DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Di culik


__ADS_3

Beberapa hari ini Arlan disibukkan dengan tugasnya mencari tahu tentang sosok dibalik orang-orang yang berusaha menyusup ke dalam perusahaan EK Grup


Apalagi acara launching produk terbaru perusahaan EK grup Minggu depan akan segera di gelar dan Arlan yang harus turun tangan langsung dalam mengawasi semua persiapan acara tersebut.


Acara yang akan digelar nantinya digadang-gadang akan menjadi acara yang paling besar selama beberapa tahun ini.


" Lan bagaimana persiapan launching produk terbaru perusahaan EK Grup?" tanya Al pada Arlan


" Sampai saat ini semua berjalan sesuai rencana persiapan juga sudah hampir 80 persen" jawab Arlan


" Bagus kalau begitu, lalu bagaimana dengan informasi tentang para penyusup itu apa Loe udah ada info lebih lanjut?" tanya Al lagi


" Berdasarkan penyelidikan mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Kevin Arnold" sahut Arlan


" Kevin Arnold? apa loe enggak salah informasi?" Arlan menggeleng


" Sepertinya Kevin memang sengaja ingin menjatuhkan perusahaan EK grup karena ingin balas dendam" jawab Arlan


" Balas dendam? orang itu benar-benar tidak ada puasnya" ucap Al


" Iya, mungkin dia dendam karena berita yang gue dengar Clara menolaknya dan sudah membatalkan rencana pernikahan mereka dan memilih untuk pergi ke Jerman " jawab Arlan


" Clara pergi ke Jerman?"


" Iya"


" Kalau begitu kerahkan semua penjaga untuk mengawasi berlangsungnya acara nanti jangan sampai lengah bisa saja dia berbuat nekat" ucap Al


" Siap, nanti gue akan perketat penjagaan dan loe juga tetap harus berhati-hati Al termasuk Ayla, jaga isteri loe jangan biarkan dia pergi tanpa adanya pengawasan" ucap Arlan


" Iya loe benar, Kevin itu termasuk orang yang sangat nekat" ucap Al


" Lalu dimana Ayla sekarang?" tanya Arlan saat mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan Al tidak melihat keberadaan istrinya


" Ayla sedang keluar bersama Dira, Mina dan juga Sasa" jawab Al


" Loe membiarkan Ayla pergi keluar bersama mereka?" tanya Arlan yang entah kenapa ada perasaan khawatir


" Iya, mereka bilang mau makan siang di cafe yang tidak jauh dari kantor"


" Kalau begitu cepat kita susul mereka, gue takut Kevin akan segera bertindak" tutur Arlan


" Oh ya ampun kenapa gue enggak kepikiran ke arah situ, yaudah ayok cepat kita susul mereka" Al langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas pergi


Saat mereka baru saja masuk ke dalam mobil tiba-tiba ponsel Arlan berdering


Arlan langsung meraih ponselnya yang ada di dalam saku jasnya


"Hallo!"


" Pak... Ayla pak Ayla, hiks.. hiks... Ayla, Sasa dan Dira pak"


" Ada apa dengan mereka?" tanya Arlan panik tapi sebisa mungkin untuk bersikap tenang


" Mereka... hiks... hiks... mereka di culik oleh beberapa orang berpakaian serba hitam pak"


" Apa?Bagaimana bisa?"


" Ceritanya panjang pak, bagaimana ini pak ?"


" Kamu sekarang berada di mana?"


" Saya sekarang sedang membuntuti mobil yang membawa mereka bertiga pak, tapi jujur saya takut ketahuan mereka pak"


" Cepat kirim lokasi kamu sekarang aku akan menyusul, awasi terus mereka jangan sampai ketinggalan jejak !"


" I.. iya pak"


Sambungan telepon pun terputus dan menoleh ke arah Arlan menunggu informasi darinya


" Ada apa?"


