
Acara kumpul bersama keluarga dan sahabat terdekat semakin bertambah hangat dan penuh dengan kebahagiaan
Canda tawa dan rona bahagia pun terpancar pada setiap pasangan, tidak lepas kata syukur yang mereka panjatkan atas berita kehamilan kedua sahabat baik itu yaitu Mina dan Ayla.
Meskipun diantara mereka hanya Sasa yang belum hamil tapi tidak membuat mantan gadis itu merasa sedih karena pernikahannya dengan Hendrik masih terbilang baru seumur jagung jadi masih banyak waktu untuk mereka berpacaran lagi
Hendrick pun tidak pernah menuntut Sasa untuk segera mempunyai momongan baginya Sasa sudah mau menerima dirinya saja itu sudah lebih dari cukup, karena kebahagiaannya saat ini adalah Sasa
" Al Loe harus siap-siap dong kalau loe ngidam lagi?" ledek Arlan
" Ya siap enggak siap harus siaplah" sahut Al
" Pantas aja loe tadi sampai segitunya melihat sosis bakar aja, eh taunya Al junior kedua akan kembali launching toh" ucap Arlan
" Iya ya, cukup aneh Ayla yang hamil tapi pak Al yang ngidam" ucap Andi mengundang tawa semuanya
Pasalnya mereka semua tahu bagaimana Al mengidam saat Ayla hamil anak pertama mereka, Al sampai sering tidak masuk kerja lantaran mual-mual dan muntah
" Ya begitulah kalau sudah bucin akut" ledek Hendrik
" Bukan bucin tapi sehati sejiwa senasib sepenanggungan" jawab Al sekenanya
" Iya deh iya" ucap Arlan menimpali ucapan Al yang tidak mau berbuntut panjang pasalnya dirinya juga sudah membayangkan pekerjaannya pasti akan semakin menumpuk jika Al benar-benar kembali mengalami sindrom cauvade atau kehamilan simpatik apalagi disaat sang isteri tengah hamil tua yang pastinya membutuhkan perhatian lebih
" Beruntung anak gue mah enggak rewel jadi enggak nyusahin ayahnya, iya enggak sayang" ucap Arlan seraya mengelus perut buncit Dira
" Iya mas" sahut Dira
" Awas aja loe Al nyusahin gue lagi, ini anak gue sebentar lagi mau nongol loe jangan bikin gue tambah pusing ya karena gantiin loe kerja!" oceh Arlan
" Ya tergantung, Loe berdoa aja semoga aja anak gue yang ini enggak bikin papanya mual-mual lagi dan tetap bisa bekerja" sahut Al dengan santai
" Dih itu kan anak Loe sendiri, Loe yang berdoa lah" sahut Arlan
" Semoga aja anak kita juga tidak rewel ya sayang" Bukan Al yang bicara tapi kali ini Andi yang bicara sambil mengusap perut Mina
" Amin" sahut Mina
" Tunggu aja Ndi, nanti juga pasti ada permintaan atau sikap aneh pada Mina" ucap Al membuat Andi mendengus mendengar ucapan atasnya itu
" Ya jangan dong pak, semoga aja anak saya mah enggak manja" timpal Andi
"Oh jadi maksud kamu calon anak saya itu manja, begitu iya?" Al pura-pura marah
" Bukan begitu maksud saya pak bos tapi_" Andi menelan salivanya dengan kasar takut atasannya itu marah
" Tapi apa?" Al menatap tajam membuat Andi menciut
__ADS_1
" Sudahlah mas, kamu ini mau jadi calon papa lagi tapi masih aja jahil gitu" ketus Ayla memperingatkan sang suami
" Ya aku kan tadi cuma_"
" Udah enggak usah dibahas, sekarang aku mau makan rujak mas, kayaknya makan rujak mangga muda enak deh " ucap Ayla membuat Al seketika membulatkan matanya sempurna
" Benar deh Ay, kayaknya makan rujak mangga muda enak nih, mas aku juga mau rujak dong" ucap Mina pada Andi yang sontak membuatnya terkejut
" Rujak?" Mina mengangguk mengiyakan
" Tuh Ndi akhirnya, Loe juga merasakan juga kan?" ucap Al dan Andi seketika menghela nafasnya panjang
" Loh kenapa mas enggak mau ya? yaudah kalau memang enggak mau mah" marah Mina
" Loh bukannya begitu sayang" ucap Andi takut sang isteri beneran marah
" Tau rasakan loe, makanya kalau ngomong sama isteri yang lagi hamil itu harus ektra hati-hati" ucap Al mengingatkan
" Terima kasih pak bos sudah mengingatkan" ucap Andi
" Udah mas jangan kebanyakan ngomong, sana cepat pergi cari mangga mudanya" ucap Ayla
" Iya mas, udah cepat kamu juga pergi sana cari mangga muda yang banyak" ucap Mina
" Iya... iya .." ucap Andi
" Mas" Mina mendelik tajam
" Ayolah berangkat sebelum di amuk kanjeng ratu" seloroh Al membuat Ayla geleng-geleng kepala seraya terkekeh
" Kamu mau juga sayang?" tanya Arlan pada Dira
