DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
SESERAHAN


__ADS_3

Sebagai Kakak tertua dan sebagai orang perantara yang bisa berbicara Bahasa Inggris, Alzam pun mewakili sang Abi untuk mengungkapkan keramah tamahan dari Keluarga besarnya.


Sebelum Alzam berbicara, Mama Rain yang bernama Mama Maria mencoba bertanya terlebih dahulu kepada Rain, di manakah calon istrinya.


" Rain, yang mana calon istri kamu, kenapa kamu tidak mengenalkannya kepada Mama dan Papa?? ",, tanya Mama Maria kepada Rain.


Dan tentu saja mereka berbicara menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Prancis.


Belum sempat Rain menjawab, Alzam pun menggandeng sang adik dan menuntunnya untuk dia dekatkan kepada calon ke dua mertuanya.


" Ini Nyonya, adik kandung saya, dan calon istrinya Rain, dia bernama Faiha ",, kata Alzam kepada Mama Maria.


" Oh ya Tuhan, dia cantik dan manis sekali, pantas saja Rain tergila-gila denganmu sayang ",, jawab Mama Maria memuji kecantikannya Faiha.


Faiha yang tidak mengerti dia hanya tersenyum ramah dan sopan saja.


Sedangkan Rain, dia tersenyum bangga, karena keputusannya untuk meminang Faiha adalah benar, sebab Rain sudah yakin jika pilihannya tidak akan salah dan pasti langsung di setujui oleh Keluarganya.


Dan untuk Alzam yang mendengar perkataan dari Mama Maria, dia langsung tersenyum manis, sambil mengucapkan kata terimakasih untuk mewakili Faiha.


" Sini Nak, mendekatlah kepada Mama ",, kata Mama Maria kepada Faiha.


Faiha yang bingung, dan tidak tahu apa yang sedang di katakan oleh sang calon mertua, dia pun reflek memandang Rain, dan Alzam.


" Ayo sana mendekat Faiha, Mama mertua kamu menyuruh kamu untuk mendekat ke arahnya ",, kata Alzam kepada Faiha.


Rain pun juga langsung mengangguk kepada Faiha, ketika dia menatap ke arahnya.


Faiha pun dengan sopan langsung mendekat ke arah sang calon Mama mertua.


Sesampainya di depan Mama Maria, Faiha langsung saja duduk bersimpu sopan di depan Mama Maria.


" Eh, ko kamu duduk berlutut di depan Mama, bangunlah Nak?? ",, kata Mama Maria kepada Faiha.


" Tidak apa-apa Nyonya, ini sudah adat di sini, jika berhadapan dengan orang tua, harus bersikap sopan seperti itu ",, tentu saja bukan Faiha yang menjawab, melainkan Alzam.


Mama Maria hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Alzam, pertanda jika dia mengerti apa maksudnya.


" Kemarikan tanganmu Nak yang sebelah kiri ",, kata Mama Maria kepada Faiha.


Apa yang sedang di lakukan oleh Mama Maria kepada Faiha, di saksikan oleh semua orang yang hadir di situ termasuk Pak Rt sekalipun.


Karena memang sudah waktunya acara pertunangan Faiha dan Rain akan segera dilaksanakan, sebab waktu juga sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan mereka baru saja selesai mengerjakan sholat isya' berjamaah tadi di dalam masjid bagi laki-laki.


Faiha bingung, dia benar-benar sangat tidak mengerti sama sekali apa yang sedang di katakan oleh Mama Maria, lalu akhirnya Faiha pun mengalihkan pandangannya lagi ke arah Rain.

__ADS_1


" Mama menyuruh kamu untuk mengulurkan tangan kamu Faiha yang sebelah kiri ",, kata Rain kepada Faiha.


Seperti perkataan dari Rain, Faiha pun langsung saja mengulurkan tangan kirinya di depan Mama Maria.


Mama Maria sambil tersenyum manis dan hangat khas seorang Ibu, dia langsung saja mengeluarkan sesuatu dari dalam tas jinjing yang dibawanya.


Mama Maria ternyata mengeluarkan sekotak perhiasan, pemberian dari Papa Charles, Papanya Rain dulu ketika mereka akan menikah.


Mama Maria langsung saja memakaikan gelang, serta kalung berbandul berlian, yang jika di total keseluruhan, semua harga perhiasan itu, sekitar delapan ratus juta rupiah.


" Semua perhiasan ini adalah perhiasan Mama waktu akan menikah dulu dengan Papa Nak, sekarang menjadi milik kamu, karena kamu adalah calon istri dari anak saya Rain ",, kata Mama Maria kepada Faiha.


Alzam yang mendengar, dia langsung mentraslatekannya kepada Faiha, dan di dengar langsung oleh semua orang yang hadir.


Di Negara Prancis tidak ada yang namanya bersalaman dengan mencium tangan sebagai tanda hormat atau sopan kepada orang tua.


Itulah kenapa ketika Faiha mencoba mencium tangan Mama Maria sebagai tanda terimakasih dan hormat, Mama Maria sedikit kebingungan.


Namun Rain menjelaskan kepada sang Mama menggunakan Bahasa isyarat, jika itu adalah tradisi.


Barulah Mama Maria mengerti dan ikut mengajak bercipika cipiki wajah cantiknya Faiha, yang sudah di make up sangat cantik sekali.


Setelah acara seserahan perhiasan dari Mama Maria, barulah Papa Charles menyuruh Faiha untuk mendekat juga ke arahnya.


