DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
DUA BULAN KEMUDIAN


__ADS_3

Kehidupan Ezio setelah perpisahannya dengan Zarina yang kemarin, dia isi dengan bekerja, meeting, perjalanan dinas ke luar kota, ke luar Negeri, menghadiri jamuan makan, sudah begitu saja terus, dan jika bosan, Ezio akan habiskan waktunya di rumah saja, hingga membuat sang teman yang bernama Lionel pun merasa heran dengan sikap sang sahabat.


" Apa kamu tidak bosan Ezio, cuma bekerja, rumah, bekerja, tanpa mau bersenang-senang lagi seperti dulu ",, kata Lionel kepada Ezio.


Saat ini Lionel dan Ezio, sedang berada di dalam kantor Ezio, dan Lionel yang baru saja pulang liburan, dia sengaja mengunjungi sang sahabat di kantornya.


" Untuk apa aku bersenang-senang Lionel dan menghambur-hamburkan uang sepertimu hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat ",, jawab Ezio kepada Lionel.


" Sejak kapan kamu bisa mempunyai pemikiran sebijak ini Ezio?? ",, tanya Lionel kepada Ezio.


" Sejak aku mempunyai Zarina di dalam hidupku ",, jawab Ezio.


" Aku malu dengan Zarina, jika waktu berhargaku aku habiskan dengan berfoya-foya tidak jelas ",, kata Ezio sambil menghadap ke jendela kaca.


Sambil memandangi pemandangan dari ruangan kantornya, Ezio pun melanjutkan lagi perkataannya.


" Lebih baik uangnya aku simpan, lalu bisa ku kirimkan untuk Zarina, dan akan aku habiskan bersenang-senang bersama Zarina, jika dia berkunjung ke sini lagi ",, kata Ezio lagi.


" Apakah hubunganmu dengan Isabella dan suaminya sudah membaik Ezio?? ",, tanya Lionel.


" Sudah, bahkan mereka sudah mengijinkanku bersama Zarina jika mereka berkunjung ke sini ",, jawab Ezio sambil berbalik badan menghadap Lionel.


" Kapan terakhir kali kamu bertemu dengannya,?? jangan bilang ketika pas ada aku bersamamu kemarin ",, kata Lionel.


" Tidak, baru dua bulan yang lalu mereka berkunjung ke sini, untuk menghadiri pernikahan Rain dan istrinya ",, jawab Ezio.


" Rain sudah menikah, selamat untuknya, apakah kamu tahu siapa istrinya Rain?? ",, tanya Lionel kepo.


" Emm, maksudnya tuh, siapa tahu salah satu dari kolega bisnismu yang perempuan ",, kata Lionel lagi.


" Kamu salah Lionel, istri Rain adik kandungnya suaminya Syahlaa, bahkan Rain sudah menjadi seorang mualaf sama seperti Syahlaa, dia beragama islam sekarang ",, jawab Ezio.


" Sungguh,?? apa kamu tidak bercanda kepadaku Ezio, jika Rain sekarang menjadi adik iparnya Isabella?? ",, tanya Lionel tidak percaya.


" Iya sungguh, untuk apa aku berbohong kepadamu Lionel ",, jawab Ezio.


" Dan jika kamu tidak ada keperluan lagi, cepatlah pergi dari sini, aku masih banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan ",, kata Ezio kepada Lionel.


" Tunggu dulu, aku masih mau ada di sini ",, kata Lionel.


Ezio acuh, dia lalu berjalan ke arah meja kerjanya untuk melanjutkan lagi pekerjaannya.


" Apakah kamu tahu Ezio, jika mantan istri kamu itu sudah melahirkan, dan anaknya seorang laki-laki ",, kata Lionel kepada Ezio.


" Kalaupun aku tahu, aku tidak peduli, aku sudah tidak ada hubungannya dengan mereka lagi, fokusku cuma Zarina seorang ",, jawab Ezio cuek.


