DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Pernyataan Dira


__ADS_3

Hari demi hari sudah berlalu, baby Aliza kini sudah berusia 2 bulan, pertumbuhannya pun sangat baik seperti anak sehat lainnya baby Aliza nampak begitu lucu dan menggemaskan dengan pipi chubby nya.


Al bahkan selalu ingin cepat pulang dan lebih sering menyerahkan urusan pekerjaannya kepada Arlan, dia tidak ingin melewatkan sedikit pun masa tumbuh kembang putrinya.


" Kok udah pulang mas, ini masih siang loh padahal?" tanya Ayla saat Al pulang pada saat jam baru menunjukkan pukul 2


" Mas kangen sama baby Aliza sayang" jawab Al lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih dulu sebelum menghampiri putri kesayangannya


" Mas udah makan?" tanya Ayla


" Susah tadi makan siang dengan klien di restoran Bening" jawab Al


" Kliennya laki-laki atau_" belum selesai dengan kata-katanya Al sudah lebih dulu menyela


" Laki-laki sayang" jawab Al yang tahu akan kekhawatiran sang isteri


" Kalau pun kliennya wanita mas juga tidak akan pergi menemuinya sendiri dan tentunya tempatnya pun mas yang akan memilih seperti yang isteriku ini perintahkan" ucap Al sambil memakai baju kaos oblongnya.


" Iya mas, maaf ya kalau aku tuh terkesannya tidak percayaan sama mas dan terlalu otoriter" ucap Ayla merasa bersalah


" Tidak apa-apa sayang, mas mengerti kok kenapa kamu bersikap seperti itu sama mas, karena mas sudah berkali-kali hampir melakukan kesalahan yang cukup fatal jika tidak ada tindakan cepat dari kamu, mas yang seharusnya berterima kasih karena kamu begitu perhatian dan sangat menjaga mas dari perbuatan yang bisa saja menjadi bumerang dalam rumah tangga kita sendiri" tutur Al


Ayla tersenyum merasa bangga memiliki suami yang begitu menghargai dan begitu pengertian terhadap dirinya.


" Mas malah senang sayang, jadi teruslah seperti itu karena itu mas anggap sebagai bukti cinta dan kasih sayang kamu sama mas" tambahnya lagi


" Mas bisa aja, bikin hati aku berbunga-bunga aja" ucap Ayla dengan mengukir senyum diwajahnya


" Masa sih, coba mana sini mas lihat bunganya?" goda Al


" Ish... mas mah mesyum" ucap Ayla karena Al malah merusuh


Al tergelak melihat bibir Ayla yang mengerucut lucu dan menggemaskan


" Jadi kangen juga nih sama mamanya baby Aliza" Al menaik turunkan alisnya menggoda


" Apaan sih mas, geli ih!" Ayla mendorong pelan wajah Al yang menempel di curug lehernya


" Mas kangen sayang" manja Al


" Mas malu ih sama baby Aliza, sana dulu ih!"


" Sini biar mas yang gendong, kangen pingin unyel-unyel pipi gemoy nya"


" Jangan merusuh deh mas nanti ngambek loh anaknya"


" Enggak akan ya sayang, baby Aliza kan anak pintar" ucap Al yang sudah mengambil alih baby Aliza ke dalam gendongannya


" Yaudah, aku mau turun dulu ya mas mau bantuin mama masak untuk makan malam" ucap Ayla


" Iya sayang"


Ayla turun ke lantai bawah dan menemukan mama Ambar yang sudah sibuk di dapur bersama bi Nani


" Masak apa mah?" tanya Ayla yang kini sudah bergabung dengan sang ibu mertua


" Eh kamu Ay, mama sedang masak sup iga sapi" jawab mama Ambar


" Wahh... enak tuh mah" timpal Ayla


" Pasti itu neng, sup iga sapi buatan nyonya itu mantap deh pokonya, enak tenan!" puji bi Nani


