
Membahas Ezio lagi, saat ini Ezio sudah berada di depan rumah sakit, dan belum menuju ke parkiran mobil, karena dia ingin mencoba menghubungi anak buahnya terlebih dahulu.
Ezio ingin tahu, bagaimana hasil dari pencarian mereka selama ini, karena saat ini Ezio tidak bisa membutuhkan waktu yang lama, untuk menemukan Syahlaa maupun Zarina.
Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di rumah mewah milik Emmy.
Sepeninggalan dari Rain untuk pergi ke kantor, Alzam pun mencoba bertanya kepada Syahlaa.
" Sayang, Mama tidak mau jalan-jalan sebelum kita kembali pulang ke Indonesia?? ",, tanya Alzam kepada Syahlaa.
" Mau, Mama sebenarnya juga rindu dengan kampung halaman Mama, sudah sangat lama sekali Mama tidak pergi ke sana, maupun mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di sini, tapi ...... ",, jawab Syahlaa menjeda perkataannya.
" Tapi apa Mama,?? Mama takut ketahuan oleh Tuan Ezio?? ",, tanya Alzam lagi kepada Syahlaa.
Syahlaa langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Alzam.
" Tenanglah Ma, asal kita masih berdua, kita pasti bisa mengahadapi ini semua, ada Ayah yang akan selalu menjaga kalian bertiga, termasuk calon anak kita ",, jawab Alzam kepada Syahlaa sambil menggenggam mesra tangan Syahlaa.
" Dan Ayah rencananya akan mengajak kalian berdua pulang lusa depan, jadi mumpung kita masih ada di sini, dan Zarina kelihatannya sudah membaik keadaannya, ayo kita jalan-jalan ke mana saja yang Mama mau, akan Ayah antarkan kalian berdua dengan senang hati ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Benarkah,?? apa Ayah tidak takut jika sewaktu-waktu kita bertemu dengan Tuan Ezio di jalan?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.
" Tidak Ma, walau Tuan Ezio berhak atas Zarina, tapi kita berdualah yang lebih berhak atas dia, karena secara hukum kita pasti menang, dan secara agama pasti Mama yang akan menang melawan Tuan Ezio ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
" Baiklah kalau begitu, Mama mau bersiap-siap dulu bersama Zarina ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
Alzam pun langsung mengangguk dan tersenyum manis kepada Syahlaa.
Dan setelahnya, Syahlaa langsung saja mengajak masuk Zarina yang sedang asik bermain sendiri dengan bonekanya itu ke dalam kamar untuk bersiap-siap terlebih dahulu.
Meninggalkan Alzam dan Syahlaa serta Zarina, yang akan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan.
Kita kembali kepada Ezio lagi.
Ezio saat ini sedang mencoba menghubungi salah satu anak buahnya.
" Halo Tuan Ezio ",, sapa sang anak buah kepada Ezio.
" Halo, bagaimana,?? apa kalian semua sudah mendapatkan informasi yang saya suruh?? ",, tanya Ezio kepada anak buahnya.
" Belum Tuan Ezio, maafkan kami ",, jawab sang anak buah kepada Ezio.
" B0doh,!! kerja kalian apa saja hah!! ",, marah Ezio kepada anak buahnya.
" Maafkan kami Tuan Ezio, kami akan lebih giat lagi dalam mencari informasinya ",, jawab sang anak buah kepada Ezio.
" Kami sudah mencari ke rumah Tuan Casper, kami juga sudah mencari ke apartemen Tuan Rain, dan yang terakhir kami juga sudah mencari keberadaan Nyonya Isabella dan Nona Zarina di rumah Nyonya Emmy, mereka masih juga tidak ada Tuan ",, kata sang anak buah kepada Ezio.
__ADS_1
" Rumah Emmy?? ",, kata Ezio dan di dengar oleh anak buahnya.
" Benar Tuan, Nyonya Emmy adalah sahabat dekatnya Nyonya Isabella ",, jawab sang anak buah kepada Ezio.
Dan Ezio yang merasa tidak asing dengan nama itu, dia lalu mencoba mengingat-ingatnya.
Hingga akhirnya Ezio teringat, jika dulu ketika dia masih berpacaran dengan Klara, Ezio tidak sengaja mendengar percakapannya Syahlaa bersama Rain, jika dia ingin pergi bersama Emmy liburan ke suatu tempat.
Ketika Rain bertanya siapa itu Emmy kepada Syahlaa, Syahlaa langsung menjawab jika Emmy adalah sahabat dekatnya.
" Karena, ketika kemarin baru saja sampai di sini, Nyonya Isabella bersama suami dan juga Nona Zarina tinggal di rumah Nyonya Emmy Tuan ",, lanjut lagi perkataan dari sang anak buah kepada Ezio.
Perkataan dari anak buahnya, langsung membuat Ezio tersadar dari masa melamunnya.
" Lalu, apa ada hal lain lagi yang belum kalian sampaikan kepada saya?? ",, tanya Ezio kepada anak buahnya.
" Ada informasi satu lagi Tuan Ezio ",, jawab sang anak buah kepada Ezio.
" Apa itu,?? cepat katakan!! ",, kata Ezio kepada anak buahnya.
" Nanti malam Nyonya Emmy dan Tuan Casper akan melangsungkan pesta pertunangan mereka Tuan, kami akan selalu memantau keadaan, karena siapa tahu Nyonya Isabella bersama Nona Zarina akan hadir di pesta itu ",, jawab dari anak buah itu kepada Ezio.
Seperti mendapatkan pencerahan, wajah Ezio yang awalnya gelap, karena bingung seperti tidak mendapatkan jalan ke luar.
