
Al sebenarnya tidak setuju dengan keputusan yang diambil Ayla membebaskan begitu saja orang-orang yang sudah berniat jahat terhadapnya.
Tapi Al tidak bisa berbuat apa-apa, karena kelembutan dan kebaikan hati isterinya yang selalu mudah memaafkan kesalahan orang lain
Mira dan Laura akhirnya bernapas lega karena pada akhirnya Al mau melepaskannya tapi dengan syarat kedua orang itu dilarang mendekati Ayla lagi jika sampai mereka melakukan kesalahan lagi apalagi sampai mencelakai Ayla maka tidak segan-segan Al menghabisi mereka saat itu juga.
Mira menelan salivanya dengan kasar ucapan Al seperti belati yang langsung menancap kerongkongan.
Sebenarnya Mira muak dengan semua yang Al lakukan yang begitu melindungi dan mencintai Ayla padahal dulu dia pernah bermimpi akan menjadi orang kaya setelah Laura dan Al menikah tapi siapa yang menyangka justru Al malah menikah dengan Ayla gadis yang selalu dibencinya
Kalau bukan karena Emir sebenarnya Mira enggan meminta maaf kepada Ayla dan mengakui semua kesalahannya tapi karena suaminya itu mengancam akan menceraikannya dan tidak akan memberikan uang sepeser pun untuknya mau tidak mau Mira pun menurut dari pada dia menjadi gelandangan di jalan.
" Jika sampai ibu berniat mencelakai keponakan ku lagi bukan hanya nak Al yang akan membuat perhitungan sama ibu tapi juga bapak, sedikit saja ibu berani menyakiti Ayla lagi maka saat itu juga ibu bukan lagi isteri bapak, begitu juga dengan kamu Laura karena bapak tidak mau punya isteri dan anak seorang penjahat" ucap Emir dengan tegas
" Berjanjilah bu untuk tidak mengulanginya lagi, dan berterima kasihlah kepada mereka karena kalau tidak mungkin saat ini kalian sudah membusuk di penjara"
Didalam lubuk hati Emir dia sungguh malu kepada Ayla dan juga Al karena perbuatan jahat yang sudah dilakukan oleh anak dan isterinya.
" I... iya pak, ibu berjanji. maafkan bibi Ayla!" ucap Mira menundukkan wajahnya
" Iya bi, sudah aku maafkan!" ucap Ayla yang masih berada di dalam rengkuhan suaminya
" Kalian boleh bernapas lega sekarang tapi ingat baik-baik jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian jangan pernah coba-coba berani mendekati isteriku lagi apalagi berniat buruk terhadapnya, meskipun sekarang kalian bebas dari jerat hukum bukan berarti kalian bebas begitu saja dari pengawasan orang-orangku yang akan mengawasi kalian 24 jam camkan itu!" ancam Al yang langsung membawa Ayla pergi.
" Bi terima kasih ya karena bibi sudah membantu kami tanpa bibi kami tidak tahu bagaimana jadinya, bibi sangat berjasa kepada kami!" ucap Ayla seraya memeluk tubuh wanita tua yang selama ini selalu menjaga dan menyayanginya dengan tulus
" Itu sudah menjadi kewajiban bibi neng, bibi juga senang neng baik-baik aja!" ucap bi Atun setelah mengurai pelukannya
" Iya bi!"
Ayla mendekati pamannya yang sedari tadi menunduk malu kepada Ayla
" Paman!" panggil Ayla
Emir mendongak dan menoleh ke arah Ayla yang sudah berdiri di dekatnya
__ADS_1
" Ayla maafkan paman nak, paman tidak becus menjaga dan melindungi kamu dari perbuatan jahat Laura dan bibimu" ucap Emir sendu
Ayla tersenyum dan memeluk pamannya, Ayla menggeleng pelan setelah mengurai pelukannya " Paman tidak perlu minta maaf, paman tidak salah apa-apa, paman sudah melakukan banyak hal untuk Ayla, seharusnya Ayla yang berterima kasih kepada paman karena sudah membesarkan Ayla dan mau merawat Ayla hingga sebesar ini!" ucap Ayla yang kini sudah tidak kuasa menahan tangisnya
Tiba-tiba Ayla teringat dengan mendiang kedua orang tuanya, andai saja mereka masih hidup tapi takdir tidak bisa dipungkiri ini adalah jalan yang sudah digariskan oleh tuhan.
