
Alzam dan Syahlaa, yang sedang merasa kebingungan, mereka akhirnya mencoba melangkah menuju ke arah pintu secara bersamaan.
Karena baik Alzam dan Syahlaa, merasa sangat penasaran sekali, terutama Syahlaa, sebab hanya orang-orang tertentu saja yang tahu alamat rumahnya, terlebih lagi yang sering datang ke rumah miliknya cuma Rain, Casper dan juga Emmy.
" Ayah, bagaimana kalau kita jangan buka saja pintunya, Mama takut jika yang datang adalah Tuan Ezio ",, kata Syahlaa ketika mereka hampir sampai di depan pintu utama.
Bel pintu pun masih terus berbunyi, dan itu membuat Alzam semakin penasaran saja, dengan siapa yang datang.
" Tapi jika tidak buka pintunya, Ayah sangat penasaran sekali Mama, siapa yang sedang bertamu ke rumah ini ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
" Bagaimana kalau kita intip saja dari balik jendela ",, saran Syahlaa kepada Alzam.
" Boleh, ayo Ma ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
Syahlaa dan Alzam lalu melangkahkan kaki mereka ke arah jendela, untuk mengintip siapakah tamu yang sedang bertamu ke rumah Syahlaa.
Alzam dan Syahlaa sedikit merasa kecewa, karena orang yang sedang bertamu, memilih berdiri di balik tembok yang dekat dengan pagar, jadi wajahnya tidak dapat terlihat dari balik jendela yang sedang mereka intip.
" Aaah, kenapa dia berdiri di situ, kita kan jadi tidak bisa melihat siapa dia ",, gerutu Syahlaa dengan suara super pelannya.
" Sudah ya Ma, kita buka saja, dan jika Tuan Ezio yang datang, biar Ayah saja yang menghadapi, jangan takut ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Baiklah ",, jawab pasrah Syahlaa kepada Alzam.
Alzam pun lalu berdiri di depan pintu dan mencoba memutar gagang pintunya dengan sangat perlahan-lahan sekali.
Sedangkan Syahlaa, dia bersembunyi di balik punggung Alzam sambil mengintip sedikit untuk tahu, siapakah tamu yang sedang memencet bel pintu rumahnya.
Pasti kalian semua sudah sangat penasaran juga kan,?? sama seperti Syahlaa maupun Alzam.
Ok, sekarang mari kita lihat, siapakah tamu yang sedang bertamu ke rumah Syahlaa.
Ketika pintu sudah di buka, taraaa ternyata yang memencet bel pintu rumah tersebut, adalah Rain.
Syahlaa dan Alzam yang sudah melihat Rain berdiri di depan pintu rumah, jantung mereka berdua merasa lega dan gemas secara bersamaan.
Sedangkan Rain sendiri, dia langsung tertawa tanpa dosa, karena sudah berhasil menjahili Syahlaa dan Alzam.
" Kak Rain, Syahlaa kira siapa, huh!! ",, kata Syahlaa kepada Rain.
" Kamu kira siapa Syahlaa,?? Tuan Ezio ",, jawab Rain sambil bercanda kepada Syahlaa.
" Sudah ayo masuk, apakah kamu ke sini tidak membawa mobil Rain?? ",, kata Alzam kepada Rain.
" Bawa, tuh aku sengaja taruh di depan, karena aku ingin menjahili kalian berdua ",, jawab Rain kepada Alzam.
__ADS_1
Rain, Alzam dan juga Syahlaa, saat ini sudah pada duduk di ruang Keluarga di rumah Syahlaa.
" Ini, aku belikan makanan untuk kita semua, dan ini di mana Zarina, ko tidak kelihatan?? ",, tanya Rain kepada Alzam dan Syahlaa.
" Dia sedang tidur di dalam kamar Kak, dan Kakak ko bisa tahu kita ada di sini dari siapa?? ",, tanya balik Syahlaa kepada Rain.
