DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
KETEGASAN FAIHA


__ADS_3

Seperti tersambar petir di kala cuaca sedang cerah dan bagus, itulah yang sedang terjadi kepada Abi Aasim.


Abi Aasim bisa sampai melupakan janjinya dulu dengan Abi Ghifar, yang ingin menjodohkan Faiha dengan Uzair, ketika mereka sudah pada besar.


Uzair sendiri sebenarnya tidak mengetahui tentang kesepakatan dari sang Abi kepada Abi Aasim.


Tapi beberapa hari yang lalu, lebih tepatnya satu minggu sebelum berkunjung ke Yayasan Abi Aasim, Abi Ghifar sudah mencoba berbicara kepada Uzair beserta istrinya, tentang kesepakatannya dengan Abi Aasim.


Uzair awalnya terkejut, tapi dia tidak menolak, sebab dia sudah menerka sejak remaja, jika jodohnya pun akan di pilihkan oleh sang Abi.


Jadi Uzair mencoba menerima dengan lapang dada wanita yang menjadi pilihan dari Abi Ghifar untuknya.


Karena Uzair yakin, siapapun wanita itu yang akan menjadi istrinya, dia pasti dari keturunan Keluarga baik-baik dan pantas mendampingi dirinya, yang sebagai anak seorang Kyai kondang dan juga terkenal di kotanya.


Terlebih lagi, Uzair sekarang sudah melihat sendiri, bagaimana wajah Faiha yang lebih cantik dari terakhir kali dia lihat dulu di waktu masih kecil.


Membuat ada rasa kecocokan di dalam hati untuk Faiha, dan Uzair dengan mantap menerima perjodohan yang di lakukan oleh sang Abi kepadanya.


Jika Uzair menerima dengan mantap dan lapang dada perjodohan itu, tapi tidak dengan Faiha, karena hatinya sudah tertambat dengan seorang laki-laki dewasa yang sudah membuatnya bergetar dan berbunga-bunga sejak kemarin.


" Emm, kesepakatan?? ",, kata Abi Aasim kepada Abi Ghifar.


" Iya, jangan bilang jika kamu lupa dengan kesepakatan kita Aasim ",, jawab Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


" Eh, tidak, tentu saja aku tidak melupakannya ",, jawab Abi Aasim dengan sedikit kaku.


" Lalu kapan kita akan sepakat menjodohkan mereka berdua Aasim?? ",, tanya Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


" Bisa kita bicarakan nanti saja Ghifar, lagi pula kamu kan masih lama di sininya ",, jawab Abi Aasim mencoba mengulur waktu.


" Tapi jika untuk membahas tanggal atau rencana pernikahan, tidak harus menunggu besok Aasim ",, kata Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


Umi Anum hanya bisa diam saja, karena dia tidak tahu harus berbicara apa kepada Abi Aasim maupun dengan Abi Ghifar.


Tapi tidak dengan Faiha, karena dia sudah tidak tahan dengan sikap Abi Aasim, yang dari kemarin sudah mengecewakannya, di tambah sekarang semakin mengecewakan saja.


Faiha akhirnya mencoba menyela perbincangan para orang tua.


Dan belum sempat Abi Aasim menjawab, sudah keduluan Faiha berbicara.


" Mohon maaf sebelumnya ",, kata Faiha kepada semua orang.


Semua orang yang ada di situ, langsung saja mengalihkan pandangan mereka ke arah Faiha termasuk Abi Aasim.


" Saya keberatan dengan perjodohan ini ",, kata Faiha kepada semua orang.

__ADS_1


Semua orang langsung merasa sangat terkejut sekali, tapi tidak untuk Abi Aasim dan Umi Anum, sebab mereka sudah pada mengetahui, apa yang membuat Faiha keberatan dengan perjodohan tersebut.


" Kenapa kamu keberatan Nak, bisakah kamu menjelaskan kepada saya,?? saya kan juga Abi kamu ",, tanya Abi Ghifar kepada Faiha.


" Karena saya sudah menerima lamaran dari laki-laki lain Abi, dan saya pun juga sangat mencintai laki-laki itu ",, jawab Faiha dengan sangat mantap sekali.


Senyum tipis yang daritadi terlihat di wajah Uzair, langsung sirna ketika mendengar gadis yang akan di jodohkan kepadanya, sudah memilih laki-laki lain selain dirinya.


Abi Ghifar sangat terkejut sekali mendengar jawaban dari Faiha, dan dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Abi Aasim.


" Ghifar semua ini bisa saya jelaskan ",, kata Abi Aasim kepada Abi Ghifar yang sedang menatap ke arahnya.


" Bukankah kamu sendiri Aasim yang ingin menjodohkan Faiha dengan Uzair, kenapa sekarang menjadi seperti ini?? ",, tanya Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


Suasana tegang langsung berubah, ketika mereka semua tiba-tiba mendengar suara adzan maghrib berkumandang dari dalam masjid.


" Sudah maghrib ternyata, lebih baik kita menunaikan sholat maghrib dulu, ayo Ghifar, semuanya ",, kata Abi Aasim kepada semua orang.


" Baiklah ",, jawab Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


" Mari akan saya tunjukkan kamar untuk kalian semua beristirahat ",, kata Abi Aasim lagi kepada semua orang.


Keluarga Abi Ghifar hanya mengangguk saja kepada Abi Aasim, dan mereka semua lalu berjalan menuju ke dalam kamar tamu yang akan mereka tempati.


Selesai sholat, Faiha berdzikir, berdoa dan bermunajat kepada Allah, karena dia tidak menyangka jalan percintaannya akan sangat berliku sekali seperti saat ini.


