
Acara pertunangan Rain dan Faiha, berakhir ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam waktu setempat.
Malam itu di dalam Yayasan milik Abi Aasim benar-benar sangat ramai sekali.
Sebab, sedang berlangsung acara pertunangan dari sang pemilik Yayasan.
Semenjak kedatangan Syahlaa ke Yayasan milik Abi Aasim, Yayasan Al-Hasanain sering kedatangan orang-orang bule.
Seperti sekarang saja contohnya, banyak orang-orang bule masuk ke dalam Yayasan, dan mereka terlihat sangat mencolok ketika berbaur bersama orang-orang yang ada di dalam Yayasan.
Sedangkan di seberang Negara, ada sepasang kekasih yang baru saja melakukan kegiatan indah mereka di malam hari, dan saat ini mereka berdua sedang berbincang hangat.
" Sayang, bukankah Rain berkata kepada kita, jika malam ini dia akan bertunangan dengan Faiha?? ",, tanya sang wanita kepada kekasihnya.
" Iya, kamu benar Emmy, Rain hari ini bertunangan dengan Faiha ",, jawab sang kekasih kepada wanita yang ternyata Emmy.
Dan sang kekasih itu ya tentu saja Casper.
Mereka berdua juga tinggal menghitung hari saja akan segera melangsungkan pernikahan, namun mereka sudah tinggal satu atap sejak satu minggu yang lalu.
Sudah hal lumrah serta biasa di Negara barat sana, sebelum menikah sudah bisa hidup satu atap, karena mereka negara bebas, tidak seperti Indonesia yang mayoritasnya beragam islam.
Terlebih lagi Islam sangat mengistimewakan seorang wanita, jadi haram dan tabu jika belum menikah, sudah tinggal satu atap dengan laki-laki yang bukan mahromnya, walau itu calon suaminya sekalipun.
" Besok kamu telepon Rain ya, tanyakan kepada dia, bagaimana acaranya ",, kata Emmy kepada Casper.
" Iya, nanti akan aku telepon dia sayang ",, jawab Casper kepada Emmy.
" Sayang sekali, kita tidak bisa melihat acaranya secara langsung ",, kata Emmy kepada Casper.
" Sebentar lagi mereka semua juga akan datang ke sini, untuk menghadiri acara pernikahan kita yang kurang tiga hari lagi ",, kata Casper kepada Emmy.
" Nanti kita bisa bertanya kepada mereka sepuasnya ",, kata Casper lagi kepada Emmy.
" Oh iya ya, kamu benar sayang, aku sampai lupa ",, kata Emmy kepada Casper.
" Iya, sekarang sudah ingat, ayo kita tidur dulu kalau begitu, biar besok tidak kesiangan bangun ",, kata Casper kepada Emmy.
" Ok sayang ",, jawab Emmy sambil memeluk Casper dengan mesra.
Sedangkan kembali ke Yayasan milik Abi Aasim lagi, Keluarga Rain tidak semuanya menginap di pendopo utama, ada yang sebagian menginap di pendopo ke dua, yang di tinggali oleh Syahlaa dan Alzam.
Sebab kamar tamu yang ada di pendopo utama tidak muat untuk mereka semua.
Dan di pagi harinya, semua Keluarga Rain sudah bersiap-siap sejak pagi, karena siang nanti, mereka semua sudah akan terbang kembali ke Prancis lagi.
" Kapan pesawat kalian akan lepas landas Mama?? ",, tanya Rain kepada Mama Maria.
" Nanti sekitar jam sebelas siang Kak Rain ",, bukan Mama Maria yang menjawab, melainkan adik perempuannya.
Rain langsung saja mengangguk mendengar perkataan dari sang adik perempuannya.
Ketika waktu sarapan pagi pun, semua Keluarga besar Rain di ajak ikut sarapan bersama di rumah milik Abi Aasim, di dalam ruang tamu yang sudah di sulap menjadi ruang makan untuk sementara.
Karena jika makan di ruang makan, tentu saja tidak akan muat untuk menampung orang yang cukup banyak.