Arlan menghela napasnya berat sebelum menjawab pertanyaan Al


" Gue harap loe tenang dulu ya Al" ucap Arlan


" Ada apa sebenarnya hah?" bentak Al yang tiba-tiba perasaannya mulai tak enak


" Ayla_" ucap Arlan terjeda


" Ada apa dengan Ayla, cepat katakan si*Lan?" tanya Al dengan emosi


" Loe denger dulu jangan bikin gue tambah tegang Al" kesal Arlan


" Ya makanya cepetan ngomong ada apa dengan Ayla?" cecar Al tak sabaran karena merasa begitu khawatir


" Ada yang menculik Ayla "


Deg


" Apa ? Ayla diculik? Arlan mengangguk

__ADS_1


Jiwa Al terasa seperti terlepas dari raganya, belahan jiwanya diculik oleh orang-orang yang bisa saja memang berniat untuk mencelakai isterinya.


Al nampak lemas dan menyandarkan punggungnya pada sandaran mobil dengan tatapan kosong " Loe jangan seperti ini Al kita harus segera bertindak, jangan seperti orang bodoh!" ucap Arlan menarik tubuh Al dengan kasar


Al langsung menyorot tajam pada Arlan "Gue tidak akan memaafkan diri gue sendiri kalau sampai terjadi apa-apa pada Ayla, cepat Lan kita harus segera mencari keberadaan Ayla, cepat katakan kemana mereka membawa isteri gue pergi Lan?" teriak Al


" Gue juga enggak tahu, loe tenang dulu barusan Mina sudah mengirimkan lokasi dimana dia sedang membuntuti para penculik itu" sahut Arlan yang langsung menyalakan mesin mobilnya dan segera melakukannya dengan kecepatan tinggi


Mina bersembunyi saat mobil yang membawa ke tiga sahabatnya berhenti disebuah gedung tua yang sepertinya sudah lama terbengkalai.


Dengan cepat Mina langsung mengirimkan lokasi tersebut kepada Arlan.


Ayla, Sasa dan Dira didorong paksa oleh para penjahat untuk masuk ke dalam gedung tersebut.


" Jangan kasar-kasar dong kalian buta apa tidak melihat teman kami sedang hamil" teriak Dira


" Diam! apa peduli kami dengan kalian" bentak salah satu penjahat berkepala plontos


Mereka digiring masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup kotor dan sumpek, bau debu pun sangat menyengat membuat Ayla sedikit merasakan sesak


" Ay loe enggak apa-apa?" tanya Sasa cemas


" Gue enggak apa-apa, cuma ini debu banget gue merasa sulit bernapas" sahut Ayla


" Siapa sebenarnya mereka, apa tujuan mereka melakukan ini?" tanya Dira


" Entahlah, semoga aja Mina bisa segera mencari bantuan" sahut Ayla


...Flashback on...


Ayla dan ketiga sahabatnya baru saja selesai makan disebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari kantor saat hendak kembali ke kantor di area parkiran ada yang mencegat mereka, beberapa laki-laki berbaju hitam menarik tangan ketiganya dan memaksa untuk masuk ke dalam mobil


Mina yang waktu baru kembali dari toilet begitu terkejut mendapati ketiga sahabatnya dipaksa masuk ke dalam mobil oleh orang-orang yang tidak dikenal apalagi mereka memperlakukannya dengan kasar


Dengan sembunyi-sembunyi Mina pun memilih untuk mengawasinya lalu membuntuti mobil tersebut


...Flashback off...


Ceklek


Pintu ruangan terbuka, Ayla dan kedua sahabatnya sangat ketakutan apalagi pria-pria yang masuk ke dalam ruangan itu sangat menyeramkan


" Kalian siapa dan apa mau kalian sebenarnya? kenapa menculik kami?" tanya Ayla dengan suara yang sedikit bergetar


Bukan menjawab para penjahat itu malah tertawa terbahak-bahak membuat Ayla, Sasa dan Dira merinding mendengar tawa mereka yang sangat mengerikan


" Kalian tidak perlu tahu kami ini siapa, yang perlu kalian tahu kalau hari ini adalah hari terakhir kalian untuk menghirup udara" jawab salah satu penjahat disambut tawa menggelegar dari kawanannya


