DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
CASPER - EZIO


__ADS_3

Malam tadi Rain memutuskan untuk menginap di rumah Alzam saja, dan itu juga saran dari Abi Aasim beserta Umi Anum, karena Rain dan Faiha tidak bisa tinggal satu rumah walau pisah kamar sekalipun.


Semua itu untuk berjaga-jaga saja, karena yang namanya godaan setan, siapa yang tahu.


Di pagi harinya, setelah menunaikan sholat subuh berjamaah di Masjid, Rain yang sudah masuk ke dalam kamarnya, dia mencoba menelpon sang sahabat, yaitu Casper.


Jika di Indonesia sudah menunjukkan pukul lima pagi, itu artinya di Prancis sudah menunjukkan kurang lebih jam sepuluh hampir jam sebelas pagi.


Casper yang sedang berada di meja kerjanya, dan mendengar ponselnya berdering ,dia langsung mencoba mengangkatnya.


Terlebih panggilan itu dari Rain, Casper tentu saja tidak akan membiarkannya.


" Halo Rain ",, sapa Casper kepada Rain.


" Halo Casper, sedang apakah dirimu sekarang?? ",, tanya Rain kepada Casper.


" Sedang bekerja, ada apa kamu menelponku Rain, dan bagaimana dengan Indonesia?? ",, jawab Casper kepada Rain.


" Indonesia semakin baik-baik saja, terlebih lagi sekarang lamaranku kepada Faiha sudah di terima oleh Faiha ",, jawab Rain juga kepada Casper.


" Apaaaa!!! ",, jawab super terkejut dari Casper.


Casper benar-benar merasa terkejut sekali mendengar Rain sudah melamar Faiha, dan itupun ke terima.


Sebab setahu Casper, Rain sudah mundur dengan perasaannya kepada Faiha, dan Rain memang sejak kemarin dia sengaja tidak memberitahukannya kepada Casper maupun Emmy.


Apalagi dengan dirinya yang sudah menjadi mualaf, Rain juga belum bercerita kepada Casper atau Emmy sama sekali.


Bukan Rain tidak mau bercerita kepada mereka berdua, hanya saja dari kemarin waktulah yang tidak ada untuk Rain menceritakan kepada Casper maupun Emmy.


Rain yang mendengar Casper berteriak dengan sangat keras sekali, dia langsung saja menjauhkan ponselnya, sambil mengusap-usap telinganya yang berdengung.


" Bisakah kamu tidak berteriak, telingaku sakit bod0h!! ",, kata Rain kepada Casper.


" Hei, kamu itu yang bod0h Rain, bisa-bisanya melamar Faiha tidak bercerita kepadaku!! ",, jawab galak dari Casper kepada Rain.


" Sekarang kamu harus menceritakan semuanya kepadaku, titik, cepat,!! aku masih ada banyak waktu untuk mendengarkanmu bercerita ",, kata Casper lagi kepada Rain.


" Cerita mana yang ingin kamu dengar dariku tentang Faiha Casper?? ",, tanya Rain kepada Casper.


" Iya pokoknya semuanya ",, jawab Casper kepada Rain.


" Perjalanan cintaku dengan Faiha sedikit sulit dan berliku Casper ",, Rain mulai bercerita kepada Casper.


" Tidak mudah mencintai gadis yang berbeda segalanya dari kita ",, kata Rain lagi.


" Dari segi umur, Negara, Bahasa, kepribadian, dan yang paling penting adalah keyakinan ",, kata Rain kepada Casper.


" Iya, itu bagaimana dengan keyakinan kamu Rain, jika kamu jadi menikah dengan Faiha, bukankah kamu harus menjadi mualaf seperti Syahlaa?? ",, kata Casper kepada Rain.


" Karena aku yakin, tidak mungkin Faiha yang harus mengikuti keyakinan kamu, secara dia anak pemuka agama yang cukup terkenal di situ ",, kata Casper lagi kepada Rain.

__ADS_1


" Aku sudah mualaf Casper, aku sudah berpindah keyakinan sejak masih di Prancis kemarin ",, jawab Rain kepada Casper.


" Apaaa!! ",, teriak dari Casper lagi.


" Kamu ini benar-benar sangat keterlaluan kepadaku Rain ",, kata Casper kepada Rain.


" Bisa-bisanya hal sebesar ini, aku yang sebagai sahabat kamu tidak tahu apa-apa, teman macam apa kamu ini, dan apa kamu tidak menganggapku sebagai teman kamu, huh??!! ",, kata Casper berpura-pura marah kepada Rain.


Rain di seberang sana yang mendengar Casper berpura-pura marah kepadanya, dia reflek langsung saja tertawa.


Karena Rain tahu, Casper tidak marah sungguhan kepadanya.


" Jangan tertawa, di sini tidak ada yang lucu!! ",, kata Casper lagi kepada Rain.


" Ok Casper, maafkan aku ",, jawab Rain kepada Casper.


" Bukan maksud hati tidak ingin bercerita kepadamu atau Emmy, hanya saja dari kemarin di Prancis aku dan Afnan sedang sangat sibuk sekali ",, kata Rain kepada Casper.


" Iya sih, ya sudah lupakan saja ",, kata Casper kepada Rain.


" Lalu kapan kamu akan melangsungkan pernikahan kamu dengan Faiha, Rain, jangan lupa mulai detik ini kamu harus mengabariku!! ",, kata Casper kepada Rain.


" Siap, nanti aku akan selalu memberikan kabar kepadamu ",, jawab Rain kepada Casper.


" Kalau begitu kamu lanjutkan saja pekerjaanmu, karena aku mau ke luar dulu mencari udara segar di sini ",, kata Rain kepada Casper.


" Iya baiklah ",, jawab Casper kepada Rain.