" Ayolah Ezio, kita cari cewek untuk kita jadikan istri, selera kamu kan bagus, siapa tahu jika aku pergi denganmu, banyak cewek cantik yang mendekati kita berdua ",, kata Lionel kepada Ezio.

__ADS_1


" Untuk apa mencari cewek cantik, jika pada akhirnya kita menderita dengannya setelah menikah ",, jawab Ezio sambil membuka lembaran berkasnya.


" Lebih baik yang standar saja, tapi dia bisa menjadi ibu rumah tangga dan istri yang baik untuk kita ",, kata Ezio lagi.


Dan ketika Ezio berkata seperti itu, dia langsung teringat dengan Syahlaa yang tidak bisa dia gapai.


" Terserah kamu sajalah ",, kata Lionel.


" Oh ya, terakhir kali kamu bertemu dengan Zarina dua bulan yang lalu, apa kamu tidak rindu dengannya Ezio,?? maksudnya siapa tahu kamu mau pergi ke Indonesia, aku akan ikut ",, kata Lionel merayu.


" Tadi malam aku baru saja video call dengannya, untuk pergi ke Indonesia, boleh, bisa kupikirkan lagi ",, jawab Ezio.


" Sudah sana pergi ",, kata Ezio lagi.


" Ok-ok siap, jangan lama-lama ya berpikirnya, aku sudah tidak sabar ingin berkunjung ke Indonesia ",, kata Lionel kepada Ezio.


Ezio hanya diam saja, dia membiarkan sang sahabat berlalu pergi dari dalam ruang kerjanya.


Sepeninggal dari Lionel, Ezio memikirkan sesuatu tentang Zarina, dan boleh juga usul dari Lionel untuk pergi berkunjung ke Indonesia.


Sedangkan di Indonesia sendiri, setelah acara tujuh bulanan kemarin, dua minggu kemudian, Alzam mengajak Syahlaa dan Zarina, untuk mengadakan maternity shoot sebagai kenang-kenangan mereka semuanya.


Alzam mengajak ke sebuah studio foto yang terkenal mahal dan bagus, yang biasa para artis pakai ketika melakukan maternity shoot.


Syahlaa merasa sangat bahagia sekali, dia begitu sangat bahagia, hingga dia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata kebahagiaan yang dirasakannya saat ini.


Kehamilan ke duanya sungguh sangat jauh sekali dengan kehamilannya yang pertama, yang penuh dengan pengorbanan dan penderitaan.


Saat ini Syahlaa sedang duduk santai termenung memandangi bunga-bunga yang ada di pendopo tempat tinggalnya.


Oh iya, membicarakan rumah yang sedang dibangun oleh Alzam, rumah itu sudah hampir selesai sekitar tujuh puluh lima persen.


Tinggal memasang keramik dan mengecat seluruh tembok yang ada, dan ketika rumah Syahlaa dan Alzam sudah terlihat wujudnya, memang rumah mereka benar-benar rumah yang paling besar, bagus dan mewah, yang ada di kampung mereka berdua.


Jangan lupakan juga, garasi mobilnya sungguh besar dan juga panjang, hampir sama panjangnya dengan rumah utama, karena di dalam garasi mobil itu, nantinya akan menampung semua mobil milik Alzam, beserta milik Zarina yang di belikan Ezio kemarin, serta milik Rain, yang sengaja Rain titipkan kepada Alzam.


Syahlaa yang sedang termenung, tiba-tiba dia dikejutkan dengan seseorang yang baru saja mengucapkan salam kepadanya.


" Wa'alaikumussalam, eh Umi ",, jawab Syahlaa kepada Umi Anum.


" Kamu kenapa melamun sendirian di sini, tidak baik, wanita hamil melamun begini Nak ",, kata Umi Anum sambil duduk di kursi seberang Syahlaa.


" Tidak apa-apa Umi, hanya teringat dengan hidup Syahlaa, dan kehamilan yang sekarang sepertinya membuat Syahlaa lebih mudah bersedih dan senang secara bersamaan ",, jawab Syahlaa kepada Umi Anum.


