DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Kegelisahan Sasa


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, saat ini Sasa sedang berada di salah satu kamar hotel milik keluarga Kusuma


Sasa sedang di rias oleh MUA yang diutus oleh Ayla, meskipun acaranya sederhana tapi Ayla ingin membuat Sasa terlihat lebih cantik dan berbeda, oleh karena itu Ayla sengaja meminta pada sang suami untuk mengirim MUA yang akan merias Sasa sekaligus dirinya dan juga Mina


Setelah Sasa selesai di make up Ayla, Mina dan juga bu Rahma mendampingi Sasa keluar kamar menuju tempat acara akad di gelar


Sedangkan Dira yang sedang hamil tengah berada di dekat suaminya Arlan dan juga Al beserta kedua orangtuanya


Semua pandangan mata mengarah kepada Sasa yang hari itu terlihat sangat cantik dan anggun, Hendrik pun sampai tak berkedip melihat kecantikan Sasa yang sungguh luar biasa


" Cantik... sangat cantik" gumam Hendrik


" Enggak nyangka Sasa bisa secantik itu bro" puji Rino


" Awww..." Rino memekik saat cubitan kecil mendarat di perutnya


" Ish... apaan sih Yang pakai cubit-cubit segala ?"


Nia melotot dengan tatapan tajam " Apaan kata kamu mas, keterlaluan kamu mas?" Marah Nia yang langsung membuang muka


" Emang enak di marahin makanya kalau mau muji cewek orang liat dulu sebelahnya, ini udah ada gandengan masih aja berani muji-muji milik orang, enggak peka lagi!" ledek Andi menahan tawanya


" Ya gue kan cuma ngomong apa adanya, emang menurut loe Sasa jelek gitu?" ucap Rino


" Ya cantik sih emang tapi peka sedikitlah bro, cewek itu hatinya sensitif" sahut Andi


" Ya gue kan cuma ngomong sesuai apa yang gue liat doang" ucap Rino masih enggak peka


" Mas... ih ngeselin ya jadi orang!" Nia merajuk


" Kamu kenapa sih Yang kok jadi ngambek enggak jelas gitu?" Nia semakin cemberut mendengar pertanyaan Rino


" Tau ah" Nia beranjak dari tempat duduknya dan bergeser pindah ke dekat Bu Desi dan rekan-rekan kerja lainnya


" Eh mau kemana?" Nia tidak menggubris panggilan Rino


" Rasain, pergi kan akhirnya enggak peka sih" ucap Andi


" Husss.... berisik aja sih kalian ini" tegur Arlan


" He.. he .. iya maaf pak Arlan.!" ucap Rino


Sasa semakin mendekat dan degup jantung Hendrik kian meledak, jedag jedug tidak karuan

__ADS_1


Acara ijab qobul pun akan segera dimulai tapi sang calon mempelai wanita terlihat begitu gelisah bahkan gadis itu pun meremas jemari tangannya sendiri saat seseorang yang sangat dinanti kedatangannya belum juga ada di tempatnya


Pak penghulu pun sudah berkali-kali menanyakan tentang wali nikah dari Sasa tapi Hendrik hanya mengatakan tunggu sebentar lagi ayahnya Sasa pasti akan segera tiba, namun sayangnya sudah hampir satu jam orang yang ditunggu pun tidak kunjung datang


Sasa sudah tidak kuasa lagi menahan kesedihannya air matanya pun seketika menetes begitu saja


" Apa sampai saat seperti ini pun ayah tidak mau hadir memenuhi kewajibannya untuk menikahkan aku dengan laki-laki yang aku cintai, sebegitu tidak pedulinya kah orang itu terhadap ku, sebegitunya kah dia tidak menginginkan kehadiran ku?" batin Sasa


Hendrik berusaha untuk menenangkan hati Sasa yang terlihat begitu tertekan dan juga kecewa dengan ayahnya


" Sudahlah sayang, jangan bersedih lagi ya, sabar tunggu sebentar lagi ya, ayahmu pasti akan segera datang, percaya sama Abang"


Sasa menghembuskan nafasnya berat lalu tersenyum getir


" Sudahlah bang aku enggak yakin bang kalau orang itu akan datang" ucap Sasa pesimis bahkan menyebut kata ayah pun rasanya lidahnya begitu kelu


" Kamu jangan seperti itu sayang, Abang yakin ayah kamu pasti akan datang untuk menikahkan kita" ucap Hendrik


" Kalau wali nikah dari sang mempelai wanita tidak bisa hadir, pernikahan bisa di wakilkan oleh wali hakim, bagaimana pak apa acara ijab qobul ini bisa kita mulai" ucap pak penghulu yang sudah tidak sabar lagi menunggu


" Sebaiknya di mulai saja pak" ucap bu Rahma yang tidak tega melihat kesedihan yang terpancar jelas di manik mata putri kesayangannya itu


" Baiklah kalau begitu, acara ijab qobul akan segera kita mulai" ucap pak penghulu


" Tunggu" ucap seseorang yang baru saja datang


Semua atensi langsung tertuju pada seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut


" A... ayah" Beo Sasa dengan suara tertahan dan seketika air matanya kembali menetes


