
Rain, Zarina, Faiha yang mendapatkan kiriman video dari Keluarga mereka, mereka bertiga dibeda tempat, tertawa sampai terpingkal-pingkal juga, hingga membuat mereka bertiga menjadi menyesal sendiri tidak bisa melihat secara langsung acara pertandingan sepak bolanya.
Rain mencoba mengirimkan video itu kepada Casper dan Emmy, sama seperti yang lainnya, Casper dan Emmy juga tertawa tiada henti, karena merasa terhibur dengan penampilan Alzam dan Aaqil yang sangat memalukan sekali.
Ezio yang baru saja masuk ke dalam kamar Zarina dan melihat sang putri sedang tertawa sendiri, membuatnya menjadi sangat penasaran sekali.
" Kamu sepertinya sedang merasa senang sayang?? ",, tanya Alzam kepada Zarina.
" Iya Papi, lihatlah sendiri ini ",, jawab Zarina sambil memperlihatkan video pertandingan bola tadi.
Ezio langsung duduk di pinggir ranjang bersama Zarina, dan dia lalu mengambil ponsel milik Zarina untuk melihat video yang Zarina maksud.
Ezio langsung tertawa terbahak-bahak melihat Alzam berpenampilan seperti itu.
" Itu kenapa Ayah kamu berpakaian seperti itu, memangnya dia akan ke mana Zarina?? ",, tanya Ezio sambil menahan suara tawanya.
" Ayah sengaja berpakaian seperti itu untuk bertanding sepak bola Papi ",, jawab Zarina sambil tertawa.
Semakin tertawalah dengan sangat keras sekali, ketika Ezio mendengar jika Alzam akan bertanding sepak bola menggunakan kebaya.
" Dan kata tante Iffah, itu karena Mama sedang mengidam ingin melihat mereka semua memakai kebaya dan juga konde ",, kata Zarina lagi.
" Ada-ada saja permintaan Mama kamu sayang ",, kata Ezio.
" Kalau Mama dulu waktu hamil kamu, dia mengidam apa,?? apakah Zarina tahu, siapa tahu Mama bercerita kepadamu sayang?? ",, tanya Ezio sambil mengusap lembut rambut Zarina.
" Tidak tahu Papi, seingat Zarina Mama belum bercerita deh, nanti jika pulang ke Indonesia, akan Zarina tanyakan kepada Mama ",, jawab Zarina kepada Ezio.
" Tapi, Mama kemarin pernah bercerita kepada Zarina Papi, jika dulu waktu hamil Zarina, Mama sampai berhemat sekali, bahkan sering tidak makan, demi membeli susu hamil, vitamin untuk Zarina yang masih ada di dalam perut, dan terkadang untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mama sampai membantu-bantu di Yayasan, jika mendapatkan uang, akan Mama simpan untuk membeli kebutuhan Zarina yang masih ada di dalam perut Papi ",, kata Zarina lagi.
Sakit,!! entah kenapa ketika Ezio mendengar cerita dari Zarina, hatinya menjadi sangat sakit sekali, karena Ezio sampai tidak menyangka, jika Syahlaa sangat kesusahan sekali untuk memenuhi kebutuhan kehamilannya.
" Kata Mama, jika dulu yang membayar semua persalinannya Zarina, Kakek Aasim, dan tahu tidak Papi, jika selama Zarina kecil yang memenuhi semua kebutuhan Zarina adalah Kakek Aasim dan Nenek Anum ",, cerita Zarina lagi.
" Ketika Zarina tanya kepada Mama, katanya uang simpanan Mama sudah habis pada waktu itu ",, lanjut lagi kata Zarina.
" Karena Mama merasa malu dengan Kakek, Mama katanya sampai meminjam uang kepada Paman Rain, dan Paman Rain bukannya meminjamkan uang kepada Mama, dia justru memberikannya secara cuma-cuma setiap satu bulan sekali Papi ",, kata Zarina lagi dan lagi.
