DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Kangen Bunda


__ADS_3

" Kamu harus banyak makan agar kesehatan kamu cepat kembali pulih!" ucap mama Ambar meraih kotak makan Ayla lalu menyuapinya


Mama Ambar begitu perhatian terhadap Ayla membuat gadis itu menghangat dan menitikkan kembali air matanya saat sosok kedua orang tuanya kembali melintas dalam ingatannya


" Mah!"


Ambar terlihat panik saat melihat wajah Ayla yang terlihat sembab


" Kenapa sayang, apa makanannya tidak enak? atau ada yang terasa sakit hem, bilang sama mama ya nak ?" tanya mama Ambar sedikit cemas melihat Ayla yang tiba-tiba menangis


Ayla menggeleng pelan dan Al yang melihat isterinya menangis pun ikutan panik takut terjadi sesuatu dengan isterinya


" Sayang kamu kenapa menangis?" tanya Al khawatir


Bukannya berhenti Ayla malah tambah terisak, mama Ambar langsung meletakkan kotak nasi yang dipegangnya di atas nakas lalu mengelus kepala Ayla dengan lembut


" Kamu kenapa sayang, hem?"tanya mama Ambar seraya mengusap lembut pipi Ayla yang basah dengan air mata


Al hanya bisa memperhatikan kedua wanita yang paling berharga dalam hidupnya itu sambil berdiri di samping kiri isterinya karena disebelah kanan mama Ambar sedang duduk sambil mengelus kepala Ayla


" Katakan sama mama apa yang membuat kamu sampai menangis seperti ini hem?"


Ayla menatap lekat wajah mertuanya itu yang nampak begitu lembut dan sangat keibuan.


" Perhatian mama dan kebaikan mama membuat Ayla teringat dengan almarhumah bunda, sudah lama Ayla tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu dan perhatian mama ke Ayla membuat Ayla merasa sangat bahagia karena bisa merasakan kembali kasih sayang dari seorang ibu. Ayla kangen bunda" ucap Ayla lirih dengan air mata yang kembali menetes


" Sayang, sekarang mama ini adalah mama kamu jika kamu kangen sama bunda, kamu boleh datang ke mama sayang, kasih sayang mama sama kamu dan Al itu sama karena kalian adalah anak-anak mama!" Mama Ambar ikut menangis dan memeluk Ayla dengan penuh kasih sayang


" Sudah jangan menangis lagi ya sayang, enggak baik buat kesehatan kamu dan juga janin kamu!" mama Ambar mengurai pelukannya lalu mengusap air mata Ayla setelah itu mengusap air matanya sendiri.


Al merasa iba dengan kata-kata isterinya, darahnya berdesir begitu memilukan kisah perjalanan hidup isterinya yang ia ketahui tidak pernah mendapatkan perlakuan baik dari bibinya selama ini.


Di dalam hati Al berjanji akan selalu mencintai dan menyayangi isterinya dan akan selalu berusaha untuk membahagiakannya.


" Sekarang lanjut makan lagi ya sayang!" pinta mama Ambar dan Ayla pun mengangguk


" Al sudah cepat kamu sana makan, kalau kamu tidak makan lalu sakit siapa yang akan menjaga menantu mama!" tegas mama Ambar


" Iya mah!" ucap Al patuh mengambil bungkusan yang mama Ambar baww tadi ke sofa yang ada di ruangan itu


Baru saja membuka bungkus nasi yang mama Ambar bawakan tiba-tiba saja isi di dalam perut Al bergejolak dan ingin segera meminta dikeluarkan.


Al beranjak dari duduknya dan langsung berlari ke arah kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya


" Huek... Huek..."


" Mah mas Al!" ucap Ayla lirih

__ADS_1


" Kenapa dengan anak itu?" mama Ambar kembali meletakkan kotak nasi yang dipegangnya


" Mas Al sejak di kantor tadi keadaannya begitu mah, muntah-muntah terus kata dokter Reno mas Al mengalami kehamilan simpatik " tutur Ayla


Mama Ambar yang awalnya begitu cemas melihat keadaan putranya yang tiba-tiba muntah-muntah kini malah tersenyum.


