DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
ABI AASIM - FAIHA


__ADS_3

Alzam, Syahlaa dan juga Rain akhirnya sampai juga di rumah mewah milik Emmy ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


Sangat larut sekali ketika mereka sampai rumah, karena perjalanan yang cukup jauh dari rumah sakit ke rumah milik Emmy.


Zarina sudah tertidur sejak tadi, ketika masih berada di perjalanan, dan dia saat ini sedang di gendong oleh Alzam untuk masuk ke dalam kamar.


" Beristirahatlah Rain, karena besok ada yang ingin aku bahas denganmu ",, kata Alzam kepada Rain.


" Baiklah, kamu istirahat juga ",, jawab Rain kepada Alzam.


Alzam hanya mengangguk kepada Rain, dan mereka bertiga termasuk Syahlaa langsung berpisah tujuan, untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


Syahlaa dan Alzam yang sudah masuk ke dalam kamar, mereka berdua langsung saja segera bersih-bersih badan, sebelum mengistirahatkan tubuh mereka.


Sedangkan Rain, sebelum bersih-bersih badannya, dia mencoba membalas pesan yang di kirimkan oleh Faiha sebelumnya.


Jika di Prancis sudah menunjukkan pukul dua dini hari, di Indonesia berarti sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


" Maaf Fai, Kakak hari ini sedang sangat sibuk sekali, sampai tidak sempat membalas pesan darimu ",, balas Rain kepada Faiha.


" Sebentar lagi Kakak akan ikut pulang ke Indonesia bersama Kakak kamu, dan Kakak akan buktikan jika Kaka serius dengan kamu Faiha ",, balasan ke dua untuk Faiha dari Rain.


" Bahkan saat ini Kakak sudah menjadi muslim sama seperti kamu calon istriku, tunggu Kakak pulang, semoga perjalanan pulang Kakak lancar sampai di tempat tujuan ",, pesan ke tiga dari Rain untuk Faiha.


" Salam rindu, Rain ",, pesan terakhir dari Rain di tambah emoticon tersenyum manis.


Setelah itu, dengan bibir sambil terus menyunggingkan senyuman, Rain pun langsung beranjak berjalan, menuju ke dalam kamar mandi, untuk bersih-bersih badannya sebelum tidur.


Sedangkan di seberang pulau nan jauh di sana, Faiha yang kebetulan sedang memegang ponselnya, dia langsung saja tersenyum sendiri membaca pesan yang di kirimkan oleh Rain kepadanya.


Duduk di teras depan sambil menatap lekat ke arah ponselnya, membuat Faiha tidak sadar, jika sudah ada Abi Aasim yang berdiri di sampingnya.


" Apakah itu dari Tuan Rain Fai?? ",, tanya Abi Aasim kepada Faiha.


Faiha sungguh sangat terkejut sekali mendengar suara dari Abi Aasim, yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya.


" Abi ",, kata Faiha, langsung menyembunyikan ponselnya.


Abi Aasim langsung saja duduk di kursi seberang Faiha, sambil menatap lurus ke arah Faiha, dengan bibir yang sedang tersenyum.

__ADS_1


Dan Faiha yang melihat sang Abi duduk di kursi seberangnya, dia langsung saja menundukkan kepalanya.


" Apakah yang membuat kamu tersenyum tadi Tuan Rain Fai?? ",, tanya Abi Aasim lagi kepada Faiha.


Faiha yang tidak bisa berbohong kepada sang Abi, dia langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Abi Aasim.


" Apakah kamu benar-benar mencintainya Fai?? ",, tanya Abi Aasim dari hati ke hati kepada Faiha.


Lagi dan lagi Faiha langsung saja mengangguk kepada Abi Aasim.


" Apa yang membuat kamu mencintai Tuan Rain Fai, padahal di sini masih ada banyak laki-laki yang jauh lebih baik dari Tuan Rain?? ",, tanya Abi Aasim kepada Faiha.


" Tuan Rain memang beda agama dengan kita Abi, tapi bukan berarti laki-laki yang ada di sini lebih baik dari Tuan Rain ",, jawab Faiha kepada Abi Aasim.


" Kenapa kamu bisa begitu yakin, jika Tuan Rain adalah laki-laki yang baik Nak?? ",, tanya Abi Aasim lagi kepada Faiha.


" Hati Abi, hati Fai mengatakan seperti itu kepada Tuan Rain, karena Fai juga tidak akan sembarangan mencintai seorang laki-laki ",, jawab Faiha kepada Abi Aasim.


" Bagaimana kalau hati kamu salah Fai,?? apakah kamu masih yakin ingin terus mencintai dia?? ",, tanya Abi Aasim kepada Faiha.