" Apa salah kami pada kalian? kenapa kalian lakukan ini pada kami?" teriak Dira


" Ha...ha.... salah kalian karena kalian adalah orang-orang dari EK grup" jawabnya dengan tertawa jahat


" Terutama kau wanita hamil, kau adalah isteri dari pemilik dari perusahaan itu bukan? maka kau yang akan lebih dulu menikmati sentuhan dari cambuk kami ini, liukan tubuh mu pasti akan sangat indah" ucap laki-laki berbadan besar diiringi dengan tawa yang sangat menakutkan


" Mari kita mulai saja bagaimana?" Laki-laki itu sudah bersiap dengan cambuk yang ada di tangannya


" Jangan.... tolong jangan lakukan itu, aku mohon!" ucap Ayla ketakutan tidak ingin terjadi apa-apa dengan bayi yang ada di dalam kandungannya


" Merengeklah, aku tidak peduli perlahan tapi pasti kau dan anak didalam perutmu itu harus mati" ucap pria tersebut sambil tertawa jahat


Brakk


Pintu kembali terbuka kali ini seorang pria berjas dengan postur tubuh yang tidak jauh seperti Al masuk dengan wajah menyeringai


" Laki-laki itu?" batin Ayla


" Bukankah dia itu laki-laki yang datang ke kantor mas Al waktu itu bersama dengan Clara?" gumamnya dalam hati


" Rupanya kau cantik juga pantas Alveer begitu tergila-gila denganmu" ucap pria itu tersenyum meremehkan


" Bos!"


" Mulailah permainannya, setelah itu kirim videonya ke Alveer!" perintah laki-laki yang tidak lain adalah Kevin


" Baik bos!" ucap anak buahnya dengan semangat


" Jangan lakukan itu padaku , aku mohon lepaskan aku tuan!" ucap Ayla penuh dengan ketakutan


Mereka semua tertawa termasuk Kevin, rengek dan tangisan Ayla sama sekali tidak dihiraukannya


" Aku mohon lepaskan kami!" ucap Dira


" Lepaskan kalian? ha...ha... jangan mimpi!" ucap Kevin seraya tertawa jahat


" Cepat cambuk wanita itu!" perintah Kevin


Ayla menegang rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya saat laki-laki bertubuh besar melangkah semakin mendekatinya


Ayla menggelengkan kepalanya dia sungguh takut terjadi sesuatu dengan kandungannya


Plakkkk

__ADS_1


Satu cambukkan mengenai tubuh mulus itu dengan sangat kencang


" Aaa...!"


Plakkk


Cambukan itu terus berulang-ulang hingga membuat tubuh wanita itu merintih kesakitan


Ayla mendongak saat tubuhnya tidak merasakan apa-apa, mata Ayla seketika membulat sempurna saat melihat seorang gadis ambruk di dekat kakinya.


" Di.. Dira!" ucap Ayla terbata saat melihat tubuh Dira terkulai lemah yang hampir saja kehilangan kesadarannya


" Rupanya kau mau menjadi pahlawan hah... beri wanita itu pelajaran dan kalau perlu kirim dia lebih dulu ke neraka!" titah Kevin dengan kejam


Sasa yang melihat Dira penuh luka menangis sesenggukan dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Ayla, takut manusia berhati iblis itu menyakiti Ayla dan juga kandungannya


" Seret wanita hamil itu!"


" Jangan tuan aku mohon, jangan lakukan itu!" teriak Sasa


Plak


satu tamparan keras mengenai wajah Sasa sampai membuat gadis itu jatuh tersungkur ke lantai dan tak sadarkan diri


" Sasa!" teriak Ayla dengan air mata yang semakin deras di pipinya


" Cepat seret wanita itu!" Teriak Kevin kembali dan saat Pria bertubuh besar itu meraih kaki Ayla dan hendak menyeretnya Dira yang masih setengah sadar berusaha untuk bangkit dan memeluk kaki laki-laki bertubuh besar itu dengan sangat kuat.


