DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Ketakutan


__ADS_3

Dira dan Arlan berjalan mengendap-endap mencari tau sosok dibalik bayangan yang mencurigakan itu.


" Pak apa ini tidak berbahaya, saya takut" ucap Dira berbisik


" Kalau kamu takut sebaik sebaiknya kamu diam aja disini" ucap Arlan dan Dira dengan cepat menggeleng


" Tidak mau, kalau disini sendirian saya juga takut" sahut Dira


" Terserah mu saja lah!" kesal Arlan yang kembali melangkah lalu bersembunyi di balik tembok


Seseorang dengan wajah tertutup mencoba masuk ke dalam ruangan Al untung saja sebelum pergi Arlan tidak lupa mengunci ruangan tersebut


" Sebenarnya siapa orang itu? kenapa dia mau masuk ke ruangan pak Al?" tanya Dira yang sudah berdiri di belakang Arlan


" Entahlah, dan kemungkinan besar yang menyebabkan lampu kantor padam itu pasti ulah orang itu" sahut Arlan


" Bagaimana bisa tidak?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul menghampiri orang yang berpakaian serba hitam itu


" Tidak, sepertinya dikunci" jawabnya pada temannya itu


" Apa disini ada cctv?"


" Tentu saja ada, tapi sudah aku matikan"


" Kerja yang bagus"


" Lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Buka paksa, kita harus menemukan berkas-berkas itu"


Saat temannya hendak mendobrak pintu ruang kerja Al tiba-tiba temannya yang berdiri dibelakangnya sudah tersungkur ke lantai.


" Kenapa kau mendorong ku, sialan?" marahnya sambil beranjak berdiri


" Siapa yang mendorong mu dari tadi aku berdiri di sini, mau mendobrak pintunya. bukan membantu kau malah duduk di situ"


" Siapa yang duduk aku jatuh berengsek!"


" Lalu apa yang kau lakukan tadi?"


" Ada yang mendorong ku" jawabnya


" Siapa? disini enggak ada orang selain kita" jawabnya


" Sudah jangan dibahas lagi, bikin takut saja" kesalnya


Tak...


Tak..


Tak..


Terdengar suara derap langkah sepatu membuat kedua orang itu sedikit ketakutan


" Suara apa itu?"


" Entahlah"


" Sudah cepat buka pintunya!"


" Iya iya sabar "


Terdengar sayup-sayup suara tangisan membuat kedua orang penjahat itu merinding


" Seperti ada suara orang menangis" ucap salah satunya


" Mana?" tanya temannya


" Sudah tidak ada"


" Hii... Hii....!" terlihat seseorang berdiri di dekat jendela besar yang berada di ujung lorong dengan rambut yang tergerai panjang menutupi wajahnya


Karena keadaan yang gelap membuat suasana semakin mencengkram


Wanita itu tertawa cekikikan membuat siapapun yang mendengarnya merinding dan gemetar termasuk kedua orang penjahat itu.


Dengan langkah pelan wanita itu berjalan ke arah kedua penjahat itu, rambutnya yang panjang dengan jalan yang sedikit aneh membuat kedua orang itu semakin gemetar apa lagi terdengar suara-suara barang yang terlempar ke arah mereka


Deg


"Te... ternyata di kantor ini ada hantunya" ucapnya ketakutan

__ADS_1


" Iya, tapi cepat kita lanjutkan saja!"


" Ta... tapi aku takut"


" Udah cepat!"


