DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
TANGISAN PILU EZIO


__ADS_3

Tadi ketika Ezio dan Lionel masih berada di dalam Cafe, Lionel terus mencerca dan mencerca berbagai pertanyaan kepada Ezio.


Dari Zarina hingga semua masalah yang saat ini sedang di alami oleh Ezio, Lionel pertanyakan semuanya.


Ketika Lionel terus bertanya tentang Zarina kepada Ezio, dia menjadi sangat penasaran sekali ingin melihat secara langsung, bagaimana wajah dari putri kandungnya Ezio.


Ezio awalnya menolak, karena dia belum siap untuk bertemu kembali dengan Syahlaa, terlebih Zarina, karena Ezio masih merasa bersalah kepada Zarina.


Sebab karena kelalainnya, membuat Zarina mengalami keadaan yang cukup mengkhawatirkan sekali kemarin.


Karena mendapatkan desakan demi desakan terus menerus dari Lionel, akhirnya Ezio pun menyetujui juga untuk berkunjung ke ruang perawatan Zarina.


Ketika ingin masuk tadi, Ezio dan Lionel sudah di tahan oleh para bodyguard yang berjaga di depan.


Namun, karena kegigihan dan kekuasan yang di miliki oleh Lionel, membuat Lionel dan Ezio berani melawan para bodyguard tersebut.


Hingga akhirnya, di sinilah Ezio bersama Lionel sudah berhadap-hadapan dengan Alzam dan terus mendapatkan serangan perkataan yang sangat menyakitkan dan juga mengejutkan dari Alzam.


Ezio yang tadi sudah masuk ke dalam ruang perawatan Zarina, dia sedikit bertanda tanya di dalam hatinya, karena dia tidak melihat Syahlaa di situ.


Akan tetapi, karena dia terus di serang oleh Alzam, membuatnya sedikit melupakan keberadaannya Syahlaa.


Hingga tiba-tiba, mata dia di buat sangat terkejut sekali, di saat sudah melihat orang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi ternyata adalah Syahlaa.


Tidak cuma Ezio saja yang merasa terkejut melihat Syahlaa, begitupun dengan Alzam, dia yang kelepasan berbicara, membuat Alzam merasa takut jika Syahlaa mengetahui yang selama ini sudah Rain sembunyikan.


Alzam berdoa di dalam hatinya, semoga Syahlaa tidak mendengar apa yang daritadi dia katakan kepada Ezio.


Namun Alzam tidak bisa membaca ekspresi wajah dari Syahlaa, ketika dia sudah keluar dari dalam kamar mandi, karena wajah Syahlaa terlihat sangat flat sekali dan tidak bisa terbaca.


Syahlaa yang sudah melangkahkan kakinya dari dalam kamar mandi, dia lalu berjalan mendekati Alzam dan berdiri di antara Alzam dan juga Ezio.


Sebelum berbicara, Syahlaa menatap terlebih dahulu ke arah Alzam dan Ezio secara bergantian.


Dan semua orang yang berada di dalam ruang perawatan itu, juga sedang menatap ke arah Syahlaa.


Setelah puas menatap Alzam dan Ezio secara bergantian, Syahlaa lalu berbalik badan untuk menatap ke arah Ezio sepenuhnya.


" Tuan Ezio ",, kata Syahlaa kepada Ezio.


Ezio hanya diam saja, dia tidak menjawab panggilan dari Syahlaa.

__ADS_1


" Apakah benar yang tadi sudah saya dengar Tuan Ezio?? ",, kata Syahlaa kepada Ezio.


Dan doa Alzam ternyata tidak di kabulkan oleh Tuhan, karena Syahlaa ternyata sudah mendengar semua yang tadi sudah dia katakan kepada Ezio.


Syahlaa tadi sebenarnya sudah ingin keluar dari dalam kamar mandi, ketika mendengar Alzam sedang mencarinya.


Akan tetapi ketika mendengar Alzam menyebut nama Ezio, niat Syahlaa langsung terurungkan dan dia memilih mendengarkan saja dari balik pintu kamar mandi.


Terkejut, marah, sedih, bercampur menjadi satu, karena Syahlaa tidak menyangka, jika orang yang dulu sudah menabrak lari Ayahnya ternyata adalah orang yang selama ini dia kenal.


Sudah sejak dulu Syahlaa ingin melihat dan mengetahui siapa yang sudah menabrak Ayahnya, karena kasusnya seperti di tutup-tutupi oleh seseorang.


Namun sekarang, tanpa Syahlaa duga, dia bisa mengetahui hal yang sesungguhnya, jika orang yang sudah menabrak lari Ayahnya ternyata Keluarga Dwayn yang penuh dengan kekuasaan.


Pantas saja, kasusnya tidak bisa terungkap selama ini, sekarang Syahlaa sudah tahu, karena ada kekuasaan di baliknya.


Syahlaa juga sangat terkejut sekali, ketika mendengar jika ternyata sang suami bersama Rain, sudah mengambil alih semua aset yang di miliki oleh Keluarga Dwayn.


