DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Sah


__ADS_3

" Alhamdulillah"


Ucap semua orang yang berada di dalam ruang rawat kakek Dira setelah kata Sah menggema di ruangan tersebut.


Dira tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menangis bahagia, hari ini gadis itu dibuat terkejut yang luar biasa, tidak ada gambaran sama sekali dalam bayangannya kalau kembalinya Dira untuk menemani sang kakek ke rumah sakit malah merubah gelarnya sebagai seorang isteri dari Arlan Saputra yang merupakan atasannya di kantor tempat dirinya magang, kuliah pun belum lulus tapi kini sudah menyandang gelar seorang isteri.


" Selamat ya sayang!" ucap mama Ambar memeluk Dira dengan senyum bahagianya


" Terima kasih mah" ucap Dira dengan air mata yang masih saja meluncur dengan bebas


" Ishhh.... jadi pengantin kok malah mewek sih" goda Ayla yang berada di samping mama Ambar seraya tersenyum


Dira balas tersenyum lalu menghapus air matanya setelah mama Ambar mengurai pelukannya


" Selamat ya Dira kini sudah bergelar isteri nie!" ucap Ayla seraya terkekeh


" Iya terima kasih" jawab Dira yang yang kemudian dipeluk oleh Ayla


" Selamat Dira semoga cepat menyusul ya jadi ibu seperti Ayla!" ucap Al seraya menepuk bahu Arlan membuat Arlan dan Dira wajahnya langsung memerah


" Langsung gas pol Lan!" goda Papa Kusuma


" Apaan sih pah" wajah Arlan semakin merah


Semua yang ada di ruangan itu pun tergelak melihat wajah Arlan yang menahan malu


...Flashback on...


Deg


Jantung Dira berdegup sangat kencang saat melihat kondisi kakeknya


"Kakek.... huwaaaa.....hikss... hikss...."


" Kakek...." Suara tangis Dira pecah saat melihat sang kakek yang kini tengah duduk bersandar di atas tempat tidur


" Alhamdulillah, kakek sudah sadar" Dira pun berhambur memeluk sang Kakek


" Maafkan kakek Dira karena kakek sudah membuat acara lamaran kamu jadi batal" ucap sang Kakek


" Kakek bicara apa sih kek, lagi pula mana ada orang yang mau sakit kek, yang terpenting sekarang sudah sadar Dira sudah merasa bahagia kek" ucap Dira seraya mengurai pelukannya


" Iya sayang"

__ADS_1


Dira tiba-tiba tersadar dengan keberadaan orang-orang yang ada di ruangan tersebut


" Oiya kek, mereka....?"


" Tadi pak Kusuma dan ibu Ambar datang menjenguk dan kebetulan kakekmu juga telah sadar, lalu kakek kamu meminta tolong kepada mereka untuk memberitahu nak Arlan kalau kakek ingin cepat-cepat nak Arlan menikahi kamu" ucap sang nenek menjelaskan


" Pak Kusuma pun langsung menyetujuinya dan bahkan menyuruh nak Arlan untuk segera datang dan mempersiapkan sesuatunya" lanjut nenek


" Tapi kenapa enggak memberitahu Dira?" protes Dira yang malah tidak tahu apa-apa


" Itu permintaan kakekmu biar jadi kejutan katanya" jawab nenek Dira


" Iya benar Dira, memang kami juga tadi sengaja menunggu kamu, kata nenek kamu akan datang kembali pada jam makan siang jadi kami menyiapkannya buru-buru Arlan juga sempat gugup dan tegang" jawab mama Ambar terkekeh


" Yaudah, yuk sini biar di rias dulu sebentar biar tambah cantik" ucap mama Ambar


"Ay !" seru mama Ambar pada menantunya


"Iya mah" Ayla mendekat


" Tolong panggilkan periasnya ya" titah mama Ambar


" Iya mah"


Arlan begitu terpesona dengan kecantikan Dira, Al yang melihat Arlan terkekeh lalu menepuk bahunya hingga membuyarkan lamunannya


" Sebentar lagi halal jadi enggak usah diliatin terus kayak gitu" goda Al


" Ah kayak loe enggak pernah ngalamin aja Al" ucap Arlan mendengus kesal


Al pun tertawa mengiyakan ucapan Arlan karena dulu dia pun mengalami yang sedang Arlan alami saat ini


...flashback off...


