DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Restu ayah


__ADS_3

Setelah dinyatakan boleh pulang kedua pasang kekasih itu pun tidak mau buang-buang waktu terutama Hendrik


Pria itu langsung meminta bantuan dari orang-orang kepercayaan ayahnya untuk segera mengurus surat-surat yang diperlukan untuk pernikahannya dengan Sasa termasuk juga urusan tentang ayahnya Sasa karena bagaimanapun Hendrik butuh orang itu untuk menjadi wali nikah Sasa.


Hendrik tahu itu tidaklah gampang tapi walau bagaimanapun mereka butuh ayah Sasa untuk menikahkan mereka


Al pun yang tidak ingin mengecewakan sang isteri, tidak tinggal diam begitu saja, dia pun langsung menugaskan Arlan yang baru saja pulang berlibur bersama sang isteri untuk membantu Hendrik membujuk ayah Sasa yang terkenal kasar dan sombong itu


Dan berkat Al semua berjalan lancar karena dengan mudahnya orang sekeras ayahnya Sasa luluh begitu saja setelah di iming-imingi uang dalam jumlah besar tentunya


Al melakukan hal itu karena dia tahu Sasa adalah sahabat baik isterinya jadi membuat sang isteri bahagia akan memudahkannya melancarkan program membuat kan Aliza adik


Dan benar saja setelah semua urusan sudah beres, Hendrik pun langsung datang ke rumah Sasa bersama keluarganya untuk mengatakan niatnya menikahi Sasa segera


Sasa dan ibunya dibuat terkejut bukan main karena Hendrik mengatakan akan menikahi Sasa seminggu lagi itu benar-benar diluar dugaan mereka


" Bang apa tidak kecepatan ya, ini seminggu loh bang, enggak salah itu?" tanya Sasa yang kini sudah mengganti panggilannya menjadi Abang pada Hendrik


" Tidak Sa, sudah lama Abang menantikan momen ini dan abang takut kamu berubah pikiran lagi nantinya jadi menurut abang lebih cepat lebih bagus" sahut Hendrik dengan yakin


" Tapi bang tidak bisa secepat itu apalagi yang menjadi wali nikah aku nanti_" Sasa menjeda ucapannya ada rasa yang mengganjal di hatinya


" Kamu tenang aja sayang, semua sudah di atur kamu hanya mengatakan iya saja itu sudah lebih dari cukup" ucap Hendrik


" Maksud Abang?" Sasa nampak bingung


" Abang tau kamu pasti memikirkan tentang ayahmu kan, kamu takut orang itu tidak bisa menjadi wali nikah mu?" Sasa mengangguk dengan kekhawatiran yang cukup besar, jujur saja ia memang sangat takut jika ayahnya itu tidak mengakui dirinya sebagai anak apalagi menjadi wali nikahnya


Sasa merasa pesimis apalagi yang dia tahu ayahnya itu sungguh tidak berperasaan jadi kemungkinan ayahnya menolak pun sangat besar


" Kamu tenang aja ayahmu sudah setuju dan bersedia untuk menjadi wali nikah mu"


Sasa sangat terkejut mendengar ucapan Hendrik begitu juga dengan bu Rahma, mereka bingung bagaimana mungkin Hendrik bisa mengatakan hal itu dengan mudahnya apalagi setahu mereka ayahnya itu begitu keras kepala dan juga angkuh lalu bagaimana caranya Hendrik bisa membujuk orang itu batin Sasa dan ibunya


" Kamu tidak usah bingung seperti itu, kamu lupa kalau kita itu punya bos yang sangat luar biasa jadi soal ayahmu tidak akan sulit untuknya" sahut Hendrik


" Maksud Abang apa? apa semua ada kaitannya dengan pak Al?"

__ADS_1


" Ya tentu saja, berkat bantuan pak Al ayahmu yang awalnya menolak akhirnya bersedia datang?" tanya Hendrik


" Bagaimana bisa bang pak Al membujuk ayah ku dengan begitu mudahnya?" tanya Sasa


" Kamu lupa siapa ayahmu?" Sasa mendengus kesal rasanya sungguh malu jika mengingat ia mempunyai ayah yang begitu sombong dan gila harta bukan itu saja bahkan laki-laki itu sangat membenci ibunya hanya karena ibunya melahirkan seorang anak perempuan, laki-laki yang sadis dan sangat tidak berperasaan


" Sasa!" ibunya tahu bagaimana perasaan putrinya itu, setiap kali gadis itu ingat sosok ayahnya ia merasakan sakit yang teramat dalam di lubuk hati kecilnya


Ayah Hendra yang juga menangkap kesedihan yang begitu besar pada calon menantunya itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Sasa


Ayah Hendra duduk di samping Sasa lalu menarik gadis tersebut ke dalam pelukannya


