
Sesampainya di rumah sakit paman Emir nampak begitu bersemangat berjalan menyusuri setiap lorong rumah sakit menuju ruang dimana Ayla dirawat
" Pak pelan-pelan jalannya, semangat banget sih kasihan loh itu si Laura" ucap Mira dengan napas yang ngos-ngosan karena mengikuti langkah panjang sang suami
"Astaghfirullah, maaf bu bapak lupa. Laura kamu enggak apa-apa?" paman Emir merasa bersalah kepada putrinya karena sampai putrinya yang hamil besar sampai ngos-ngosan juga
" Enggak apa-apa pak, ya hitung-hitung olahraga tapi udahan dulu ya pak olahraganya capek" ucap Laura seraya berjalan ke arah kursi tunggu yang tidak jauh dari dirinya berdiri
" Iya, kamu istirahat aja dulu, maaf bapak terlalu bersemangat ingin melihat baby nya Ayla sampai lupa dengan kondisi kamu" ucap paman Emir dengan raut wajah bersalah
" Iya pak enggak apa-apa, yaudah yuk pak jalan lagi" ucap Laura yang kini sudah beranjak dari tempat duduknya
" Kamu yakin? ibu aja masih capek loh ini" ucap Mira yang sempat duduk juga tidak jauh dari kursi yang Laura duduki
" Yakin bu" ucap Laura yang kini tengah di gandeng oleh paman Emir
Mira yang masih merasa capek pun akhirnya beranjak berdiri dan mengikuti langkah suaminya dan juga Laura yang sudah berjalan lebih dulu
" Mira!"
Merasa ada yang memanggil namanya Mira pun menghentikan langkahnya lalu menoleh ke sumber suara
Tak
Tak
Tak
" Mira!" panggilnya lagi
" Ambar, pak Kusuma" beo Mira
Mira menatap mertua dari keponakannya itu yang berjalan ke arahnya bersama sang suami
" Loh kok kamu sendirian, dimana suamimu? tanya Ambar setelah keduanya sudah dekat
Mira menengok ke depan dan ternyata suami dan putrinya sudah tidak terlihat lagi
" Mereka sudah duluan" jawab Mira setelah tidak melihat keberadaan suami dan putrinya
" Oh gitu, yaudah yuk kalau gitu kita bareng aja ya ke ruangan Ayla dan baby nya" ucap mama Ambar
Mira hanya merespon dengan senyuman lalu ikut melangkah bersama mama Ambar berjalan menuju ruang rawat inap Ayla dan baby Aliza
Ceklek
" Assalamualaikum" ucap paman Emir dan Laura saat masuk ke dalam ruang rawat inap Ayla
Ayla yang baru saja selesai menyusui baby Aliza langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka dari luar, begitu juga dengan Al yang sedang duduk di sofa bersama dengan Arlan dan Dira yang sedang serius membahas pekerjaan
" Wa'alaikum salam" jawab mereka yang berada di dalam ruangan itu bersamaan
" Paman, Laura" wajah Ayla berbinar saat melihat paman dan juga sepupunya datang
" Bagaimana keadaan mu nak?" tanya paman Emir seraya mendekat ke arah Ayla
" Alhamdulillah baik paman" jawab Ayla
" Selamat Ayla sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu" ucap paman Emir dengan tersenyum bangga
" Terima kasih paman" jawab Ayla dengan senyum bahagianya lalu mengulurkan tangan kanannya menyalami tangan pamannya dengan takzim seraya menggendong baby Aliza dengan tangan kirinya
" Paman" seru Al yang sudah berdiri di belakang paman Emir
" Al" Paman Emir menoleh ke belakang lalu tersenyum bangga seraya menyambut uluran tangan Al yang hendak menyalaminya.
