DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Kuntilanak


__ADS_3

Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam, tidak ada yang bicara, sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Dira yang tadi begitu berani berbicara dan menjawab setiap ucapan Arlan kini sudah kembali menjadi Dira yang pendiam


Tidak butuh waktu lama akhirnya mobil yang mereka tumpangi kini sudah terparkir di sebuah rumah kecil yang berjejer beberapa pintu


" Terima kasih pak sudah mengantarkan saya pulang!" ucap Dira


" Hem!" jawab Arlan singkat


Setelah Dira turun dari dalam mobil, Arlan pun langsung melajukan kembali mobilnya


Dira mendengus kesal menatap mobil tersebut hingga hilang dari pandangannya


" Dasar orang yang aneh, tadi terlihat baik dan sekarang kembali ke mode arogan dan dinginnya. bos dan asistennya memang sebelas dua belas" gumam Dira seraya berjalan ke arah salah satu rumah yang berjejer di depannya


Dira masuk ke dalam rumah kontrakannya


Ceklek


Pintu ruangan Al dibuka dari luar, Arlan menyembul dari balik pintu dengan wajah yang masih terlihat mengantuk


" Ada apa tuh muka, kusut banget?" tanya Al


" Gue ngantuk, kurang tidur semalam" sahut Arlan


" Ngomong-ngomong bagaimana bisa ada penyusup masuk ke kantor ini?" tanya Al


" Sepertinya ada yang menginginkan desain produk terbaru perusahaan kita yang akan launching bulan depan" sahut Arlan


" Siapa?"


" Kalau soal itu gue juga belum tahu, semalam semua lampu mati jadi gue enggak bisa lihat dengan jelas siapa mereka" sahut Arlan


" Kenapa loe enggak tangkap aja mereka?"


" Keadaan gelap bagaimana bisa menangkap mereka, masih untung aksi mereka yang mau masuk ke ruangan ini bisa digagalkan" sahut Arlan


" Bagaimana cara kak Arlan menggagalkan aksi mereka?" tanya Ayla yang tiba-tiba menghampiri mereka berdua


" Bukan gue tapi Dira" jawab Arlan


" Dira" ucap Al dan Ayla bersamaan


" Apa kalian_?"


" Jangan berpikir yang macam-macam"


" Dira itu semalam lembur dan saat mau pulang pintunya sudah terkunci terus lampunya tiba-tiba padam, dia yang merasa ketakutan memilih kembali ke ruangannya, awalnya gue kira kuntilanak mendengar suara dia menangis bikin bulu kuduk gue berdiri" cerita Arlan


Al dan Ayla malah tertawa mendengar cerita Arlan yang menurut mereka sangat lucu.


" Karena gue sama Dira bingung enggak tahu bagaimana cara menghadapi dua orang penyusup tersebut di suasana yang gelap seperti itu tiba-tiba aja Dira sudah berdiri di sudut kaca jendela dengan mengurai rambutnya yang panjang sambil menangis, gue aja sampai kaget gue kira kuntilanak beneran terus biar tambah serem lagi gue lemparin aja tong sampah ke arah mereka sampai akhirnya mereka lari terbirit-birit karena ketakutan" lanjut Arlan bercerita


" Wah sepertinya kamu harus kasih Dira bonus sayang" ucap Ayla


" Sepertinya begitu" timpal Al


" Terus gue?"


" Loe gue kasih bonus pacaran kalau perlu nikah sama Dira" sahut Al

__ADS_1


" Ah si*lan loe, dasar bos pelit" dengus Arlan


" Udah enggak apa-apa kak, Dira juga sekarang sudah banyak berubah kok, dia itu gadis yang baik dan juga pintar loh cocok sama kak Arlan!"


ucap Ayla


" Ah kalian memang suami isteri yang enggak ada akhlak bukan beri gue bonus malah main jodoh-jodohin orang" kesal Arlan yang langsung beranjak dari tempat duduknya


" Loh mau kemana belum selesai udah main kabur aja?" tanya Al


" Gue mau melihat rekaman cctv yang ada di pintu gerbang sebelum mereka masuk ke kantor ini!" sahut Arlan


" Kerja yang bagus, kalau loe bisa memecahkan kasus ini gue kasih loe bonus dua kali lipat" ucap Al


" Serius?"


" Apa gue pernah bohong?"