" Itulah kenapa Mama sangat merasa hutang budi sama Paman Rain, dan semenjak Zarina bisa berjalan, barulah Mama tidak mau menerima pemberian dari Paman Rain lagi, karena Mama sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari semua buku novel yang Mama punya ",, kata Zarina.
" Mama buat buku Novel sayang?? ",, tanya Ezio.
" Iya, dan sejak bisa membuat Novel, kehidupan Mama sudah tidak tergantung lagi sama orang, itu yang pernah Mama ceritakan kepada Zarina, Papi ",, jawab Zarina.
Seperti tertusuk dengan tombak hati Ezio mendengar cerita dari sang putri, karena kehidupan putrinya waktu itu ternyata sangat kesusahan sekali, padahal dirinya mempunyai banyak uang yang percuma.
Ezio tiba-tiba membawa Zarina ke dalam pelukannya sambil mengatakan sesuatu.
" Maafkan Papi, Zarina, maafkan Papi, dulu Papi bodoh ",, kata Ezio
" Papi dulu sudah menyia-nyiakan kamu dan membuat kamu serta Mama kamu harus hidup dengan bantuan dari orang lain, sedangkan Papi sendiri mampu ",, kata Ezio lagi sambil menahan air matanya.
" Kamu mau kan memaafkan Papi sayang?? ",, tanya Ezio sambil menangkup wajah Zarina menggunakan ke dua telapak tangannya.
Zarina langsung menganggukkan kepalanya kepada Ezio.
" Iya Papi, Zarina mau, dan Papi jangan seperti itu lagi ya ",, kata Zarina kepada Ezio.
" Iya, iya sayang, Papi janji, Papi tidak akan seperti itu lagi kepada kamu atau kepada Mama kamu ",, jawab Ezio sambil membawa Zarina ke dalam pelukannya lagi.
Setelah melewati masa liburan yang cukup panjang dengan sang Papi, akhirnya tibalah waktunya Zarina kembali pulang ke Indonesia.
Ezio dan Zarina saat ini bahkan sudah berada di dalam pesawat jet pribadi untuk menuju ke Indonesia.
__ADS_1
Syahlaa dan Alzam yang sudah mengetahui jika Zarina akan pulang hari itu, mereka berdua sudah tidak sabar sekali ingin melihat kepulangan anak pertama mereka.
Dan setelah menempuh perjalanan lebih dari lima belas jam, akhirnya pesawat yang Ezio dan Zarina naiki sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Indonesia.
Zarina dan Ezio yang sudah berada di dalam mobil, mereka berdua cuma berbincang seadanya saja, karena Zarina sedang merasa mengantuk.
Perjalanan berjam-jam yang mereka tempuh menggunakan mobil, akhirnya mengantarkan mereka sampai ke tempat tujuan.
Kedatangan Zarina dan Ezio langsung disambut ramah serta senang dari Syahlaa dan juga Alzam.
" Mama, Ayah ",, kata Zarina.
Syahlaa langsung memeluk rindu sang putri sulung.
" Ayo mari Tuan Ezio, silahkan masuk dulu ",, kata Alzam dengan ramah.
Ezio hanya mengangguk saja kepada Alzam, dan mereka saat ini sedang duduk di ruang tamu rumah Alzam.
Mereka berbincang santai, hingga Ezio puas, bahkan Ezio juga menggendong dan mengajak bercanda baby Aara sebentar, hingga akhirnya dia berpamitan pulang kepada Syahlaa, Alzam dan juga Zarina.
Salam perpisahan pun mereka ucapkan, lambaian tangan juga mereka lakukan, dan pada akhirnya Ezio pergi dari rumah Alzam dan Syahlaa.
Hari-hari telah berlalu, minggu juga berganti dengan bulan, kehamilan Syahlaa tidak terasa sudah menginjak usia ke sembilan bulan, setelah berhasil membuat sang Ayah malu beberapa minggu lamanya, karena disuruh memakai kebaya dan juga konde.