" Selamat ya Al" ucap paman Emir
" Terima kasih paman" sahut Al
__ADS_1
" Bayi kalian sangat cantik" ucap Laura tiba-tiba membuat atensi mereka semua beralih pada wanita yang tengah berdiri tidak jauh dari Ayla dengan perut buncitnya
" Eh, Laura... apa kabar?" sapa Ayla yang hampir melupakan keberadaan sepupunya itu
" Alhamdulillah baik, bayi loe sangat cantik Ay bikin gemes" ucap Laura dengan seulas senyum diwajahnya seraya mengelus pucuk kepala baby Aliza dengan lembut
" Sebentar lagi juga loe akan memilikinya Lau" ucap Ayla tersenyum lembut
" Iya, semoga bayi gue juga secantik bayi loe Ay" ucap Laura
" Apa sudah tau jenis kelaminnya?" tanya Ayla dan Laura menggeleng pelan
" Belum, biar jadi kejutan saja" jawabnya seraya tersenyum
Ayla tersenyum bahagia melihat begitu banyak perubahan yang terjadi pada Laura, Al yang awalnya sempat khawatir pun dengan kedatangan Laura dan takut wanita itu lagi-lagi mengusik isterinya kini bisa bernapas lega setelah melihat perubahan yang ada pada diri Laura
" Tidak apa-apa, laki-laki ataupun perempuan yang terpenting bayi dan ibunya lahir dengan selamat" Ucap paman Emir
" Amin, benar apa yang dikatakan paman" ucap Al menimpali
" Ay, apa boleh gue menggendong bayi loe?" izin Laura yang ingin menggendong bayi Ayla yang menurutnya sangat menggemaskan, kecantikan wajah bayi mungil itu tercetak jelas perpaduan antara wajah cantik Ayla dan juga ketampanan Alveer sang ayah
" Oh tentu saja boleh" ucap Ayla lalu memberikan bayinya kepada Laura dengan sangat hati-hati
" Siapa namanya Ay?" tanya Laura ketika bayi Ayla sudah berada di dalam gendongannya
" Aliza Ghania Husna yang artinya seorang anak perempuan yang cantik dan adil yang kelak akan membawa kebahagiaan" Jawab Ayla
" Wahhh... nama yang sangat cantik secantik wajahnya" puji Laura
Ceklek
Pintu kamar kembali terbuka kali ini yang datang mama Ambar, papa Kusuma dan juga Mira
" Assalamualaikum" ucap mereka bersamaan saat masuk ke dalam kamar rawat inap Ayla
" Wa'alaikum salam" jawab serempak semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut seraya menoleh ke arah pintu yang kini kembali terbuka
" Biar tante yang gendong" ucap mama Ambar yang langsung mengambil baby Aliza dari gendongan Laura
" Cantik banget cucu oma, lihat pah cucu kita sangat cantik persis seperti mamanya" ucap mama Ambar terlihat begitu bahagia
Papa Kusuma yang penasaran dengan cucu pertamanya itupun langsung mendekati isterinya menatap bayi mungil yang seperti tengah tersenyum menyambut kedatangan Oma dan opanya
" Lihat ma, cucu kita tersenyum. wah sepertinya kamu sudah mengenali Oma dan opa mu ya sayang" ucap papa Kusuma membuat mama Ambar dan yang lainnya tertawa mendengar ocehan pria paruh baya itu
" Papa bisa aja" ucap mama Ambar
Mira yang penasaran dengan baby Aliza pun mendekati mama Ambar
" Lihatlah Mira, cucu ku sangat cantik dan menggemaskan bukan?" ucap mama Ambar memuji cucu pertamanya itu
" Iya kau benar, cucu mu sangat cantik wajahnya begitu mirip dengan Ayla" ucap Mira
" Sebentar lagi kamu juga akan memiliki cucu dari putrimu sendiri Mira" ucap mama Ambar melirik sekilas Laura yang tidak jauh dari dirinya berdiri
" Iya kau benar" jawab Mira dengan senyum yang sedikit dipaksakan
" Ngomong-ngomong berapa usia kandungan mu Laura?" tanya mama Ambar
" Emmm... jalan 8 bulan tante" jawab Laura, segurat rasa malu pun mencuat di dihatinya
Laura merasa sangat iri dengan kehidupan Ayla, saat dia melahirkan banyak orang yang begitu perhatian dan menyayanginya, terlebih dia melahirkan dengan didampingi sang suami tercinta yang pastinya menjadi sebuah kekuatan tersendiri untuk dirinya
Laura sedikit melamun memikirkan apakah kelak ketika dia melahirkan bayinya akan kah ada yang mendampinginya, memberinya semangat dan juga kekuatan untuknya nanti ataukah justru sebaliknya ia melahirkan bayinya seorang diri
" Lau... Laura?" panggil Ayla yang membuat Laura seketika terkesiap dari lamunannya
" I.. iya, ada apa Ay?" tanya Laura dengan wajah yang terlihat pias
__ADS_1
" Loe kenapa? melamunkan apa?" tanya Ayla
" Sini duduk!" seru Ayla
Laura yang tadi melamun sampai tidak sadar kalau semua orang kini sudah duduk di sofa yang berada di ruangan itu
Mama Ambar sibuk dengan cucu pertamanya yang masih berada dalam gendongannya, Mira pun diam-diam ternyata sudah tertarik dengan bayi mungil Aliza yang sangat menggemaskan itu sedangkan para pria tengah sibuk membicarakan tentang dunia bisnis.