Al berjalan pelan mendekati Ayla yang sudah kembali berada dalam pelukan sang paman mereka meluapkan kesedihan mereka dan menangis bersama.
" Sayang, sudah jangan menangis lagi tidak baik untuk kandungan mu!" ucap Al menepuk bahu Ayla
Emir dan Ayla mengurai pelukannya seraya menghapus air mata yang membasahi pipi masing-masing
" Benar kata suami mu nak, jangan menangis lagi dan sekarang hidup berbahagialah dengan kehidupan mu yang baru, jaga kandungan mu dengan baik !" ucap Emir
______
" Mas maafkan aku ya mas!" ucap Ayla yang kini tengah duduk bersandar di sandaran tempat tidur
" Iya sayang, udah enggak usah di bahas lagi sebaiknya sekarang kamu istirahat hem!" ucap Al lembut
" Enggak ada tapi-tapian, udah istirahat ya sayang mas mau mandi dulu!" ucap Al seraya mengacak rambut Ayla gemas
Selesai mandi Al duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya sambil membuka laptopnya memeriksa pekerjaan kantor yang sempat ditundanya
Al menoleh ke arah tempat tidur dan terlihat Ayla yang sudah memasuki alam mimpinya
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Al berjalan menghampiri Ayla dan membangunkannya untuk makan malam
Ayla dan Al pun makan malam bersama sedangkan papa dan mama Ambar sedang tidak ada di rumah jadi mereka hanya tinggal berdua saja
Selesai makan malam mereka berdua duduk bersandar di sandaran tempat tidur sambil mengobrol sebentar sebelum tidur
Pertengahan malam Ayla terbangun karena haus dan juga lapar, karena tidak mau mengganggu tidur suaminya Ayla pun pergi sendiri ke dapur untuk mengambil air minum.
" Duh kok lapar ya!" gumam Ayla menatap meja yang sudah kosong tidak ada makanan apapun yang tersaji hanya ada buah-buahan saja
__ADS_1
Ayla duduk dan mengambil buah pisang yang ada di atas meja lalu memakannya.
Al terbangun dari tidurnya dan terkejut karena tidak melihat keberadaan sang isteri, Al mencarinya ke kamar mandi tapi Ayla tidak ada akhirnya Al turun ke lantai bawah dan ia mendapati isterinya sedang duduk sendirian di meja makan sambil makan pisang
" Sayang!" panggil Al yang sontak saja hal itu mengejutkan Ayla
" Astaghfirullah mas ngagetin aja sih!" Ayla mengusap dadanya karena di kejutkan dengan suara Al
" Kamu sedang apa disini sendirian hem?" tanya Al menarik salah satu kursi dan mendudukkan dirinya di kursi samping Ayla
Ayla cengengesan ". aku lapar mas" sahutnya dengan malu-malu
" Lapar?" Ayla mengangguk
" Iya mas, enggak tahu nih pas kebangun ngerasa haus eh udah sampai sini malah jadi lapar juga" jawab Ayla
" Yaudah kamu mau makan apa hem?" tanya Al
" Pingin makan nasi sih mas, makan buah mah enggak kenyang" jawab Ayla
" Makan nasi?"
" Iya mas, nasi goreng tapi aku lagi malas masaknya" Ayla menghela napasnya kasar
" Aku kok tumben jadi malas gini ya mas" keluhnya
" Mungkin karena bawaan bayi sayang!" ucap Al
" Yaudah sekarang kamu tunggu disini aja ya biar mas yang buatin kamu nasi gorengnya" Al beranjak dari duduknya membuat Ayla mengerutkan keningnya
" Serius mas ya masakin buat aku?" Ayla nampak berbinar
" Iya tentu saja, untuk isteri mas apa sih yang tidak mas lakukan, asal tidak minta yang aneh-aneh saja!" tawa A
" Iya suamiku, terima kasih ya" Ayla nampak bahagia diperlakukan begitu baik oleh suami tercintanya
__ADS_1
Setelah 15 menit nasi goreng buatan Al pun sudah tersaji di atas meja makan, Ayla dan Al pun menikmati nasi goreng itu ditengah malam yang sepi dan sunyi berdua saja karena penghuni rumah lainnya pasti sedang asik terlelap di alam mimpinya tidak seperti pasangan suami isteri ini yang malah asik makan nasi goreng buatan pak suami.