" Enggak ah mas aku mau mangga yang sudah matang saja" jawab Dira
" Oke sayang kalau begitu mas pergi dulu ya" pamit Arlan
" Iya mas, hati-hati ya!" Dira pun menyalami punggung tangan sang suami dengan takzim begitu juga dengan Ayla dan Mina
" Loe enggak sekalian ikut Hen?" tanya Arlan menoleh pada Hendrik
" Udah mas ikut aja sana, daripada disini kamu laki-laki sendirian loh" seru Sasa menyuruh suaminya untuk ikut
" Iya Hen, udah ayok ikut aja!" ucap Andi seraya menarik tangan Hendrik memaksanya ikut
" Iya aku akan ikut" ucap Hendrik seraya beranjak dari duduknya
Setelah Sasa menyalami punggung tangannya ke empat pria itu pun pergi untuk mencari mangga permintaan isteri-isteri mereka
__ADS_1
Hampir 2 jam mereka pergi untuk mencari mangga muda dan setelah mendapatkannya mereka pun langsung bergegas pulang
Senyum pun terbit di wajah-wajah sang isteri setelah melihat buah yang ada di tangan para suami tercinta
" Assalamualaikum" ucap Al dan yang lainnya secara serempak
" Wa'alaikum salam" jawab Ayla dan juga para isteri yang sedari tadi sudah lama menunggu
" ini sayang" ucap Al seraya menyerahkan sekantong kresek berisi mangga muda begitu juga dengan Andi yang memberikan mangga muda yang ada di tangannya kepada Mina
Bukan hanya mereka berdua Arlan dan Hendrik pun tidak mau kalah, keduanya pun memberikan sekantong kresek mangga yang sudah matang kepada isteri-isteri mereka
" Ini sayang" ucap Arlan
" Terima kasih mas"
" Ini untuk isteri Abang tercinta yang sudah setia menunggu Abang pulang" ucap Hendrik
" Terima kasih abangku sayang" balas Sasa
Ayla yang sedang memangku Aliza beranjak dari duduknya setelah Aliza sudah berpindah alih pada pangkuan sang papa
" Aliza mau?" tanya Dira menawarkan Aliza mangga yang sudah matang yang sudah dikupas oleh Arlan
Balita berusia satu tahun setengah itu pun mengangguk " Au... tu!" ucap Aliza dengan suara cadelnya
" Sini sayang sama om" Arlan merentangkan tangannya dan Aliza pun tidak menolak untuk di gendong olehnya
" Duh... keponakan om tumbuh sehat ya sayang, sudah berat sekarang" ucap Arlan seraya mencium gemas pipi gembul Aliza
" Ya dikasih makan jelas berat " sahut Al
" Awal Aliza lahir ada masa-masa sulit enggak Al dalam mengurus Aliza?" tanya Arlan pada Al
" Tidak terlalu sulit, jalani aja apa adanya nantinya seiring berjalannya waktu akan terbiasa dengan sendirinya dan tentu saja akan sangat menyenangkan" sahut Al
Para ibu hamil yang ditemani para suami kini sedang menikmati rujak mangga muda yang Ayla buat, mereka begitu antusias terutama Mina, calon ibu muda itu dengan sangat lahap memakan rujak mangga dan hal yang menarik justru terlihat dari pasangan Ayla dan Al.
Ayla yang menginginkan rujak mangga muda tersebut tapi justru Al yang sangat lahap memakannya sedangkan Ayla sendiri hanya menatap sang suami sambil terkekeh
Sore yang cukup cerah itu membuat ke empat pasang suami itu terlihat begitu bahagia dengan rumah tangga mereka masing-masing, mereka sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan bersama-sama walaupun beberapa bulan kedepan mungkin mereka sudah tidak bisa lagi melewati waktu bersama seperti itu lagi karena ada berbagai alasan yang membuat mereka berpisah
Terutama Mina yang akan ikut diboyong sang suami tinggal di kota B dan Sasa yang pastinya akan sangat sibuk dengan pekerjaan kantornya karena ketiga sahabatnya sudah tidak lagi bekerja, sedangkan Dira sibuk mengurus anak pertama mereka dan Ayla sendiri sibuk mengurus anak pertama dan juga kehamilan keduanya.
Meskipun mereka tidak ada waktu untuk berkumpul bersama lagi tapi mereka berjanji tidak akan pernah putus komunikasi karena di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini meskipun raga tidak lagi dapat bersua tapi silaturahmi masih bisa dapat terjalin dengan alat komunikasi yang ada.
...TAMAT...
__ADS_1
Terima kasih ya yang sudah memberi dukungan dan support nya🙏🙏🙏 dukungan kalian semua adalah penyemangat untuk saya berkarya, silahkan mampir ya di karya author yang lainnya 🙏🥰🥰🥰
Jangan lupa, like, vote dan komennya ya🙏😘