DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Mina


__ADS_3

" Tidak usah dilihat kalau tidak kuat!" Mina membulatkan matanya saat seseorang yang tiba-tiba menariknya ke dalam pelukan


Deg


" Kau_?"


" Apa?"


" Sudah aku bilang, aku akan mengantar mu pulang"


" Aku bisa pulang sendiri" tegas Mina mendorong dada Rino yang memang sengaja tadi mengikutinya


" Bahaya menyetir dalam keadaan patah hati seperti ini" ledeknya


" Siapa bilang aku patah hati jangan sok tahu" Mina menghapus air matanya dengan kasar


" Dasar bocil masih berkilah lagi"


" Aku tahu kalau kamu itu sedang berusaha menutupi perasaan mu yang enggak jelas itu" ucap Rino


" Jangan sok tahu!" Mina mengerucutkan bibirnya


" Bukan sok tahu tapi dari tatapan matamu aja jelas banget terlihat kalau kamu tuh sebenarnya masih menyimpan rasa sama tuh orang, iya kan?"


" Jangan asal menebak karena itu tidak benar sama sekali" ucap Mina berusaha menutupi perasaannya yang sebenarnya


" Kau itu tidak pandai berbohong Mina"


"Aku tidak berbohong"


" Bibir mu mengatakan tidak tapi hatimu mengatakan lain"


" Jangan menerka-nerka, karena aku sama sekali tidak_" ucap Mina tercekat , entah kenapa tiba-tiba lidahnya terasa begitu kelu

__ADS_1


" Tidak apa? apa kamu mau bilang kalau kamu tidak menyukainya, tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapnya begitu?" cecar Rino


" Aku tuh bukan orang bodoh, dari sikap mu dan dari tingkah laku mu saja aku sudah tahu bagaimana perasaanmu terhadapnya, selama ini kamu selalu menutup hatimu dari pria-pria yang ingin mendekati mu itu semua karena Andi kan?"


Mina yang tadinya menundukkan pandangannya seketika mendongak dan menggelengkan kepalanya seakan mengatakan semua itu tidak benar


" Apa? mau berkelit lagi?"


Rino menghela nafasnya panjang lalu mengusap wajahnya kasar


" Jangan kamu kira aku enggak tahu Mina, setiap hari kamu bahkan selalu mencari tahu kabarnya melalui sosial media, iya kan? diam-diam kamu selalu memandangi fotonya, kamu boleh mengelak dan selalu membohongi sahabat-sahabat kamu itu tapi kamu enggak bisa bohongi aku, sudah berapa laki-laki yang ingin mendekati mu tapi kamu selalu menolaknya bahkan kamu pun selalu bersikap cuek dan dingin" tutur Rino menekannya


" Sekarang kamu sudah lihat orang yang selama ini kamu nanti dan yang selalu mengisi hati kamu ternyata sudah memiliki kebahagiaannya sendiri jadi hentikan perasaan mu itu dan belajarlah untuk membuka hatimu untuk yang lain" lanjutnya


" Mas tahu apa soal perasaan ku? jangan asal bicara mas. semua yang mas katakan itu tidak benar aku baik-baik saja mas, aku... aku sama sekali tidak memikirkan tentangnya, mas hanya salah mengerti" tutur Mina


" Benarkah? bagus kalau aku cuma salah mengerti dan aku berharap kamu tidak berbuat hal yang aneh-aneh yang akan merugikan dirimu sendiri"


" Cih, aku tidak sebodoh itu mas" ketus Mina


" Mas kira aku gila?" Mina mendengus kesal


" Aku tidak berkata seperti itu"


" Tapi itu sama saja, Mas Rino ngeselin!"


" Ha ..ha... !" Rino tertawa


" Aku baik-baik aja mas, udah sana pergi" usir Mina dengan dada yang bergemuruh naik turun menekan perasaannya


" Aku antar kamu pulang" Kekeh Rino


" Enggak usah mas, aku akan pulang sendiri!" tegas Mina

__ADS_1


" Aku tidak bisa membiarkan kamu menyetir dalam keadaan seperti ini!"


" Keadaan seperti apa maksud mas Rino?" Mina memicingkan matanya


" Lagi pula tau apa mas Rino tentang aku, jangan seolah mas tahu segalanya tentang aku! aku ini baik-baik aja mas jadi stop buat ikut campur dengan masalah pribadi aku dan jangan mengkhawatirkan aku berlebihan begitu. aku enggak mau mba Nia salah paham dan membuat kalian ribut gara-gara aku, aku enggak mau membuat hubungan orang lain hancur dan mengatakan aku sebagai pelakor!"


