
Alzam, Syahlaa dan juga Rain masih belum bisa menjawab perkataan yang baru saja di katakan oleh Ezio tadi.
Dan Ezio pun masih memperlihatkan wajah tenang, dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.
" Tuan Alzam Chafik ",, panggil Ezio kepada Alzam.
" Eh iya Tuan Ezio ",, jawab Alzam kepada Ezio.
" Ambillah kartunya, ayo Tuan, saya tidak memberikannya kepada anda, tapi untuk anak saya, Zarina ",, kata Ezio kepada Alzam.
" Saya hanya meminta tolong kepada anda untuk membawakannya saja, karena tidak mungkin saya memberikannya kepada Zarina, bisa-bisa kartu itu di buang olehnya ",, kata Ezio lagi sambil bercanda.
Alzam pun ikut tertawa, dan sambil mengambil black card pemberian dari Ezio tadi.
" Baiklah Tuan Ezio, seperti perkataan anda, saya akan membawa kartu ini, karena ini amanat untuk saya ",, kata Alzam kepada Ezio.
" Terimakasih Tuan Alzam Chafik, saya percaya kepada anda ",, jawab Ezio sambil tersenyum.
" Oh ya Tuan Ezio ",, kata Rain yang tiba-tiba menyela pembicaraan.
" Iya Rain ",, jawab Ezio kepada Rain.
" Ini adalah berkas pengunduran diri dari saya, sekaligus ada cek pinalti yang harus saya bayarkan kepada Perusahaan, tolong di terima Tuan ",, kata Rain kepada Ezio.
" Apa maksud kamu Rain?? ",, tanya Ezio kepada Rain.
" Saya ingin mengundurkan diri dari Perusahaan anda Tuan ",, jawab Rain kepada Ezio.
" Tidak,!! saya tidak akan menerima pengunduran diri dari kamu Rain ",, jawab mantap dari Ezio kepada Rain.
Rain sedikit tercengang mendengar perkataan dari Ezio kepadanya.
" Sampai kapanpun kamu tidak akan saya ijinkan untuk mengundurkan diri dari Perusahaan saya!! ",, kata Ezio lagi sambil merobek berkas pengunduran diri milik Rain.
Suasana yang awalnya terlihat santai, tiba-tiba menjadi tegang, karena Ezio tiba-tiba merobek berkas pengunduran diri yang sudah Rain persiapkan sebelumnya, termasuk cek yang ada di dalamnya.
Bahkan pandangan dari Mama Ingrid, Zarina dan juga Papa Fransisco, langsung teralihkan ke arah Ezio yang sedang berkata tegas kepada Rain.
" Ada apa Ezio?? ",, tanya Mama Ingrid kepada Ezio.
" Tidak apa-apa Ma ",, jawab Ezio kepada Mama Ingrid.
" Mama lanjutkan saja bermainnya dengan Zarina ",, kata Ezio lagi kepada Mama Ingrid.
Mama ingrid hanya mengangguk saja, dan dia tidak mau banyak bertanya lagi kepada Ezio.
" Maaf Tuan Ezio, kenapa anda merobek berkas pengunduran diri milik saya?? ",, tanya Rain kepada Ezio.
" Maafkan saya Rain, tapi sampai kapan pun saya tidak akan bisa melepaskanmu menjadi sekretaris saya ",, jawab Ezio kepada Rain.
" Jika kamu meminta untuk kenaikan gaji, akan saya lakukan dan turuti sesuai nominal yang kamu minta, asal kamu jangan mengundurkan diri menjadi sekretaris saya ",, kata Ezio kepada Rain.
__ADS_1
" Karena hanya kamu yang bisa mengimbangi saya dalam segi apapun Rain, jadi tetaplah bertahan menjadi sekretaris saya, dan ..... ",, kata Ezio lagi sengaja menjedanya.
" Maafkan semua kesalahan yang pernah saya lakukan kepadamu Rain, saya janji akan menjadi atasan yang lebih baik lagi untuk kamu ",, sambung perkataan dari Ezio.
Rain yang daritadi hanya diam saja, sambil terus mendengarkan semua perkataan yang ingin di katakan oleh Ezio, akhirnya Rain angkat berbicara juga.
" Baiklah Tuan Ezio, saya masih mau menjadi sekretaris anda, tapi ..... ",, jawab Rain kepada Ezio.
" Tapi apa Rain, katakanlah kepada saya?? ",, tanya Ezio kepada Rain.
" Ijinkan saya untuk cuti lagi selama beberapa minggu, karena saya sedang berjuang memperjuangkan cinta saya Tuan ",, jawab Rain kepada Ezio.
Ezio langsung saja tersenyum mendengar jawaban dari Rain.
" Lanjutkan dan kejar wanita yang ingin kamu jadikan pendamping hidup Rain, saya mengabulkan cuti kamu dan mendukung kamu seratus persen ",, jawab Ezio kepada Rain sambil tersenyum.
" Terimakasih banyak Tuan ",, kata Rain sambil tersenyum juga.
Syahlaa dan Alzam, juga sama-sama tersenyum mendengar percakapan antara Rain dan juga Ezio.
" Kalau boleh tahu, siapa wanita yang beruntung itu Rain, yang bisa meluluhkan hati kamu?? ",, tanya Ezio kepada Rain.
" Dia adik dari Tuan Afnan ",, jawab Rain sambil menahan rasa malunya.
" Waaaaah ",, kata Ezio sambil bertepuk tangan.