" Jelas itu bi, masakan mama memang nomor satu iya kan bi" ucap Ayla ikut memuji


" Iya neng betul banget"

__ADS_1


" Kalian ini terlalu berlebihan" sanggah mama Ambar


" Kamu disini Aliza sama siapa Ay?" tanya mama Ambar yang tidak melihat keberadaan sang cucu


" Aliza sama mas Al mah dikamar" jawab Ayla yang kini tengah membantu mama Ambar memotong tempe dan tahu


" Al sudah pulang jam segini?" tanya mama Ambar heran


" Sudah mah, katanya kangen sama Aliza" jawab Ayla


" Dasar anak itu, pasti dia melimpahkan pekerjaannya pada Arlan"


" Bisa jadi mah, kasihan kak Arlan kapan dia menikah kalau selalu disibukkan dengan pekerjaan"


Mama Ambar membenarkan ucapan Ayla, jika selalu sibuk kapan Arlan memikirkan tentang dirinya sendiri


" Mama akan bicarakan soal ini nanti kepada suami kamu, setidaknya dia harus bisa bertanggung jawab dengan pekerjaannya dan memberi waktu buat asistennya mengurus urusan pribadinya, kasihan juga Dira kalau Arlannya sibuk terus" tutur mama Ambar


" Iya mah"


" Loh Aliza kenapa mas kok nangis?" tanya Ayla saat mendengar suara tangisan Aliza yang berada di dalam gendongan sang papa


" Bangun tidur, mungkin dia haus sayang mau mimi" jawab Al


Ayla mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum mengambil alih Aliza dari tangan suaminya


" Duh putri cucu oma haus ya, sebentar ya sayang mamanya lagi cuci tangan dulu !" ucap mama Ambar


" Sini sayang sama mama, sudah haus ya" ucap Ayla mengambil alih Aliza


" Haus bener ya sayang" ucap Al melihat Aliza yang tengah meminum Asi


Keduanya saat ini tengah duduk di sofa yang berada di ruang keluarga, Al tengah asik menikmati pemandangan yang menggemaskan menurutnya


Setelah selesai Ayla membawa Aliza ke kamarnya untuk di mandikan


" Wahh anak papa sudah cantik wangi lagi" ucap Al seraya menggendong Aliza sedangkan Ayla saat ini bergantian mandi


Setelah jam sudah menunjukkan pukul 7 malam pasangan suami isteri itupun bergabung dengan kedua orangtuanya untuk makan malam bersama


" Neng sini biar Aliza sama bibi aja yang gendong, neng makan aja dulu" ucap bi Nani


" Iya sayang, biar bi Nani aja yang gendong Aliza" seru Al


" Memangnya tidak merepotkan bi?" tanya Ayla yang takut merepotkan bi Nani


" Tidak neng, bibi malah senang " jawab bi Nani


Ayla pun akhirnya memberikan Aliza kepada bi Nani lalu menikmati makan malamnya bersama Al dan kedua mertuanya


__________


Sementara di kantor Arlan lagi-lagi mendengus kesal pasalnya pekerjaan yang Al tinggalkan masih belum juga selesai, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan dia ada janji makan malam bersama Dira


" Belum kelar mas?" tanya Dira yang datang menghampiri ruangan Arlan


" Loh kok kamu masih ada di sini, belum pulang?" bukan menjawab Arlan malah balik bertanya


" Aku sengaja menunggu mas pulang sambil mengerjakan beberapa pekerjaan buat besok" jawab Dira


" Apa pekerjaannya masih banyak?" tanya Dira melihat Arlan yang masih sibuk dengan layar laptopnya


" Sedikit lagi selesai, biar nanti aku kerjakan di rumah saja " jawab Arlan seraya menutup laptopnya


" Ayok kita pulang" ajak Arlan seraya menggandeng tangan Dira

__ADS_1


" Kita makan dulu aja ya sebelum pulang?" ucap Arlan ketika mobil yang dikendarainya tengah membelah jalanan yang masih terlihat cukup ramai