Casper yang sudah menutup sambungan teleponnya, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya, untuk ke luar dari dalam ruang kerjanya.


Karena Casper ingin mengunjungi sang tunangan, yaitu Emmy, yang ada di Cafe miliknya yang satunya.


Casper sudah sangat tidak sabar sekali ingin memberitahukan berita tentang Rain kepada Emmy.


Dan ketika Casper sudah sampai di parkiran Cafe milik sang tunangan, dia langsung saja masuk ke dalam Cafe dan langsung menuju ke dalam ruang kerja milik Emmy.


Namun, langkah kaki Casper, tiba-tiba terhenti, karena dia tidak sengaja melihat di salah satu kursi pengunjung, ada Ezio yang sedang menikmati minuman kesukaannya yang biasa dia pesan di Cafe milik Emmy.


Casper pun mengurungkan niatnya sejenak untuk menemui Emmy, karena dia ingin menyapa Ezio terlebih dahulu.


Langkah kaki Casper langsung terhenti, ketika dia sudah sampai di depan meja Ezio.


" Selamat siang Tuan Ezio ",, sapa Casper kepada Ezio.


Pandangan Ezio langsung teralihkan kepada Casper yang sudah berhenti di depan mejanya.


" Siang, Casper?? ",, jawab Ezio kepada Casper.


" Iya Tuan ",, jawab Casper juga kepada Ezio.


" Silahkan duduk ",, kata Ezio kepada Casper.

__ADS_1


Casper pun langsung saja duduk di kursi seberang Ezio.


" Kamu ada apa ke sini, apa kamu sedang ingin bersantai sejenak juga sama sepertiku?? ",, tanya Ezio sambil menikmati minuman yang di pesannya.


" Tidak Tuan, saya ke sini cuma ingin bertemu dengan pemilik Cafe ini ",, jawab Casper kepada Ezio.


" Oh, ngomong-ngomong kamu setelah mengundurkan diri dari Perusahaan saya, bekerja di mana Casper?? ",, tanya Ezio lagi kepada Casper.


" Saya bekerja di salah satu cabang Cafe ini Tuan, sebagai manajer ",, jawab Casper lagi kepada Ezio.


" Dan Tuan Ezio, apakah anda tahu Cafe ini milik siapa?? ",, tanya Casper kepada Ezio.


" Tidak, saya tidak peduli, yang saya pedulikan saya menyukai minuman ini, dan saya sudah sangat lama sekali menyukai ini ",, jawab Ezio kepada Casper.


" Cafe Ismmy, singkatan dari Cafe Isabella dan Emmy ",, kata Casper kepada Ezio.


Mata Ezio sedikit terbelalak mendengar jawaban dari Casper.


" Iya Tuan, Cafe ini milik Emmy sahabat dekat Syahlaa, dan Cafe ini saja idenya dari Syahlaa dulu, bahkan ini adalah Cafe pertama milik Emmy yang hampir tujuh puluh persen menu makanan serta minumannya adalah resep milik Syahlaa ",, kata Casper kepada Ezio.


Semakin terbelalak makin lebar sajalah mata Ezio, mendengar cerita dari Casper.


" Emm, bisakah kamu sebutkan makanan dan minuman apa saja yang berasal dari resep milik Syahlaa?? ",, tanya Ezio kepada Casper.


Karena Ezio berharap, jika minuman yang dari dulu di sukainya bukan resep milik Syahlaa, begitupun dengan makanan yang biasa dia makan di Cafe tersebut.


Casper yang mendengar pertanyaan dari Ezio, dia lalu memanggil salah satu waitres, untuk memberikannya satu daftar menu yang ada di Cafe milik Emmy.


Setelahnya, Casper langsung menunjuk makanan serta minuman apa saja yang berasal dari resep Syahlaa, bahkan ada satu di antara itu semua yang menjadi makanan favorite di Cafe itu.


" Dan ini makanan favorite di Cafe ini Tuan, ini pun juga resep dari Syahlaa ",, kata Casper lagi sambil menunjuk gambar serta tulisan nama makanan.


" Ka ... kalau minumannya?? ",, tanya Ezio dengan ekspresi yang masih terkejut.


" Ini minuman favorite di sini, dan itu murni resep racikan minuman dari Syahlaa, yang dia ciptakan sendiri ",, jawab Casper sambil menunjuk gambar minuman plus namanya.


Ezio benar-benar sangat terkejut sekali, karena Ezio tidak menyangka jika selama dia berkunjung ke Cafe milik Emmy, tanpa secara langsung dia sudah menikmati menu makanan milik Syahlaa.


Dan semua menu yang di tunjuk oleh Casper tadi, itu adalah semua menu yang sering dia pesan, bahkan sudah menjadi menu favoritenya juga ketika berkunjung ke Cafe milik Emmy.


Sekarang Ezio sudah tahu, beberapa tahun Cafe yang sering dia kunjungi ternyata Cafe milik Emmy, yang mendapat dorongan terbesar dari Syahlaa, wanita yang dulu dia lukai perasaannya.


Tanpa Ezio sadari, jika dirinya sudah ketergantungan dengan Syahlaa, sebab ketika Ezio sudah merasa suntuk atau bosan, dia pasti selalu berkunjung ke Cafe milik Emmy, untuk menikmati minuman kesukaannya, supaya bisa meredakan perasaan bosannya.


Di tambah lagi dia dan Syahlaa sudah berusaha berdamai demi Zarina, membuat Ezio semakin ketergantungan lagi kepada Syahlaa.


Sebab ke manapun Syahlaa pergi, pasti Zarina akan ikut, dan jika Ezio ingin mengunjungi Zarina, pasti dia akan meminta ijin terlebih dahulu kepada Syahlaa.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2