Kini Dira sudah sah menjadi isteri seorang Arlan Saputra, Dira dan Arlan tidak ingin mengadakan resepsi pernikahan walaupun mama Ambar sudah menawarkannya dan akan mengadakan acara besar-besaran untuk keduanya


Mereka tahu diri untuk tidak menerima tawaran itu, karena walau bagaimanapun mereka ini bawahan Al, masa atasannya saja tidak mengadakan acara resepsi masa mereka malah dibuat pesta besar-besaran


" Lan, loe enggak usah merasa sungkan Dira itu juga kan sudah gue anggap seperti adik gue sendiri kalau kalian mau enggak apa-apa dibuat pesta pernikahan kalian, jangan merasa tidak enak karena gue dan Ayla yang sengaja tidak mengadakan resepsi pernikahan kami" ucap Al


" Iya betul itu kak, kalian adakan saja pesta pernikahan setelah kakek sembuh" timpal Ayla


" Menurut ku buat acara syukuran kecil-kecilan saja nanti setelah kakeh sembuh, tidak usah dibuat resepsi, bagaimana menurut mu mas?" Dira meminta persetujuan dari Arlan

__ADS_1


" Iya, aku juga setuju tapi jika kamu ingin kita adakan resepsi kamu bilang ya sama mas" ucap Arlan yang akan menerima apapun keputusan Dira


" Iya mas" jawab Dira


" Bagaimana kalau acara resepsi pernikahan kalian tetap dibuat secara bersamaan" ucap papa Kusuma menatap Al dan Arlan bergantian


"Bukankah sebentar lagi EK grup akan berulang tahun, dan seperti biasa kamu selalu membuat pesta?" Al dan Arlan saling melempar pandangan lalu mengangguk mengiyakan


" Kalau begitu adakan saja sekalian pesta pernikahan kalian berempat pada acara tersebut" usulnya


" Papa benar, kita adakan saja pesta pernikahan kita bertepatan dengan acara ulang tahun perusahaan" Al langsung setuju dengan ide papanya itu


" Bagaimana sayang?" tanya Al meminta pendapat dari Ayla


" Aku sih terserah mas Al saja" jawab Ayla


" Bagaimana Lan, Loe setuju tidak?" kini Al beralih pada Arlan


Arlan nampak berpikir dan detik berikutnya dia pun mengangguk setuju


" Iya gue setuju"


" Dira?" tanya Al menoleh gadis itu


" Aku ikut aja " jawab Dira


Akhirnya keluarga pun setuju akan mengadakan pesta pernikahan keempatnya bertepatan dengan perayaan ulang tahun perusahaan


Ayla dan Al pamit pulang terlebih dahulu karena mereka sudah terlalu lama meninggal Aliza di rumah dengan bi Nani dan juga baby sitter nya


" Mas kamu yakin dengan resepsi tersebut?" tanya Ayla menoleh ke arah Al yang sedang fokus menyetir


" Kenapa memangnya?" Al mengerutkan keningnya


" Apa kamu tidak suka kita bikin resepsi pernikahan kita?" Al balik bertanya


" Bukannya tidak suka mas, tapi aku hanya khawatir bagaimana kalau kolega-kolega kamu berpikirnya yang enggak-enggak tentang pernikahan kita, karena setahu mereka kamu kan belum menikah masa tau-tau sudah punya anak" jawab Ayla


Al tersenyum lalu mengusap kepala Ayla dengan lembut


" Kamu enggak usah khawatir soal itu, biar semuanya mas yang urus kamu tenang aja ya, tugas kamu hanya duduk manis bersama Aliza untuk mendampingi mas" tutur Al


Tidak berapa lama mobil yang mereka tumpangi pun sampai di rumah

__ADS_1


Ayla langsung turun dari dalam mobil disusul oleh Al, mereka bersih-bersih dulu setelah itu baru pergi ke kamar putrinya.


__ADS_2