DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Keadaan berbalik


__ADS_3

Al mengerutkan keningnya melihat Susan yang menatapnya sedikit aneh.


Susan memegangi kepalanya yang terasa berdenyut lalu mencoba untuk mendekati Al meminta bantuannya


" Pak Alveer tolong saya, ah.... kepala saya sakit sekali, ahhh... tolong saya pak Al, ini sungguh tidak nyaman!" Rengek Susan memegangi lengan Al


Al bergeming dengan jantung jedag jedug menoleh ke arah Ayla yang ternyata sedang memelototinya


Ayla yang paham kalau reaksi dari minuman yang Susan minum sudah bekerja tanpa mau mengambil resiko yang nantinya justru membahayakan hatinya sendiri, Ayla akan mengurus Susan dengan caranya


" Bu Susan anda kenapa?" tanya Ayla sok polos


" Aku tidak apa-apa menyingkirlah, aku tidak butuh bantuan mu!" sarkas Susan


" Tapi anda bilang tadi anda merasa pusing, biar saya bantu membawa anda ke rumah sakit" Ayla terus saja memaksa


" Menyingkirlah sekretaris si*Lan" bentak Susan seraya mendorong kasar Ayla hingga terhuyung kebelakang, untung saja saat itu bertepatan dengan Arlan yang sudah kembali masuk ke ruangan hingga dengan sigap berdiri di belakang Ayla menahan agar isteri dari sahabatnya itu tidak terjatuh


Al yang mendengar isterinya dibentak mengeraskan rahangnya apalagi setelah melihat Ayla yang hampir terjerembab dan beruntung ada Arlan yang sigap menolongnya, Al beranjak dari tempat duduknya, menyentak kasar tangan Susan yang hendak kembali menyentuh lengannya


Dengan tatapan menghunus Al menatap nyalang wanita yang hampir kehilangan kesadarannya itu


" Pak Alveer ikutlah denganku, dan biarkan mereka pergi!" ucap Susan dengan suara yang menggoda dan dengan tangan yang sudah bergerilya kemana-mana


Al baru menangkap sesuatu yang aneh pada wanita itu.


" Kau_?" Al menatap jengah wanita yang ada di hadapannya itu berusaha untuk menghindari sentuhan-sentuhannya yang membuat bulu kuduknya berdiri, Al lalu menoleh ke arah Ayla yang ternyata sudah membawa dua orang anak buah Susan masuk ke dalam ruangan itu


" Urus bos mu itu !" ucap Ayla menunjuk ke arah Susan yang masih berusaha untuk menyerang Al namun dengan bantuan Arlan Susan berhasil di jauhkan dari Al namun sekarang justru Arlan yang mendapat serangan dari wanita tak tau malu itu.


Arlan dengan kasar mendorong Susan dengan kasar sementara Al sudah ditarik paksa keluar oleh Ayla dengan tatapan mematikan


Kedua anak buah Susan membantu Susan berdiri dan kesempatan itu digunakan oleh Arlan untuk segera melarikan diri dari ruangan si*Lan itu.


Ayla terus saja menggerutu sepanjang jalan sambil menarik tangan Al sedangkan Arlan yang sudah berhasil menyusul sepasang suami isteri itu menahan tawanya melihat sikap Al yang diam saja mendapat omelan sang isteri


Sungguh Ayla merasa menyesal, andai saja dari awal dia mengiyakan saat Al ingin membatalkan kontrak kerja sama dengan PT Angkasa grup mungkin kejadian ini tidak akan terjadi dan beruntungnya dia ikut kegiatan rapat kali ini sehingga hal buruk yang sudah menanti bisa ia tangani


Setelah sampai di dalam mobil Ayla melipat tangannya didepan dada dengan pandangan yang dibuang keluar


Al menghela napas panjang melihat sikap dingin isterinya itu


" Sayang sudah dong jangan marah lagi, iya aku minta maaf kalau aku sudah berbuat salah" ucap Al menarik lengan Ayla hingga menoleh ke arahnya

