
Saat ini Syahlaa dan Klara, sudah saling duduk berhadap-hadapan di sofa yang tersedia di dalam ruang perawatan Zarina, dengan meja sebagai penengahnya.
Senyum manis masih terlihat di wajah cantik Klara sambil terus menatap ke arah Syahlaa, Emmy dan juga Zarina.
" Apa dia anak kamu Isabella,?? atau saya harus memanggil kamu dengan panggilan Syahlaa?? ",, kata basa-basi dari Klara kepada Syahlaa masih sambil tersenyum.
" Maaf Nona Klara,?? bagaimana anda ..... ",, perkataan Syahlaa langsung terputus ketika di sela oleh Klara.
" Bisa mengetahui kamu ada di sini, dan tidak terkejut melihatmu berubah penampilan seperti ini?? ",, kata Klara kepada Syahlaa.
Syahlaa reflek langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Klara.
" Saya sudah mengetahui semuanya Syahlaa ",, jawab Klara kepada Syahlaa.
" Setelah mendengar Papa masuk rumah sakit dan harus di larikan ke dalam ruang 0p3r451, saya langsung saja menugaskan anak buah dari suami saya untuk mencari tahu apa penyebabnya, karena Mama saya tidak mau berkata jujur kepada saya Syahlaa ",, kata Klara kepada Syahlaa.
" Dan ketika saya mendapatkan informasi dari anak buah saya, saya juga mendapatkan sebuah berita yang cukup membuatku terkejut, tentang kamu, bagaimana dengan penampilan kamu dan anak kamu bersama Ezio ",, lanjut lagi perkataan Klara kepada Syahlaa.
" Zarina memang anak saya dengan Tuan Ezio Nona, tapi kami ........ ",, kata Syahlaa terputus lagi karena di sela oleh Klara.
" Iya saya juga sudah tahu Syahlaa, itulah yang menyebabkan saya bercerai dengan Ezio dulu, dan maafkan saya ",, kata Klara kepada Syahlaa masih sambil tersenyum.
" Anda meminta maaf kepada saya untuk apa Nona Klara?? ",, tanya Syahlaa kepada Klara.
Sedangkan Emmy yang berada di situ, dia masih menemani Zarina sambil curi-curi pembicaraan antara Syahlaa dan Klara.
" Karena ketika saya masih menjadi istrinya Ezio, saya begitu bodoh sekali percaya semua perkataan Ezio yang mengatakan jika kamu ......... ",, Klara sampai tidak bisa melanjutkan perkataannya.
" Maafkan saya Syahlaa, karena saya tidak mencari tahu terlebih dahulu bagaimana cerita sebenarnya, tapi sudah langsung percaya begitu saja dengan semua perkataannya Ezio, mungkin karena dulu saya dibutakan oleh cintanya Ezio yang ternyata penuh kebohongan kepadaku ",, kata Klara lagi kepada Syahlaa.
" Semuanya sudah berlalu Nona, dan saya juga tidak mau mengingatnya lagi, jadi anda tidak perlu mengingatnya juga ",, jawab Syahlaa sambil tersenyum manis kepada Klara.
" Apa dia anak kamu?? ",, tanya Klara lagi sambil menunjuk Zarina.
" Iya Nona, dia anak saya ",, jawab Syahlaa kepada Klara.
" Wajahnya sangat mirip sekali dengan Ezio ",, kata Klara kepada Syahlaa.
" Semua orang juga bilang seperti itu kepada saya ",, jawab Syahlaa kepada Klara sambil tersenyum getir.
" Maafkan saya, bukan maksud saya untuk ...... ",, perkataan Klara langsung terputus mendengar Syahlaa menyelanya.
__ADS_1
" Tidak apa-apa Nona, karena memang mau bagaimanapun dia memang anak Tuan Ezio, saya pun tidak bisa memungkirinya ",, kata Syahlaa kepada Klara.
Klara pun semakin tersenyum manis mendengar perkataannya Syahlaa.
" Syahlaa ",, panggil Klara kepada Syahlaa.
" Iya Nona Klara ",, jawab Syahlaa kepada Klara.
" Maukah kamu menjadi temanku lagi, maukah kita memperbaiki hubungan yang dulu pernah retak karena ulah dari Ezio?? ",, tanya Klara kepada Syahlaa.
Dengan tersenyum manis dan tulus, Syahlaa pun langsung mengangguk serta mau berteman lagi dengan Klara.
Karena Syahlaa sejak dulu memang tidak mempunyai masalah apapun dengan Klara, bahkan sebelumnya Klara juga begitu baik kepadanya.
Dan Klara yang melihat senyuman serta anggukan dari Syahlaa, dia reflek sampai berdiri dari duduknya untuk mendekati Syahlaa dan memeluknya.