__ADS_1
Walau semua Keluarga besar Rain tidak terbiasa sarapan pagi dengan makanan yang berat-berat, akan tetapi mereka semua tetap menghargai hidangan yang sudah di hidangkan di depan mereka semua.
" Sini Kak Rain, biar Fai ambilkan, mau yang mana?? ",, kata Faiha kepada Rain, yang duduk berseberangan dengannya.
Rain langsung memberikan piringnya kepada Faiha.
" Makan ini sama itu saja Fai ",, jawab Rain sambil menunjuk makanan yang ingin di makannya.
" Ko sedikit, tidak kurang Kak, nanti masih lapar ",, kata Faiha kepada Rain.
" Kenapa makannya sedikit sekali, kamu yakin kenyang makan segitu?? ",, kata Mama Maria kepada Rain juga.
Mendengar perkataan dari Mama Maria, Faiha menjadi bingung, sebab di kira Faiha jika Mama Maria marah kepadanya, karena mengambilkan makanan untuk Rain cuma sedikit.
" Tenang saja, Mama Maria tidak marah, justru dia sedang bertanya kepada Kak Rain, kenapa makannya cuma sedikit ",, kata Syahlaa sambil berbisik di telinga Faiha.
" Oh ",, Faiha hanya beroh ria saja
Dan setelah mendengar penjelasan dari Syahlaa, barulah Faiha merasa tenang.
" Tidak Ma, ini cukup, karena Rain mau diet sampai pesta pernikahan ",, jawab Rain sambil menerima piringnya yang tadi.
" Yakin Rain mau berdiet, takutnya nanti jika malam pertama, bukannya tubuh sehat yang di dapat, tapi lemas karena kekurangan makan ",, goda Alzam kepada Rain menggunakan Bahasa Inggris.
Semua Kelurga besar Rain, langsung tertawa mendengar godaan dari Alzam tadi untuk Rain.
" Untuk hal itu tenang saja, saya sudah menyiapkan tenaga ekstra untuk malam pertamaku dengan adik kamu ",, jawab Rain kepada Alzam.
Alzam hanya tertawa saja sambil menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Rain tadi.
Terutama celetukan dari Zarina yang menambah semakin berwarna pagi hari mereka, Mama Maria dan Papa Charles saja sampai merasa gemas sekali dengan Zarina.
Sebab masih kecil, Zarina sudah pandai dan fasih berbicara tiga Bahasa, Bahasa Indonesia, Inggris dan juga Prancis.
Singkat cerita, tibalah semua Keluarga besar Rain harus segera pergi dari Yayasan Pondok Pesantren milik Abi Aasim.
Rain bersama Alzamlah kali ini yang mengantarkan mereka semua ke Bandara.
Dan sesampainya di Bandara, Rain beserta Alzam mengucapkan salam perpisahan kepada mereka semua.
Setelah itu Rain dan Alzam pun kembali lagi ke Yayasan milik Abi Aasim.
Ketika sudah sampai di Yayasan milik Abi Aasim, Rain yang baru saja sampai ke dalam kamarnya, tiba-tiba saja mendengar ponselnya berdering.
Di saat sudah dilihat, ternyata yang menelponnya adalah Ezio.
Tidak mau menunggu waktu lama lagi, Rain pun langsung segera mengangkatnya.
" Halo Tuan Ezio ",, kata Rain kepada Ezio.
" Halo Rain ",, jawab dari Ezio.
" Bisakah kamu kembali ke sini sebentar, karena lusa depan, Perusahaan akan kedatangan tamu penting yang akan mengajak kerjasama dengan Perusahaan saya, dan berkas-berkas yang mereka berikan kepada kita kemarin, hanya kamu saja yang mempelajarinya dan cuma kamu yang tahu semua isinya ",, kata Ezio kepada Rain.
" Saya sudah menyuruh Barry untuk mencari berkas itu di meja kamu, tapi tidak ada, di manakah kamu menyimpannya Rain, berkas dari Perusahaan Edoardo Company?? ",, tanya Ezio kepada Rain.
__ADS_1
" Astaghfirullah, maaf Tuan Ezio, sepertinya saya menyimpannya di dalam brankas milik saya ",, jawab Rain kepada Ezio.
