
Di Negara seberang, ada seseorang yang sedang melihat status media sosial milik seseorang, orang itu sedang bersantai sambil menikmati secangkir kopi, dan ketika orang itu melihat foto pernikahannya Rain dengan Faiha, orang itu reflek sampai menyemburkan kopi yang di minumnya.
Sang calon istri yang sedang duduk di sampingnya, merasa sedikit terkejut ketika melihat calon suaminya seperti itu.
" Sayang, kamu kenapa sih, minum ko sampai begitu?? ",, tanya sang calon istri kepada calon suaminya.
" Coba Emmy ini lihatlah status Rain dan Afnan ",, kata sang calon suami, dan yaps seseorang itu adalah Casper.
Emmy yang mendengar jawaban dari Casper, dia langsung saja mengambil ponsel milik Casper.
Sama seperti Casper, Emmy pun juga merasa terkejut sekali melihat status media sosial mereka yang semuanya hampir sama, dari Syahlaa, Alzam dan juga Rain.
" Coba kamu hubungi Rain nya langsung sayang ",, kata Emmy kepada Casper.
" Iya, sini mana ponselnya ",, jawab Casper kepada Emmy.
Emmy pun langsung memberikan ponsel milik Casper kepada yang punya, dan Casper sendiri langsung mencoba utuk menghubungi Rain.
Tapi sayang, Rain yang sudah coba dihubungi oleh Casper beberapa kali tapi tidak diangkat juga, iya wajar saja sih, Rain nya kan sedang berpelukan manja dengan Faiha di dalam kamar, sedangkan ponselnya sedang di mode diam oleh Rain.
" Rain tidak bisa di hubungi sayang ",, kata Casper kepada Emmy.
" Coba kamu hubungi Afnan kalau begitu?? ",, kata Emmy kepada Casper.
Casper hanya mengangguk saja kepada Emmy, dan sekarang Casper sedang mencoba untuk menghubungi Alzam.
Alzam di seberang sana yang sedang bercengkerama dengan semua orang termasuk para Keluarga besarnya, dia sedikit dibuat terkejut ketika mendengar ponsel miliknya berdering dan bergetar.
Alzam langsung meminta ijin sebentar kepada semua orang, untuk mengangkat sambungan telepon yang ternyata dari Casper.
" Halo Casper ",, kata Alzam kepada Casper.
" Afnan,!! apa yang sebenarnya terjadi,?? kenapa kalian tega sekali tidak bercerita kepadaku, apa aku tidak penting bagi kalian semua, hingga kalian tega membuatku tidak tahu tentang kabar kalian saat ini, jika kalian semua tidak membuat story di status media sosial kalian, aku pasti tidak akan tahu jika Rain saat ini sudah menikah dengan adik kamu ",, kata Casper seperti tidak ada titik dan komanya.
" Kamu kenapa Casper,?? oh tunggu-tunggu .... astaghfirullah, maafkan aku dan yang lainnya Casper, sungguh kami bukan bermaksud seperti itu kepada kamu ",, jawab Alzam kepada Casper.
Sebab baik Alzam, Syahlaa, maupun Rain sendiri, sampai lupa bercerita kepada Casper, jika Rain sudah selamat dari kecelakaan pesawat itu.
Mereka semua lupa, karena mereka memang benar-benar sangat sibuk sekali kemarin, untuk mempersiapkan pernikahan Rain dan Faiha yang secara mendadak.
" Aku tidak mau tahu, cepat ceritakan semuanya kepadaku sekarang juga!! ",, kata Casper dengan nada yang terdengar marah di telinga Alzam.
" Ok-ok akan aku ceritakan sekarang, slow jangan marah ya ",, kata Alzam kepada Casper.
" Iya ",, jawab acuh tak acuh dari Casper.
Casper di seberang sana, langsung saja mengloudspeaker sambungan teleponnya dan lalu dia menaruh ponselnya di atas meja, supaya Emmy bisa mendengarkannya juga.