Ayah Sasa berjalan ke arah dimana Sasa dan Hendrik duduk di hadapan pak penghulu


" Saya yang akan menikahkan nya" ucap ayahnya Sasa kepada pak penghulu


" Oh silahkan duduk pak" ucap pak penghulu


Acara ijab qobul pun dimulai dan kata Sah pun sudah menggema di seluruh ruangan tersebut


" Alhamdulillah..." Seru semua orang setelah Sasa dan Hendrik sudah sah menjadi pasangan suami isteri


Sasa menitikkan air mata bahagia dan juga rasa harunya setelah kata sah terucap dan semua orang pun mengaminkan doa kebaikan untuk kedua mempelai


Bu Rahma pun turut merasa haru karena putrinya kini sudah sah menjadi seorang istri, rasanya baru kemarin ia melahirkan dan membesarkannya seorang diri dengan berbagai ujian hidup yang menerpanya dan hari ini putrinya yang dulu selalu berada dalam gendongannya sudah menikah dengan laki-laki yang sangat mencintai putrinya itu

__ADS_1


Bu Rahma berharap nasib putrinya tidak seburuk nasib pernikahan dirinya, semoga Hendrik bisa membahagiakan putri kesayangannya, bisa menjaga dan melindunginya, tidak menyakitinya seperti apa yang suaminya dulu lakukan kepadanya


Selesai menikahkan putrinya ayah Sasa langsung menghampiri Al dan tidak menghiraukan tatapan bu Rahma dan juga Sasa


" Pak Al aku sudah menjalankan tugas ku untuk menikahkan mereka dan sekarang aku menagih janji anda aku harap anda tidak lupa untuk mentransfer sebagian kekurangannya" ucap ayahnya Sasa tanpa perasaan


" Kau tenang saja tuan, asisten pribadi ku akan segera mentransfer kekurangannya" ucap Al


" Baguslah kalau begitu, aku tunggu kabar baik itu" ucapnya lalu pamit pergi


" Apakah anda tidak ingin memberi selamat terlebih dahulu untuk kedua mempelai?" tanya Al sebelum ayah Sasa pergi meninggalkan gedung tersebut


" Tugas ku sudah selesai jadi aku rasa itu tidak perlu" ucapnya angkuh


Sasa mengepalkan tangannya kuat begitu juga bu Rahma, rasanya ingin sekali ia mencabik-cabik orang yang tidak memiliki perasaan itu


Hendrik yang mengerti perasaan sang isteri langsung menggenggam tangannya membuat Sasa seketika sadar akan kemarahannya dan langsung berusaha untuk menenangkan dirinya


" Maaf bang" ucap Sasa yang tidak enak hati dengan Hendrik


" Enggak apa-apa abang ngerti kok sayang" ucap Hendrik


Ayla yang berada di samping Al pun geram dengan orang yang berstatus ayah dari sahabatnya itu ingin rasanya Ayla mengumpat dan memaki laki-laki tak berhati itu tapi Al sudah lebih dulu memperingati isterinya untuk tetap menjaga emosinya


Ayah Sasa pun akhirnya pergi begitu saja, walaupun kesal dan benci bu Rahma pun berusaha untuk bersikap tenang setidaknya Sasa kini sudah menikah


Bu Rahma hanya bisa mengelus dada dan mentertawakan dirinya sendiri dalam hati, sungguh tidak habis pikir bagaimana bisa ia dulu begitu mencintai laki-laki tak berhati itu rasanya ia sungguh sangat menyesal karena pernah begitu mencintainya


______


Setelah acara ijab qobul selesai dan para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat kepada kedua mempelai saatnya mereka menikmati jamuan yang sudah disediakan


Selesai acara Sasa dan Hendrik pun langsung segera masuk ke kamar pengantin walaupun ada kecanggungan di awal-awal tapi lama-lama mereka pun terbiasa dengan kehadiran satu sama lain


Malam panjang untuk keduanya pun dimulai, Hendrik tidak memberi jeda waktu sedikit pun setelah keduanya selesai membersihkan diri Hendrik tidak sungkan lagi untuk meminta haknya


Sudah terlalu lama menunggu momen yang membahagiakan itu membuat Hendrik tidak sabaran, awalnya Sasa begitu gugup dan perasaan was-was pun kerap kali muncul ia sangat takut setelah mendapatkan semuanya tiba-tiba Hendrik berubah lalu meninggalkan nya seperti apa yang dilakukan ayahnya tapi lagi-lagi Hendrik pun meyakinkan gadis yang sudah berstatus isterinya itu kalau dia tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang ayahnya Sasa lakukan


Sasa akhirnya berusaha untuk menerima dan malam panjang itu pun akhirnya terjadi


Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi ketakutan yang Sasa rasakan saat ini hanyalah kebahagiaan, semoga Hendrik benar-benar pilihan yang tepat dan bisa menerima Sasa apa adanya


Keduanya pun kini tengah menyatu, dengan penuh cinta dan rasa syukur akhirnya apa yang seharusnya dilakukan pun sudah terpenuhi.

__ADS_1


Tanggung jawab dan kewajiban keduanya sebagai sepasang suami isteri kini sudah terpenuhi satu sama lain dan mereka pun berharap bisa segera menyusul Ayla dan Dira yang akan segera menjadi seorang ibu


__ADS_2