" Anggaplah yang lalu sebagai pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi Nak, karena setiap masalah yang kita hadapi, pasti ada hikmah dibaliknya ",, kata Umi Anum kepada Syahlaa.


" Iya Umi ",, jawab Syahlaa.

__ADS_1


" Emm, Umi ko sendirian, di mana Zarina?? ",, tanya Syahlaa.


" Dia bersama Abi sedang bermain di depan, di depan juga sedang ada teman Abi datang berkunjung, dan mereka mempunyai cucu laki-laki yang seumuran dengan Zarina ",, jawab Umi Anum kepada Syahlaa.


" Lalu, Umi datang ke sini ada apa Umi,?? apa ada yang bisa Syahlaa bantu?? ",, tanya Syahlaa lagi.


" Tidak ada, Umi cuma ingin melihat keadaan kamu saja, karena kata Afnan, daritadi kamu di telepon tidak di angkat juga, makanya dia khawatir, dan menelpon ke telepon rumah Umi ",, jawab Umi Anum kepada Syahlaa.


Syahlaa yang mendengar perkataan dari Umi Anum, dia langsung saja mengambil ponselnya yang dia taruh di sebelahnya.


Dan memang benar, ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Alzam, yang saat ini dia sedang pergi mengecek semua toko bangunan miliknya.


" Astaghfirullah Umi, iya ini Ayah ternyata menelpon Syahlaa beberapa kali ",, kata Syahlaa kepada Umi Anum.


" Nah, benar kan, makanya jangan melamun terus, sudah telepon balik suami kamu, takut dia kepikiran kamu terus nanti ",, kata Umi Anum.


" Umi mau ke depan lagi, mau ikut menemui tamu Abi lagi ",, kata Umi Anum lagi.


" Iya Umi ",, jawab Syahlaa.


Umi Anum lalu beranjak dari rumah Syahlaa menuju ke rumah utama, setelahnya Syahlaa langsung mencoba menghubungi Alzam yang daritadi merasa khawatir dengannya.


" Halo Assalamu'alaikum Mama, Mama ke mana saja, Ayah khawatir ",, kata Alzam kepada Syahlaa.


" Wa'alaikumussalam Ayah, maaf, tadi ponselnya Mama getarkan saja, jadi tidak mendengar jika Ayah menelpon ",, jawab Syahlaa.


" Mama baik-baik saja ko Ayah, Ayah kapan pulang,?? jadikan pulang nanti sore?? ",, kata Syahlaa.


" Iya, jadi Mama, ini Ayah sama Aaqil, lagi merekap barang yang akan Ayah kirimkan ke rumah, untuk mempercantik rumah kita sayang, setelah itu baru Ayah dan Aaqil akan pulang ke rumah ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


" Oh ya, Zarina mana Mama?? ",, tanya Alzam.


" Sedang bersama Abi, Ayah ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.


" Iya sudah kalau begitu, Mama baik-baik di rumah ya, jika membutuhkan sesuatu, bilang sama Umi dan Abi, i love you ",, kata Alzam kepada Syahlaa.


" Love you too Ayah, Ayah juga baik-baik ya di sana, dan hati-hati jika pulang ke rumah ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.


Dan setelahnya, sambungan mereka terputus, ketika Syahlaa sudah mendengar jawaban dari Alzam.


Alzam sudah satu minggu pergi mengecek semua toko bangunan miliknya dan meninggalkan Syahlaa bersama Zarina di rumah.


Selama Syahlaa di tinggal pergi oleh Alzam, dia akan menginap di rumah Umi Anum dan Abi Aasim, karena Syahlaa saat ini sudah hamil tua, jadi akan berbahaya jika di tinggal sendirian di dalam rumah, tanpa ada orang dewasa sama sekali.


Semoga Alzam pulang dengan selamat sampai di rumah, dan bisa berkumpul lagi dengan anak serta istrinya.


Aamiin.

__ADS_1


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...


__ADS_2