DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Pemakaman Kakek dan Nenek


__ADS_3

Dira sudah berusaha untuk tegar dan tidak lagi menangis tapi dadanya terasa begitu sesak menyaksikan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya kini tengah terbaring kaku di pembaringan.


Tatapan matanya kosong, meskipun berusaha untuk kuat dan mengikhlaskan tetap saja Dira yang hanya manusia biasa tidak kuasa menahan kesedihannya yang teramat dalam


Arlan selalu berada di sisinya tidak tega sedetikpun meninggalkannya seorang diri, Arlan ikut merasakan kepedihan yang dialami sang isteri, melihat Dira yang sangat terpuruk dengan kepergian kakek dan neneknya untuk selama-lamanya hati Arlan pun berdenyut nyeri .


Dira yang begitu sedih kembali jatuh pingsan, dan Arlan pun dengan sigap membawa Dira kedalam kamarnya


Mina dan Sasa membantu mama Ambar menyiapkan segala yang diperlukan dalam pengurusan jenazah yang akan segera dimandikan dan dikafani, sementara Ayla bersama Arlan menemani Dira di dalam kamar, sedangkan Al dan papa Kusuma berada di depan bersama para pelayat yang datang untuk takziah


Dira kini sudah sadar tapi kondisinya masih sangat lemah, apalagi dia belum sempat makan apa-apa


" Dira loe harus ikhlasin kepergian mereka, gue tahu ini memang berat tapi loe harus kuat Ra. Demi kakek dan nenek loe harus kuat dan ikhlas, kasihan mereka kalau loe seperti ini terus mereka akan merasa berat ninggalin loe" ucap Ayla


" Gue udah enggak punya siapa-siapa lagi sekarang, kenapa mereka pergi meninggalkan gue sendirian?" Keluh Dira dengan isak tangisnya yang terdengar begitu memilukan


" Suttt.... enggak boleh ngomong kayak gitu, loe enggak sendirian. apa loe lupa dengan sosok laki-laki yang ada di samping loe dari tadi, lupa sama status loe sekarang? Loe enggak sendiri Ra, ada kak Arlan suami loe, ada gue dan mas Al, ada Aliza dan ada juga mama sama papa, kami itu keluarga loe sekarang, apa Loe lupa hal itu hem?" tutur Ayla panjang lebar


" Kamu enggak menganggap aku ada Yang?" ucap Arlan yang berada di samping Dira


" Astaghfirullah... maaf mas bukan gitu maksud aku, aku hanya_"


" Iya enggak apa-apa, aku ngerti kok sayang. tapi yang dikatakan Ayla itu benar kamu enggak sendirian sayang, masih ada keluarga baru kita dan juga nanti akan ada keluarga kecil kita sendiri, jadi jangan sedih lagi ya kamu harus kuat dan mengikhlaskan kepergian kakek dan nenek"


Dira mengangguk pelan " Nenek juga sudah berpesan kalau kamu harus bahagia dan tidak boleh bersedih, mereka kini sudah bahagia bersama-sama, bisa sehidup semati sampai tua itu adalah impian semua pasangan, dan kini nenek sama kakek sungguh beruntung bisa mendapatkan kesempatan sampai menua bersama dan menutup mata bersama" tutur Arlan


" Jadi kamu jangan bersedih lagi ya mereka sudah bahagia disana" lanjutnya


" Iya mas, mereka sudah berjanji hidup semati dan kini mereka sudah memenuhi janji mereka" ucap Dira


" Iya kamu benar, oleh Karena itu sekarang kamu harus kuat ya, kita temui kakek dan nenek untuk yang terakhir kali" ucap Arlan


" Ayuk kita keluar, mereka pasti sudah selesai dimandikan" ucap Ayla


Dan benar saja saat Dira keluar dari dalam kamar, jenazah nenek dan kakek sedang dikafani.


Setelah selesai disholatkan di masjid terdekat kini jenazah keduanya akan segera di kebumikan, hari memang sudah gelap tapi tidak menyurutkan para pelayat untuk ikut turut serta mengantarkan kakek dan nenek Dira ke tempat peristirahatan terakhir.


Ayla tidak ikut ke acara pemakaman begitu juga dengan Al yang harus mengantarkan sang isteri pulang, sebenarnya ada rasa tidak enak pada Dira tapi mau bagaimana lagi bi Nani sudah menelpon dan mengabari kalau Aliza menangis.


Sebagai seorang ibu tentu saja Ayla sangat mengkhawatirkan keadaan putrinya, sepanjang jalan pun pikirannya sudah tidak tenang


" Sebentar lagi sampai sayang, maaf ya tadi mas enggak tahu kalau bi Nani nelpon" ucap Al karena ponsel Ayla yang sempat dititipkan padanya dan disaat bi Nani menelpon Al tidak sadar ponsel Ayla yang mode senyap bergetar.


Sesampainya di rumah Al dan Ayla bersih-bersih terlebih dahulu sebelum menemui putrinya, setelah itu keduanya langsung menghampiri sang buah hati yang sedang berada dalam gendongan bi Nani


" Sudah lama bi Aliza menangis?" tanya Ayla


" Lumayan juga sih neng, tadi setelah saya telpon neng Ayla tapi enggak diangkat-angkat Aliza sempat diam sebentar neng tapi enggak lama dari itu Aliza nangis lagi neng dan rada susah mendiamkannya padahal udah saya kasih susu tetap aja nangis, yaudah akhirnya saya nelpon nyonya aja" jawab bi Nani


Setelah Aliza sudah bersama Ayla bi Nani pun undur diri melanjutkan pekerjaannya


Dan Aliza yang menangis pun langsung diam setelah berada di dalam gendongan ibunya