" Iya"


Prangggg


Terdengar lagi barang yang jatuh membuat keduanya terperanjat kaget


Wanita yang tadi berdiri di ujung jendela sudah tidak terlihat lagi namun tiba-tiba


" Hiiii... Hii...!" wanita itu sudah berdiri dihadapan mereka dengan wajah yang tertutup rambut


" Aaaa...!" kedua orang itu kaget sampai terjungkal dengan cepat mereka bangkit lalu berlari terbirit-birit


Arlan lalu memastikan kedua orang tersebut benar-benar sudah pergi atau belum, dia mengajak Dira untuk mengikuti kedua penyusup itu


Dengan cepat kedua penyusup itu keluar dari gedung tersebut melalui pintu yang berada di belakang kantor, biasanya pintu itu digunakan oleh pegawai kantin


" Bagaimana mereka bisa masuk" pikir Arlan


" Aaa..!" Arlan menjerit kaget saat menoleh Dira masih mengurai rambut panjangnya


" Kau menakuti saja!" ucap Arlan seraya mengelus dadanya


" Oh ternyata bapak takut hantu juga ya!" Dira tertawa


" Manis" batinnya menatap Dira yang sedang tertawa


" Pak Arlan, pak!" Dira melambaikan tangannya di depan wajah Arlan


" Iya kenapa?" tanya Arlan sedikit gelagapan


" Saya mau pulang" ucap Dira


" Yaudah ayok kita pulang aku akan mengantarmu tapi sebelum pulang aku mau menghampiri kedua satpam bodoh dulu di depan!" ucap Arlan yang langsung berjalan keluar di ikuti Dira


" Rapihkan dulu rambutmu, bikin merinding saja!" kesal Arlan


" Kalau bukan karena penampilan saya yang seperti ini mereka tidak mungkin sampai lari terbirit-birit seperti itu pak!" sahut Dira


" Ish... menyebalkan, cantik gini dibilang menyeramkan" ucap Dira mendengus kesal mengejar langkah panjang Arlan yang sudah sedikit jauh


" Pak tunggu dong, aku juga kan takut !" ucap Dira seraya berjalan mengikat rambutnya


" Kau ini jalan kaya siput" Umpat Arlan


" Tadi bapak yang nyuruh saya merapihkan rambut tapi bapak malah ninggalin saya" jawabnya yang entah sejak kapan jadi berani menjawab ucapan Arlan


" Kamu sekarang sudah berani menjawab ya!" ucap Arlan menghentikan langkahnya secara mendadak membuat Dira yang berjalan di belakangnya langsung menubruk punggungnya


" Aww..!" pekik Dira yang tidak sengaja menabrak punggung kekar dan keras milik Arlan


Dira mengerucutkan bibirnya seraya mengusap-usap keningnya


" Maaf!" cicitnya pelan saat melihat tatapan tajam Arlan


" Ish.. ini orang benar-benar aneh, tadi sewaktu didalam bicaranya baik-baik tapi sekarang kumat lagi arogannya" gumam Dira pelan


Arlan yang hendak melanjutkan langkahnya kembali berhenti saat mendengar sayup-sayup gumaman Dira


" Kamu bilang apa barusan?" tanya Arlan yang sudah berbalik badan


" Bicara apa, saya enggak bicara apa-apa, bapak salah dengar kali jangan-jangan itu suara_!" Dira tidak melanjutkan kata-katanya dan langsung mengambil langkah seribu takut terkena omel atasannya itu.


" Hei...!" teriak Arlan karena ditinggal oleh Dira


" Apa jangan-jangan yang dikatakan gadis itu benar ya?" Arlan melihat kesekeliling yang nampak sepi membuat bulu kuduknya berdiri


" Hei tunggu!" teriak Arlan yang akhirnya ikut berlari mengejar Dira


HOS... HOS... HOS....


Dira ngos-ngosan saat sudah berada di depan gedung dan melihat kedua satpam tersebut yang ternyata sedang tertidur pulas


" Pak... pak satpam!" teriak Dira membangunkan kedua satpam tersebut namun hasilnya nihil


Huhhhh

__ADS_1


Arlan menghembuskan nafasnya panjang saat sudah berada di dekat Dira


" Pak mereka tertidur, tapi saya rasa ini pasti ulah penyusup tadi karena udah berkali-kali saya bangunkan tidak juga bangun pak" ucap Dira


Arlan yang mendengar ucapan Dira langsung menghampiri kedua satpam tersebut dan memeriksa kondisinya