" Al memang persis dengan papanya dulu sewaktu mama menghamilinya" ucap mama Ambar lalu beranjak dari duduknya


Mama Ambar berjalan ke arah kamar mandi dan melihat putranya yang baru saja keluar dari dalam dengan raut wajah yang sedikit pucat.


Mama Ambar memapah Al yang terlihat begitu lemas.


" Yaudah kamu Istirahat aja dulu, kalau kamu tidak bisa memakan makanan yang mama beli enggak usah di makan kamu bilang aja sama mama kamu maunya makan apa yang sekiranya enggak bikin kamu mual kayak tadi" ucap mama Ambar seraya berjalan menggandeng lengan putranya menggiringnya ke sofa.


" Ma singkirkan itu dulu!" Al menunjuk bungkus nasi yang tergeletak di atas meja


Mama Ambar buru-buru memasukkannya kembali ke dalam kantong kresek


Al merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ukurannya cukup besar


" Mah, aku mau makan pecel" ucap Al tiba-tiba


" Pecel?" mama Ambar mengerutkan keningnya


" Iya mah, pecel" sahut Al dengan antusias rasanya sudah tidak sabar ingin memakan pecel yang isi dibawahnya dikasih gorengan bakwan lalu ditambah berbagai sayuran terus diatasnya disiram bumbu kacang


Ayla dulu pernah membawa pecel buatan bi Atun ke kantor saat sedang makan siang bersama Al ditawari Ayla tapi dengan tegas dia menolaknya karena tidak suka dengan banyaknya sayuran yang diaduk menjadi satu seperti itu.


" Entahlah sayang rasanya aku ingin sekali memakan makanan itu" sahut Al


" Itu yang namanya ngidam, bisa aja yang tadinya suka menjadi enggak suka begitu juga sebaliknya" tutur mama Ambar


" Yaudah kamu istirahat aja dulu, setelah mama selesai menyuapi Ayla mama akan mencari makanan yang kamu mau itu, semoga aja dekat-dekat sini ada!" ucap mama Ambar.


Setelah selesai menyuapi Ayla makan dan juga memberinya obat mama Ambar langsung pergi keluar untuk mencari makanan yang putranya inginkan.


Sementara anak dan menantunya kini sudah terlelap di tempat yang berbeda, Ayla di atas tempat tidur pasien sementara Al sudah masuk ke alam bawah sadarnya di sofa


_______


Di kantor semua karyawan dibuat panik dan ketakutan ketika Arlan memasuki gedung tersebut dengan raut wajah yang tidak biasanya raut wajahnya terlihat sangar dan dingin.


Glek


Nola yang sempat berpapasan dengannya pun sampai menelan salivanya kasar.


" Ada apa dengan pak Arlan wajahnya nakutin banget sih!" gumam Nola dalam hati

__ADS_1


" Apa jangan-jangan si Ayla udah ngadu yang enggak-enggak tuh sama pak Arlan, mereka itu kan sempat digosipin dekat, wah jangan-jangan bener nih" Nola panik sendiri takut Ayla mengadu pada Arlan atas perlakuannya terhadap Ayla apalagi dari sorot mata Arlan yang seolah ingin memangsanya hidup-hidup.


Arlan berjalan menuju ruang cctv untuk mencari bukti yang menjadi penyebab isteri bosnya itu sampai masuk rumah sakit


Mata Al membulat sempurna saat melihat layar monitor yang ada di hadapannya seketika tangannya mengepal kuat.


Arlan mengcopy video tersebut ke ponselnya lalu mengirimkan video tersebut kepada Al yang masih berada di alam mimpi, mungkin karena terlalu lelah dan lemas Al terlelap begitu saja.