" Menangis lah nak jika kamu ingin menangis, tapi setelah hari ini ayah tidak akan membiarkan kamu menangis lagi, jika ayah kandung mu tidak mau mengakui mu sebagai putrinya masih ada ayah yang akan selalu menyangi mu sebagai putri ayah sendiri, jadi mulai sekarang jangan bersedih lagi masih ada ayah yang akan selalu menyayangi kamu nak" ucap ayah Hendra


Seketika tangis Sasa pun pecah, seumur hidupnya baru kali ini ia merasakan kasih sayang dari seorang ayah yang begitu tulus, meskipun ayah Hendra bukanlah ayahnya tapi rasanya begitu nyaman berada di dalam pelukan pria paruh baya itu seperti pelukan seorang ayah yang sangat ia rindukan selama ini


" Menagislah nak menangislah tapi setelah ini berjanjilah pada ayahmu ini kamu harus hidup bahagia, jangan larut pada kesedihan mu di masa lalu, tanpa ada ayahmu kamu bisa hidup bahagia tunjukkan padanya kalau kamu sangat bahagia" tutur ayah Hendra


" Iya ayah, terimakasih... terima kasih banyak, terima kasih karena sudah menganggap ku sebagai putrimu!" ucap Sasa setelah mengurai pelukannya


Sasa menghapus air matanya lalu tersenyum dan semuanya pun ikut tersenyum


" Apakah aku bisa menolaknya? apalagi ayah sendiri yang sudah memintanya padaku?"


Hendrik mencibikkan bibirnya merasa cemburu dengan ayahnya sendiri


" Hei anak muda kenapa dengan wajahmu? sepertinya kau sedang cemburu ya dengan ayahmu ini?" ledek ayah Hendra


" Ishhh... ayah, Sasa itu milikku tidak sepantasnya ayah memeluknya seperti tadi" kesal Hendrik tapi sebenarnya hatinya bahagia karena ayahnya bisa membuat sang kekasih tersenyum


" Memangnya kenapa, Sasa sendiri tidak keberatan bukan?"


" Sasa memang tidak keberatan tapi ayah seharusnya sadar diri dong, ayah itu sudah punya bunda"


" Bunda apa bunda tidak marah ayah peluk-peluk wanita lain di hadapan bunda?" Hendrik beralih pada bundanya mencari pembelaan


" Peluk wanita lain,aishh... kau ini tidak lihat wanita lain yang kamu bilang itu adalah calon menantu bunda" ucap bunda Tia seraya terkekeh

__ADS_1


" Tuh dengarkan!" timpal ayah Hendra


Bu Rahma yang melihat kelakuan keluarga Hendrik pun hanya bisa tersenyum tapi di dalam hatinya sangat lega karena Sasa akan memiliki keluarga yang nantinya pasti akan sangat menyayangi putri kesayangannya itu


" Yaudah, sekarang kamu istirahat saja ya, kami sekeluarga pamit pulang dulu, soal acara pernikahan kalian nanti akan diadakan di hotel Milik keluarga Kusuma katanya sebagai hadiah pernikahan kalian" Ucap ayah Hendra


" Iya betul apa yang dikatakan ayah, kita akan menikah secara sederhana di hotel milik keluarga Kusuma, apa kamu keberatan sayang?" tanya Hendrik


" Untuk apa aku keberatan bang, itu sudah jauh lebih dari cukup untuk ku" sahut Sasa


" Syukurlah kalau begitu" ucap Hendrik


" Yaudah kami pamit pulang dulu ya, kamu siapkan diri ya sayang, jaga kesehatan dan serahkan semuanya pada putra bunda, kamu sebagai calon mempelai wanita hanya butuh mempersiapkan diri saja" tutur bunda Tia


" Siap bunda" ucap Sasa


" Yaudah bu Rahma kami pamit pulang dulu ya" bunda Tia beralih pada bu Rahma


" Oh iya bu" ucap Bu Rahma


Setelah keluarga Hendrik pulang Bu Rahma pun mengajak Sasa berbicara


" Ada apa bu?" tanya Sasa yang sepertinya melihat raut wajah yang berbeda pada diri sang ibu.


" Sasa, ibu bahagia karena sebentar lagi kamu akan segera menikah dengan nak Hendrik " ucap bu Rahma


" Bu!" Sasa memeluk ibunya yang terlihat ingin menangis


"Semoga pernikahan kamu kelak menjadi pernikahan yang pertama dan juga yang terakhir nak" ucap Bu Rahma


" Amin, doa kan saja bu!"


" Tentu saja nak, doa ibu akan selalu menyertai setiap langkah mu!"


" Terima kasih bu"


" Itu sudah menjadi kewajiban ibu nak"

__ADS_1


" Sasa sayang ibu"


" Ibu juga sayang sama kamu nak!" keduanya pun berpelukan saling mencurahkan rasa kasih dan sayangnya.


__ADS_2