DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
PUSING MEMBAWA BERKAH


__ADS_3

Mengulang waktu sejenak.


Ketika Alzam sudah berlalu pergi dari parkiran Bandara tadi, Rain pun langsung saja masuk ke dalam Bandara, untuk menunggu pesawat yang di naikinya lepas landas.


" Masih kurang lebih setengah jam lagi, tapi kenapa tiba-tiba kepalaku merasa pusing begini?? ",, kata Rain berbicara sendiri.


" Apa aku minum obat penghilang rasa sakit kepala saja ya?? ",, kata Rain lagi.


" Aah tidak,!! kalau aku minum itu, pasti tidak lama aku langsung merasakan mengantuk, tapi jika tidak minum, nanti kalau aku tidak kuat naik pesawat bagaimana?? ",, kata Rain merasa bingung sendiri.


Rain pun merasa bimbang sekali, antara ingin minum obat yang selalu di bawanya ketika berpergian atau tidak.


Namun jika Rain tidak minum, dia takut akan semakin merasa pusing saja jika buat naik pesawat.


Akhirnya, setelah berperang batin dan Rain juga sudah tidak tahan dengan rasa pusing di kepalanya, Rain pun memilih meminum obat penghilang rasa sakit yang selalu di bawanya di dalam tas berpergiannya.


" Mungkin tidak apa jika aku minum sekarang, dan siapa tahu aku juga bisa menahan rasa kantuknya ",, kata Rain sambil mengambil obatnya.


Memang efek obat penghilang rasa sakit yang Rain punya mengandung efek mengantuk, jadi tidak heran jika Rain meminum obat itu dia akan selalu mudah mengantuk.


Setelah Rain meminum obat tersebut, lima belas menit kemudian, mata Rain benar-benar terasa berat sekali untuk dia buka.


Rain saja sudah mencoba menggelengkan kepalanya, sambil mencoba membuka matanya semakin lebar, tapi tetap saja, rasa kantuk itu semakin dalam dia rasakan.


" Masih kurang lima belas menit lagi, tidak apalah cukup untukku memejamkan mata sebentar, sambil menunggu pesawat yang akan aku naiki lepas landas ",, kata Rain lagi.


Setelah itu, Rain pun memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak sambil menunggu penerbangan pesawatnya.


Lima belas menit berlalu, dan sang petugas Bandara sudah mengumumkan penerbangan rute Indonesia - Prancis akan segera berangkat, tapi sayang, Rain yang sudah masuk ke dalam mimpinya, dia tidak mendengar panggilan dari sang petugas Bandara tersebut.


Rain terlalu lelap dalam tidurnya, walau baru lima belas menit memejamkan mata, karena pengaruh obat yang di minumnya.


Seperti yang sudah kita tebak, akhirnya Rain pun tertinggal pesawat, dan dia baru terbangun sekitar dua jam kemudian, ketika ada sebuah Keluarga yang duduk di sebelahnya dan mempunyai anak yang sangat aktif, sampai tidak sengaja menyenggol kakinya ketika sedang bermain.


" Astaghfirullah ",, kata Rain terkejut sambil terbangun dari tidurnya yang lelap.


Rain lalu melihat jam yang melingkar apik di pergelangan tangannya, dan sungguh Rain benar-benar merasa sangat terkejut sekali, jika dia sudah tertidur selama dua jam lamanya.


" Astaghfirullah aku ketinggalan pesawat!! ",, kata Rain dengan ekspresi sangat terkejut.


Rain lalu membawa tas dan juga kopernya, untuk menuju ke petugas Bandara, untuk menanyakan tiket penerbangan lagi ke Prancis.


Setelah bertanya, ternyata ada penerbangan lagi Indonesia - Prancis keesokan harinya sekitar jam sebelas siang.


Rain pun hanya bisa pasrah, dan dia memutuskan untuk menghubungi Ezio terlebih dahulu.


Ezio yang sedang bersantai di rumah mewahnya, sambil memainkan boneka milik Zarina, dia pun langsung mengangkat ponselnya yang sedang berdering.


" Rain, ada apa dia menelponku?? ",, kata Ezio, ketika melihat nama Rain di sambungan masuk teleponnya.

__ADS_1


" Halo Rain ",, kata Ezio kepada Rain.


" Halo Tuan Ezio ",, jawab Rain.


" Saya minta maaf Tuan ",, kata Rain lagi.


" Minta maaf kenapa Rain?? ",, tanya Ezio kepada Rain.


" Saya ketiduran di Bandara, dan saya ketinggalan pesawat ",, jawab Rain kepada Ezio.


" Dan adanya penerbangan lagi keesokan harinya di jam sebelas siang ",, kata Rain lagi.


Entah apa jawaban dari Ezio, Rain tidak mendengarnya sama sekali, sebab dia tidak sengaja melihat berita yang sedang tayang di layar Bandara, yang menayangkan tentang kecelakaan pesawat yang harusnya dia naiki tadi.


Rain tidak peduli lagi dengan teleponnya bersama Ezio, karena mata dia sedang fokus dengan pemberitaan pesawat jatuh itu.


Pihak Bandara langsung saja menghentikan semua penerbangan yang ada, untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi dengan salah satu maskapainya.


" Rain, Rain,!! apa kamu mendengarkanku?? ",, tanya Ezio dengan suara cukup keras, dan hal itu bisa langsung menyadarkan Rain yang sedang terpaku dengan berita tersebut.