Alzam lalu mulai bercerita tentang bagaimana Rain bisa selamat dari kecelakaan pesawat itu, dan bagaimana ceritanya Rain bisa sampai di Yayasan milik Keluarganya.
Semuanya, Alzam ceritakan kepada Casper, beserta rencana pernikahannya Rain dan Faiha kemarin atas permintaan dari Abi Aasim.
Tidak ada yang ditutup-tutupi cerita dari Alzam kepada Casper, dan Alzam juga meminta maaf kepada Casper karena sudah lupa tidak memberinya kabar, sebab dia dan yang lainnya benar-benar sangat sibuk sekali.
" Maafkan aku Casper, sungguh aku khilaf, karena aku benar-benar sibuk mempersiapkan ini dan itu semuanya yang secara mendadak ",, kata Alzam kepada Casper.
__ADS_1
" Baiklah, untuk sekarang aku mengerti dan aku maafkan ",, jawab Casper kepada Alzam.
" Lalu di mana Rain sekarang, kenapa dia aku hubungi tidak bisa?? ",, tanya Casper kepada Alzam.
" Dia sedang di dalam kamar bersama Faiha ",, jawab Alzam kepada Casper.
" Hmm, Rain tidak sabaran sekali sih ",, gerutu Casper kepada Alzam.
Alzam yang mendengar, dia langsung saja tertawa.
" Apakah kalian semua jadi datang ke pesta pernikahanku besok?? ",, tanya Casper lagi kepada Alzam.
" Mungkin akan mundur Casper, maafkan aku lagi, karena ini di luar kendaliku ",, jawab Alzam kepada Casper.
" Hmmm, iya sudahlah ",, jawab Casper.
" Tapi janji ya, jika sudah selesai urusannya di sana, kamu segera berkunjung ke sini ",, kata Casper kepada Alzam.
" Siap, aku pasti akan berkunjung lagi ke sana, bersama Syahlaa, Zarina, Rain dan di tambah lagi, Faiha ",, jawab Alzam kepada Casper.
" Siap, aku tunggu kedatangan kalian semua, dan salam bagi Rain, semoga mereka berdua bahagia sampai maut yang memisahkan ",, kata Casper kepada Alzam.
Alzam pun langsung mengaamiinkan perkataan dari Casper tadi, setelah itu mereka memilih memutuskan sambungan telepon mereka.
Alzam yang sudah selesai menerima telepon dari Casper, dia pun kembali lagi untuk bergabung dengan yang lainnya.
Sedangkan Rain dan Faiha yang masih berada di dalam kamar, Faiha yang lebih dahulu memilih melepaskan pelukan mereka.
" Sudah yuk Kak, kita ke luar, tidak enak sama yang lainnya, kita bergabung dulu sama mereka yuk ",, kata Faiha kepada Rain.
" Iya ayo, kita ke luar sama-sama ya?? ",, jawab Rain kepada Faiha.
" Mau Kakak bantu sayang ",, goda Rain kepada Faiha.
Faiha langsung saja tersenyum dengan tersipu malu kepada Rain.
" Iih, memerah pipinya, gemas deh ",, kata Rain sambil mencubit manja pipi Faiha.
" Kakak ke luar dulu ya, Fai malu ",, kata Faiha kepada Rain.
" Kenapa malu sayang, nanti malam juga Kakak akan melihat semuanya, termasuk yang kamu tutup-tutupi selama ini ",, jawab Rain sambil memeluk mesra pinggang ramping Faiha.
Lagi dan lagi, Rain pandai sekali membuat pipi Faiha semakin memerah karena rayuannya.
" Iya baiklah, terserah Kakak saja ",, jawab pasrah dari Faiha.
Raina hanya tersenyum manly sambil terus menatap Faiha yang masih malu-malu di depannya.
Faiha lalu kembali lagi ke depan cermin untuk melepaskan semua jarum dan peniti yang melekat di hijab yang di pakainya sekarang.