Pelukan tiba-tiba dari Klara kepada Syahlaa, membuat Syahlaa sedikit terkejut, namun Syahlaa tetap membalas pelukannya Klara.
" Terimakasih Syahlaa, terimakasih, kamu sungguh memang orang yang baik, tidak menyesal saya mengenal kamu dari dulu ",, kata Klara ketika sudah melepaskan pelukannya.
" Iya Nona, kita sesama manusia tempatnya salah dan penuh dosa, jadi daripada kita mencari musuh, lebih baik kita mencari saudara atau teman, karena itu bisa mendatangkan rejeki serta pahala untuk kita semua ",, jawab Syahlaa kepada Klara.
" Ini namanya hijab Nona, dan saya lebih nyaman dengan penampilan saya yang sekarang, daripada yang dulu ",, jawab Syahlaa kepada Klara.
" Mauhkah Nona saya kenalkan dengan teman dan anak saya?? ",, kata Syahlaa kepada Klara.
Klara langsung saja mengangguk semangat kepada Syahlaa.
Syahlaa dan Klara yang sudah sampai di pinggir ranjang pasien, Syahlaa langsung saja mengenalkan Emmy dan juga Zarina kepada Klara.
Tanpa Klara sadari, Emmy sudah mengenal dari dulu siapa itu Klara, hanya saja Klaranya tidak mengenal Emmy.
Klara merasa gemas sekali kepada Zarina, karena ketika melihat Zarina semakin dekat, wajah dia memang begitu sangat menggemaskan sekali.
" Kamu cantik sekali sayang, siapa namanya?? ",, tanya Klara menggunakan Bahasa Prancis.
" Nama saya Zalina tante ",, jawab Zarina menggunakan Bahasa Prancis juga.
" Waaah, kamu bisa berbicara seperti Tante juga ",, kata Klara kepada Zarina.
Zarina hanya tersenyum sambil mengangguk saja kepada Klara.
__ADS_1
" Tante, apakah di dalam peyut Tante, ada adik bayinya?? ",, tanya Zarina sambil menunjuk perutnya Klara.
" Iya sayang, di sini ada adik bayinya Tante ",, jawab Klara sambil mengusap perutnya.
" Waaah sama dong sepelti Mama, Mama juga sebental lagi akan mempunyai adik bayi Tante, dan Zalina sebental lagi akan menjadi seolang Kakak ",, kata Zarina kepada Klara.
" Oh ya ",, jawab Klara dengan ekspresi yang benar-benar terkejut sekali.
Klara lalu mengalihkan pandangannya ke arah Syahlaa untuk menanyakan sesuatu.
" Apakah benar kamu sedang hamil lagi Syahlaa?? ",, tanya Klara kepada Syahlaa.
" Kenapa anak buah dari suami saya tidak mengatakannya kepada saya, jika kamu sudah menikah dan sedang hamil, awas saja mereka nanti ",, kata Klara lagi dan masih di dengar oleh Syahlaa maupun Emmy.
Syahlaa dan Emmy langsung tersenyum lucu mendengar Klara menggerutu sendiri.
" Mungkin mereka lupa Nona, sudahlah nanti jangan anda marahi mereka ",, kata Emmy kepada Klara.
" Iya, mungkin saja, tapi tetap saja saya merasa kesal Nona Emmy, kalau begini kan saya terlihat seperti orang bodoh ",, jawab Klara kepada Emmy.
" Tidak ko Nona Klara, justru anda terlihat masih cantik, walau perut anda sudah membesar seperti ini ",, kata Emmy kepada Klara.
" Sudah biarkan mereka, sekarang katakan kepadaku Syahlaa, siapa suami kamu itu, yang pasti bukan Ezio kan, karena yang saya tahu, dia belum mau menikah lagi sampai sekarang, karena dia masih berambisi ingin mengambil Zarina dari sisi kamu ",, kata Klara kepada Syahlaa.
" Dia orang Indonesia Nona, dan dia segalanya bagi saya selain Zarina ",, jawab Syahlaa sambil tersenyum tipis.
" Turut bahagia untuk kebahagiaan kamu Syahlaa ",, kata Klara kepada Syahlaa.
" Terimakasih Nona ",, jawab Syahlaa kepada Klara.
Klara hanya tersenyum manis saja menanggapi perkataannya Syahlaa.
Dan Klara begitu senang sekali bisa berbicara lagi dengan Isabella yang sudah merubah jati dirinya menjadi Syahlaa.
Terlebih Klara sudah melihat sendiri anak dari Ezio bersama Syahlaa yang benar-benar sangat lucu, menggemaskan dan juga pintar.
Ada rasa sayang tersendiri di dalam hati Klara untuk Zarina, dan itu tulus murni tidak ada kata pura-pura.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...
__ADS_1