
Akhirnya, setelah bermenit-menit lamanya, mobil yang di kendarai oleh Alzam, sampai juga di depan sebuah rumah.
Rumah yang penuh dengan kenangan untuk Syahlaa selama seumur hidupnya.
Mobil yang sudah terparkir rapi di depan pagar, membuat Syahlaa langsung saja segera ke keluar dari dalam mobil, untuk membukakan pintu pagarnya terlebih dahulu, supaya Alzam bisa memasukkan mobilnya ke dalam pekarangan rumahnya.
Ketika mobil sudah berada di halaman rumah, Syahlaa langsung saja menutup pintu pagarnya kembali dan Alzam beserta Zarina langsung saja ke luar dari dalam mobil menyusul Syahlaa.
Mata Alzam dan Zarina langsung menatap lekat ke arah bangunan rumah tua, rumah yang bangunannya ciri khas Negara Prancis, namun masih ada nuansa modern yang sangat kental sekali.
Terlihat sangat nyaman dan sangat terlihat unik di mata Alzam, karena Syahlaa memang sengaja tidak merenovasi sepenuhnya, rumah peninggalan dari ke dua orang tuanya.
" Ayo masuk Ayah, Zarina ",, kata Syahlaa ketika dia sudah membukakan pintunya.
Langkah kaki Alzam dan Zarina langsung berjalan masuk ke dalam rumah Syahlaa.
Rumah yang terdiri dari satu lantai, namun terlihat cukup luas dan juga rapi, serta jangan lupakan di dinding rumah banyak foto-foto dari Syahlaa waktu masih muda dan juga foto ke dua orang tuanya dulu.
" Mama ",, panggil Zarina kepada Syahlaa.
" Iya sayang, ada apa?? ",, tanya Syahlaa kepada Zarina.
" Mereka siapa Mama?? ",, tanya Zarina sambil menunjuk sebuah foto Keluarga yang berukuran cukup besar yang ada di ruang Keluarga.
Mata Syahlaa langsung saja mengikuti ke mana arah tangan Zarina menunjuk.
" Oh, mereka adalah Kakek dan Nenek sayang, mereka adalah Ayah dan Mamanya Mama, Kakek dan Neneknya Zarina yang sudah meninggal ",, jawab Syahlaa kepada Zarina.
" Dan anak kecil yang perempuan itu, ya Mama waktu masih kecil dulu ",, lanjut lagi perkataan Syahlaa kepada Zarina.
" Ayo akan Mama tunjukkan seluruh isi rumah ini kepada Ayah sama Zarina ",, kata Syahlaa kepada Alzam dan Zarina.
Langkah kaki Alzam dan Zarina langsung mengikuti ke mana langkah kaki Syahlaa sedang berjalan.
Syahlaa tiba-tiba membuka pintu sebuah kamar yang dulu pernah dia tempati.
" Ini adalah kamar Mama sayang, di kamar inilah Mama mencurahkan isi hati Mama dan beristirahat ",, kata Syahlaa kepada Zarina dan masih di dengar oleh Alzam.
Alzam lalu berjalan-jalan mengitari kamar, untuk melihat-lihat hal-hal apa saja yang ingin dia lihat.
Dan mata Alzam tidak sengaja jatuh ke arah sebuah tumpukan kertas yang ada di atas meja.
Ketika Alzam membuka dan membacanya, ternyata itu adalah tumpukan kertas hasil pemeriksaannya Syahlaa dulu, ketika sedang mengandung Zarina.
Alzam membacanya dengan sangat teliti sekali, bahkan ada keterangan yang sangat komplit sekali di dalamnya.
Syahlaa yang melihat Alzam membaca hasil pemeriksaan kehamilannya dulu, dia langsung saja berjalan mendekati Alzam.
" Maaf Ayah, Mama belum membuangnya, dan Kak Rain, Casper atau Emmy malah meninggalkannya di situ, bawa sini biar Mama membuangnya ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
Alzam pun langsung saja memberikan kertas hasil pemeriksaan itu kepada Syahlaa.
" Kenapa harus di buang Ma, itu kan bisa menjadi kenang-kenangan untuk Mama, jika Mama benar-benar yang mengandung Zarina ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
__ADS_1
" Iya, memang benar apa kata Ayah, tapi jika Mama melihat surat pemeriksaan ini, Mama jadi teringat bagaimana Tuan Ezio merendahkan, menghina, bahkan mencaci maki Zarina yang masih di dalam kandungan ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.