Sementara Dira yang sejak tadi bersama Al dan Arlan, sudah pamit pulang diantar oleh Arlan
Laura kini sudah duduk di kursi samping tempat tidur Ayla
" Loe kenapa? ngelamunin apa?" tanya Ayla
" Enggak, gue enggak kenapa-napa" jawab Laura dengan seulas senyum yang dipaksakan
" Loe enggak bisa bohong, ingat ibu hamil itu enggak boleh terlalu banyak pikiran enggak baik buat kandungan loe" ucap Ayla
" Iya" jawab Laura dengan wajah sedikit sendu
" Ay" ucap Laura lirih
" Iya ada apa?" tanya Ayla
" Loe sangat beruntung saat melahirkan ada suami yang mendampingi loe ada mertua yang juga begitu perhatian sama loe" ucap Laura sendu
" Entah bagaimana nanti saat gue melahirkan bayi ini, apakah ada yang akan menemani gue?" lirihnya
Ayla tertegun mendengar penuturan Laura, ia pun turun merasakan kesedihan dan juga ketegangan yang Laura rasakan menjelang hari persalinannya
" Lau, loe enggak usah khawatir soal itu ada gue, ada kak lucky, ada paman dan bibi yang pasti akan menemani loe kelak" ucap Ayla memberi semangat untuk Laura
" Tapi tidak dengan laki-laki yang berstatus suami" ucapnya dengan air mata yang tiba-tiba sudah meluncur bebas
" Lau..."
" Maafin gue ya Ay" ucap Laura yang sedikit serak karena menangis
Ayla terkesiap dan menatap lekat Laura yang begitu terlihat menyedihkan
" Lau... " ucap Ayla lirih melihat Laura menangis Ayla merasa ikut sedih
" Gue merasa sangat bersalah sama loe Ay, mungkin ini hukuman buat gue yang sudah banyak berbuat jahat sama loe selama ini" ucap Laura terdengar begitu lirih
" Lau... semua sudah berlalu, enggak usah diungkit-ungkit lagi. lupakan semuanya, melihat loe yang sudah berubah seperti ini gue sudah merasa sangat senang Lau, semoga kelak loe akan mendapatkan kebahagiaan loe sendiri, loe harus sabar dan kuat demi anak loe demi masa depannya juga" tutur Ayla
" Jangan anggap ini sebagai hukuman Lau, tapi anggap ini semua adalah kasih sayang Allah yang ingin loe menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi" lanjutnya
" Ayla terima kasih, kak Al memang pantas mendapatkan loe, hati loe begitu baik Ay" ucap Laura
" Jangan terlalu memuji,gue ini enggak sebaik yang loe bilang. gue juga manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan dosa" balas Ayla dengan mengulas senyum
" Mulai sekarang kita belajar sama-sama ya, belajar memperbaiki diri agar menjadi manusia yang lebih baik dan lebih berguna lagi, kita saling mengingatkan dan saling menyayangi tentunya. karena hanya loe dan kak Luky saudara yang gue punya, kita adalah keluarga bukan?" tambahnya lagi
Laura mengangguk sambil terisak membuat semua yang tengah berada di sofa menoleh ke arah mereka berdua
Mira yang melihat Laura menangis beranjak dari duduknya dan segera menghampiri putrinya
" Kamu kenapa Laura?" tanya Mira cemas
Laura menggeleng lalu berdiri dan berhambur memeluk Ayla membuat Mira sedikit tercengang
" Terima kasih saudariku" ucap Laura
" Sama-sama" Ayla membalas pelukan Laura
Keduanya kini saling tersenyum melupakan masa lalu yang menyakitkan dan belajar untuk memperbaiki diri
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1
Ayo mana jempolnya nih..? jangan lupa klik like, vote dan komennya ya!😉🤗 dukungan kalian adalah suntikan semangat untuk author loh🥰🥰