Ketika mendengar laporan dari anak buahnya, jika Emmy akan melangsungkan pertunangannya dengan Casper, di situlah Ezio merasa yakin jika Syahlaa bersama Zarina akan datang ke pesta tersebut.
" Baik Tuan Ezio, akan kami laksanakan perintah anda dengan baik ",, jawab sang anak buah kepada Ezio.
Setelahnya, Ezio tidak mau banyak bertanya lagi kepada anak buahnya, dia langsung saja mematikan sambungan telepon tersebut.
" Semoga saja aku secepatnya bisa segera menemukan Syahlaa dan Zarina, karena aku ingin segera meminta maaf kepada mereka dan membawa mereka menemui Papa ",, kata Ezio sambil berjalan menuju ke arah mobilnya.
Sedang kembali ke Syahlaa dan Alzam lagi.
Saat ini mereka semua sudah pada masuk ke dalam mobil milik mereka.
Zarina begitu sangat senang sekali, ketika akan di ajak pergi jalan-jalan bersama ke dua orang tuanya.
" Hoyeeee, asyiiiik jalan-jalan, kita mau pelgi ke mana Ayah?? ",, tanya Zarina kepada Alzam.
" Entahlah, tanyakan kepada Mama sayang, karena Ayah hari ini akan mengantarkan ke manapun kalian akan pergi ",, jawab Alzam kepada Zarina.
" Ma, kita mau pelgi ke mana Ma?? ",, tanya Zarina kepada Syahlaa.
" Ke rumah masa kecilnya Mama, di rumah itu Mama dilahirkan dan dibesarkan sama Kakek dan Nenek sayang, sampai mereka meninggal, Mama masih tinggal di rumah itu sendirian, hingga akhirnya Mama memilih untuk pindah ke Indonesia dan menikah dengan Ayah ",, jawab Syahlaa panjang kali lebar kepada Zarina.
" Apakah di lumah itu Mama dulu sendilian?? ",, tanya Zarina kepada Syahlaa.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Zarina, Syahlaa reflek langsung melamun hanya untuk sesaat, karena teringat dengan kesendiriannya setelah meninggalnya ke dua orang tuanya.
" Iya Mama sendirian sayang, tapi terkadang aunty Emmy akan menginap di rumah Mama, untuk menemani Mama ",, jawab Syahlaa kepada Zarina sambil tersenyum manis.
Syahlaa jujur sangat merindukan rumah peninggalan dari ke dua orang tuanya.
Dulu Syahlaa sempat ingin menjual rumah itu, akan tetapi lagi dan lagi Rain membantunya, dengan mengatakan jika rumah itu jangan sampai di jual.
Namun Syahlaa merasa takut, jika rumah itu di biarkan terlalu lama kosong akan menjadi terbengkalai.
Tapi berkat Rain dan Casper yang akhirnya tahu rencana Rain, Syahlaa pun menurut saja dengan perkataan dari mereka berdua.
Karena Rain dan Casper mengatakan kepada Syahlaa, jika mereka akan merawat rumah itu hingga sampai kapanpun, supaya jika Syahlaa sewaktu-waktu ingin berkunjung lagi ke rumah itu, rumahnya masih terlihat bagus dan terawat.
Rain, Casper dan Emmy, sangat tahu sekali bagaimana kenangan yang tercipta di rumah itu untuk Syahlaa.
Makanya mereka bertiga rela merawat rumah milik Syahlaa, jika mereka ada waktu luang.
Alhasil, walau rumah itu kosong kurang lebih empat tahun lamanya, rumah itu masih terlihat bagus seperti ketika pertama kali Syahlaa meninggalkannya.
" Ayah percaya jika Mama orangnya kuat ",, kata Alzam sambil menggenggam tangan Syahlaa.
Syahlaa hanya tersenyum manis saja menanggapi perkataan dari Alzam tadi.
Sedangkan Zarina, dia sudah asik sendiri dengan bonekanya, sambil duduk di kursi penumpang yang ada di belakang.
" Ma, bolehkah Ayah bertanya kepada Mama?? ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Boleh, memangnya Ayah mau tanya apa sama Mama?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.
" Soal Tuan Fransisco yang sudah menabrak Ayah kandungnya Mama ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
Sebelum menjawab pertanyaan dari Alzam, Syahlaa pun terdiam sejenak dengan mata memandang lurus ke depan.
" Sakit, itulah yang Mama rasakan Ayah, hati Mama terasa sangat sakit, mendengar kenyataan yang tidak terduga ",, jawab Syahlaa masih memandang lurus ke depan.
" Mama tidak menyangka akan semua ini, tapi sebesar apapun kemarahan Mama kepada Tuan Fransisco, tetap tidak akan bisa membuat Ayah hidup kembali ",, lanjut lagi perkataan Syahlaa kepada Alzam.
" Jadi ...... ",, Syahlaa berkata sambil menatap Alzam.
" Mama mencoba mengikhlaskannya, dan mencoba untuk memaafkannya Ayah, karena bagaimanapun juga ini memang sudah takdir yang harus Mama jalani ",, kata Syahlaa lagi sambil mensugesti yang baik-baik kepada dirinya sendiri.
Alzam yang mendengar jawaban dari Syahlaa, lagi dan lagi dia langsung tersenyum manis, sambil mencium mesra tangan Syahlaa.
Seburuk-buruknya masa lalu, dia akan tetap menjadi masa lalu, bukan untuk di kenang, tapi untuk di jadikan pelajaran untuk merubah hidup menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
__ADS_1
...***TBC***...