" Iya, kan kita berdua tidak bercerita kepada kamu jika kita ingin ke sini ",, kata Alzam juga kepada Rain.
" Aku tahu dari anak buahku tadi, kan anak buahku aku selalu tugaskan untuk mengawasi kalian berdua ",, jawab Rain kepada Syahlaa dan Alzam.
" Cuma berjaga-jaga saja, takutnya, jika Tuan Ezio datang menemui kalian, tapi ketika aku tidak bersama kalian berdua ",, kata Rain lagi kepada Syahlaa dan Alzam.
Alzam dan Syahlaa reflek langsung mengangguk secara bersamaan menanggapi Rain.
" Sebentar, Syahlaa siapkan dulu piring dan makanannya ini, kita malam ini makan malam di sini saja ",, kata Syahlaa kepada Rain dan Alzam.
Rain dan Alzam hanya mengangguk saja kepada Syahlaa, setelahnya Syahlaa beranjak berdiri menuju ke dalam dapur rumahnya.
Sepeninggal dari Syahlaa, Rain menceritakan kisah rumah ini kepada Alzam, dan cerita yang di ceritakan oleh Rain, sama seperti yang sudah di ceritakan oleh Syahlaa sebelumnya.
" Terimakasih Rain, karena kamu sudah mau mengurus rumah ini, aku rasanya juga berhutang budi kepadamu ",, kata Alzam kepada Rain.
" Karena bagaimanapun juga, rumah ini peninggalan dari ke dua orang tuanya Syahlaa, yang artinya mereka adalah ke dua mertuaku ",, kata Alzam lagi kepada Rain.
" Iya Afnan tidak masalah, karena aku sudah menyayangi Syahlaa, sebagai adik kandungku sendiri ",, jawab Rain kepada Alzam.
" Jujur satu bulan mengenal Syahlaa, dulu aku merasakan sesuatu di dalam hatiku untuk dia, tapi setelah semakin lama mengenalnya, dan aku semakin bertanya kepada hatiku, rasa suka apakah yang sedang aku rasakan ini?? ",, cerita Rain sambil mengenang perkenalannya dulu dengan Syahlaa.
" Aku ingin sekali melindungi Syahlaa, membelanya, menolongnya, bahkan ingin selalu berada di sampingnya, tapi setelah aku rasakan, rasa yang ada di dalam hatiku, bukanlah rasa cinta antara laki-laki yang tertarik dengan lawan jenis, seperti yang aku rasakan sekarang kepada Faiha ",, lanjut lagi cerita Rain kepada Alzam.
Dan Alzam masih setia mendengarkan cerita Rain.
" Yang aku rasakan seperti rasa sayang antara Kakak kepada adiknya, tidak lebih, karena semakin mengenal Syahlaa, aku tidak ada h45rat ingin memilikinya seperti aku ingin memiliki Faiha ",, kata Rain lagi kepada Alzam.
Alzam langsung tersenyum, ketika sudah mendengar cerita dari Rain tentang Syahlaa.
" Terimakasih Rain, kamu sudah menjaga Syahlaa selama ini, terimakasih, pantas saja Syahlaa begitu sangat menyayangi kamu, sudah seperti Kakak kandungnya sendiri ",, kata Alzam kepada Rain.
" Iya sama-sama Afnan ",, jawab Rain sambil tersenyum juga kepada Alzam.
Sedang asik-asiknya berbincang, Syahlaa pun akhirnya ke luar juga dari dalam dapur, sambil membawa makanan yang tadi sudah di beli oleh Rain.
" Ini dia makanannya sudah siap ",, kata Syahlaa kepada Rain dan Alzam.
" Oh ya, apakah kalian berdua nanti akan datang di acara pesta pertunangan Emmy dan Casper?? ",, tanya Rain kepada Alzam dan Syahlaa.