" Terserah mas Arlan aja" jawab Dira


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama di restoran sea food


" Kamu sering ya mas makan di tempat ini?" tanya Dira


" Enggak sering tapi pernah beberapa kali bersama Al" Dira pun mengangguk pelan


Setelah selesai dengan ritual makan malam bersama Arlan pun mengantarkan Dira pulang


" Aku langsung pulang ya" pamit Arlan saat sudah sampai di depan rumah Dira


" Enggak mau mampir dulu?" tawar Dira


" Lain kali aja, ini sudah larut malam tidak enak dengan tetangga" jawab Arlan


Dira tersenyum, didalam hati ia merasa bangga dengan sikap Arlan yang begitu menghargai dirinya


" Sudah cepat sana masuk, angin malam tidak baik untuk kesehatan" ucap Arlan


" Iya, mas Arlan juga hati-hati ya bawa mobilnya" balas Dira


" Iya, sebenarnya sih aku malas pulang"


" Loh kenapa? mas memangnya mau pergi kemana? kalau bisa langsung pulang mas" Dira langsung nyerocos panjang


Arlan terkekeh " Kalau pulang sudah ada yang menunggu di rumah sih mungkin aku akan bersemangat untuk pulang tapi calon isterinya masih belum siap di ajak nikah" jawab Arlan membuat Dira langsung menatap Arlan lekat


" Maksud mas Arlan apa bicara seperti itu?" tanya Dira yang pura-pura tidak mengerti


" Sudahlah, aku harus sabar menunggu entah sampai kapan" gumamnya lalu hendak masuk ke dalam mobil


" Mas!" Dira meraih tangan Arlan membuat langkah laki-laki itu pun terhenti


" Kenapa? masih kangen ya?" goda Arlan


" Ishhh .. apaan sih mas Arlan, aku cuma mau bilang kalau mas Arlan memang serius datanglah besok dan temui kakek dan nenek" ucap Dira lalu menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya


" Ap..apa? kamu tadi bilang apa?"tanya Arlan ingin menegaskan pendengarannya


" Tidak ada siaran ulang" sahut Dira dengan cemberut


" Ha...ha... kau ini menggemaskan sekali sayang, iya aku pastikan besok aku akan datang ke sini untuk melamar secara langsung kepada kakek dan nenek" ucap Arlan dengan wajah berbinar


" Itu pun kalau mas tidak lembur lagi besok" ucap Dira tiba-tiba


"Ah iya kamu benar, tapi aku akan usahakan besok akan datang melamarmu untuk urusan pekerjaan sesekali memberontak tidak masalah" sahut Arlan


" Yaudah terserah mas Arlan aja, aku tunggu kedatangan mas Arlan besok kalau enggak datang bukan salah aku lagi ya yang tidak bisa menerima lamaran mas itu" tutur Dira


" Loh kok ngomongnya gitu sih, aku akan usahakan besok datang dan kamu juga harus pastikan tidak akan menolak lamaran ku"


Dira tersenyum " Kita lihat saja besok mas, aku yang menolak atau mas sendiri yang tidak bisa datang untuk melamarku" ucap Dira


" Semoga saja Al besok tidak membuat ulah dan aku bisa segera menjadikan kamu sebagai ratu di dalam hidupku" ucap Arlan penuh harap


" Amin, semoga harapan mu terkabul mas" timpal Dira


" Sudah malam, sudah cepat sana masuk dan jangan lupa mimpikan calon suami kamu ini ya" ucap Arlan seraya terkekeh


" Iya mas, semoga kita bertemu di alam mimpi ya" ucap Dira


Arlan masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Dira yang kini sudah masuk ke dalam rumah, sebelum masuk Dira dan Arlan saling melambaikan tangan dengan senyum yang menghiasi wajah keduanya.

__ADS_1


Arlan merasa sangat bahagia karena Dira akhirnya memberikan lampu hijau dan dia pun berharap besok tidak ada halangan untuk dia melamar Dira


__ADS_2