Dira mendapatkan tendangan yang cukup kuat di seluruh tubuhnya tapi sebisa mungkin Dira terus bertahan dan menahan sakit di sekujur tubuhnya, dia bertahan agar laki-laki itu tidak melukai Ayla


Bugh


Satu tendangan keras mengenai punggung Dira membuat gadis seketika ambruk dan tidak sadarkan diri


Ayla histeris dan terus berteriak, melihat kedua sahabatnya sudah tidak sadarkan diri membuat gadis itupun syok dan jatuh pingsan


Kevin tertawa puas melihat Ayla pingsan dan lalu menyuruh anak buahnya mengikat Ayla lalu digantung di atap gedung sampai menunggu Alveer datang untuk menyelamatkannya


Namun baru saja anak buahnya mengikat tangan Ayla tiba-tiba terdengar suara perkelahian dari arah luar ruangan


Kevin dibuat terkejut karena saat keluar melihat anak buahnya banyak yang sudah terkapar di lantai dengan keadaan pingsan


Bugh


Satu tendangan kuat melayang mengenai wajahnya sampai membuat Kevin jatuh terhempas ke lantai


" Si*Lan!" geram Kevin berusaha untuk bangkit


" Ba**Sat!" maki Al dan kembali menghajar Kevin


" Berani-beraninya loe menyakiti isteri gue, ba**Ngan, keparaT!" amuk Al yang tidak terima dengan perbuatan Kevin


" Loe yang KeparaT !" Ucap Kevin yang tidak terima dan berhasil membalas pukulan Al


Al yang terhempas ke lantai tiba-tiba pandangannya mengarah ke arah ruangan yang ada di belakang Kevin dan Al melihat Ayla tengah diikat oleh salah satu anak buah Kevin, Al nampak geram dan aura membunuhnya pun keluar begitu saja tak sanggup melihat isterinya diperlakukan seperti itu Al langsung beranjak berdiri dan


Bugh


Bugh


Bugh


Al menghajar Kevin dan semua anak buahnya dengan membabi buta


Al lalu berusaha masuk ke dalam ruangan tersebut dan menolong isterinya yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri,


Kevin yang hendak melarikan diri kini malah tengah dihajar mati-matian oleh Arlan apalagi saat netra laki-laki itu melihat gadis yang selama ini mengusik hari-harinya tengah terkapar di lantai dengan keadaan yang sangat mengenaskan


" Dasar iblis!" amuk Arlan yang kembali memukul Kevin dengan brutal


Kevin dan semua anak buahnya kini sudah diringkus oleh polisi


Al dan Arlan pun sudah membawa Ayla, Dira dan Sasa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


Dari ketiga gadis tersebut Dira lah yang mendapatkan perawatan dan penanganan yang cukup serius, gadis itu mengalami luka yang cukup serius terutama di daerah punggungnya.


Arlan merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga dan melindungi gadis yang sudah mencuri hatinya itu.


" Aku tidak mau mati pak, aku kan belum menikah dan belum merasakan bagaimana rasanya surga dunia" kalimat itu terus terngiang di ingatan Arlan


Arlan terus menatap ke pintu ruang UGD dengan perasaan khawatir dan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan mengingat kondisi tubuh Dira yang tadi nampak begitu lemah


Bukan hanya Arlan, Al pun sama pria itu pun sedang dilanda kekhawatiran yang sangat besar. isterinya sedang berada di dalam ruang UGD.


" Pak bagaimana keadaan mereka?" tanya Mina dengan air mata yang sudah tumpah


Mina yang tadi bersembunyi atas perintah Arlan baru berani keluar saat melihat mobil polisi masuk dan membawa Kevin beserta anak buahnya dan dia sangat terkejut saat melihat Ayla dan kedua sahabatnya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan segera dibawa masuk ke dalam mobil oleh Al dan juga Arlan yang tengah menggendong Dira sedangkan Sasa dibawa oleh salah satu anak buah Al


" Mereka masih didalam, sedang dalam pemeriksaan" sahut Arlan datar


Mina langsung menghempaskan tubuhnya di atas kursi tunggu dengan keadaan lemah.

__ADS_1


" Ayla, Dira, Sasa semoga kalian bertiga baik-baik saja ya" ucap Mina berdoa


__ADS_2