiklah Tuan Ezio ",, jawab Alzam mewakili semua orang.


" Rain antarkan istri kamu, jika dia ingin melihat-lihat rumah ini, dan Tuan Alzam Chafik ini juga rumah Zarina, jadi jangan sungkan berada di sini, saya pamit dulu ke dalam kamar ",, kata Ezio kepada Alzam dan Rain.


" Baiklah Tuan ",, jawab Rain kepada Ezio, sedangkan Alzam, hanya tersenyum formal saja.


" Ayo Zarina ikut sama Papi, mainan dan semua boneka kamu yang ada di dalam kamar Papi, semuanya juga merindukan kamu sayang ",, kata Ezio kepada Zarina.


" Bolehkan Tuan Alzam Chafik, jika Zarina ...... ",, kata Ezio kepada Alzam.


" Silahkan Tuan Ezio, ajaklah dia bersama anda ",, jawab Alzam kepada Ezio sambil tersenyum.

__ADS_1


" Terimakasih banyak Tuan, ayo Princess ikut sama Papi ",, kata Ezio.


Ezio yang sudah berpamitan dengan semua orang, dia langsung berlalu menuju ke dalam kamarnya, bersama Zarina yang dia gandeng dengan begitu sayang sekali.


Syahlaa dan Alzam bisa melihat sendiri, jika di mata Ezio, ada begitu banyak cinta untuk Zarina, jadi mereka berdua yakin, jika Ezio tidak akan mungkin menyakiti Zarina, justru sebaliknya.


Ezio yang sudah berada di dalam kamar bersama Zarina, dia langsung saja berkata kepada sang putri.


" Mainlah dulu ya sayang, Papi mau mandi sebentar, ok, Princess?? ",, kata Ezio kepada Zarina.


" Ok Papi ",, jawab Zarina kepada Ezio.


" Anak pintar ",, kata Ezio sambil mengusap kepala Zarina yang tertutup hijab.


Ezio langsung saja bergegas mandi dan meninggalkan Zarina yang sedang bermain sendiri. Kali ini Ezio tidak lama mandinya, karena dia tidak mau meninggalkan Zarina terlalu lama, selesai mandi, Ezio segera berganti baju di dalam ruang walk ini closetnya.


Sambil mengancingkan kemeja yang di pakainya, Ezio terus memperhatikan Zarina kecil yang sedang asyik bermain dengan semua mainannya dan juga bonekanya.


Kamar yang awalnya rapi, sekarang menjadi berantakan, karena Zarina yang memberantakin semua mainannya.


" Zarina, apakah kamu mau bertemu dengan Kakek dan Nenek, pasti mereka senang melihat kedatangan Zarina ",, kata Ezio sambil jongkok di depan Zarina.


" Zalina halus bilang dulu sama Ayah dan Mama, Papi ",, jawab Zarina kepada Ezio.


" Boleh Zalina bawa bonekanya Papi?? ",, tanya Zarina kepada Ezio.


" Tentu saja boleh dong sayang, ini semua kan milik Zarina ",, jawab Ezio kepada Zarina.


" Asyiikk, ayo Papi, kita ke lual ",, kata Zarina.


Ezio langsung tersenyum dan mengangguk semangat kepada Zarina, dan mereka berdua pun langsung saja melangkahkan kaki mereka ke luar dari dalam kamar.


Ketika semua orang sudah di tinggalkan oleh Ezio dan Zarina untuk masuk ke dalam kamar tadi, Faiha pun berbisik kepada Rain, jika dia ingin melihat-lihat semua isi yang ada di dalam rumah milik Ezio.


" Iya baiklah ayo, nanti jika Fai ada yang di inginkan, kita bisa membelinya untuk di isi di rumah baru kita sayang, dan sebelum pulang ke Indonesia, Kakak akan mengajak kamu berkunjung ke rumah yang akan kita tempati nanti ",, jawab Rain kepada Faiha.


" Ok Kakak ",, kata Faiha dengan sangat senang sekali.