Untuk menyelesaikan kasus itu Arlan masih menunggu interuksi dari Al, dia tidak mau bertindak gegabah mendahului atasannya walaupun sebenarnya dia sudah sangat geram dengan tingkah wanita yang ada di video tersebut.


Di dalam ruangan kerjanya sikap Dira nampak tidak biasanya, apalagi setiap kali dia teringat dengan raut kepanikan dan kekhawatiran yang begitu besar nampak jelas pada atasannya setelah dia melaporkan keadaan Ayla.


" Apa jangan-jangan berita itu benar kalau Ayla menjalin hubungan dengan pak Al?terus kalau pak Al sampai tahu gue sering jahatin dia dan suka ngatain dia bisa dalam masalah besar gue nanti, duh gimana ini" batin Dira


Melihat Dira diam saja apalagi terlihat dengan jelas raut ketakutan dan juga kegelisahannya membuat beberapa orang yang berada di dalam satu ruangan dengannya nampak dibuat heran terutama Sasa dan Mina sedangkan Nola sedang tidak ada di ruangannya dia sedang di tugaskan oleh mba Nia untuk ke bagian desainer produk baru yang akan segera launching.


" Eh Dira loe kenapa diam aja dari tadi, kesambet Loe?" tanya Mina yang mulutnya sudah gatel dari tadi karena melihat Dira yang enggak seperti biasanya.


" Tumben loe kelihatan gelisah gitu, apa loe takut sama kita berdua karena enggak ada teman loe yang sok kecakepan itu?" tanya Sasa


Dira hanya menoleh sekilas lalu kembali menunduk dengan gelisah.


Mina dan Sasa saling melempar pandangan, sikap Dira sungguh membuat kedua wanita itu penasaran dibuatnya.


" Eh Dira loe punya mulut udah enggak bisa dipakai lagi ya, tumben loe diam aja biasanya ikut nyerocos kalau ada si Nola atau jangan-jangan keberanian loe cuma ada di ketiak Nola yang bau itu ya!" ledek Mina


" Gu.. gue...!" Mina dan Sasa langsung terdiam sejenak menelisik lebih tajam sikap Dira yang seperti dalam keadaan tidak baik-baik saja.


" Loe kenapa berubah jadi gagap?" tanya Mina yang kini sudah berdiri tidak jauh dari meja kerja Dira


Dira menggeleng kasar, sedangkan Mina mengerutkan dahinya saat melihat Dira meremas jari jemarinya terlihat begitu ketakutan.


Mina menoleh ke arah Sasa menunjuk ke Dira dengan ekor matanya. Sasa yang mengeri pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan mendekati meja kerja Dira


" Loe kenapa Dira, kok kayak ketakutan gitu? emangnya loe kira kita berdua bakalan makan loe hidup-hidup apa ?" Sasa menelisik Dira dari atas sampai bawah dan nampak jelas sekali kalau tubuh Dira sedikit bergetar


" Siapa juga yang takut sama kalian, gue biasa aja tuh" ucap Dira


" Masa sih!" ledek Mina


" Sudah sana pergi jangan ganggu gue!" usir Dira awalnya dia ingin mencari tahu tentang hubungan Ayla dan Al, mungkin saja mereka berdua tahu pikir Dira secara mereka itukan sahabat Ayla tapi tiba-tiba dia mengingat tentang peringatan yang diberikan oleh Arlan, Dira pun langsung mengurungkan niatnya.


" Eh Dira siapa juga yang mau gangguin loe, kita berdua cuma berniat baik kok sama loe ya takut loe kenapa-napa aja karena ditinggal Nola jadi kesepian gitu" ucap Sasa sambil tertawa kecil


" Iya betul itu, nanti takutnya loe kesepian lagi karena ditinggal bestie, lama-lama diam aja terus tau-tau loe ketawa sendirian lagi!" sindir Mina yang mampu memancing kemarahan Dira


" loe kira gue Gil*? loe kali yang Gil*!" sarkas Dira yang kini sudah beranjak dari tempat duduknya

__ADS_1


__ADS_2