" Eh maaf Tuan Ezio, nanti akan saya hubungi kembali, karena tiba-tiba ada hal darurat di sini ",, jawab Rain kepada Ezio, dan Rain langsung saja mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


Sambungan telepon yang di matikan secara sepihak, membuat Ezio di seberang sana merasa heran dengan sikapnya Rain, dan itu membuatnya menjadi penasaran sekali.


Tapi, walau begitu, Ezio tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencari tahu kebenaran yang sebenarnya terjadi kepada Rain.


Rain yang sedang mencoba ingin menghubungi Alzam, tiba-tiba ponselnya langsung mati, karena kehabisan baterai.


" Aarrgh 514l, baterainya habis!! ",, kata Rain marah-marah sendiri.


Rain lalu mencari tempat duduk untuk melihat isi tas dan juga kopernya, yang namanya nasib dan juga takdir siapa yang tahu.


Dalam keadaan seperti sekarang, bisa-bisanya Rain melupakan charger miliknya yang untuk mengisi daya baterainya.


Begitulah jika orang sedang terburu-buru, hal terpenting yang biasa kita pakai malah sering-seringnya terlupa.


Rain sudah lupa mengisi baterai ponselnya, sekarang dia juga lupa membawa kabel chargernya, lengkap sudah penderitaan Rain kali ini.


" Apa yang harus aku lakukan, jika pinjam dengan orang lain pasti tidak bisa, karena mereka juga pasti tidak akan percaya denganku ",, kata Rain sambil berpikir.


Rain lalu mencoba ke luar dari dalam Bandara, dan ternyata di luar sedang turun hujan yang sangat lebat sekali.


" Ternyata sedang turun hujan sangat lebat ",, kata Rain lagi.


Penyebab pesawat jatuh yang harusnya Rain naiki, karena tiba-tiba cuaca yang menjadi buruk, padahal sebelumnya cuaca tidak terlalu buruk, masih baik untuk pesawat mengudara, tapi yang namanya Qodarullah, kita siapa yang tahu.


Terlebih lagi, sakit kepala yang Rain rasakan, ada hikmah besar dibaliknya, itu tandanya Allah masih sayang kepada Rain, untuk Rain lebih memperbaiki diri lagi.


Rain lalu memutuskan untuk memanggil taksi yang terparkir tidak jauh dari situ, dan Rain mengatakan kepada sang sopir taksi untuk mengantarkannya ke hotel yang terdekat dengan Bandara.

__ADS_1


Di dalam hotel nanti, Rain ingin mengistirahatkan badannya sejenak, karena Rain merasakan jika badannya sedikit tidak sehat hari itu.


Sesampainya di hotel, Rain langsung chek in satu kamar hotel untuk dia tinggali malam nanti, dan akan pulang ke Yayasan milik Abi Aasim keesokan harinya, jika cuaca sudah cerah.


" Lebih baik aku mencoba meminjam charger ponsel sama resepsionis hotel, semoga saja di perbolehkan, karena aku benar-benar sangat membutuhkannya ",, kata Rain dengan sangat berharap.


Akhirnya, Rain pun ke luar dari dalam kamar hotelnya untuk menuju ke meja resepsionis yang ada di bawah.


Sesampainya di meja resepsionis, Rain mencoba mengajak berbicara petugas resepsionis tersebut.


" Permisi Nona ",, kata Rain kepada petugas resepsionis.


" Iya Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, jawab ramah dari sang resepsionis.


" Nona, bisakah saya meminjam charger ponsel anda, karena charger ponsel milik saya tertinggal di rumah, dan saya mau beli lagi tapi di luar sedang turun hujan ",, kata Rain kepada petugas resepsionisnya.


" Boleh saya melihat dulu ponsel milik anda Tuan?? ",, tanya petugas resepsionis kepada Rain.


Rain langsung saja mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada petugas resepsionis tersebut.


" Oh kebetulan ponselnya sama Tuan seperti milik saya, sebentar, biar saya ambilkan, tapi saya harus meminta ijin kepada teman saya dulu untuk menggantikan tempat saya sebentar ",, kata sang petugas resepsionis kepada Rain.


" Baik Nona, akan saya tunggu, terimakasih ",, jawab Rain sambil tersenyum senang.


" Iya sama-sama tunggu sebentar ya Tuan ",, kata sang petugas resepsionis dengan ramah.


Setelah petugas resepsionis itu meminta ijin kepada temannya, dia pun berlalu masuk ke dalam, lebih tepatnya menuju ke arah lokernya untuk mengambil charger yang dia punya.


Setelah charger itu sudah berada di tangannya, petugas resepsionis tadi langsung meminjamkannya kepada Rain.


" Ini Tuan, bawalah, dan mohon maaf jika sudah selesai tolong antarkan ke sini lagi ya Tuan ",, kata petugas resepsionis tersebut.


" Baik Nona, terimakasih banyak, pasti nanti akan saya kembalikan ke sini lagi, dan mohon maaf dengan Nona siapa?? ",, kata Rain.


" Nama saya Erwina Tuan ",, jawab Erwina kepada Rain sambil tersenyum ramah.


" Kalau begitu saya permisi dulu Nona Erwina ",, pamit Rain kepada Erwina.


Erwina hanya mengangguk sambil tersenyum ramah saja menanggapi perkataan dari Rain.


Dan Rain sendiri, setelah itu langsung bergegas masuk lagi ke dalam kamarnya untuk segera mengcharger baterai ponselnya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


Masih berlanjut di part selanjutnya😉.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2