Syahlaa merasa seperti orang bodoh di sini, dia seperti tidak di anggap oleh sang suami dan juga Rain.


Begitu juga, Syahlaa merasa semakin tertindas oleh kejahatan dari Keluarga Dwayn yang ternyata sudah sejak dulu menyakitinya.


" Bukankah ini bukan sifat anda?? ",, kata Syahlaa lagi kepada Ezio.


" Jawab!! ",, kata Syahlaa dengan sangat tegas sekali, sambil sedikit berteriak kepada Ezio.


Semua orang termasuk Ezio, merasa terkejut mendengar teriakan dari Syahlaa tadi.


Dan teriakan dari Syahlaa membuat Zarina menjadi terkejut, hingga akhirnya terbangun serta menangis mencari sang Mama.


Ezio yang melihat Zarina terbangun dan menangis, ingin sekali dia mendekat dan menenangkan Zarina.


Namun langkah kakinya langsung terhenti, ketika dia melihat Alzam dan Syahlaa sudah langsung mendekati Zarina.


" Oh anak Mama, maaf ya sayang, kamu jadi terbangun karena Mama ",, kata Syahlaa menenangkan Zarina sambil memeluknya.


Zarina yang berada di dalam pelukanya Syahlaa, dia tidak sengaja melihat Ezio sedang berdiri di situ.


Dan Zarina yang melihat Ezio, dia langsung saja menyembunyikan wajahnya di dalam hijab sang Mama sambil mengatakan sesuatu.


" Mama, Zalina tidak mau belsama Paman itu, Zalina mau sama Mama, Zalina tidak mau sama dia, jangan jauhkan Zalina sama Mama ",, kata Zarina sambil ketakutan sekali.

__ADS_1


Rasa sakit hati yang di rasakan oleh Ezio tidak seberapa sakitnya, ketika mendengar sendiri ketika Zarina menolak melihat dan malah takut dengannya.


" Zarina tidak ke mana-mana ko sayang, Zarina di sini sama Mama dan juga Ayah ",, kata Syahlaa menenangkan Zarina lagi.


" Sssuutt, anak Ayah tenanglah, ada Ayah di sini sayang, jangan takut lagi ya ",, kata Alzam juga kepada Zarina sambil menggendongnya.


Zarina yang merasa takut kepada Ezio, takut jika di pisahkan secara paksa lagi dari Syahlaa, dia terus menyembunyikan wajahnya di pundak Alzam.


" Zalina tidak mau pelgi, Zalina mau sama Ayah dan Mama ",, kata Zarina lagi kepada Alzam.


Dan untungnya Zarina berbicara menggunakan Bahasa Inggris bercampur Bahasa Prancis, jadi baik Ezio, Lionel dan juga Emmy mengerti apa yang sedang di katakan oleh Zarina kepada Alzam dan Syahlaa.


" Iya, Zarina kan anak Ayah, jadi Zarina akan bersama Ayah dan Mama, sudah tenanglah sayang, ssussstt ",, jawab Alzam menenangkan Zarina, sambil menimang-nimangnya di dalam gendongannya.


Rasanya sangat sakit sekali hati Ezio, dan dia yang sudah tidak tahan melihat pemandangan yang begitu menyakitkan hati dan juga matanya, terutama perkataan dari Zarina yang malah takut dengannya.


Akhirnya, Ezio memilih pergi dari dalam ruang perawatan Zarina untuk keluar dari dalam rumah sakit menuju ke apartemennya.


Lionel yang melihat sang sahabat pergi, dia pun juga ikut pergi dan memilih mengikuti langkah kaki sang sahabat ke manapun dia pergi.


Dan untuk Syahlaa, Alzam serta Emmy, yang melihat Ezio pergi, mereka membiarkannya saja dan langsung merasa lega sekali.


Ezio yang sudah masuk ke dalam mobilnya, dia langsung mengendarainya dengan sangat kencang sekali, hingga membuat Lionel yang duduk di sampingnya, sampai berpegangan dengan sangat erat.


Hingga akhirnya, mobil yang di kendarai oleh Ezio sampai juga di gedung apartemen super mewah miliknya.


Lionel tidak banyak berbicara ketika berjalan di samping Ezio, dan ketika sudah masuk ke dalam kamar apartemen milik Ezio, Lionel tetap masih saja diam.


Dan Ezio yang sudah masuk ke dalam kamar apartemennya, dia langsung saja memecahkan serta membanting semua brang-barang yang di lihatnya.


" Aaaaaaaaaaaaarrrgggg ",,


Teriak super keras sekali dari Ezio, ketika dia sudah memporak-porandakan kamar apartemennya.


Setelah puas berteriak, Ezio lalu menangis, iya menangis, dan suara tangisannya Ezio terdengar serta terlihat sangat pilu sekali.


Hingga membuat Lionel sang sahabat, menjadi terenyuh hatinya, karena dia baru pertama kali melihat Ezio terpuruk seperti itu.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2