Tinggallah ciput saja yang di pakai oleh Faiha sekarang, sedangkan Rain, masih terus memperhatikan Faiha yang semakin malu dan tidak nyaman, karena di tatap lekat oleh Rain.
" Kak Rain, Fai malu, Kakak jangan melihat Fai seperti itu ",, kata Faiha kepada Rain.
" Biar tidak malu, sini Kakak bantuin saja ",, jawab Rain sambil berjalan mendekat ke arah Faiha.
__ADS_1
Rain mencoba membantu melepaskan zipper baju yang di pakai Faiha yang ada di belakang punggungnya.
Menelan ludah karena melihat punggungnya Faiha, membuat jakun Rain yang menonjol, membuatnya terlihat naik turun dengan sangat cepat sekali.
Melihat punggung mulus milik sang istri, ada h45rat lebih ingin terus bersama sang istri.
" Sudah Kak ",, lamunan Rain buyar, ketika Faiha berbicara.
" Sudah ",, jawab Rain kepada Faiha.
" Terimakasih ",, kata Faiha kepada Rain.
" Iya istriku ",, jawab Rain sambil tersenyum.
Faiha langsung berlalu ke arah lemari pakaiannya, dan meninggalkan Rain yang tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya, karena bisa-bisanya dia sudah berpikir yang tidak-tidak tadi.
Faiha terus memilih dan memilih baju yang ingin di pakainya, hingga akhirnya dia menemukan satu baju yang menurutnya pantas serta nyaman untuk dia pakai sekarang.
Perlahan tapi pasti, Faiha melepaskan yang di pakainya sekarang untuk memakai baju yang dipilihnya tadi.
Semakin terbuka lebarlah mata Rain, melihat Faiha yang seperti itu di hadapannya, dan untuk Faiha sendiri, sudah setengah mati menahan rasa malunya di hadapan Rain.
Mau tidak mau, suka tidak suka, suatu saat dia memang harus menyerahkan semuanya kepada Rain yang memang sudah menjadi suami sahnya secara Agama.
" Bisakah waktunya di percepat malam saja Fai ",, kata Rain dengan nada yang terdengar sangat manja sekali.
Faiha saja sampai terkejut, melihat Rain yang kalem, sangar dan juga gagah, bisa mode manja seperti sekarang.
" Kenapa memangnya Kakak?? ",, tanya Faiha kepada Rain.
" Huh, lihat sendiri kenapa Kakak ingin cepat malam, kamu saja begitu sangat ...... ",, kata Rain dengan berpura-pura lesu.
Faiha yang merasa gemas dengan Rain, dia lalu berjalan mendekati Rain dan langsung mencubit manja hidung mancung milik Rain.
" Lucu juga ya jika sedang ngambek begini ",, kata Faiha dengan gemas.
" Sekarang masih banyak tamu di luar, janji deh malam nanti Fai akan menjadi milik Kakak seutuhnya ",, kata Faiha kepada Rain.
Wajah Rain langsung cring cerah ceria mendengar perkataan dari Faiha.
" Benar?? ",, tanya Rain.
" Hu'um benar Kakak ",, jawab Faiha sambil mengangguk.
Rain langsung memeluk Faiha dengan sangat erat, karena hari itu dia benar-benar merasa sangat bahagia sekali.
" Jika sudah selesai, ayo kita cepat ke luar sayang ",, kata Rain kepada Faiha.
" Iya ayo, ini Fai juga sudah selesai ko Kak ",, jawab Faiha kepada Rain.
Faiha yang sudah berganti baju dan memakai hijab yang sesuai dengan bajunya, dia pun bersama Rain langsung saja ke luar dari dalam kamar untuk bergabung dengan para keluarga atau para tamu undangan yang belum pada pulang.
...🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥...
Sungguh senangnya melihat mereka mesra dan bermanja-manja begitu, jadi pingin ikutan manja juga sama Pak suami ops🤭🤣.
__ADS_1
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...