" Fai, sekarang pindahlah kepada Papa, karena Papa ingin memberikan sesuatu juga kepadamu ",, kata Rain kepada Faiha.


Faiha yang mengerti dia hanya mengangguk saja kepada Rain, dan langsung berpindah posisi ke Papa Charles yang duduk di sebelah Mama Maria.


" Kamu akan menjadi anak kami juga, sebagai simbol kamu menjadi anak kami, Papa akan memberikanmu uang untuk keperluan kamu Nak, untuk acara pernikahan kalian, terimalah ",, kata Papa Charles sambil memberikan selembar cek.


Di dalam cek tersebut Papa Charles menuliskan angka tiga puluh lima ribu Franc Swis, yang jika di rupiahkan sebesar lima ratus delapan puluh dua juta sekian.


Wao, sangat fantastis sekali uang yang diberikan Papa Charles kepada Faiha, dalam sekejap, uang satu miliar lebih bisa Faiha dapatkan, padahal dia belum menjadi istrinya Rain.


Namun uang segitu bagi Rain dan Keluarganya tidak ada apa-apanya, dan jika di bandingkan dengan Syahlaa, tentu saja lebih banyak yang di dapatkan oleh Syahlaa dari Alzam, dan Ezio untuk Zarina.


Alzam langsung saja mengtranslatekan perkataan dari Papa Charles tadi, dan Alzam juga menjelaskan tulisan di dalam cek tersebut.


Semua orang langsung tercengang, mendengar jumlah nominal uang yang ada di dalam cek tersebut.


Begitupun dengan Faiha, dia juga tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya.


" Kak Rain, apa ini tidak terlalu kebanyakan pemberian dari Papa?? ",, tanya Faiha kepada Rain.


" Sudah terimalah saja Faiha, janganlah kamu menolak, karena mereka nanti bisa marah ",, jawab Rain kepada Faiha.

__ADS_1


" Baiklah ",, jawab Faiha kepada Rain.


Dan Faiha pun langsung mencium sopan tangan Papa Charles, seperti yang dia lakukan kepada Mama Maria tadi.


Setelah acara pemberian dari Keluarga Rain, Alzam langsung menyuruh Faiha, Abi Aasim dan Umi Anum untuk berdiri.


Dan di depan mereka ada Rain bersama ke dua orang tuanya juga ikut berdiri.


Sekarang giliran Rain memberikan seserahan secara pribadi dari uangnya sendiri, sebuah satu set perhiasan komplit yang sudah di belinya kemarin satu hari sebelum hari H, bersama Alzam.


Total harga perhiasan yang dibeli oleh Rain, sekitar seratus juta rupiah, sebab Rain memilih perhiasan yang bagus untuk Faiha.


Setelah serah terima perhiasan dari Rain, barulah Alzam menyuruh Rain dan Faiha untuk bertukar cincin.


Rain memakaikan cincin emas di jari Faiha, sedang Faiha memakaikan cincin selain mas ke jari Rain.


Sebab di dalam islam, laki-laki memakai emas, hukumnya haram.


Akhirnya pesta pertunangan Faiha dan Rain pun berjalan dengan lancar di saksikan oleh Keluarga terdekat mereka semua, warga sekitar dan beberapa pengurus Pondok Pesantren.


Faiha Hasanain, mulai malam itu sudah resmi menjadi calon istri Tuan Rain Ludwig.


Keluarga besar Rain yang tidak tahu adat istiadat di Indonesia, walau bagi mereka terasa asing, tapi mereka sangat menikmati sekali acara pertunangan tersebut.


Semua makanan yang di hidangkan pun makanan khas Indonesia semua, yang pastinya semua Keluarga besar Rain belum pernah memakannya sama sekali.


" Pantas saja anak Papa tidak mau di suruh cepat-cepat menikah, karena calon istrinya saja masih muda begitu ",, goda Papa Charles kepada Rain.


" Iya Papa Charles, Kak Rain tidak ingat umur, mencari istri yang daun muda ",, goda Syahlaa juga kepada Rain.


" Sungguh ketika baru sampai sini, Papa sama Mama dan yang lainnya sampai tidak mengenali kamu Nak ",, kata Papa Charles kepada Syahlaa.


" Iya, karena Syahlaalah, Kak Rain mengikuti jejak Syahlaa Pa ",, jawab Syahlaa kepada Papa Charles sambil tertawa.


Syahlaa memang dari dulu memanggil ke dua orang tuanya Rain dengan panggilan Papa dan juga Mama, jadi tidak heran jika Syahlaa sudah cukup dekat dengan Mama Maria dan Papa Charles.


Tadi, ketika Syahlaa ikut menyambut Keluarga besarnya Rain, mereka semua tidak mengenal Isabella yang sudah berubah menjadi Syahlaa.


Namun, ketika Syahlaa sudah menjelaskan kepada mereka semua, barulah mereka para perempuan langsung memeluk rindu Syahlaa dengan sangat senang sekali.


Dan memuji tulus, jika Syahlaa lebih cantik dengan penampilannya yang sekarang.


Papa Charles yang mendengar perkataannya Syahlaa, dia langsung saja tersenyum sambil merangkul pundak Rain sambil juga menepuknya.


Rain malam itu benar-benar merasa bahagia sekali, karena tinggal satu langkah lagi dirinya bisa menjadi halal untuk Faiha.

__ADS_1


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...


__ADS_2