" Jadi untuk apa menyimpan semua ini, walau Mama tidak menyimpan ini, setidaknya di dalam hati dan pikiran Mama, Mama masih teringat setiap kejadian serta hal apa saja yang Mama alami ketika mengandung Zarina ",, lanjut lagi perkataan Syahlaa kepada Alzam.
Sedang asik berbincang berdua saja di dalam kamar, tiba-tiba telinga Syahlaa dan Alzam mendengar panggilan dari Zarina dari arah luar kamar.
Alzam dan Syahlaa langsung saja bergegas ke luar kamar untuk melihat Zarina.
" Ada apa sayang?? ",, tanya Alzam kepada Syahlaa.
" Apakah di dalam lemali itu, semua bonekanya milik Mama?? ",, tanya Zarina kepada Syahlaa.
" Benar sayang itu semua milik Mama, jika Zarina mau, kita bisa membawanya pulang ke rumah ",, jawab Syahlaa kepada Zarina sambil tersenyum.
" Hoyeee ",, Zarina begitu sangat senang sekali mendengar jawaban dari sang Mama.
Dia langsung saja menyuruh sang Ayah dan sang Mama untuk mengeluarkan semua boneka yang ada di dalam lemari itu, karena Zarina meminta semua bonekanya untuk di bawa pulang saja.
Ketika sedang mengeluarkan semua boneka itu, Syahlaa tiba-tiba melihat satu boneka yang sangat berarti sekali untuknya.
Dan tanpa Syahlaa sadari, hatinya memanas, matanya mengembun, hingga akhirnya ke luarlah air matanya.
Zarina yang melihat sang Mama menangis sambil menatap lekat ke arah boneka yang di pegangnya, dia pun langsung saja mencoba bertanya.
" Mama menangis,?? ada apa Mama?? ",, tanya Zarina kepada Syahlaa.
Alzam yang mendengar perkataannya Zarina, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Syahlaa.
" Apa ada sesuatu hal Mama, hingga Mama menangis seperti ini?? ",, tanya Alzam juga kepada Syahlaa.
" Boneka ini, adalah pemberian terakhir dari Kakek sayang sebelum dia meninggal, jadi boneka ini penuh kenangan sekali bagi Mama ",, cerita Syahlaa kepada Zarina.
" Karena boneka inilah Kakek meninggal ",, lanjut lagi perkataan dari Syahlaa semakin menangis dengan cukup pilu.
" Susst, tenangkanlah pikiran Mama dulu, jangan seperti ini Mama, kasihan si adik bayinya ",, kata Alzam menenangkan Syahlaa.
" Ceritanya di lanjutkan nanti saja jika Mama sudah tenang, ok ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
Syahlaa yang mendengar perkataan dari Alzam, dia langsung saja mencoba tegar dan mengambil nafasnya dengan sangat panjang sekali, lalu dia keluarkan secara perlahan-lahan.
Sedangkan Zarina yang melihat Syahlaa menangis, dia hanya menatap bingung khas tatapan anak kecil yang tidak tahu apa-apa.
" Mama sudah tenang Ayah ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
" Jika sudah tenang, bisakah Mama ceritakan kepada Ayah, kenapa boneka itu yang membuat Ayah meninggal?? ",, tanya Alzam kepada Syahlaa.
" Dulu Ayah Tristan bekerja menjadi staf biasa di sebuah Perusahaan Ayah, dan pada waktu itu pekerjaan Ayah cukup banyak, hingga hampir satu minggu lamanya dia harus pulang larut malam terus untuk lembur ",, cerita Syahlaa seperti mengenang masa lalunya.
" Bahkan Ayah Tristan sampai lupa hari ulang tahun Mama, karena saking sibuknya ",, lanjut lagi cerita dari Syahlaa.
" Ayah Tristan itu siapa Mama?? ",, tanya Zarina kepada Syahlaa.
" Dia Ayahnya Mama sayang, Kakek kamu ",, jawab Syahlaa kepada Zarina.
__ADS_1
" Kalau Mamanya Mama siapa namanya?? ",, tanya Zarina lagi kepada Syahlaa.
" Namanya Elin Zarina, Nenek Elin Pedro sama Kakek Tristan Pedro ",, jawab Syahlaa kepada Zarina.
Zarina reflek cuma mengangguk saja kepada Syahlaa.