" Itu tidak akan terjadi"


"Bisa saja, mulut orang terkadang melebihi pedasnya cabai rawit mas"


" Sudahlah, terima kasih karena mas Rino sudah begitu perhatian sama aku tapi untuk kali ini aku ingin sendiri mas" Mina pun berbalik badan dan langsung berjalan ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat dia berdiri


Mina menghela napas kasar saat tangannya kembali di tarik dan membuat langkahnya lagi-lagi terhenti


" Apalagi sih mas Rino, aku udah bilang aku baik-baik aja mas, iya oke...oke... aku mengaku aku memang masih mencintainya dan selalu mengharapkan kehadirannya tapi sekarang aku sadar mas sudah tidak pantas lagi aku menantikan kehadiran seseorang yang sudah memiliki kebahagiaannya sendiri, seseorang yang sudah menjadi milik orang lain. mas jangan khawatir aku tidak akan berbuat nekat mas yang akan merugikan diriku sendiri, setidaknya sudah memastikan kehidupan orang yang aku sayangi kini sudah bahagia dengan wanita pilihannya, itu sudah cukup untukku mas, jadi sekarang biarkan aku sendiri dan menata hatiku kembali mas" ucap Mina panjang lebar mengakui perasaannya tanpa menoleh karena merasa sangat malu terhadap Rino yang sedari tadi selalu menyangkal ucapannya


" Aku... aku akan berusaha melupakannya mas, walaupun berat tapi aku akan berusaha mengikhlaskan hati ini, dia bukan jodohku mas seperti yang mas bilang Cinta akan menemukan jalannya sendiri dan jodoh tidak akan pernah tertukar kalau pun sempat tertukar pasti dia akan kembali lagi pada pemilik yang sesungguhnya, sejauh apapun jarak memisahkan jika sudah berjodoh pasti akan bertemu jua, seperti mas Andi yang kini sudah menemukan jodohnya mas, seberapa jauh mereka berada ternyata jodoh telah mempertemukan mereka kan mas, dengan di mutasi ke kantor cabang mas Andi akhirnya kini sudah menemukan kebahagiaannya, aku.. aku turut bahagia mas" Mina tidak lagi kuasa menahan air matanya yang terus mendesak ingin keluar


" Hiks... hiks... aku yang dulu selalu mengabaikan perasaannya tapi sekarang aku juga yang menangis karena melihat kebahagiaannya, aku... aku sangat egois ya mas? tidak seharusnya aku seperti ini iya kan mas Rino, kenapa mas Rino dari tadi diam aja mas Rino kecewa kan karena aku ternyata gadis yang bodoh dan egois?" Mina terisak dia tidak peduli lagi jika Rino nanti akan mengejeknya atau menertawakannya yang dia inginkan saat ini hanya ingin meluapkan semua perasaan yang mengganjal di hatinya.


" Aku.... aku baik-baik saja mas Rino, maaf jika sudah membuat mas Rino begitu khawatir mas tenang aja adikmu ini tidak akan berbuat aneh-aneh kok, udah sana masuk ke dalam lagi kasihan mba Nia pasti lelah menunggu mas Rino dari tadi" Mina dengan cepat menghapus air matanya


" Aku... pergi mas, aku butuh sendiri jadi aku mohon jangan menghalangi aku lagi" ucap Mina tanpa berbalik badan lalu gadis itu hendak masuk ke dalam mobilnya namun lagi-lagi dia dibuat kaget saat tangan kekar itu kembali menariknya namun kali ini tarikannya lebih kuat hingga membuat Mina kini sudah berada di dalam pelukannya


" Menangislah... tapi setelah ini aku tidak akan membiarkan mu menangis lagi!"


Deg


Jantung Mina berdegup sangat kencang, matanya membulat sempurna saat Indra penciumannya mencium wangi parfum yang berbeda dan suara itu suara yang sangat ia kenali


Tulang-tulang sendi Mina seketika terasa lemas hampir saja dia merosot jika tangan kekar itu tidak cepat mengeratkan pelukannya


Tiba-tiba saja penglihatan Mina menjadi gelap dan ia pun jatuh pingsan

__ADS_1


" Mina!"


_


__ADS_2