__ADS_1


" Duh kasihan putri mama, capek ya sayang menangis terus?" ucap Ayla sambil memberi asi


" Maaf ya sayang mama perginya kelamaan" ucap Ayla


Al yang berada di samping Ayla pun tersenyum lalu tangannya terulur mengelus lembut pucuk kepala sang isteri


" Mas Al kalau mau ke sana lagi pergi aja mas, aku enggak apa-apa di rumah sama bibi, mas nanti salamin aja ya sama Dira maaf kalau aku enggak balik lagi kesana" ucap Ayla


" Iya nanti mas sampaikan, sekarang mas pergi ya, kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi mas ya" ucap Al


" Iya mas, tapi jangan lupa aktifin getarnya kalau deringnya di matikan"


Al cengengesan" Iya maaf ya sayang"


" Iya"


" Yaudah mas pergi ya"


" Iya mas, tapi mas mampir dulu ya ke toko kue yang ada di ujung jalan komplek, beli kue dulu untuk tambah-tambahan acara tahlilan" pesan Ayla


" Iya, nanti mas mampir"


Ayla pun menyalami punggung tangan Al yang sudah terulur dan Al pun tidak lupa mendaratkan kecupan di keningnya


" Assalamualaikum" ucap Al


" Wa'alaikum salam, hati-hati ya mas"


" Iya sayang"


Semetara di kediaman Dira setelah acara pemakaman selesai Dira dibantu Mina dan Sasa beserta para tetangga dekatnya menyiapkan untuk acara tahlilan


Al datang sebelum acara di mulai, ia pun menghampiri sang mama yang berada di dapur memberikan beberapa kotak berisi kue yang tadi dibelinya di toko langganan sang isteri.


Acara tahlilan pun berjalan lancar dan khidmat, setelah selesai Sasa dan Mina pun bantu beres-beres


" Bagaimana perasaan loe sekarang Dira?" tanya Mina setelah mereka selesai merapihkan piring-piring kotor bekas acara tahlilan


" Alhamdulillah, gue udah ikhlas, terima kasih ya kalian berdua udah banyak banget membantu gue" ucap Dira


" Enggak usah sungkan gitu, kita ini kan sahabat jadi udah seharusnya kita saling support dan bantu membantu" ucap Sasa


" Betul itu" timpal Mina


" Oiya Ayla mana ya, gue kok enggak liat tuh anak, apa udah pulang duluan?" tanya Sasa


" Iya, Ayla tadi pamit enggak ikut ke makam katanya Aliza nangis" terang Dira


" Iya kasihan juga Aliza kelamaa di tinggal"


" Iya"


Karena hari sudah larut Mina dan Sasa pun pamit pulang

__ADS_1


" Gue pulang ya, Loe enggak apa-apa ini kita tinggal pulang?" ucap Sasa yang mengkhawatirkan keadaan Dira


" Iya enggak apa-apa, terima kasih sekali lagi kalian udah banyak membantu" ucap Dira


" Apaan sih pake terima kasih segala, gue justru khawatir kalau loe di rumah sendirian. gue pulang dulu aja deh nanti gue balik lagi sama Mina gimana?" tanya Sasa


" Enggak usah, kalian pasti capek banget dari tadi mondar mandir terus, gue enggak apa-apa lagian juga gue enggak sendiri kok" ucap Dira


" Emangnya mama sama papanya Al mau menginap di sini?" tanya Mina yang melihat kedua orang tua dari atasannya itu masih berada di rumah Dira


" Enggak, mereka tidak menginap sebentar lagi juga pulang, tapi nunggu mas Arlan dulu yang sedang pulang mengambil baju ganti " ucap Dira


" Pak Arlan?" Mina dan Sasa terkejut dan keduanya saling melempar pandang


" Pak Arlan yang akan menginap di sini?" tanya Mina yang sudah penasaran akut


" Iya" jawab Dira dengan santainya


" Kalian akan tinggal satu atap cuma berdua?" tanya Sasa


" Iya, memangnya kenapa?"


" Dira loe enggak takut_?" Mina menjeda ucapannya


" Takut?" beo Dira


" Iya, loe enggak takut kalau pak Arlan_?"


" Kalau saya kenapa? sudah halal untuk apa ditakuti?" ucap seseorang yang baru saja datang


Deg


Mina dan Sasa kembali dibuat terkejut " Halal?" beo keduanya


" Ya ampun maaf gue sampai lupa memberitahu kalian kalau sebenarnya gue sama mas Arlan udah menikah sebelum kakek dan nenek meninggal" ucap Dira


" Tega loe Dira berita bahagia enggak ngasih tau, tapi selamat ya semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah" ucap Mina


" Iya selamat atas pernikahan kalian, semoga segera di beri momongan" tambah Sasa


" Amin, Terimakasih ya"


" Yaudah kalau gitu kita pamit ya"


" Iya sekali lagi makasih ya"


Mina dan Sasa akhirnya pamit pulang dan sebelum pergi keduanya pun pamit terlebih dahulu kepada mama Ambar dan papa Kusuma


Kini Dira tengah berada di dalam kamar berdua dengan Arlan setelah papa Kusuma dan mama Ambar pamit pulang


Dira tiba-tiba menangis saat mengingat kembali kebersamaannya dengan nenek dan kakeknya


Arlan tahu bagaimana perasaan Dira, dia pun memberikan waktu untuk Dira menangis dan setelah merasa Dira lebih tenang Arlan pun mengajak Dira untuk tidur, Arlan mendekap Dira kedalam pelukannya.

__ADS_1


Dira merasa menghangat ketika Arlan memeluknya dan mendaratkan kecupan di keningnya, Dira yang merasa lelah pun akhirnya hanyut ke alam mimpi


__ADS_2