__ADS_1
" Syahlaa sebenarnya ingin sekali datang Kak, tapi Syahlaa masih belum siap, jika harus bertemu dengan Tuan Ezio di situ ",, jawab Syahlaa kepada Rain.
" Bukankah Tuan Ezio tidak di undang di pesta pertunangan itu, dan acara itu kan khusus untuk Keluarga saja Syahlaa, jika kamu ingin datang, ayo datang saja, akan Kakak antar bersama Afnan ",, kata Rain kepada Syahlaa.
" Lebih baik tidak dulu deh Rain, karena aku yakin pasti anak buah Tuan Ezio sudah mengetahui, jika Emmy dan Casper akan melangsungkan pesta pertunangan malam ini, dan dia pasti menyuruh anak buahnya untuk memantau kondisi ",, kata Alzam kepada Rain.
" Iya bisa jadi seperti itu Afnan, iya baiklah kalau begitu kalian berdua di rumah saja, biar aku saja yang datang mewakili kalian semua ",, jawab Rain kepada Alzam.
" Iya ",, jawab Alzam sambil menganggukkan kepalanya.
" Sudah jam enam sore ternyata, Zarina belum bangun Syahlaa, ayo kita sholat berjamaah Afnan ",, kata Rain kepada Alzam.
" Iya ayo ",, jawab Alzam kepada Rain.
" Kalian berdua sholatlah dulu, Syahlaa mau melihat Zarina terlebih dahulu ",, kata Syahlaa kepada Rain dan Alzam.
Rain dan Alzam hanya mengangguk saja kepada Syahlaa, dan mereka lalu mengambil air wudhu di kran yang ada di dalam kamar mandi
Sedangkan Syahlaa, langsung masuk ke dalam kamar untuk melihat Zarina, apakah sudah bangun atau belum dari tidurnya, dan ternyata Zarina masih nyenyak dalam tidurnya, sambil memeluk boneka miliknya.
Rain dan Alzam yang sudah mengambil air wudhu, mereka lalu menunaikan sholat maghrib dengan Alzam sebagai imamnya, di dalam ruang Keluarga yang sudah di persiapkan sebelumnya oleh Syahlaa dengan sajadah yang sudah dia ambil dari dalam mobil.
Namun, ketika mereka akan melaksanan sholat, tiba-tiba Syahlaa menyelanya.
" Tunggu Syahlaa sebentar, Syahlaa ikut sholat berjamaah bersama kalian ",, kata Syahlaa kepada Alzam dan Rain.
Rain dan Alzam pun menunggu Syahlaa, yang sedang mengambil air wudhu untuk sholat berjamaah bersama-sama.
Setelahnya, mereka bertiga sholat maghrib secara berjamaah dengan khusuk dan khidmat.
Baru saja selesai menunaikan sholat maghrib berjamaah, tiba-tiba bel pintu rumah berbunyi lagi.
Dan Rain memutuskan dia saja yang akan membuka pintunya, sedang Alzam dan Syahlaa menjadi penasaran lagi, siapakah orang yang datang ke rumah Syahlaa.
Syahlaa dan Alzam, berdoa semoga saja yang datang adalah anak buah Rain.
Mereka berdua lalu memutuskan untuk berdiri juga, dan melihat siapakah orang yang memencet bel pintu rumahnya.
Akan tetapi sepertinya doa dari Alzam dan Syahlaa tidak di kabulkan oleh Tuhan, karena ternyata ketika pintu sudah di buka oleh Rain, yang datang adalah orang yang mereka hindari, yaitu Ezio.
" Tuan Ezio ",, kata Rain dengan ekspresi sangat terkejut sekali.
Tidak cuma Rain saja yang merasa terkejut, melainkan Syahlaa dan juga Alzam.
Karena sejauh apapun mereka menghindar, takdir selalu mempertemukan mereka berdua dengan Ezio, karena masih ada Zarina di antara mereka.
__ADS_1
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...