" nah gitu dong, gue juga kan kerjanya bisa semangat kalau begini" sahut Arlan sambil tersenyum


" Udah cepat sana pergi!" usir Al


" Bawel, ini juga mau pergi" ucap Arlan seraya membuka pintu


" Al, ingat Ayla sedang hamil besar jangan dihajar terus kasihan!" ledek Arlan yang hanya kepalanya saja yang masuk dan buru-buru kembali menutup pintu


" Wah dasar loe ya asisten enggak ada akhlak!" umpat Al yang baru saja hendak mendekati sang isteri dibuat terkejut dengan kelakuan sang asisten


" Mas sih udah tau ini di kantor enggak tau tempat" kesal Ayla yang merasa malu dengan Arlan


" Udah enggak usah di dengar Arlan mah, mending kita_" ucap Al terpotong


" Mas aku mau bebek goreng kayaknya enak deh mas" ucap Ayla


" Siapa bilang, iya aja enggak ada orang mas nyarinya di dalam kantor coba mas cari di jalan-jalan pasti ada" sahut Ayla dengan wajah cemberut


" Nanti siang aja cari bebek gorengnya sekarang kita_!"


" Mas aku maunya sekarang kalau mas enggak mau beliin enggak apa-apa kok mas, biar aku yang cari sendiri aja" Ayla hendak jalan kearah pintu


" Iya iya mas akan cariin, kamu tunggu saja disini nanti kalau Arlan nanya bilang suruh dia menghendle kerjaa mas sampai mas kembali" ucap Al


" Iya, terima kasih suamiku" ucap Ayla berbinar


Cup


Ayla pun mendaratkan satu kecupan di pipi Al membuat sang suami langsung tersenyum


Al pergi keluar kantor untuk mencari bebek goreng yang diinginkan sang isteri sedangkan Ayla sendiri berada di ruangan Al membantu memeriksa beberapa file yang berada di atas meja kerja Al.


_____


Setiap kali mengingat kejadian semalam Arlan dibuat senyum-senyum sendiri, membayangkan wajah tegang dan takut Dira hatinya sedikit terusik ingin rasanya dia menghampiri gadis itu keruangannya tapi untuk apa pikirnya


" Gue ini kenapa sih? kenapa wajah tuh cewek terus aja melintas di pikiran gue sih!" kesal Arlan mengacak-acak rambutnya dengan kasar


" Enggak mungkin gue suka sama cewek ceroboh macam dia, enggak banget" elaknya


" Ayo Arlan loe harus fokus, jangan gara-gara cewek ceroboh itu loe jadi enggak konsen kayak gini" Arlan bermonolog sendiri


Arlan berusaha untuk kembali fokus dengan pekerjaannya sampai terdengar pintu ruangan diketuk konsentrasi kembali buyar

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


" Masuk!" teriak Arlan


" Permisi pak!" ucap seorang pria yang tadi dia tugaskan untuk mencari rekaman video cctv di area kantor tersebut


" Ini pak video cctv yang bapak perlukan" ucapnya


" Oya, biar aku lihat!" ucap Arlan


Arlan memperhatikan dengan detail setiap rekaman video yang diputar.


" Sial!" umpatnya kesal karena tidak bisa melihat dengan jelas kedua wajah orang tersebut


" Kirim rekaman ini ke ponsel ku!" pintanya


"Siap pak!"


Setelah vedio itu terkirim ke ponsel Arlan pria tersebut pun pamit undur diri dan dengan cepat Arlan langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu identitas dua orang tersebut


Tok


Tok


Tok


Pintu ruangan Arlan kembali di ketuk dari luar


" Masuk!" teriak Arlan


Ceklek


" Permisi pak!" ucap seorang gadis yang masuk ke dalam ruangannya


" Iya ada ap_ pa?"


Deg


Jantung Arlan tiba-tiba berdegup sangat kencang apalagi langkah gadis itu semakin mendekat ke arahnya


" Maaf pak ini berkas dari bu Ayla saya disuruh untuk menyerahkannya kepada pak Arlan" ucap gadis yang sudah berdiri di hadapan meja kerja Arlan


Deg


Deg


Deg


Arlan berusaha untuk mengendalikan degup jantungnya yang tiba-tiba berdegup sangat kencang


" Letakkan saja dimeja, kau boleh keluar sekarang!" ucap Arlan dingin dan kembali pura-pura sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas mejanya


Laki-laki itu tidak ingin gadis yang ada di hadapannya melihat dirinya yang tengah salah tingkah dan grogi dihadapannya jadi bersikap dingin mungkin salah satu cara menghindar dari gadis tersebut


" Baik kalau begitu saya permisi pak!" ucap gadis itu pamit undur diri


Setelah gadis yang sudah membuatnya seharian ini tidak tenang keluar dari ruangannya Arlan nampak frustasi dan mengusap wajahnya kasar

__ADS_1


Sedangkan gadis yang baru saja keluar dari ruangannya tengah mendengus kesal dengan sikap dingin dan arogan atasannya itu


__ADS_2