Persalinan Syahlaa cuma tinggal menghitung hari saja, dan semua orang sudah tidak sabar ingin melihat baby ke tiganya Alzam dan Syahlaa lahir ke dunia.
Di saat Syahlaa baru saja menunaikan ibadah sholat maghrib di rumah, tiba-tiba dia merasakan perutnya terasa sangat sakit sekali.
Pada saat itu di rumah cuma ada Zarina saja, sedangkan baby Aara sedang ikut Alzam ke masjid sebentar untuk sholat maghrib berjamaah.
" Zarinaaa ",, teriak Syahlaa.
Zarina yang sedang ikut sholat berjamaah dengan Syahlaa, dia menjadi kebingungan sendiri melihat sang Mama yang merintih kesakitan begitu.
" Baik Mama, tunggu sebentar ",, jawab Zarina.
Zarina langsung bergegas berlari menuju ke Masjid yang ada di dalam Yayasan milik sang Kakek yang tidak jauh dari rumahnya.
Alzam yang baru saja selesai sholat maghrib dan ingin kembali pulang ke rumah, dia melihat sang putri berlarian menuju ke arahnya dalam keadaan yang membuatnya menjadi khawatir.
" Ayaaaah ",, panggil Zarina kepada Alzam.
" Kamu kenapa Zarina?? ",, tanya Alzam.
" Mama perutnya sakit ",, jawab Zarina.
" Astaghfirullah, ayo kita segera pulang ",, kata Alzam.
Alzam sambil menggendong baby Aara bersama Zarina, langsung berlari untuk pulang ke rumah, dan Aaqil yang kebetulan ikut sholat berjamaah, dan melihat Alzam berlarian seperti itu, dia menjadi sangat penasaran sekali, hingga pada akhirnya Aaqil memutuskan mengikuti Alzam pulang ke rumah.
" Mamaaaa ",, teriak Alzam sambil masuk ke dalam rumah.
Baru saja masuk, Alzam langsung mendengar suara bayi yang sedang menangis.
" Bayi,?? Mama ",, kata Alzam langsung bergegas masuk ke dalam kamar.
Alzam yang sudah masuk ke dalam kamar, dia langsung melihat Syahlaa sudah melahirkan anak ke tiga mereka sendirian, bahkan baby mereka masih berada di antara kaki Syahlaa.
" Astaghfirullah, Mamaaaaa ",, teriak Alzam.
" Sayang, kamu jagain adik Aara dulu ya ",, kata Alzam kepada Zarina.
Zarina langsung saja mengangguk, dan Alzam langsung segera membantu Syahlaa untuk mengambil anak ke tiga mereka.
__ADS_1
Aaqil yang baru saja masuk, dia pun sama halnya terkejut ketika mendengar suara bayi sedang menangis.
" Kak Syahlaa ",, kata Aaqil dengan tiba-tiba.
" Kebetulan kamu di sini, cepat hubungi Bidan, dan Umi, untuk segera datang ke sini, ini Syahlaa sudah melahirkan sendirian ",, kata Alzam kepada Aaqil.
Tanpa banyak berbicara, Aaqil langsung melaksanakan apa yang Alzam minta.
Ranjang, mukena, baju, semuanya terkena darah dari baby ke tiga mereka.
Alzam yang tidak mempunyai pengalaman sama sekali dalam mengurus wanita yang melahirkan, dia hanya bisa terus mendekap sang baby yang terus menangis dengan sangat kencang sekali, sedangkan Syahlaa sendiri terlihat sangat lemas.
Umi Anum yang mendapat telepon dari Aaqil, dengan segera dia langsung menyuruh sang suami untuk mengantarkannya ke rumah Alzam.
Umi Anum dan Abi Aasim yang sudah sampai di rumah Alzam, mereka berdua benar-benar merasa sangat khawatir dan juga bingung, bagaimana cara membantu Syahlaa.
Hingga pada akhirnya setelah tiga puluh menit kemudian, Bidan yang Aaqil hubungi sampai juga di rumah mewah milik Alzam.