__ADS_1


Ayla menatap tajam Al " Aku heran ya mas, di depan isteri kamu masih bisa bersikap biasa aja mendapat sentuhan dari wanita ular itu, atau jangan-jangan kamu menikmatinya ya mas dan seandainya aku tidak ada disitu mungkin mas akan memenuhi keinginannya itu!" ucap Ayla menyorot tajam


" Astaghfirullah, sayang aku tuh tadi sudah menghindar tapi sepertinya ada yang aneh dengan bu Susan jangan bilang kalau kamu_?" Al menatap curiga pada Ayla


" Apa?" tantang Ayla


" Sayang, jangan bilang kamu yang sudah memberinya obat laknat itu ?" tanya Al penuh selidik


" Aku tidak sepicik itu tuan Alveer yang terhormat, aku hanya menjaga dan melindungi apa yang harus aku jaga dan aku lindungi" jawab Ayla terdengar tegas dan menusuk


" Tapi bagaimana bisa dia berperilaku seperti orang yang habis meminum obat terkutuk itu?" tanya Al dengan menaikkan satu alisnya


" Mas, kamu ini pengusaha hebat dan aku yakin sepak terjang kamu tuh sudah tidak diragukan lagi tapi aku heran ya mas kenapa setiap kali menghadapi wanita kamu itu naif banget ya mas, sudah hampir dua kali loh mas kamu terjebak di situasi seperti ini atau jangan-jangan sebelum mengenalku dulu kamu sering ya mas terjebak dengan para wanita ular seperti Nesha dan Susan?" tanya Ayla yang mampu membuat Al tercekat


Arlan semakin menahan tawanya saat mendengar Al yang sedang di hakimi oleh sang singa betina sampai tidak bisa berkutik.


" Aku_" Al menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Apa dugaan ku benar mas?" tanya Ayla dengan sorot mata yang sulit diartikan


" Tentu saja tidak sayang, kamu bisa tanya Arlan jika tidak percaya" ucap Al lalu menoleh ke arah Arlan yang tengah mengemudikan mobil.


" Al dulu tidak pernah terjun langsung kalau kliennya wanita !" sahut Arlan


Ayla memicingkan matanya menatap dalam manik mata Al mencari kebenarannya


Ayla menghela napasnya berat " Lalu kenapa sekarang mas yang terjun langsung, apa mas sebenarnya memang memiliki rasa dengan wanita itu dan terlanjur ketahuan dengan ku, begitu kah?" tuduh Ayla yang mulai keluar sifat posesif nya


" Ya ampun sayang, enggak seperti kecurigaan dalam pikiran mu itu, mas menanganinya langsung karena waktu itu awalnya yang menangani kontrak kerja sama dengan PT Angkasa grup itu tuan Angga ayah dari Susan dan mas enggak tahu kalau ternyata sudah dialihkan pada putrinya itu, tanyakan saja pada Arlan kebenarannya, mas enggak mungkin bohong sama kamu sayang" tutur Al menjelaskan


" Mas enggak mungkin melepaskan intan permata hanya demi batu kerikil sayang, iya mas akui kalau mas terlalu naif dan bodoh karena sudah hampir dua kali terjebak di situasi yang sama. mas terlalu ceroboh dan tidak bersikap hati-hati, mas bersyukur banget punya isteri yang begitu peka terhadap lingkungan dan sangat hebat mengendalikan situasi, entah bagaimana jadinya jika tidak ada kamu sayang. mas minta maaf ya karena bukannya mas yang melindungi kamu tapi malah kamu yang sudah menjaga dan menjadi pelindung suamimu ini" lanjutnya dengan sendu


Arlan yang mendengar ungkapan hati Al merasa terharu dan juga salut dengan Ayla, wanita itu cukup peka terhadap sekeliling bahkan bisa membaca situasi cukup baik, entah bagaimana caranya Ayla bisa memutar balikkan keadaan hingga rencana yang sudah di susun oleh Susan berbalik kepada dirinya sendiri


" Ay!" panggil Arlan setelah melihat Ayla yang nampak diam saja


" Iya pak Arlan" sahut Ayla menoleh ke depan


" Bagaimana caranya kamu bisa memutar balik keadaan? aku yakin sebenarnya bu Susan berniat untuk menjebak Al kan dengan mencampurkan minumannya dengan obat laknat itu?" tanya Arlan