" Baiklah, hari ini juga saya akan terbang kembali ke Prancis ",, kata Rain lagi kepada Ezio.
" Ok, saya tunggu, dan semoga kamu selamat sampai di sini ",, jawab Ezio kepada Rain.
" Baik Tuan Ezio, terimakasih ",, kata Rain kepada Ezio.
Dan setelah itu, sambungan telepon mereka pun terputus juga.
Selesai menerima telepon dari Ezio, Rain langsung mencoba untuk membeli tiket pulang ke Prancis, dan adanya penerbangan pertama di jam tiga sore nanti, itu artinya tinggal kurang dua jam saja dia harus lepas landas.
Setelah melakukan pembelian tiket, Rain pun langsung berlalu ke luar untuk menemui Syahlaa, Alzam dan juga Faiha, serta Abi Aasim dan Umi Anum, untuk mengatakan jika dia akan kembali ke Prancis sebentar karena ada masalah pekerjaan.
" Apakah tidak bisa di undur lagi kepulangan Kakak ke Prancisnya?? ",, tanya Faiha kepada Rain.
" Maaf Fai, ini masalah pekerjaan dan tanggung jawab Kakak, jadi Kakak tidak bisa mengundurnya lagi ",, jawab Rain kepada Faiha.
" Percayalah, Kakak akan kembali lagi ",, kata Rain lagi kepada Faiha.
" Akan aku antar kamu ke Bandara sekarang, biar kamu nanti bisa beristirahat di dalam mobil ",, kata Alzam kepada Rain.
" Tapi di luar, cuaca tiba-tiba sedang mendung Nak, apa tidak lebih baik di undur saja?? ",, kata Umi Anum juga kepada Rain.
" Berkas penting kerjasama milik Perusahaan Tuan Ezio Rain yang bawa Umi, berkas penting itu ada di dalam brankas milik Rain, dan yang bisa membuka brankas itu cuma Rain, karena menggunakan sidik jarinya Rain ",, jawab Rain kepada Umi Anum.
" Doakan Rain semoga selamat sampai tujuan Umi ",, kata Rain kepada Umi Anum.
Umi Anum langsung mengangguk kepada Rain, setelahnya Rain pun mengalihkan pandangannya ke arah Faiha lagi.
" Faiha, inilah resikonya jika menikah dengan Kakak, kamu akan sering Kakak tinggal, dan jika kamu mau, nanti setelah menikah, kamu bisa ikut bersama Kakak jika Kakak sedang bekerja, dan kita bisa pulang ke sini, satu atau dua bulan sekali ",, kata Rain kepada Faiha.
" Iya, kita bisa bicarakan itu nanti, Kak Rain baik-baik dan hati-hati ya, doa Fai menyertai Kakak '',, jawab Faiha kepada Rain.
" Terimakasih Fai ",, jawab Rain kepada Faiha.
Dan akhirnya, setelah berpamitan dengan mendadak, Rain beserta Alzam, sudah berada di dalam perjalanan menuju ke Bandara.
Sesampainya di Bandara, waktu sudah menunjukkan pukul dua siang lebih, itu artinya Rain akan menunggu beberapa menit lagi untuk lepas landas.
" Kamu langsung pulang saja, tidak perlu menungguku, sebelum hujan turun ",, kata Rain kepada Alzam.
" Baiklah, hati-hati ya Rain, aku pamit langsung pulang ",, kata Alzam kepada Rain.
" Hati-hati ",, jawab Rain kepada Alzam.
Alzam hanya mengangguk dan tersenyum kepada Rain, setelahnya, Alzam langsung pergi dari parkiran Bandara, sedang Rain langsung saja masuk ke dalam Bandara.
Setelah kepergian dari Rain tadi ke Bandara di antar oleh Alzam sejak beberapa jam yang lalu, ketika Faiha sedang menonton televisi, tiba-tiba dia melihat ada berita Pesawat jatuh dan rute penerbangannya dari Indonesia ke Prancis.
Sontak saja, Faiha langsung berteriak histeris memanggil Umi Anum dan Abi Aasim.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...
__ADS_1