
Alzam, Syahlaa, Ezio dan Rain, mereka semua sedang berbincang hangat, kecuali Faiha dan Umi Anum, karena mereka berdua berpamitan masuk ke dalam rumah, sebab Faiha merasa perutnya sedikit tidak nyaman.
" Apakah anda akan langsung pulang Tuan,?? jika anda ingin menginap di sini silahkan Tuan Ezio, saya tidak mempermasalahkannya ",, kata Alzam kepada Ezio.
" Sebenarnya saya di sini bukan hanya ingin menjenguk si kecil Aara saja Tuan, tapi .... ",, jawab Alzam.
" Tapi apa Tuan?? ",, tanya Alzam.
" Tapi saya ingin meminta ijin membawa Zarina untuk ikut bersama saya liburan satu minggu di sana, dan akan saya kembalikan Zarina minggu depannya, apakah anda dan Syahlaa mengijinkannya Tuan?? ",, tanya Ezio kepada Alzam.
Alzam dan Syahlaa langsung saling pandang mendengar pernyataan dari Ezio, bahkan mereka berdua reflek juga saling pandang dengan Rain yang masih ada di situ.
" Emm, bagaimana ya Tuan Ezio ",, jawab Alzam.
" Jika tidak boleh, saya tidak akan memaksa ko Tuan, tapi ijinkan saya untuk bersama Zarina di saat saya masih ada di sini sampai saya kembali ke Prancis ",, jawab Ezio sambil tersenyum ramah.
Ketika Alzam melihat ke arah Rain, Rain reflek langsung memberi kode dengan menganggukkan kepalanya.
" Tapi apakah anda bisa di percaya Tuan Ezio?? ",, tanya Syahlaa dengan to the poin.
Walau Ezio sudah sering membuktikan janjinya, tapi yang namanya perasaan seorang Ibu, apalagi jika akan berpisah selama satu minggu lamanya dengan sang putri, terpisah jarak dan waktu, pastilah ada rasa was-was dan juga takut di dalam hati.
" Demi Tuhan Syahlaa, saya tidak ada niat sama sekali untuk membawa kabur Zarina lagi dari kamu atau suami kamu ",, jawab Ezio kepada Syahlaa.
" Saya selama tidak bersama Zarina, bisa merasakannya sendiri, bagaimana rasanya berpisah dengan anak Syahlaa, tidak mungkin saya mengulangi kesalahan saya untuk ke dua kalinya ",, kata Ezio lagi.
Syahlaa dan Alzam langsung saling pandang melihat keseriusan dari Ezio.
" Emm, ini sangat mendadak sekali bagi kami Tuan, dan kami ....... ",, perkataan Alzam langsung terhenti, ketika di sela oleh Ezio.
" Saya mengerti Tuan Alzam Chafik, saya di sini juga masih dua hari lagi, jika anda mengijinkannya nanti, saya akan menjemput Zarina di sini ",, kata Ezio sambil tersenyum.
" Baiklah, nanti akan kami pikirkan kembali Tuan Ezio ",, jawab Alzam.
" Kalau begitu saya permisi Tuan Alzam Chafik ",, pamit Ezio kepada Alzam.
" Zarina, Papi pulang dulu ya, nanti Papi akan ke sini lagi, cium Papi dulu dong ",, kata Ezio kepada Zarina.
" Mau ikut sama Papi, mau payeti ",, kata Zarina.
Ezio yang mendengar perkataannya Zarina, langsung melirik ke arah Alzam dan juga Syahlaa.
" Nanti ya sayang, Zarina ijin dulu sama Ayah dan Mama, anak cantik, anak baik, Princessnya Papi, harus menurut ya apa kata Ayah sama Mama, ok sayang ",, jawab Ezio dengan bijak.
__ADS_1
Zarina hanya mengangguk saja sambil menampilkan wajah lucunya.
" Sini peluk dan cium Papi ",, kata Ezio lagi.
Zarina langsung memeluk dan mencium pipi Ezio dengan lucunya.
" Papi pulang dulu ya sayang ",, kata Ezio kepada Zarina.
" Da-da Papi ",, kata Zarina sambil melambaikan tangannya.
Ezio hanya tersenyum sambil mengusap lembut wajah Zarina, setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobil super mewahnya.
Sebelum pergi, Ezio melambaikan tangannya ke arah Zarina, dan membunyikan klakson kepada Syahlaa, Alzam dan juga Rain.
Setelahnya, Ezio langsung tancap gas meninggalkan kampung halaman Alzam dan Syahlaa.
Sepeninggal dari Ezio, Alzam, Syahlaa dan juga Rain, langsung merundingkan permintaan dari Ezio yang ingin membawa Zarina pergi ke Prancis.
" Ijinkanlah saja Afnan, aku yakin Tuan Ezio sudah berubah ",, kata Rain kepada Alzam.
" Tapi Kak Rain, Syahlaa masih takut ",, jawab Syahlaa.
" Itu hal wajar Syahlaa, tapi percayalah Tuan Ezio sudah tidak seperti dulu, dan jika dia sampai mengingkari janjinya, aku akan membantumu mendapatkan Zarina kembali kepada kita lagi ",, kata Rain kepada Syahlaa.