Sedikit merasa tenang, ketika sang Bidan sudah datang ke rumah mereka, dan Bidan itu dibantu Alzam serta Umi Anum, mereka langsung melakukan prosedur sesuai standar setelah melahirkan, seadanya terlebih dahulu untuk membantu Syahlaa.
Setelah berjuang membantu Syahlaa, akhirnya sekitar satu jam lamanya, mereka selesai juga, bagitupun dengan sang baby yang berjenis kelamin perempuan lagi, sudah dibersihkan dari darah yang menempel di tubuhnya.
" Alhamdulillah ",, ucap syukur dari semua orang.
" Gus Afnan, besok saya sarankan ajak istri anda untuk berkonsultasi ke Dokter kandungan, karena sementara ini saya cuma membantu sebisa saya, ditakutkan jika ada komplikasi yang tidak kita ketahui ",, kata Bidan itu kepada Alzam.
" Baik Bu Bidan, terimakasih ",, jawab Alzam dengan ramah.
Semua orang mengucapkan kata terimakasih kepada Bidan tersebut, dan setelah tugasnya sudah selesai, Bidan itu berpamitan pulang kepada semua Keluarga Abi Aasim.
Malam itu Syahlaa sementara tidur di dalam kamar tamu terlebih dahulu, sampai ranjangnya sudah selesai dibersihkan oleh Alzam.
Senyum semua orang langsung mengembang dengan sempurna, ketika melihat baby ke tiganya Alzam lahir dengan selamat, walau harus mengalami drama terlebih dahulu seperti tadi.
Kali ini wajah baby ke tiganya Alzam, sangat mirip sekali dengan Alzam, wajahnya khas orang Indonesia sekali, sedikit berbeda dari Zarina dan juga Aara.
Dan Alzam memberinya nama dengan Chafia Hafidzah Daneen Alishba yang berarti seorang putri yang cantik, penuh perhatian dan juga seorang penghafal Al-Qur'an, panggilannya baby Chafia.
Walau Alzam belum dikaruniai seorang anak laki-laki, namun dia tetap merasa senang dan juga bersyukur, setidaknya dia sudah mempunyai penerus untuk Keluarganya kelak.
Jika Alzam dan Syahlaa dikaruniai anak perempuan lagi, begitupun dengan Rain dan Faiha.
Ketika baby Chafia sudah berumur satu tahun, Faiha melahirkan anak ke dua mereka, yang juga berjenis kelamin laki-laki lagi.
Rain dan Faiha sepakat untuk memberikan nama untuk anak ke dua mereka dengan Ghava Haidar Iliyas Ludwig yang berarti seorang prajurit yang terkenal dianugerahi hati yang lembut namun kuat seperti singa, dan nama panggilannya adalah Ghava.
Lengkap sudah kebahagiaan mereka semua, karena sudah dianugerahi anak lagi.
Casper dan Emmy walau melihat semua sahabat-sahabatnya sudah menambah anak lagi, namun mereka belum teringin, jadi anak mereka masih satu saja, yaitu Nicko.
Sedangkan Ezio, dia masih betah sendiri, tanpa pendamping hidup.
Entahlah, dia seperti tidak ada 941rah sama sekali untuk menikah lagi, walau Zarina sudah mengijinkan sang Papi untuk mempunyai istri baru.
Bagi Ezio, semua anak-anak Syahlaa adalah anak-anaknya juga, walau dia tidak bisa memiliki Syahlaa.
Dan Ezio sudah berjanji kepada dirinya sendiri, ingin ikut dalam membesarkan baby Aara serta baby Chafia juga dengan memberikan mereka tunjangan setiap bulannya, sama seperti Zarina.
...END....
Sekian Novel ini saya persembahkan, terimakasih atas dukungannya selama Novel ini masih Ongoing.
Semoga kalian tidak marah kepadaku karena Ezio tidak ku beri pasangan sendiri🤫.
__ADS_1
Salam kenal dari saya Maria_azis.🤗😉