Sedangkan Alzam dan Syahlaa, mereka memilih mendengarkan saja Rain dan Faiha yang sedang berbincang.

__ADS_1


Rain dan Faiha, lalu berkeliling di rumah Ezio untuk memanjakan mata Faiha, yang sangat mengagumi kemegahan rumah milik bos dari suaminya itu.


Dan rumah sebesar itu hanya Ezio saja yang menempati, tidak ada istri maupun seorang anak yang tinggal di situ, terasa sepi dan gelap, karena tidak ada kebahagiaan di dalam rumah tersebut.


Alzam dan Syahlaa sendiri, mereka memilih untuk tetap duduk di ruang tamu, sambil menunggu sang Tuan rumah kembali bergabung dengan mereka.


" Ayah, apa Ayah nanti akan mengijinkan Tuan Ezio, jika dia ingin mengajak Zarina pergi?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.


" Tidak apa-apa Mama, dia pasti sangat merindukan Zarina, lagi pula kita di sini juga sebentar saja, percayalah, jika Tuan Ezio sudah berubah ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


" Mama jika di suruh percaya sepenuhnya, jujur tidak bisa Ayah, karena masih ada rasa was-was di dalam diri Mama, sebab Mama takut jika sewaktu-waktu di pisahkan lagi dengan Zarina ",, kata Syahlaa kepada Alzam.


" Percayalah Mama, Ayah yakin jika Tuan Ezio sudah berubah, dan dia tidak akan mengecewakan kita yang sudah memberikannya kepercayaan ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


" Baiklah, bismillah, semoga saja dia sudah benar-benar berubah ",, kata Syahlaa kepada Alzam.


Dan tidak lama, Ezio pun turun dari atas tangga, bersama Zarina yang sedang di gandengnya.


Sebenarnya ada rasa sesak di dalam, ketika Ezio melihat perut buncitnya Syahlaa yang sudah terlihat menonjol, akan tetapi Ezio sadar diri, siapa dia bagi Syahlaa, hanya doa yang bisa dia panjatkan untuk kelancaran persalinannya Syahlaa nanti.


Alzam dan Syahlaa, yang melihat kedatangan mereka berdua, langsung saja tersenyum, dan Ezio yang sudah sampai di depan mereka, langsung duduk di sofa seberang mereka.


" Di mana Rain dan istrinya?? ",, tanya Ezio kepada Alzam.


" Mereka sedang berkeliling Tuan Ezio, maafkan sifat keingintahuan dari adik saya tentang rumah anda ",, jawab Alzam kepada Ezio.


" Jadi istrinya Rain, benar-benar adik anda Tuan Alzam Chafik, berarti Rain, adik ipar anda dong sekarang?? ",, kata Ezio kepada Alzam.


" Iya ",, jawab Alzam sambil mengangguk dan tersenyum.


Di saat sedang berbincang dengan santai, tiba-tiba salah satu asisten rumah tangga ada yang mendekati Ezio, dan berkata jika semua makanannya sudah selesai di masak serta dihidangkan di atas meja makan.


Ezio hanya mengangguk saja, lalu menyuruh asisten tadi untuk mencari Rain dan Faiha, supaya bisa ikut sarapan bersama mereka semua.


Mereka semua termasuk Rain dan Faiha yang sudah ikut bergabung di meja makan, Ezio dan yang lainnya berbincang santai, tenang dan diselingi dengan perkataan dan pertanyaan dari Zarina kepada semua orang termasuk kepada Ezio juga.


Ezio tidak menyangka, dia merasa seperti bermimpi, rasa rindu yang dia rasakan beberapa hari belakangan ini kepada Zarina, sudah bisa terobati dengan kedatangan Zarina pagi itu di rumahnya.


Wajah Ezio, terlihat segar dan bercahaya, karena sudah bisa berkumpul, bahkan sarapan bersama dengan putri yang sangat di cintainya.

__ADS_1


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...


__ADS_2