Al menoleh ke Ayla menatap penuh rasa penasaran dengan apa yang sudah isterinya lakukan


" Aku hanya melakukan berdasarkan fillingku saja sebagai seorang isteri, melihat dari cara bicara wanita itu terhadap orang-orang suruhannya entah kenapa ada yang janggal menurut ku, makanya aku tadi izin ke toilet untuk mencari tahu kebenarannya dan ternyata dugaan ku benar" sahut Ayla

__ADS_1


Al hanya mendengarkan tidak berniat menyela ucapan sang isteri


" Lalu apa yang kau lakukan sehingga minuman itu bu Susan yang meminumnya?" tanya Arlan penasaran


" Aku hanya menyuruh orang yang disuruh oleh wanita itu untuk menukar minumannya"


" Bagaimana bisa?"


" Aku tahu pelayanan yang menjadi suruhannya itu mau melakukan perbuatan keji itu pasti karena uang, jadi aku menawarkan bayaran yang lebih besar dari yang wanita itu berikan untungnya dia mau" sahut Ayla


" Aku benar-benar salut sama kamu Ay, kamu hebat sebagai seorang isteri ternyata sangat pandai menjaga kehormatan suami kamu yang bodoh itu!" ucap Arlan


Tidak terima dengan ucapan Arlan dengan perasaan kesal Al menendang jok Arlan dari belakang


" Kenapa enggak terima, itu kenyataan!" ucap Arlan


" Kau sudah bosan bekerja rupanya!" teriak Al geram


" Kau itu tidak akan berani memecat ku, asal kau tahu mencari orang seperti aku ini sulit , betul tidak Ay?" ucap Arlan melirik melalui kaca spion


" Entahlah!" sahut Ayla asal


" Tuh kau dengar sendiri kan Ayla pun tidak setuju dengan ucapan mu itu" sindir Al


" Ya tapi setidaknya ucapan pak Arlan ada benarnya mas, kalau kamu itu terlalu bodoh mas dalam menghadapi lawan bisnismu, jika kamu seperti ini terus aku tidak tahu mas sampai kapan rumah tangga kita bisa bertahan" ucap Ayla membuat Al membulatkan matanya


" Kamu ini bicara apa sih sayang?" Al sungguh takut kalau Ayla akan meninggalkan dirinya kelak


" Kenapa kamu bicara seperti itu?" kesal Al


" Ya kalau kamu bersikap ceroboh dan tidak bisa membaca lawan bisnismu bisa saja dengan mudahnya mereka yang akan memangsa mu mas, dengan kelemahan mu itu bisa saja kejadian ini terulang lagi dan jika itu benar-benar sampai terjadi aku sungguh tidak sanggup mas" ucap Ayla


" Belajarlah untuk lebih berhati-hati lagi mas, dan jika ingin mengadakan meeting di luar seharusnya kamu yang menentukan tempatnya atau kalau tidak ajak beberapa orang yang sudah menjadi kepercayaan mu untuk ikut bersama mu untuk berjaga-jaga jika sampai hal ini terjadi lagi tapi sebisa mungkin jangan sampai terlalu mencolok" tutur Ayla memberi saran


" Ahhh... sungguh malu banget gue Al sebagai asisten pribadi loe, ternyata isteri Loe ini lebih pandai dan lebih waspada" ucap Arlan


" Iya betul, mungkin karena selama ini usaha yang kita jalani lancar-lancar aja tanpa hambatan yang berarti jadi membuat kita begitu lengah" ucap Al


" Kita? Loe aja kali gue sih enggak" ucap Arlan yang mampu membuat Ayla akhirnya tertawa


" Ah si*Lan loe Lan!" Al kembali menendang jok yang diduduki Arlan


" Ha...Ha... gue sih bicara apa adanya, bukan begitu Ay?"

__ADS_1


Ayla tidak menjawab ia hanya tersenyum dan Al yang melihat Ayla tersenyum memasang wajah cemberut


Arlan kembali tertawa melihat wajah Al yang sungguh tidak sedap dipandang


__ADS_2