Tidak pernah mencintai laki-laki di seumur hidupnya, sekalinya Faiha mencintai lawan jenisnya, begitu banyak sekali rintangan yang harus dia hadapi.


Lelah, baru beberapa hari Faiha sudah lelah menghadapi semua rintangan itu sendirian.


Ingin rasanya Faiha menyerah, tapi dia masih yakin, jika Rain pulang nanti bersama sang Kakak, dia akan membantunya menghadapi semua rintangan yang saat ini sedang menghadang cinta mereka.


Abi Ghifar, Abi Aasim dan juga Uzair yang sudah menunaikan sholat maghrib di masjid, mereka semua langsung saja segera kembali pulang ke pendopo milik Abi Aasim.


" Lebih baik kita bahas lagi nanti saja ya Ghifar, setelah selesai makan malam ",, kata Abi Aasim kepada Abi Ghifar.


" Baiklah ",, jawab Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


Suasana makan malam kali ini bagi Faiha sedikit membuatnya tidak nyaman, karena dia seperti di antara orang asing di dalam hidupnya.


Hanya Umi Anum saja yang ada di situ, yang membuat Faiha bertahan dan tidak meninggalkan meja makan.


Selesai menikmati makan malam, semua orang langsung berkumpul lagi di ruang Keluarga rumah Abi Aasim.


" Sekarang kita semua sudah pada berkumpul, bisakah kamu menjelaskannya kepadaku Aasim tentang perkataan dari Faiha tadi?? ",, kata Abi Ghifar kepada Abi Aasim.

__ADS_1


" Aku tidak tahu harus berbicara apa Ghifar, karena aku sendiri sedang bingung ",, jawab Abi Aasim kepada Abi Ghifar.


" Kenapa harus bingung Aasim, kita tinggal menikahkan mereka berdua saja, dan urusannya akan selesai ",, jawab Abi Ghifar kepada Abi Aasim.


" Lalu bagaimana dengan laki-laki yang sudah melamar Faiha Abi, apa kita tidak terlalu bersalah kepadanya?? ",, akhirnya Uzair angkat berbicara juga.


" Kamu yang lebih dulu mendapatkan Faiha Uzair, bukan laki-laki itu, laki-laki itu datang di saat kamu sedang memantapkan imanmu untuk membimbing Faiha ",, jawab Abi Ghifar kepada Uzair.


" Maaf Abi Ghifar ",, kata Faiha menyela pembicaraan Abi Ghifar.


" Faiha akan tetap memilih laki-laki itu Abi, karena sejak awal Faiha tidak mencintai Uzair dan tidak mengetahui kesepakatan yang Abi buat ",, kata Faiha lagi kepada Abi Ghifar dan masih di dengar semua orang.


" Lalu di mana laki-laki yang kamu cintai Faiha,?? suruh dia untuk datang ke sini sekarang juga, karena Abi ingin melihatnya ",, kata Abi Ghifar kepada Faiha.


" Dia sedang ada di luar Negeri Abi, ada urusan yang tidak bisa Faiha jelaskan ",, jawab Faiha kepada Abi Ghifar.


" Dan untuk Abi ",, Faiha lalu mengalihkan pandangannya ke arah Abi Aasim.


" Abi sudah membuat Faiha kecewa sangat dalam sekali, Abi menyakiti hati Faiha, Abi membuat keputusan tanpa memberitahukannya terlebih dahulu kepada Faiha ",, kata Faiha sambil meneteskan air matanya.


Umi Anum pun reflek sampai meneteskan air matanya, ketika mendengar pengakuan dari Faiha bersama air matanya juga.


" Abi bukan Allah yang menentukan jodoh seseorang, dan Abi bukan pula Allah yang harus selalu Faiha turuti, jadi maafkan Faiha untuk kali ini Abi, Faiha tidak akan menurut dengan Abi, karena Fai sudah punya pilihan sendiri ",, lanjut lagi perkataan Faiha kepada Abi Aasim.


" Biarlah di kata Faiha anak durhaka, tapi di sini Faiha hanya memperjuangkan yang seharusnya Faiha coba perjuangkan, sebab yang akan menjalani biduk rumah tangga bukan Abi tapi Faiha ",, kata Faiha lagi kepada Abi Aasim dan masih di dengar oleh semua orang.


Abi Aasim hanya bisa diam saja, dia tidak tahu harus menjawab apa kepada Faiha.


" Maafkan Fai Abi Ghifar, Fai tidak bisa melanjutkan perjodohan ini, karena hati Fai sudah ada yang memiliki, permisi ",, kata Faiha kepada Abi Ghifar.


Dan setelah itu, Faiha langsung berlalu pergi ke luar dari dalam rumah, menuju ke rumah sang Kakak yaitu Iffah yang tidak jauh dari Yayasan Abi Aasim.


Semua orang setelah kepergian dari Faiha, hanya bisa saling pandang dengan pikiran mereka masing-masing.


" Maaf, saya sedang sedikit capek, ijinkan saya untuk beristirahat dulu di dalam kamar ",, kata Uzair kepada semua orang.


Setelahnya, Uzair langsung berlalu masuk ke dalam kamar tamu yang di tempatinnya, lalu di ikuti Nura, Umi Salwa dan juga Umi Anum.


Tersisalah hanya Abi Ghifar dan Abi Aasim saja di ruang Keluarga itu.


Dan tanpa banyak berbicara juga, Abi Ghifar langsung beranjak pergi untuk masuk ke dalam kamar tamu yang sama dengan Umi Salwa, meninggalkan Abi Aasim seorang diri dengan segala pikiran yang berkecamuk di dalam otaknya.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2