" Jika takdir tidak menyatukan kita, Fai ikhlas Abi, karena takdir dan ketetapan Allah itulah yang terbaik untuk hambanya ",, jawab Faiha kepada Abi Aasim.


" Baiklah Nak ",, cuma kata itu yang Abi Aasim katakan kepada Faiha.


Setelah itu, Abi Aasim langsung beranjak berdiri dari duduknya, untuk masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Faiha dengan penuh misteri.


Faiha sedikit bingung dengan sikap sang Abi yang seperti itu kepadanya, namun Faiha juga tidak bisa banyak bertanya kepada Abi Aasim, karena itu bisa di katakan tidak sopan.


Akhirnya, Faiha hanya bisa diam saja sambil menatap punggung sang Abi, yang sudah berlalu masuk ke dalam rumah.


Abi Aasim yang sudah masuk ke dalam rumah, dia langsung saja masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar, Abi Aasim langsung termenung mengingat mimpinya tadi ketika ketiduran di ruang kerjanya.


Di mimpi itu, Abi Aasim melihat hidup sang putri yang penuh kegelapan, ketika menikah dengan laki-laki lain selain Rain.


Walau di dalam mimpi itu Faiha terlihat tersenyum, tapi senyum di bibirnya bukan senyum kebahagiaan, akan tetapi senyum yang menutupi luka menganga di dalam hatinya.


Ada satu perkataan yang di ucapkan oleh Faiha kepada Abi Aasim di dalam mimpinya, bahkan membuat Abi Aasim sampai terngiang terus perkataan tersebut di dalam ingatannya.

__ADS_1


Dan perkataan itu adalah " Walau Fai sekarang Abi jodohkan dengan laki-laki lain, Fai akan tetap berbakti kepada Abi dan suami Fai sekarang, tapi ketahuilah satu hal Abi, sampai kapanpun hati Fai hanya untuk Tuan Rain, karena dia adalah cinta pertama Faiha kepada lawan jenis, yang mungkin tidak akan pernah bisa Fai lupakan seumur hidup Fai ",,


Begitulah ucapan yang di katakan oleh Faiha kepada sang Abi di dalam mimpinya.


Dan karena ucapan itu juga membuat Abi Aasim menjadi tertampar, sebab dia merasa sudah begitu egois sekali kepada sang putri.


Abi Aasim juga setiap malam sudah bermunajat kepada Allah, untuk meminta petunjuk jalan ke luar atas permasalahan yang sedang dia hadapi dengan sang putri.


Dan semua jawaban atas bermunajatnya itu, ya cuma satu laki-laki, yaitu Rain.


" Ya Rabbi, jika Tuan Rain memang benar-benar jodoh untuk Faiha, hamba mohon bukakanlah pintu hati Tuan Rain, supaya mau satu akidah dengan kami ",, doa Abi Aasim di dalam hati.


" Demi kebahagiaan putri hamba, hamba ridho Ya Allah, untuk merestui hubungan mereka ",, kata Abi Aasim lagi di dalam hatinya.


" Semoga keputusan yang sudah aku ambil, tidak membuatku menyesalinya di kemudian hari ",, kata Abi Aasim berbicara sendiri.


Untuk lebih menenangkan hatinya lagi, Abi Aasim lalu beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelahnya, Abi Aasim memilih untuk mengaji dan membaca kitab-kitab yang dia punya.


Sedangkan kembali ke Prancis lagi, lebih tepatnya di rumah sakit tempat Papa Fransisco di rawat.


Ezio setelah kepergian dari Zarina, Syahlaa dan juga Alzam, dia memilih masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di ruang perawatan sang Papa.


Di dalam kamar itu, Ezio memilih berdiam diri di dekat jendela, untuk memandangi pemandangan kota yang terlihat dari situ, sebab ruang perawatan Papa Fransisco ada di lantai empat rumah sakit tersebut.


Ezio terus merenung, ingin rasanya malam ini dia tidur bersama Zarina, karena mereka akan berpisah cukup lama setelah itu.


Tapi apalah daya, tangan tak sampai, ada hati yang terluka dan bersedih, tapi tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


Itulah yang sedang terjadi dengan Ezio saat ini, dan untuk Lionel, dia sudah berpamitan pulang selang sepuluh menit dari kepergian dari Syahlaa tadi.


Jadi tinggal berdua saja di ruang perawatan itu, antara Mama Ingrid dan Ezio.


Dan Mama Ingrid saat ini juga sama seperti Ezio, sedang berdiam diri memikirkan nasib sang suami, serta perpisahannya dengan sang cucu esok hari.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2