" Lalu Mama, apa kelanjutan ceritanya ",, kata Alzam benar-benar sangat penasaran sekali.
" Ketika Ayah Tristan lupa memberikan kado untuk Mama, di lain harinya Ayah ternyata sudah membelikan sebuah kado untuk Mama, yaitu boneka ini ",, lanjut lagi cerita Syahlaa.
" Pada waktu Ayah Tristan masih bekerja, dan dia pulang larut malam lagi untuk lembur, serta dia sudah tidak sabar ingin cepat pulang untuk memberikan boneka ini kepada Mama, tapi sayang .... ketika sudah pulang sampai di pertengahan jalan, dia kelupaan dengan boneka ini, yang masih tertinggal di meja kantornya Ayah ",, kata Syahlaa lagi kepada Alzam dan Zarina.
" Ayah Tristan yang tidak mau membuat Mama kecewa, dia lalu bela-belain untuk kembali ke kantor lagi untuk mengambil boneka ini, tapi Ayah Tristan pulang-pulang sudah tidak bernyawa lagi ",, cerita dari Syahlaa lagi.
" Dia di antarkan pulang oleh beberapa orang berpakaian bodyguard dan sekarang Mama sudah tahu, siapakah mereka, yang ternyata adalah anak buah dari Tuan Fransisco ",, kata Syahlaa sambil menampilkan wajah lesunya.
" Mama bisa tahu cerita ini semua, dari temannya Ayah yang dulu satu kantor dengan Ayah dan yang mengantarkan Ayah Tristan kembali ke kantor lagi ",, kata Syahlaa lagi.
Karena memang pada waktu itu, mobil milik Ayah Tristan sedang mogok dan di bawa ke bengkel.
Dan kebetulan satu temannya yang satu devisi dengan Ayah Tristan, tidak sengaja juga lembur dan membuat Ayah Tristan di ajak pulang bersama dia.
Tapi, ketika di pertengahan jalan, Ayah Tristan teringat dengan boneka yang sudah dia beli tadi untuk Syahlaa, yang masih tertinggal di atas meja kerjanya.
Alhasil, membuat Ayah Tristan meminta tolong kepada temannya, untuk berputar arah lagi ke arah kantor mereka, karena dia ingin mengambil boneka tersebut.
Ketika teman Ayah Tristan ingin menunggu, Ayah Tristan mengatakan, jika dia akan pulang sendiri saja, sebab Ayah Tristan tidak mau merepotkan temannya, hingga akhirnya hal tidak menyenangkan pun terjadi.
Ayah Tristan yang sedang menyebrang jalan ingin kembali pulang, karena memang rumahnya berlainan arah dengan jalan ke kantornya, tidak tahunya dia malah tertabrak mobil yang di kendarai oleh Papa Fransisco pada waktu itu dan langsung meninggal di tempat.
" Biarlah semua ini menjadi kenangan Mama, jangan di ingat-ingat lagi, karena akan membuat kita selalu terpuruk sedih ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Iya Ayah, kalau begitu, ayo semua boneka ini kita masukan ke dalam koper, sepertinya Mama masih punya satu koper lagi di dalam lemari, sebentar biar Mama ambilkan dulu ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.
Alzam hanya mengangguk saja kepada Syahlaa.
Dan setelah koper sudah di ambil oleh Syahlaa, Alzam beserta Syahlaa langsung saja memasukkan semua boneka itu ke dalam koper.
Tidak cuma boneka saja yang Syahlaa masukkan ke dalam koper, beberapa foto dan juga barang yang ingin dia bawa pulang ke Indonesia, Syahlaa masukan semua ke dalam koper.
Setelahnya, Syahlaa maupun Alzam pun menikmati waktu mereka di rumah itu seharian penuh, karena Syahlaa sedang sangat merindukan sekali rumah masa kecilnya itu.
Namun, di saat Syahlaa dan Alzam sedang berbincang santai, tiba-tiba telinga mereka mendengar bel pintu rumah berbunyi.
Syahlaa dan Alzam langsung saling pandang, karena pikir mereka siapakah yang sedang memencet bel pintu rumah.
Sedangkan rumah milik Syahlaa ini, sudah lama sekali kosong dan tidak di tinggali oleh Syahlaa.
...🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️...
Hayo, kira-kira siapa tuh yang datang🤭🤭.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
__ADS_1
...***TBC***...