" Mereka diberi obat tidur!" ucap Arlan


" Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan pak ?" tanya Dira


" Aku akan mengantarmu pulang setelah itu aku akan menghubungi Al!" sahut Arlan


" Bagaimana kalau kedua orang tadi balik lagi pak?" tanya Dira


Arlan diam sejenak " Aku rasa itu tidak mungkin" jawab Arlan


" Kemungkinan itu bisa aja terjadi pak, mereka bisa mengutus orang yang lebih berani dari kedua pengecut tadi" ucap Dira


Arlan sedikit berpikir apa yang dikatakan Dira kemungkinan bisa saja terjadi


" Ponsel ku mati, ponselmu?" tanya Arlan


" Sama pak" jawab Dira


" Pakai ponsel mereka saja pak!" usul Dira


"Wah ternyata cerdas juga otak kamu enggak seceroboh biasanya" ucap Arlan dan Dira memutar bola matanya malas


Arlan mencari ponsel salah satu milik satpam yang masih setia tertidur


" Hallo!"


" Iya ada apa Jon?" tanya rekannya diseberang sana


" Jono dan temannya tertidur ada yang memberinya obat tidur, salah satu diantara kalian cepatlah kesini!" ucap Arlan tegas


" Si... siap pak!" ucap satpam tersebut dan langsung pamit dengan temannya


Setelah mematikan sambungan telponnya Arlan pun menelpon Al memberitahukan kejadian tersebut


..." Hallo siapa ini?" tanya Al ...


"Ini gue, Arlan"


" Gue sekarang lagi ada di kantor dan tadi ada penyusup yang masuk ke dalam kantor mereka ingin masuk ke dalam ruangan loe"


" Dua satpam yang berjaga di beri obat tidur sampai sekarang mereka masih tertidur, sepertinya mereka memberikan cukup banyak obat tidur"lanjutnya lagi dan Al terus menyimak ucapan Arlan


..." Siapa pelakunya? apa loe enggak menangkapnya?" ...


" Mereka kabur ketakutan, dan sayangnya cctv mati dan semua lampu juga dipadamkan. sepertinya mereka sudah merencanakan ini semua matang-matang hanya saja nyali mereka kecil di takut-takutin sedikit sudah lari terbirit-birit"


..." Apa yang sudah loe lakuin sama mereka?" ...


" Ceritanya panjang, besok gue ceritain" sahut Arlan


" Dan sebaiknya Loe kirim beberapa orang ke kantor untuk berjaga-jaga, ponsel gue mati gue enggak bisa menghubungi mereka!"


..." Ioe nyuruh gue? sudah bosan hidup loe apa mau gue potong gaji?" ...


" Ishhh... ini darurat, bukan nyuruh tapi memberi masukan. udahlah enggak usah banyak mengancam, gue capek mau pulang mau istirahat, kasihan juga anak orang udah malam belum pulang gara-gara terjebak di kantor" ucap Arlan


..." Siapa?" ...


" Bukan siapa-siapa, udah cepat kirim orang"


Arlan langsung mematikan sambungan telponnya dan Al mendengus kesal dengan asistennya yang enggak punya akhlak itu sudah mengganggu tidurnya juga dengan seenaknya main perintah.


" Dasar asisten enggak ada akhlak!" kesal Arlan


" Ada apa sayang? siapa yang menelpon malam-malam begini?"Tanya Ayla yang baru saja terjaga dari tidurnya


" Arlan yang menelpon, sudah sebaiknya kamu tidur aja lagi mas mau menelpon anak buah mas dulu untuk berjaga-jaga di kantor" sahut Al


"Apa sudah terjadi sesuatu mas di kantor?" tanya Ayla


" Mas juga kurang tahu, sudah kamu istirahat aja !" ucap Al


" Iya mas"


Al segera menghubungi anak buahnya untuk berjaga di kantor

__ADS_1


Sementara Arlan kini sudah berada di dalam mobil bersama Dira untuk mengantarkannya pulang


__ADS_2