" Bukan maksud Ayah ingin menyuruh Zarina pergi, tapi Ayah memposisikan sebagai Tuan Ezio yang pasti ingin bersama Zarina sedikit lebih lama ",, kata Alzam lagi.
" Walau masa lalu Tuan Ezio cukup pahit bagi kita, tapi tidak selamanya Tuan Ezio akan seperti itu kepada kita Mama, dan benar apa kata Rain, karena Ayah juga memperhatikannya sendiri, jika Tuan Ezio sudah berubah ",, lanjut perkataan Alzam.
Syahlaa hanya diam saja, dia tidak tahu mau menanggapi apa perkataan dari Alzam dan juga Rain.
" Nanti akan Mama pikirkan lagi, rasanya masih berat melepaskan Zarina ikut bersama Tuan Ezio pergi ke Prancis ",, kata Syahlaa.
" Mama mau istirahat dulu Ayah ",, kata Syahlaa lagi.
Dan Syahlaa langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk masuk ke dalam kamarnya.
Rain dan Alzam hanya bisa saling pandang, sambil menghela nafasnya melihat Syahlaa yang masih sedikit keras kepala.
Syahlaa di dalam kamar, sambil menyu5ui baby Aara, dia terus memikirkan semua perkataan dari Alzam, Ezio dan juga Rain.
Perkataan Ezio, Rain, serta Alzam, seperti berputar dan terngiang-ngiang terus di kepalanya, hingga lamunan Syahlaa tiba-tiba buyar, ketika Alzam masuk ke dalam kamar.
" Mama ",, panggil Alzam.
__ADS_1
" Apa Mama sedang memikirkan sesuatu?? ",, tanya Alzam.
" Ayah sudah tahu jelas, apa yang sedang Mama pikirkan sekarang ",, jawab Syahlaa.
" Percayalah Ma, yakinkan hati Mama, jika Tuan Ezio sudah bisa di percaya ",, nasihat Alzam.
" Kita sudah sering membahas untuk masalah ini Mama, tentang Tuan Ezio, ini dan itu, apa Mama tidak bisa menilai sendiri bagaimana Tuan Ezio selama ini kepada kita?? ",, kata Alzam.
" Tapi kan pada waktu itu, kita juga ikut ke Prancis Ayah, tapi sekarang tidak, kita ada di Indonesia ",, jawab Syahlaa.
" Ayah tahu, dan Ayah juga tidak akan tinggal diam, jika sampai Zarina tidak dikembalikan kepada kita ",, kata Ezio menenangkan Syahlaa.
Hati Ibu mana yang tidak akan bersedih, jika akan berpisah dengan anak yang biasa bersamanya.
Walau kepergian dari sang anak jelas ke mana, tapi tetap saja, ada perasaan tidak rela jika sang anak pergi dari sisinya.
Terlebih lagi, Zarina tidak pergi dalam waktu satu atau dua jam saja, melainkan selama satu minggu dan itupun berada dibeda Negara dengan Syahlaa.
Pasti keputusan yang cukup sulit bagi Syahlaa untuk mengijinkan Zarina untuk ikut pergi bersama Ezio, walau Ezio, Ayah kandungnya sekalipun.
Setelah berpikir semalaman, hingga membuatnya tidak bisa tidur, akhirnya Syahlaa mengiyakan permintaan Ezio dan mengijinkan Ezio yang ingin membawa Zarina ikut bersamanya.
Dan keesokan harinya, sekitar jam satu siang, Ezio yang sudah mendapatkan kabar dari Alzam, dia berkunjung kembali ke rumah mewah Alzam untuk menjemput Zarina.
Semua Keluarga sudah tahu jika Zarina akan ikut liburan dengan sang Papi di Prancis, dari Abi Aasim, Umi Anum, Iffah, Aaqil, Rain dan juga Faiha, saat ini sedang berada di rumah Alzam, untuk mengiringi kepergian Zarina untuk pertama kalinya berjauhan dengan mereka semua.
" Saya janji setelah satu minggu, secepatnya saya akan mengantarkan Zarina ke sini Tuan Alzam Chafik, Syahlaa ",, kata Ezio kepada Alzam dan Syahlaa.
" Iya, kami percaya Tuan Ezio, tolong jaga kepercayaan kami ",, jawab Alzam sambil tersenyum.
" Pasti, doakan kami, semoga kami sampai di tujuan dengan selamat ",, kata Ezio lagi.
" Aamiin ",, jawab Alzam, Syahlaa, Rain, Aaqil, dan Faiha secara bersamaan.
Setelah berpamitan dengan semua orang, Ezio lalu membawa masuk Zarina ke dalam mobilnya, dan mereka semua melambaikan tangan kepada Zarina, yang juga sedang melambaikan tangannya.
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
Semoga kamu amanat Ezio, dan jangan mengecewakan Syahlaa lagi, karena pastinya akan banyak hati yang terluka nanti.😊
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...
__ADS_1