Ezio tidak menyangka dan dia cukup terkejut, mendengar wanita yang akan di jadikan istri oleh Rain, ternyata adik kandung dari Alzam.
Rain hanya tertawa saja mendengar godaan dari Ezio tadi.
" Semoga lancar ya Rain, dan jangan lupa undang saya jika kamu menikah nanti ",, kata Ezio kepada Rain.
" Jika kamu membutuhkan bantuan dari saya, katakanlah, saya siap membantu kamu kapan saja ",, kata Ezio lagi kepada Rain.
" Baik Tuan, dan terimakasih atas tawarannya ",, jawab Rain kepada Ezio.
Ezio hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Rain.
Setelah itu, Ezio meminta ijin kepada Syahlaa dan juga Alzam, untuk mengajak pergi Zarina jalan-jalan sebentar, sebelum mereka kembali pulang ke Indonesia.
Tidak mau berburuk sangka lagi, akhirnya Syahlaa dan Alzam mengijinkan Ezio mengajak pergi Zarina.
" Jika Nyonya Ingrid ingin pergi juga, silahkan Nyonya, biar kami saja yang menjaga Tuan Fransisco di sini ",, kata Alzam kepada Mama Ingrid.
" Benarkah,?? apa itu tidak akan merepotkan kalian berdua?? ",, tanya Mama Ingrid kepada Alzam.
" Tidak Nyonya, silahkan anda jalan-jalan sampai puas bersama Zarina, kami tidak apa-apa ko ",, bukan Alzam yang menjawab, melainkan Syahlaa.
Mama Ingrid langsung memeluk Syahlaa dengan sangat erat sekali, karena dia sangat bersyukur, cucunya dilahirkan dari rahim seorang wanita yang baik seperti Syahlaa.
" Terimakasih Isabella, terimakasih Tuan, kalian berdua memang orang-orang yang baik ",, kata Mama Ingrid kepada Syahlaa dan Alzam.
__ADS_1
" Pergilah Nyonya, hat-hati di jalan, dan Tuan Ezio, titip Zarina, jangan kecewakan kami ",, kata Syahlaa kepada Ezio dan Mama Ingrid.
" Siap Syahlaa, kami akan pulang tepat waktu ",, jawab Ezio kepada Syahlaa.
" Ayo Rain, kamu ikut kami ",, ajak Ezio kepada Rain.
" Saya Tuan?? ",, tanya Rain kepada Ezio.
" Iya, ayo kamu bisa mengawal kami seperti biasanya, dan ini perintah!! ",, jawab tegas dari Ezio kepada Rain.
" Baiklah Tuan Ezio ",, jawab Rain sambil mengangguk sopan.
Akhirnya, Ezio, Zarina, Mama Ingrid dan juga Rain, berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan Papa Fransisco untuk jalan-jalan bersama Zarina.
Tidak mudah membujuk Zarina tadi supaya mau diajak jalan-jalan oleh Ezio, jadi ketika Zarina sudah luluh dan dia sudah tidak takut lagi di ajak pergi oleh Ezio, Ezio tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.
Akhirnya, tinggallah Syahlaa, Alzam dan juga Papa Fransisco saja di ruangan itu.
Papa Fransisco merasa iri melihat istri dan anaknya bisa jalan-jalan bersama Zarina.
Tapi apalah daya, saat ini yang bisa Papa Fransisco lakukan sekarang, cuma terbaring lemah di atas brankar rumah sakit, dengan pergerakan yang terbatas, karena stroke yang menyerangnya.
Syahlaa yang melihat Papa Fransisco menangis, dia pun mencoba bertanya.
" Apakah Tuan Ezio membutuhkan sesuatu?? ",, tanya Syahlaa kepada Papa Fransisco.
Papa Fransisco hanya menggelengkan kepala saja kepada Syahlaa.
" Jika anda membutuhkan sesuatu, katakan saja kepada kami Tuan, kami akan membantu anda ",, kata Syahlaa lagi kepada Papa Fransisco.
Tidak menggeleng dan juga tidak mengangguk, tapi semakin deras pula air mata yang di ke luarkan oleh Papa Fransisco.
Dan hal itu membuat Alzam bersama Syahlaa menjadi bingung sendiri.
" Tuan, Tuan tidak apa-apa,?? apa perlu saya panggilkan Dokter ke sini?? ",, tanya Alzam kepada Papa Fransisco.
" Ti tidak per lu ",, jawab Papa Fransisco kepada Alzam.
" Lalu, kenapa anda menangis Tuan?? ",, tanya Alzam lagi kepada Papa Fransisco.
" Ka ka re na sa sa ya, me ra rasa ma malu ke kepa da ka ka lian ber du a ",, jawab Papa Fransisco kepada Alzam dan masih di dengar Syahlaa.
" Malu kenapa Tuan, Tuan tidak perlu memikirkan hal yang lain-lain, Tuan fokus saja sama kesembuhan Tuan ",, kata Syahlaa kepada Papa Fransisco.
" Ka kamu a anak yang ba baik I isa be lla, ma ma afkan sa ya ",, kata Papa Fransisco kepada Syahlaa.
Syahlaa tidak menjawab, dia memilih tersenyum manis mendengar perkataan dari Papa Fransisco, walau Papa Fransisco sudah membuat Ayahnya meninggal, semua itu sudah berlalu.
Syahlaa hanya ingin hidup damai tanpa ada masalah yang setiap saat membayangi hidupnya.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
__ADS_1
...***TBC***...